Panduan Portfolio Investasi Sesuai Usia Investor

Panduan Portfolio Investasi Sesuai Usia Investor
Mon, 12/01/2008 – 16:13
Passion4U’s picture

Beberapa hari belakangan ini ane banyak membaca-baca lagi teori-teori yang dulu pernah ane pelajari tentang wealth management. Ada sebuah teori basic yang ane baca yang entah kenapa kok kayaknya nempel terus di kepala ane, so daripada cuma nempel di kepala ane, ane coba wujudkan dalam individual social responsibility ane dengan cara nulis artikel sederhana ini.

Lagipula boleh dong ane sekali-kali ngebahas artikel tentang “general investing theory” yang agak lain baunya daripada postingan ane yang biasa, daripada pembaca PRD bosen ngelihatin postingan ane yang selalu berbau Technical Analysis hehehe

Investment in 4 (four) stage of human life

Sebelum kita lanjut, ane mau menggarisbawahi beberapa hal, pastikan anda membaca baik-baik beberapa hal di bawah ini sebelum melanjutkan, soalnya ane nggak mau ada salah pengertian di kemudian hari tentang hal ini. So jangan membaca teori dibawah ini secara membabi buta ya …:

* Portfolio guidance ini sifatnya hanya guidance secara umum, tiap orang mempunyai spesifikasi yang unik. Tidak ada satu komposisi portfolio yang akan fit pada setiap orang. Perencanaan komposisi portfolio harus memperhatikan tujuan spesifik dari tiap investor
* Portfolio harus memperhatikan juga tenggat waktu dari target yang ingin kita capai (misalnya bangun rumah, pendidikan anak, dsb). Semakin dekat tenggat waktu dari target maka investasi harus masuk dalam kategori low risk
* Profil resiko investor sangat menentukan komposisi dari portfolio.
* Komposisi portfolio harus dimonitor secara ketat dan di adjust sesuai keadaan pasar dan perubahan terhadap keadaan pribadi investor. Misalnya pasar dalam keadaan resesi (seperti sekarang) atau investor mengalami perubahan keadaan seperti kehilangan pekerjaan, sakit keras, dsb.

Ok, kalo ente sudah baca warning di atas … mari kite mulai. Secara teori (ane harus bilang bahwa ini secara teori hehehe), dalam masa kehidupannya manusia melalui 4 tahapan kehidupan dengan rekomendasi portfolionya masing-masing yaitu:

Accumulation Stage (umur 20 – 35)

Accumulation stage dapat dipandang sebagai masa awal karir seseorang. Secara umum umur 20 – 35 situasi yang dihadapi adalah di sisi karir berada pada early to mid career, baru saja menikah dan mempunyai anak, relatif mempunyai saving dari gaji yg diterima. Ini adalah golden age (sayangnya tidak banyak yang tahu ini adalah golden age), karena di satu sisi pendapatan sudah lumayan, pengeluaran belon terlalu banyak dan target financial (pensiun, pendidikan anak, dsb) pada umumnya masih jauh.

Mengingat tenggat waktu dari target financial masih cukup jauh, maka secara umum investasi di periode ini sebagian besar diarahkan pada high yield investment seperti saham.

OOT dikit : So sekarang ngerti khan kenapa ane banyak ngebahas reksadana saham / saham / sejenisnya soalnya ane masih di periode ini … yang memang harus banyak bermain di sektor tersebut

Rekomendasi portfolio : Saham 80 %, Pasar Uang 5 %, Obligasi 15 %

Consolidation Stage (umur 36 – 52)

Pada masa consolidation stage secara umum situasi yang dihadapi adalah di sisi karir berada pada mid to top career dan telah menikah cukup lama, mempunyai excess return dari gaji / bisnis yg digeluti tapi juga dan mempunyai banyak kewajiban. Dibutuhkan pola kehidupan financial yang sehat untuk memastikan terdapat saving yang cukup memadai dalam menghadapi masa pensiun yang sudah dekat.

Pada consolidation stage, tenggat waktu dari target financial sudah mulai dekat, secara umum investasi di periode ini walaupun sebagian besar diarahkan pada high yield investment seperti saham, namun komposisi pada investasi yang memberikan regular return juga semakin diperbesar.

Rekomendasi portfolio : Saham 60 %, Pasar Uang 5 %, Obligasi 35 %

Spending Stage (umur 53 – 65)

Spending stage secara umum adalah periode pensiun yang akan kita jalani. Pada masa ini pendapatan telah menurun secara drastis, dan kita harus hidup dari saving yang telah kita hasilkan selama accumulation dan consolidation stage. Spending stage akan bisa kita nikmati dengan baik bila kita mampu mempersiapkan sumber “Passive Income” dari kedua stage sebelumnya.

Pada spending stage, rekomendasi portfolio dialihkan sebagain besar pada investasi yang memberikan regular return (seperti obligasi). Hal ini mengingat pada saat ini kita membutuhkan kepastian investasi yang lebih dari kedua stage sebelumnya.

Rekomendasi portfolio : Saham 30 %, Pasar Uang 5 %, Obligasi 65 %

Gifting Stage (umur 65 ke atas)

Gifting stage adalah masa terakhir dalam tahapan kehidupan manusia. Secara umum walaupun pendapatan telah menurun namun sudah tidak banyak lagi kewajiban yang harus dipenuhi (semua anak telah dewasa dan memberikan cucu yang lucu). Sesuai dengan namanya stage Ini adalah periode untuk memberi.

Profil portfolio dalam stage ini dititikberatkan pada portfolio yang tidak fluktuatif pergerakannya, mempunyai regular return dan low risk.

Rekomendasi portfolio : Saham 10 %, Pasar Uang 50 %, Obligasi 40 %

So what next ?

Teori di Portal Reksadana ini sudah bejibun banyaknya. Cuma teori adalah sekedar teori, tanpa penerapan dia hanya tinggal akan menjadi teori belaka. Your next action is to implement that theory in the real life (using a real money with a real risk). Tidak ada teori yang sempurna, andalah yang harus menyempurnakan teori tersebut sesuai dengan keadaan spesifik anda sendiri. Ok mantapkan diri anda dan bergeraklah maju. Think Big, Start Small, Act Now.

Happy investing my friend …

* Financial Planning
* Tips

* Passion4U’s blog

Iklan

Baca ini dulu sebelum Beli Nissan Livina

Rabu, 09 Februari 2011 07:41 WIB
Bursa Mobil Bekas

Mobkas Nissan Livina Sepi Peminat

Jakarta – Memasuki bulan kedua tahun 2011 ini, geliat pasar mobil bekas ternyata tetap didominasi mobil penumpang berjenis MPV, semisal Avanza-Xenia, juga Nissan Livina. Namun yang terakhir, dikatakan sepi peminat.

Ya, dikatakan Albert, pemilik gerai AS Motor di Bursa MObil Bekas WTC Mangga Dua, Nissan Livina series sepi peminat bila dibandingkan dengan dua jagoan Daihatsu-Toyota tersebut.

“Gak tau kenapa, padahal dari fitur lebih unggul dan harganya juga dibawah Avanza, tapi ya jarang yang lirik,” ujarnya ketika ditemui di WTC Mangga Dua (8/2)

Sementara untuk penurunan harga jualnya pertahun, masih menurut Albert, setiap tahunnya, Nissan Livina series mengalami penurunan harga jualnya mencapai Rp 5-10 jutaan.

“Itungannya si itu penurunan normal, tapi kita anggap jatuh ya karena tidak sebanding dengan mobil sekelasnya yang harganya stabil, malah naik,” papar Albert.

Namun hal tersebut berbeda mobil Nissan berjenis SUV seperti Nissan X-Trail, yang ternyata malah lebih banyak peminat mobil bekasnya. “Jadi harga jual kembalinya juga stabil untuk X-Trail dibanding LIvina,” pungkas Albert. (mobil.otomotifnet.com)

Baca ini : Panduan Sebelum Membeli HONDA CBR250….

 

honda cbr250r euro 09 460x306 Panduan Sebelum Beli Honda CBR250R 2011

JAKARTA (dp) — Debut dunia All New Honda CBR250R di Thailand, Rabu (27/10) ini, telah mengguncang jagad sport bike. Di Indonesia getaran kehadiran CBR250R juga terasa. Dapurpacu.com yang menjadi media pertama menulis laporan peluncuran CBR250R bahkan diberondong berbagai pertanyaan dari pembaca.

Setelah peluncuran di Bangkok yang berlangsung pukul 13:00, secara berturut-turut Dapurpacu.com menerima siaran berita dari Honda Jepang dan Honda Eropa di hari yang sama. Tidak seperti yang diberikan Honda Jepang, release yang disampaikan Honda Eropa jauh lebih rinci.

Berikut isi ringkasan siaran berita all new Honda CBR250R versi Honda Eropa:

Pengenalan

Konsep ingin merasakan sensasi mengendarai sepeda motor besar dan lebih besar lagi kini mulai terasakan. Untuk beberapa dekade, tenaga, mesin kapasitas besar, mengubah motor kecil jadi besar, atau semua hal yang bertujuan untuk peningkatan performa, seakan telah menjadi kebanggan di jalan raya.

Sayangnya, saat ini jalan raya begitu sibuk, harga bahan bakar lebih mahal, dan isyu lingkungan semakin santer. Karena itulah, diperlukan sebuah terobosan, di mana mesin dibuat menjadi lebih rendah dan hemat bahan bakar ketimbang model-model sebelumnya.

Selama bertahun-tahun sepeda motor model CBR, dalam berbagai ukuran mesin, telah mendorong bagaimana seharusnya motor sport dibuat. Di tengah dinamika Supersport yang terus berkembang, namun fleksibilitas dan aksesibilitas masih mengalami kendala, keluarga CBR telah konsisten menjalani konsep yang dibutuhkan pasar dan kemudahan penggunaan.

Sekarang untuk tahun 2011, CBR250R muncul dengan menawarkan mesin berkapasitas 250cc. Seperti model-model CBR sebelumnya, CBR250R tetap mengedepankan kualitas performa, dinamika kendali yang mudah dan tak tertandingi.

Hasilnya adalah sebuah mesin fleksibel yang dapat mengambil tugas apapun, di tengah kemampuannya memberikan kesenangan berkendara. Dengan mesin ringan dan sangat efisien satu-silinder, chassis canggih, dan desain menyolok, CBR250R dibuat untuk memikat semua biker.

Setiap orang, mulai dari yang membutuhkan waktu, biaya, gaya, serta berfikir tentang kemudahan dikendarai akan ditarik motor sport yang memiliki mesin bertenaga dan chassis cerdas ini.

Konsep Pengembangan

Bobot yang superingan, dimensi yang tidak terlalu besar sehingga mudah dilihat, telah dipertimbangkan di semua pasar yang akan menjadi kunci CBR250R. Ketika pengendara modern mengharapkan keuntungan pada biaya operasional yang rendah, efisiensi penggunaan bahan bakar dan pengendalian mudah, umumnya mereka tidak mau mengorbankan kecanggihan serta daya pikat seperti yang dimiliki motor-motor besar.

Karena kondisi tersebut, kini pasar banyak meminta sepeda motor berkapasitas mesin 250cc. Dengan penampilan dan gengsi yang serupa dengan motor besar, CBR250R tidak kalah dengan aksi motor yang lebih besar namun mahal dan tidak ekonomis.

CBR250R edisi terbaru 2011 merupakan jawaban dari permintaan pasar di seluruh dunia. Sementara kebanyakan kelas 250 mengusung mesin dua-silinder, CBR250R justru muncul dengan kekuatan satu-silinder berpendingin cair dengan kapasitas 249,4cc. Mesin ini 4-katup DOHC ini sangat efisien karena ikut mengusung teknologi suplai bahan bakar ijeksi PGM-FI.

Mesin satu-silinder dibuat agar motor penggerak ini menjadi lebih ringan, lebih padat, lebih efisien dalam penyaluran tenaga, serta untuk menghasilkan torsi yang maksimal.

CBR250R juga menawarkan sebuah keseimbangan tinggi, sehingga layak untuk penggunaan santai harian serta kecepatan tinggi. Dan yang pasti, CBR250R telah menjadi motor paling irit di kelas 250cc.

Fitur Utama

» Mesin bertenaga dengan pendingin cair 249,4cc, satu-silinder dual overhead camshaft (DOHC), 4-katup untuk torsi yang kuat dan akselerasi yang mantap.

» Sistem injeksi bahan bakar canggih PGM-FI untuk resposifitas terukur dan ekonomis.

» Rangka baja model berlian tiang ganda dengan fork telescopic 37mm dan Pro-Link Monoshock pada suspensi belakang bertujuan untuk kemantapan kendali dan peningkatan kualitas pengendaraan.

» Bergaya penuh dengan fairing lengkap.

» Instrumen dijital multi-fungsi termasuk speedometer, tachometer, display temperatur mesin, indikator bensin multi-segment, dan odometer/trip meter.

Desain Ergonomis

Posisi Duduk Terbaik

Posisi duduk CBR250R merupakan kebutuhan yang fundamental guna fleksibilitas, memastikan kenyamanan, dan kemudahan kontrol yang tidak membebani tangan. Dirancang dengan ketinggian kursi 784mm, kondisi ini menempatkan pengendara berperawakan apapun akan langsung terasa nyaman. Bahkan pengendara bertubuh pendek tak perlu khawatir saat ingin menginjak permukaan jalan.

Dengan konsep ini CBR250R akan meningkatkan kepercayaan diri pengguna, kendati sedang diterpa kemacetan atau lalu lintas kota yang sibuk.

Posisi stang dan footstep (pijakan kaki) dirancang agar sesuai dengan penempatan jok, sehingga menghasilkan posisi mengendara sporty, serta memudahkan kendali dan perasaan menyatu dengan motor. Pada saat yang sama, pergerakkan pengendara juga tidakakan dibatasi oleh apapun.

Selain itu, konsep duduk terbaik CBR250R memungkinkan pengendara menikmati perjaanan panjang dan tak perlu khawatir kehilangan konsentrasi akibat kelelahan.

Posisi Manuver

Dengan bobot hanya 162kg, motor terbaru ini memiliki kemantapan ketika bermanuver karena keseimbangan chassis yang sempurna. Dan faktanya, ketika CBR250R melesat maka dia akan menjadi lebih ringan.

Dibalut Full-fairing

Kunci untuk berkendara nyaman di perjalanan panjang berkecepatan tinggi telah disediakan CBR250R dengan fasilitas full-fairing serta windscreen yang mampu mengurangi tekanan angin dalam berbagai kondisi cuaca. Fairing CBR250R juga didesain agar bisa memberi kontribusi kemudahan penggunaan, mengurangi tingkat kelelahan, dan membantu peningkatan konsentrasi berkendara.

Instrumen Digital Canggih

CBR250R menyediakan instrumen dijital multi-fungsi yang canggih dan ergonomis. Semua informasi yang dibutuhkan pengendara tersedia pada fitur ini. Untuk melihat hanya dibutuhkan waktu sebentar, sehingga tidak perlu mengganggu konsentrasi. Kecepatan, putaran mesin (rpm), temperatur mesin, level BBM, waktu dan sebuah odometer/trip meter, semua tersedia secara jelas.

Kenyamanan Pebonceng

Dengan kemampuan membawa dua orang, CBR250R telah menjadi mesin pebonceng yang sangat sempurna. Sepasang grab rails pada buritan motor secara khusus didesain agar bisa digenggam saat pebonceng menggunakan bersarung tangan, sekaligus memastikan dia pada titik teraman.

Sementara itu, di bawah bangku pebonceng tersedia sebuah tempat penyimpan yang sangat praktis yang dapat memuat toolkit, jas hujan, atau kunci pengaman tambahan.

Gaya

Terlalu banyak biker yang perlu bergaya untuk bisa tampil berbeda dengan tunggangannya. Namun bila dengan CBR250R mereka tak perlu melakukan hal itu. Dalam desainnya CBR250R yang mengaplikasi gaya Supersport sudah begitu bergaya. Dilihat dari samping, garis fairing memperihatkan tarikan naik ke buritan.

Tarikan garis tersebut merupakan refleksi dari unsur dinamis dan kecanggihan. Dia juga mengomunikasikan sebagai mesin dengan dua personalitas, yaitu motor berkapasitas kecil penuh daya tarik dan praktis untuk berbagai penggunaan.

Mesin

Desain Mesin Baru Bertenaga dan Efisien

Jantung mekanis CBR250R satu-silinder berpendingin cair sepenuhnya dibangun dari baru. Berbekal 4-katup dengan dual overhead camshaft (DOHC), mesin baru ini dibuat untuk fokus menciptakan efisiensi dan ledakan torsi.

Dengan mengurangi pergesekan internal sekecil mungkin, mesin CBR250R mampu menciptakan performa dan hemat bahan bakar. Tenaga yang dihasilkan mesin itu mencapai 19.42kW (25,7hp) pada 8.500rpm, sedangkan torsi mencapai 22,9Nm pada putaran mesin yang sangat rendah.

Lewat performa tersebut, ditambah bobot yang ringan, CBR250R lahir sebagai motor dengan akselerasi tercepat di kelasnya, baik ketika posisi start maupun di setiap perpindahan percepatan. Dengan kata lain, CBR250R akan berbicara banyak di tengah kota.

Konfigurasi Satu-silinder

Ketika banyak pesaing memanfaatkan multi-silinder, CBR250R menerapkan satu-silinder. Hal ini justru memberikan banyak keuntungan baginya. Pasalnya, dengan begitu CBR250R telah meminimalisir terjadinya pergerakkan komponen-komponen di dalam mesin.

Kondisi ini menciptakan penghematan bahan bakar, dan menghemat uang pemilik untuk membeli pompa bensin. Mekanisme yang simpel ini juga menekan biaya pemeliharaan–salah satu yang selalu menjadi perhatian para pemilik sepeda motor.

Mesin dengan satu-silinder juga lebih padat, sehingga menjadi lebih ringan ketimbang mesin-mesin multi-silinder yang dimiliki para pesaing. Terakhir, karena secara fisik mesin ini berukuran kecil, membuat penempatannya menjadi sempurna di atas chassis. Hal ini telah membuat distribusi bobot depan/belakang lebih ideal dan meningkatkan kesetabilan yang baik.

PGM-FI

Seperti semua mesin di keluarga CBR, CBR250R dibekali teknologi terkini dari Honda, yaitu PGM-FI, sebuah sistem injeksi bahan bakar dengan kontrol elektronik. Ditemani sistem ECU (Electronic Control Unit), sistem pengapian menjadi lebih terukur karena bisa diatur sesuai jumlah pasokan bahan bakar yang masuk.

Sementara guna menjamin penghematan biaya perawatan, CBR250R menempatkan saringan bahan bakar eksternal agar sistem PGM-FI bisa bertahan jauh lebih lama.

Transmisi 6-Speed

Layaknya keuntungan yang diberikan mesin performa dan fleksibel, CBR250R mengusung sistem transmisi 6-speed agar tercipta pekerjaan yang ringan pada setiap kecepatan. Sistem transmisi enam rasio ini sanggup memberikan tenaga optimum saat berakselerasi dan menyalurkan tenaga lembut, serta efisiensi yang tinggi.

Keandalan Penuh dan Biaya Operasional Rendah

Mesin satu-silinder membutuhkan biaya perawatan yang sangat rendah dan irit bahan bakar. Untuk mencapai jarak 27 km hanya dibutuhkan bensin 1 liter (model pengendaraan normal). Dengan kata lain, 13 liter bensin yang diisi pada tangki CBR250R mampu membawa motor ini menjelajah hingga 344 km.

Prestasi ini membuat CBR250R menjadi yang terbaik di kelasnya dalam urusan penghematan bahan bakar. Apalagi CBR250R juga melakukan beberapa hal penting, yaitu piston dan connection-rod telah dibuat seringan mungkin, gesekan cincin piston direndahkan, dan penggunaan busi iridium.

Hadirnya, sistem pendinginan cair tentulah membuat temperatur mesin CBR250R semakin mudah terjaga, dan dapat dikondisikan dalam berbagai iklim di dunia.

Exhaust Sangat Bersih

CBR250R didukung teknologi terbaru pada aspek exhaust dan katalitik guna mencapai meisi rendah.Tiga metal katalik konverter sanggup menekan tingkat hidrokarbon, karbon monoksida, dan nitro oksida sekecil mungkin. sementara sensor oksigen di dalam exhaust yang terjalin dengan ECU akan meningkatkan daya tekan emisi, sekaligus memastikan tingkat pembakaran di ruang mesin.

Chassis

Chassis Kaku-Ringan

Mesin CBR250R ditempatkan di antara rangka baja tiang ganda model berlian. Konfigurasi rangka CBR250R begitu ringan, sehingga memberi kontribusi pada bobot keseluruhan motor yang ringan. Namun di sisi lain, rangka ini juga sangat kuat dan berplatform kaku guna menopang sistem suspensi depan dan belakang.

Kekuatan ini menjadi kunci untuk stabilitas, kecepatan, dan keseimbangan CBR250R. Dengan kemantapan ini pula, CBR250R sempurna sebagai motor beridentitas sport atau harian. Bahkan kekuatan rangka di belakang juga difokuskan untuk mengantisipasi bobot pebonceng.

Sistem Suspensi Canggih

Prilaku suspensi menjadi sangat penting bagi CBR250R. Hebatnya, walau berteknologi maju, suspensi yang terpasang pada CBR250R tetap membuat harga motor ini tetap kompetitif.

CBR250R didukung fork damper hidrolik 37mm pada bagian depan dan Pro-Link Monoshock pada bagian belakang. Penggunaan sistem Monoshock ini telah memungkinkan dikontrolnya pergerakkan lengan ayun saat roda belakang bergerak ke atas dan ke bawah usai melalui jalan bergelombang.

Hasilnya, kualitas perjalanan dengan CBR250R akan terasa luar biasa dikombinasikan dengan ketenangan, sehingga keinginan untuk menantang jalan terbuka lebar.

Velg dan Ban Performa Tinggi

CBR250R memasang velg dan ban berukuran besar guna menjamin akurasi tingkat cengkraman. Pada bagian depan dibalut ban 110/70-MC17, sedangkan belakang 140/70-MC17. Ukuran ini mengindikasikan sebuah sport bike yang serius.

Peralatan Tambahan

» U-Lock: Didesain kusus untuk penempatan kunci pengaman tambahan di bawah bangku pebonceng.

» Tutup Bangku: Pembungkus bangku bergaya carbon-look di desain seirama dengan garis desain fairing CBR250R, menutup bangku penumpang ketika ingin melakukan pengendaraan tunggal. Dengan tambahan ini aksi CBR250R lebih agresif.

» Tas Bangku Belakang: kantong kursi belakang lebih lapang meningkatkan kepraktisan sehari-hari CBR250R.

» Tank Pad: Dirancang untuk melindungi cat tangki bahan bakar dari gesekan.

» Sticker Roda: Sticker untuk menambah aksi menjadi bagaikan Supersport.

SPESIFIKASI

Engine
Type Liquid-cooled 4-stroke 4-valve DOHC single
Displacement 249.4cm3
Bore x Stroke 76 x 55mm
Compression Ratio 10.7: 1
Max. Power Output 19.42kW/8,500min-1 (95/1/EC)
Max. Torque 22.9Nm/7,000min-1 (95/1/EC)
Fuel System
Carburation PGM-FI electronic fuel injection
Throttle Bore 38mm
Fuel Tank Capacity 13litres (including LCD-indicated reserve)
Fuel Consumption 27km/l (76.2 mpg – WMTC mode*)
Electrical System
Ignition System Computer-controlled digital transistorised with electronic advance
Starter Electric
Battery Capacity 12V/6AH
Drivetrain
Clutch Wet, multi-plate with coil springs
Clutch Operation Mechanical; cable-actuated
Transmission Type 6-speed
Final Drive O-ring sealed chain
Frame
Type Diamond; steel twin-spar
Chassis
Dimensions (LxWxH) 2,030 x 709.5 x 1,127mm
Wheelbase 1,369mm
Caster Angle 25°
Trail 95mm
Seat Height 784mm
Ground Clearance 148mm
Kerb Weight 162kg
Suspension
Type Front 37mm telescopic fork, 130mm stroke
Rear Pro-Link Monoshock damper, 104mm axle travel
Wheels
Rim Size Front 17M/C x MT2.75
Rear 17M/C x MT4
Tyre Size Front 110/70-17M/C ()
Rear 140/70-17M/C ()
Brakes
Type Front 296 x 4.5mm hydraulic disc with dual-piston caliper and sintered metal pads
Rear 220 x 5mm hydraulic disc with single-piston caliper and sintered metal pads

Bensin Sintetik, Rp 3.500 Per Liter

 

Bensin Sintetik, Rp 3.500 Per Liter

Senin, 31 Januari 2011 | 20:52 WIB

gizmag.com

Stephen Voller memperlihatkan bensin sintetik dalam bentuk kapsul (kiri) dan strukturnya dalam ukuran nano (kanan)

OXFORD, KOMPAS.com — Di tengah gencarnya tren perubahan alat mobilitas di seluruh dunia, dari mobil bensin ke mobil listrik, muncul harapan baru untuk mesin konvensional, yaitu ditemukan bensin sintetik. Hebatnya lagi, bensin sintetik ini lebih murah dibandingkan dengan hasil tambang, hanya Rp 3.500 per liter (1,50 dollar AS per galon).

Kelebihan lain, bensin ini bisa langsung digunakan pada mesin bensin sekarang tanpa perubahan dan tidak menimbulkan emisi karbon. Nah, tentu saja bisa dibayangkan, harapan produsen mesin konvensional bisa hidup lagi setelah terancam mobil listrik.

Bensin sintetik tersebut ditemukan oleh sebuah perusahaan asal Inggris, Cella Energy. Teknologinya dikembangkan dari material yang disebut complex hydrides. Pengembangan bensin sintetik ini telah berlangsung empat tahun  dalam program sangat rahasia di laboratorium terkenal, Rutherd Appleton Laboratory, dekat Oxford, Inggris.

Menurut Stephen Voller, CEO Cella Energy, bensin sintetik ini memiliki kandungan energi sangat tinggi dan dikemas seperti kapsul dengan teknik nanostruktur yang disebut coaxial electrospraying.

“Kami telah mengembangkan bahan bakar mikrobutiran baru yang dapat digunakan pada mesin yang sebelumnya menggunakan bensin. Dapat digunakan tanpa harus memodifikasi mesin,” papar Voller.

Dia menambahkan, karena berasal dari hidrogen, pembakarannya tidak menghasilkan emisi karbon. Riset untuk menemukan bensin ini dipimpin Profesor Stephen Bennington bekerja sama dengan para ilmuwan dari Universitas College London dan Universitas Oxford.

“Teknologi kami berasal dari material yang disebut complex hydrides, yaitu hidrogen. Dikemas seperti kapsul dengan proses unik (dipatenkan). Karena itu, penyimpanan dan penanganannya lebih mudah dan aman dibandingkan dengan bensin yang digunakan sekarang,” ujar Bennington yang menjadi Kepala Riset Cella Energy.

Penulis: Zulkifli BJ
Editor: Zulkifli BJ gizmag

Wah, Jeep Perang Jadi “Hot Rod”

 

 

Wah, Jeep Perang Jadi “Hot Rod”

Senin, 31 Januari 2011 | 16:45 WIB

JPMAGAZINE

JPMAGAZINE

Kalau naik turun seperti trek adventure pasti “mati kutu”

JPMAGAZINE

Ruang belakang jadi tempat penempatan kompresor, aki dan lainnya

JPMAGAZINE

ARIZONA, KOMPAS.com – Umumnya jip oleh pemiliknya ditinggikan, selain tampilan lebih macho, juga untuk menaklukkan jalan non-aspal. Beda sama Randy yang punya Jeep “Willys” CJ-2A tahun 1945 justru dibikin pendek menjadi hot rod. “Inilah yang akan dilakukan penyuka jip offroad saat mereka juga suka hot rod,” kata Randy.

Apa yang sudah dibuat Randy dan timnya nyatanya tak pernah dibayangkan orang. Pasalnya, penyuka hot rod tidak akan memilih badan Willys untuk dimodifikasi. Sebaliknya, penyuka jip akan memasangkan suspensi jangkung supaya mobil itu jago saat melumpur.

Randy pun memenuhi dua syarat kendaraan hot rod sejati. Pertama, mobil itu punya bagian-bagian asli bawaan pabrik. Kedua, si pemodifikasi punya trik-trik supaya budget bisa dipangkas.

Sasis. Bagian ini dibangun secara custom dari potongan besi 2 inci x 3 inci dengan ketebalan dinding 0,120 inci. Lalu, beberapa bagian diambil dari Chevrolet Pick Up 1977. Ada knuckle, spindle, hub, dan rotor yang kemudian dipasangkan ke lengan ayun depan buatan sendiri. Sementara itu, as roda campuran dari besi tabung berdiameter 2 inci berketebalan 0,250 inci dan pelat baja 3/8 inci.

Bagaimana jip seceper ini bisa tetap jalan? Ada empat kantong udara yang yang berfungsi menaikkan sokbreker depan (Kayaba) dan belakang (Rancho), sehingga sasis berjarak 5-7 inci dari tanah tetap aman saat melibas medan bertanah. Kalau dimodifikasi cepar pada sedan, banyak menggunakan air suspensi untuk menaikkan bodi mobil. Randy yang pemilik Randy Ellis Design menggunakan kompresor udara buatan China (ia tak menyebut merk dan dikatakannya harganya ekonomis, tetapi hasilnya lumayan) untuk mengoperasikan kantung udara tersebut.

Bodi. Walau terlihat asli, bagian belakang (bak) jip itu sebenarnya dari serat kaca. Bangun ulang diperlukan supaya perangkat kompresor, as yang tertanam di tengah, dan perangkat lainnya bisa dimuat di situ. Namun, rangka kaca depan masih asli, hanya memang dipotong supaya menguatkan kesan ceper.

Total potongan bagian rangka kaca depan adalah 9 inci. Sebanyak 4 inci dari besi bagian bawah dan 5 inci dari atas kaca. Untuk mempertahankan kesan “Willys”, kaca masih bisa diliukkan ke atas.

Mesin. Luar boleh vintage, tetapi isi mesin tetap menunjang. Dalam pembangunan yang memakan waktu 5 minggu ini, Randy menyematkan mesin Chevy 350 V-8 dengan transmisi matik 3-percepatan. Di atas roda dengan velg 15 x 8 Pro Comp yang dibalut ban 31 x 10 50R15 General Grabber MT, jip CJ-2A milik Randy masih bisa “menggelinding” dengan kecepatan 110 km per jam lebih. (Dimas)

Editor: Bastian JPMagazine/christian haze