50 Anggota Diduga Terima Suap Daftar Lengkap Nama-nama Anggota Komisi IV

50 Anggota Diduga Terima Suap
Daftar Lengkap Nama-nama Anggota Komisi IV
Iin Yumiyanti – detikNews

Jakarta – Sebanyak 50 anggota Komisi IV DPR diduga menerima suap terkait alih fungsi hutan di Tanjung Api-api, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Anggota Komisi IV dari Fraksi PKS mengakuinya. Namun semua anggota FPKS sudah mengembalikan uang tersebut.

“Memang faktanya seperti itu, dan data yang diperoleh oleh KPK memang benar,” kata anggota FPKS Tamsil Linrung kepada detikcom pertelepon, Rabu (24/9/2008).

Komisi IV terdiri dari 54 orang, 4 orang sebagai pimpinan dan 50 orang sebagai anggota. Dari jumlah itu, baru anggota FPKS yang mengaku mengembalikan uang. Mereka adalah Suswono, Tamsil Linrung, Syamsul Hilal, Djalaludin Asy Syatibi dan Umung Anwar Sanusi. Uang dikembalikan pada tahun 2006, jauh sebelum Al Amin Nasution, terdakwa kasus suap itu ditangkap.

Sementara anggota dari fraksi lain sejauh ini belum ada yang menyatakan mengembalikan uang. Ketua Komisi IV Ishartanto tidak bisa dikonfirmasi. Handphonenya tidak aktif.

Berikut nama-nama anggota Komisi IV DPR seperti detikcom kutip dari DPR.go.id:

1.Ketua Komisi IV: Ishartanto (PKB)
2. Wakil Ketua Mindo Sianipar (PDIP)
3. Wakil Ketua Syarfi Hutauruk (Golkar)
4. Wakil Ketua Suswono (PKS)…kembalikan uang
5. Wakil Ketua Hilman Indra (Bintang Pelopor Demokrasi)

Anggota:

6.Joseph Wiliem Lea Wea (Bintang Pelopor Demokrasi)
7.Rusman H M Ali (Bintang Reformasi)
8. H Iman Syuja (PAN)
9. Darmayanto (PAN)
10. Nazamuddin (PAN)
11. Nurhadi M Musawir (PAN)
12.Sudjud Sirajudin (PAN)
13.Apri Hananto Sukahar (PDS)
14.Idham SH (PDIP)
15.Elviana (PDIP)
16.Djoemat Tjiptowardojo (PDIP)
17. Mardjono (PDIP)
18. Ganjar Pranowo (PDIP)
19. Wowo Ibrahim (PDIP)
20.I Made Urip (PDIP)
21.Jacobus Mayong Padang (PDIP)
22. Surya Supeno (Partai Demokrat)
23.I Wayan Sugiana (Partai Demokrat)
24.Nuraeni A Barung (Partai Demokrat)
25. Maruahal Silalahi (Partai Demokrat)
26. Sarjan Tahir (Partai Demokrat)
27. Indria Octavia Muaya (Partai Demokrat)
28. Bomer Pasaribu (Partai Golkar)
29. Azwar Chesputra (Golkar)
30. Ismail Tadjudin (Gollar)
31. S Sumiyati (Golkar)
32. Markum Singodimedjo (Golkar)
33. Soekotjo Said (Partai Golkar)
34.Mohammad Ali Yahya (Golkar)
35.Sumarjaya Linggih (Golkar)
36. Mukhtarudin (Golkar)
37.Fachri Andi Leluasa (Golkar)
38.Mustika Rahim (Golkar)
39. Zainudin Amali (Golkar)
40.Robert Joppy Kardinal (Golkar)
41.Syamsul Hilal (PKS)….kembalikan uang
42.Djalaludin Asy Syatibi (PKS)….kembalikan uang
43.Umung Anwar Sanusi (PKS)….kembalikan uang
44.Tamsil Linrung (PKS)…kembalikan uang
45. Arifin Junaidi (PKB)
46. Mufid A Busyairi (PKB)
47. Ahmad Rawi (PKB)
48. Ariono Wijanarko (PKB)
49. Al Amin Nur Nasution (PPP)….ditangkap KPK
50. Endang Kosasih (PPP)
51.Faqih Chaironi (PPP)
52 .Masusoh Ujati (PPP)
53. Rusnain Yahya (Ppp)
54. Hifnie Sarkawie (PPP)

Iklan

Pemerintah menurunkan lagi Harga BBM di Malaysia…

Kuala Lumpur,(ANTARA News) – Pemerintah Malaysia, Sabtu, menurunkan harga eceran bahan bakar minyak (BBM) 5,6 persen untuk membantu menekan peningkatan inflasi.

Harga bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ditetapkan 2,55 ringgit (0,77 dolar AS) per liter, turun dari 2,70 ringgit. Harga solar diturunkan dari 2,58 ringgit menjadi 2,50 ringgit per liter.

Menurut Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, langkah tersebut akan membantu menekan laju inflasi yang naik ke posisi tertinggi dalam satu dekade 8,5 persen pada Juli.

“Pemerintah berharap penurunan harga bensin dan solar tersebut akan membantu meringankan konsumen termasuk mengurangi tekanan inflasi,” kata Abdullah dalam sebuah pernyataannya.

Dengan penurunan harga BBM tersebut, pemerintah memberikan subsidi 30 sen (0,3 ringgit atau 0,09 dolar AS) per liter untuk bensin dan 50 sen untuk solar, kata dia.

Pengumuman penurunan harga BBM tersebut mengejutkan, karena Abdullah bar-baru ini mengatakan bahwa harga BBM di SPBU akan diturunkan pada akhir bulan, dan hanya jika harga minyak mentah global terus menurun.

Pada Juni, pemerintah Malaysia menaikan harga bensin dengan tajam sebesar 41 persen dan solar sebesar 63 persen, yang bertujuan untuk mengurangi tagihan subsidi yang membesar.

Meski naik, harga BBM di Malaysia masih yang terendah di kawasan.

Penurunan harga BBM pada Sabtu dilakukan jelang pemilihan parlemen pada Selasa dimana partai koalisi Abdullah yang berkuasa menghadapi oposisi pimpinan Anwar Ibrahim, yang diperkirakan akan dimenangkan Anwar dengan mudah.

Aliansi oposisi tiga partai Anwar membuat kemenangan utama pada pemilihan umum 8 Maret dengan memenagkan 82 kursi dari 222 kursi di parlemen mengambil kendali lima dari 13 negara bagian Malaysia. Anwar telah mengklaim oposisi siap mengambilalih pemerintahan pada pertengahan September. (*)

COPYRIGHT © 2008

====
Sekarang rakyat RI tinggal menunggu pemerintah moga-moga di turunkan juga BBM disini waktu menaikan harga BBM lebih dulu dibanding dengan Malay tetapi giliran nurunin…. belakangan itu pun kalo jadi… kalo gak….. berharap disaat malam takbiran harga BBM turun….

Susu Melamin : Produk2 mengandung susu melamin ditarik dari peredaran di Indonesia

Produk yang ditarik dari peredaran:
1.        Jinwel Yougoo Susu Fermentasi Rasa Jeruk
2.        Jinwel Yougoo Aneka Buah
3.        Jinwel Yougoo tanpa Rasa
4.        Guozhen susu bubuk full cream
5.        Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Cokelat
6.        Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Vanila
7.        Oreo Stick Wafer
8.        Oreo Stick Wafer (disebut dua kali, karena ukuran berbeda)
9.        Oreo Cokelat Sandwich Cookies
10.        M&M’s Kembang Gula Cokelat Susu
11.        M&M’s Cokelat Susu
12.        Snicker’s (biskuit-nougat lapis cokelat)
13.        Dove Choc Kembang Gula Cokelat
14.        Dove Choc
15.        Dove Choc (disebut dua kali, karena ukuran berbeda)
16.        Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar
17.        Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar
18.        Yili Bean Club Red Bean Ice Bar
19.        Yili Prestige Chocliz
20.        Yili Chestnut Ice Bar
21.        Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk
22.        Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage
23.        Yili High Calcium Milk Beverage
24.        Yili Pure Milk 205 ml
25.        Yili Pure Milk 1 L
26.        Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk
27.        White Rabbit Creamy Candy
28.        Yili Choice Dairy Frozen Yoghurt Bar (kembang gula)
SUMBER: PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SEKRETARIAT JENDERAL DEPARTEMEN KESEHATAN RI

Pantauan online streaming Jalur mudik..

Untuk pembaca yang mau mudik lewat jalur darat… gak ada salahnya lihat pantauan online streaming di beberapa tempat di pulau jawa bisa dilihat disini

http://124.81.82.136/ltmc2008/kamera/streaming-cctv.php

Semoga bermanfaat

situasi bursa yang tidak menentu, pemodal membutuhkan pegangan

‘Jangan cepat panik!’

Di tengah situasi bursa yang tidak menentu, para pemodal membutuhkan pegangan. Salah satu yang mereka dengar adalah suara dari otoritas bursa. Karena itu Bisnis mewawancarari Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah. Berikut petikannya.

Apa yang bisa Anda jelaskan mengenai gambaran situasi bursa saat ini?

Namanya juga pasar saham, pasar obligasi memang selalu ada up and down. Ini juga sebagai fokus kita, khususnya bagi investor lokal yang harus dengan hati yang jernih dan rasional.

Dalam beberapa waktu terakhir pasar keuangan dunia memang sangat berfluktuasi karena kasus subprime mortgage yang membawa masalah di Amerika ke sini.

Sebenarnya pasar kita kan tidak ada masalah. Dan juga kita lihat bahwa pasar kita masih cukup solid karena banyak ditunjang beragam perusahaan dan banyak yang bergerak di bidang komoditi. Tapi memang setelah harga komoditi mulai menurun itu membawa dampak terhadap emiten-emiten kita yang mendukung pertumbuhan pasar bursa kita dua tahun belakangan ini.

Namun itu fenomena biasa, tidak ada masalah. Nah ini yang harus dimengerti oleh investor. Jangan cepat panik!

Bagaimana tidak panik kalau dari hari ke hari indeks terus mengalami koreksi?

Mereka memang butuh likuiditas dan selama enam tahun ini pasar kita naik terus dari indeks 400 sampai 2.700.

Di saham mereka mengambil keuntungan yang cukup besar, mungkin mereka pikir karena mereka butuh uang, mereka mesti mencari investasi yang lebih menguntungkan. Makanya mereka mulai melepas saham. Itu kan suatu fenomena biasa, tapi jangan sampai kebablasan. Lokal masih stabil bahkan mudah-mudahan bisa tetap berkelanjutan.
Kita lihat terjadi net subscribtion di reksa dana karena terjadi migrasi dari obligasi ke saham. Pasar obligasi kita terpengaruh oleh inflasi.

Pada saat harga obligasi yang semakin tinggi, mereka juga melihat apa yang terjadi dengan APBN. Mereka melihat subsidi BBM seperti apa, kalau subsidi naik, lalu bagaimana kemampuan pemerintah menalangi subsidi tersebut. Nah ini yang menyebabkan mereka berspekulasi. Lalu ditambah inflasi bulan Maret yang diluar ekspektasi banyak orang. Tadinya mereka mau jual, tetapi mereka tahan dengan harapan inflasi di Maret stabil atau sesuai dengan perkiraan mereka.

Begitu keluar data inflasi mencapai 0.95, mereka lalu lepas obligasi dan merembet kemana-mana, termasuk merembet ke pasar saham. Di pasar saham juga banyak rumor seperti soal saham Bakrie Brothers dan Bumi Resources. Lalu masih ada beberapa saham yang terkena fluktuasi harga komoditi. Nah itu semua yang menyebabkan dalam beberapa hari terakhir ini pasar kita mengalami anomali, semua bursa yang lain rebound, tetapi masih terjadi koreksi di sini.

Apa alasan yang sebenarnya pemodal lokal sering disetir oleh investor asing. Apakah karena jumlah pemodal lokal kita masih rendah?

Kalau kita lihat sebenarnya investor kita cukup stabil, apalagi sejak 2007 jumlah investor kita berimbang antara investor lokal dengan investor asing, 50% berbanding 50%. Pemicu kejadian kemarin adalah investor asing yang mencari likuiditas, sementara investor lokal terkena margin call.

Yang saya selalu sampaikan bahwa kita dari bursa selalu mendorong investor lokal untuk investasi di reksa dana. Ternyata reksa dana tidak ada masalah dan ini cukup menggembirakan.

Dan memang bagi investor individu yang menggunakan fasilitas margin sangat berat. Misalnya kalau saham turun 10%, mereka lalu bisa menutupinya berapa. Nah itu lah kita tetap memerlukan investor individu yang kuat melalui reksa dana. Kita ingin pemodal lokal menjadi besar sehingga bisa berperan sebagai katalisator. Di Jepang komposisi asing di sana mencapai 70% dari total investor. Memang hasilnya likuiditas di Jepang besar sekali, namun besar kecil sama saja, yang penting pasarnya ada atau tidak.

Apakah bursa tidak memiliki target untuk menambah jumlah pemodal dalam negeri?

Kami tidak memiliki target angka untuk memperbesar jumlah investor lokal, namun kami perlu terus-menerus memberikan perhatian bagaimana masyarakat menempatkan dana mereka di pasar modal baik itu di saham, obligasi, maupun di produk-produk derivatif.

Tentu saja tidak mudah untuk terjun ke produk derivatif karena itu bukan sesuatu yang mudah. Tetapi mereka harus berkeyakinan bahwa dengan inflasi sudah sekian tinggi, bunga bank sudah tidak lagi berharga lagi, produk deposito habis. Dalam keadaan demikian, capital market tetap menjadi tumpuan.

Bagaimana aktivitas sosialisasi pasar modal dari perusahaan sekuritas yang memang seharusnya menjadi ujung tombak di industri ini?

Ya memang sosialisasi harus lebih banyak dilakukan oleh BEI. Selain itu, banyak juga anggota bursa yang menjalankan sosialisasi dan buka cabang. Tetapi kalau kita lihat lebih banyak dari mereka yang tidak buka cabang dan itu yang harus kita perbaiki ke depan. Karena ujung tombak dari pasar modal ada di tangan broker. Mereka yang seharusnya lebih gencar mempenetrasi pasar.

Kalau mereka enggak pernah punya cabang bagaimana? Atau mereka cuma buka cabang di Jakarta , susah juga. Apalagi saat ini dengan adanya otonomi daerah maka uang banyak di daerah, apalagi di luar Jawa. Nah ini yang kita harapkan. Namun memang ada masalah juga ketika mereka akan membuka cabang di luar Jakarta , mereka membutuhkan tenaga yang berlisensi.

Harus ada kerja sama tiga pihak, yaitu bursa, Bapepam, dan anggota bursa sehingga perusahaan sekuritas bisa mudah membuka cabang. Karena dari segi infrastruktur sudah tidak ada masalah, orang bisa bertransaksi dari mana saja.

Bagaimana dengan aksi-aksi korporasi di bursa, apakah semua mundur karena pasar yang tidak kondusif?

Penundaan aksi korporasi sampai saat ini belum ada, juga belum ada perusahaan yang menyatakan resmi mundur dari rencana IPO. Kebanyakan dari mereka hanya memperpanjang proses saja. Buat mereka kalau mereka mundur harus butuh waktu lagi untuk mengulang kembali proses dari awal. Apalagi pasar tidak bisa ditebak. Karena ketika pasar rebound, mereka akan ketinggalan momentum kalau baru mulai lagi dari awal. Jadi yang kita lihat mereka mengatur waktu untuk masuk.

Apa pelajaran penting yang bisa dipetik dari krisis finansial global yang terjadi akhir-akhir ini?

Untuk pasar keuangan, pasar tidak dapat dibiarkan bebas begitu saja, mesti ada pengaturan. Karena kita saksikan ketika Amerika membiarkan pasar bebas begitu saja ternyata pasar bebas itu mengakibatkan bencana.

Untuk kita di Indonesia apa yang diberlakukan sudah cukup bagus, kita mengatur semuanya. Ke depan kita harus lebih berhati-hati dan belajar dari pengalaman Amerika. Amerika bilang risk management bagus, ternyata jeblok juga karena terlalu besar.

Untuk kita, karena pasar kita masih kecil dan sedang tumbuh jangan terlalu bebas tapi jangan juga terlalu kaku. Kalau terlalu kaku pasar tidak akan tumbuh, tetapi kalau terlalu bebas kita lihat contohnya Amerika. Mesti ada pengaturan dari pemerintah dalam batas-batas tertentu yang membuat pasar tidak terkekang namun tidak liar, contohnya seperti pengaturan margin dan short selling.

Pewawancara : Abraham Runga Mali


Hati-hati Jalur mudik rawan Longsor, Banjir dan Kecelakaan

Struktur geologi berupa perbukitan membuat 40 titik jalur mudik di Jawa rawan longsor. Apalagi, tren meningkatnya curah hujan membuat beberapa titik itu berstatus kritis.

Sample ImageKepala Badan Geologi Departemen ESDM R. Sukhyar menyatakan, 40 titik rawan longsor di jalur mudik sepanjang Pulau Jawa tersebut masuk klasifikasi gerakan tanah tingkat tinggi. ”Kami harap pemudik berhati-hati dan waspada,” ujarnya di Jakarta kemarin (15/9).

Sukhyar mengatakan, titik-titik rawan tersebut disebabkan adanya jalur aktivitas gunung berapi serta banyaknya endapan tanah lempung. ”Karena itu, curah hujan bisa menjadi pemicu longsoran tanah, retakan tanah, maupun rocks fall (longsoran batu),” jelasnya.

Berdasar data Badan Geologi Departemen ESDM, 40 jalur rawan longsor itu tersebar mulai ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa. ”Tapi, sebagian besar terkonsentrasi di Jawa Barat dan Jawa Timur,” sebutnya.

Total, ada 82 titik rawan longsor di 40 jalur mudik tersebut. Untuk jalur selatan, jalur rawan longsor, antara lain, di Rangkasbitung-Bogor di titik Cipanas dan Lawangtaji. Lalu, jalur Sukabumi-Pelabuhan Ratu di titik Warungkiara, jalur Cianjur-Sindangbarang di titik Pagelaran dan Tanggeung, jalur Bandung-Cianjur di titik km 28,5 Citatah dan Cipatat, serta jalur Bandung-Garut di titik Cimuncang (km 11 dan 12) dan Nagreg.

Selain itu, jalur Blitar-Malang di titik km 32 dan 18 dari Kepanjen, jalur Kepanjen-Lumajang di titik km 28 dan 47 dari Pasirian, serta jalur Probolinggo-Sukapura di titik km 25 dari Probolinggo dan km 27 dari Sukapura. Kemudian, jalur Jember-Banyuwangi di titik Sempolan-Merawah, jalur Banyuwangi-Situbondo di titik Ketapang-Betekan, jalur Bondowoso-Situbondo di titik Kotakan dan sebelum masuk Kota Situbondo.

Menurut Sukhyar, beberapa jalur mudik yang setiap tahun hampir selalu terjadi longsor, mulai skala kecil hingga besar, adalah Bandung-Tasikmalaya, Bandung-Garut, serta Garut-Tasikmalaya. ”Misalnya, Nagreg di jalur Bandung-Garut, setiap tahun pasti terjadi longsor,” ujarnya.

Sukhyar menambahkan, pihaknya sudah menginformasikan peta jalur rawan longsor tersebut kepada pihak-pihak terkait, seperti Departemen Perhubungan, kepolisian, serta pemda. ”Karena itu, pemudik yang melintasi jalur-jalur tersebut diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian,” katanya
Para pemudik diingatkan untuk mewaspadai sejumlah titik-titik rawan banjir, tanah longsor dan kemacetan. Karena tidak semua titik mendapatkan perbaikan.

Menjelang musim mudik lebaran mendatang, sejumlah titik yang biasanya rawan banjir dan tanah longsor memang mulai diperbaiki. Beberapa upaya pemerintah dalam melakukan perbaikan ini di antaranya dengan meninggikan jalan, serta membuat dinding fondasi penahan longsoran.

Namun demikian, upaya tersebut memang belum dapat dikatakan optimal. Mengingat, sejauh ini hal tersebut hanya dilakukan di sejumlah titik yang belakangan ini menjadi langganan banjir maupun tanah longsor.

“Sampai saat ini di Jawa Tengah sendiri masih memiliki 9 titik rawan banjir, 9 titik rawan tanah longsor dan 7 titik rawan kemacetan.” ungkap Direktur Jenderal Binamarga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto melakukan pemantauan di jalan Pantura, Jumat (5/9/2008).

Secara rinci, 9 titik rawan banjir tersebut sebagaimana dihasilkan dari laporan data Dinas Binamarga Jawa Tengah di antaranya, Jagan, Tegal, Demak, Jekula, Godong, Trengguli, Wates, Wonosari dan Cagan.

Sementara untuk 9 titik rawan tanah longsor di antaranya, Weleri, Gubug, Ajibarang, Waleh, Kroya, Banjarnegara, Kali Bening, dan Wonosobo. Sedangkan 7 titik rawan kemacetan di antaranya, Losari, Brebes, Pekalongan, Semarang, Mranggen, dan Krupuk

Meski saat terjadi arus mudik dan balik lebaran tahun ini belum memasuki puncak musim hujan, namun Badan Metereologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Semarang memperkirakan pada September hingga Oktober potensi hujan lokal sangat tinggi di hampir seluruh daerah di Jawa Tengah. Sehingga, perlu diwaspadai daerah longsor.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, saat ini tengah memetakan beberapa jalur mudik yang rawan terjadi longsor. Bila pemudik akan melewati jalur Selatan melali Tegal, maka daerah rawan longsor yang perlu diwaspadai adalah di Ketanggungan dan Ajibarang. Di jalur ini, titik rawan terdapat di Cilacap yakni Lumbir, Wangon, Gumilir, dan Sumpiuh (Purwokerto).

Sementara di jalur Pantai Utara, titik rawan terdapat di Kalibening (Pekalongan), Limpung (Batang), Kendal dan Sukorejo (Kendal), Gubug dan Sumberawang (Grobogan). Sedangkan di Jalur tengah, daerah yang harus diwaspadai adalah Wonosobo, Kretek (Wonosobo), serta Magelang.

“Saat melewati daerah tersebut, pemudik harus waspada,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Kris Nugroho, Selasa (16/9).

Dinas, kata Kris Nugroho, akan melengkapi rambu-rambu yang menunjukkan rawan longsor di daerah rawan longsor itu. Selain itu, akan dibangun posko arus mudik sepanjang jalur mudik, serta memberi panduan kepada pemudik.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadi longsor, Dinas Bina Marga telah mempersiapkan 21 alat berat, baik milik Bina Marga maupun milik swasta di sepanjang jalur mudik, baik jalur Pantai Utara, jalur tengah maupun selatan.

“Secara teknis, tidak ada daerah rawan longsor yang jauh dari keberadaan alat berat tersebut,” kata Danang Atmojo, Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah. Sehingga, begitu terjadi longsor, alat berat siaga.

Rawannya jalur di wilayah Madiun, menurut Kasatlantas Polres Madiun AKP Purwadi, disebabkan sejumlah hal. Antara lain jalan sempit, bergelombang, dan rusak, serta tingkat kepadatan kendaraan yang meningkat.

“Karena itu, kami telah mempersiapkan beberapa pos pemantau untuk membantu memperlancar lalu lintas serta menekan angka kecelakaan di jalur itu,” jelasnya, di Madiun, Minggu (14/9).

Selain menambah jumlah pos polisi, kata Purwadi, pihaknya juga memasang rambu-rambu lalu lintas serta mamasang spanduk yang berisi imbaun terhadap daerah rawan kecelakaan di wilayah Madiun. Adapun pos polisi yang dioptimalkan adalah sebanyak 11 pos polisi yang tersebar di daerah rawan kecelakaan.

Jalur Madiun-Surabaya yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas antara lain di jalur Saradan-Madiun, tepatnya di km 134-135 Desa Nampuh, Kecamatan Gemarang, km 138-142 Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, km 145-150 Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan.

Selanjutnya adalah km 152-155 tepatnya Desa Klitik dan Desa Babadan, Kecamatan Wonoasri, km 158-159 Desa Garon, Kecamatan Balerejo, dan km 160-163 tepatnya di Desa Gunungsari dan Desa Tiron, Kecamatan Madiun
Jalur sepanjang 60 km di Bojonegoro yang berbatasan dengan Lamongan dan Ngawi rawan kecelakaan. Karena seluruh ruas jalan nasional itu rusak, banyak lubang dan bergelombang.

Menurut Kadishub Bojonegoro I Nyoman Sudana, selain kerusakan di badan jalan, juga banyak tikungan tajam, beberapa jembatan rusak, rambu lalu-lintas yang hilang dan jumlah lampu penerangan jalan (PJU) di luar wilayah kota sangat minim.

“Kondisi jalan di Bojonegoro ini cukup memprihatinkan. Jauh hari kami sudah identifikasi sejumlah titik macet dan rawan kecelakaan,” kata I Nyoman Sudana pada detiksurabaya, Senin (22/9/2008).

Hasil inventarisasi jalur macet diantaranya pada proyek perbaikan jalan di km 25 jurusan Bojonegoro-Babat, Desa Sraturejo Kecamatan Baureno. Juga di km 22 jurusan Bojonegoro-Cepu, Desa Cengungklung Kecamatan Kalitidu.

Selain itu terdapat bangunan jembatan longsor di km 45 jurusan Bojonegoro-Nganjuk, Desa Pajeng Kecamatan Bubulan. Serta jembatan rusak yang masih dalam perbaikan di km 33 jurusan Bojonegoro-Nganjuk, Desa Papringan Kecamatan Temayang.

“Perbaikan jalan dan jembatan tersebut mengakibatkan jalan hanya bisa digunakan satu sisi. Sehingga kendaraan terpaksa melintas secara bergantian dari kedua arah,” tambah Nyoman.

Disebutkan jalur rawan kecelakaan di km 22 antara Kecamatan Kalitidu dan Purwosari dengan kondisi aspal jalan yang retak dan amblas. Begitu juga kondisi jalan pada km 46 jurusan Ngawi antara Kecamatan Ngraho sampai Margomulyo bergelombang dan rusak berat.

Kemudian wilayah Desa Bulaklo Kecamatan Ngraho terdapat jalan amblas ke kanan dan kiri akibat tanah longsor di tebing hutan setempat. Lalu di Desa Watu Jago Kecamatan Margomulyo terdapat tingkungan tajam dan tanjakan dengan tebing curam di kedua sisinya.

“Meskipun Bojonegoro hanya jalur alternatif tapi kami bersama Polres berupaya mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu-lintas selama lebaran nanti. Termasuk dengan mendirikan posko lebaran,” lanjut I Nyoman Sudana, Kadishub Bojonegoro