Ditanduk dengan Brutal

Ditanduk dengan Brutal
Ajaib, Matador Ini Tetap Hidup
Minggu, 23 Mei 2010 | 20:21 WIB

MADRID, KOMPAS.com — Seorang matador Spanyol bernama Julio Aparicio (41) membutuhkan dua operasi besar setelah mengalami serangan brutal banteng yang nyaris menewaskannya di arena adu banteng di Madrid.

Banteng itu, Opiparo, menanduk tenggorokan Julio hingga ujung tanduknya tembus ke mulut.

Banteng berbobot setengah ton itu menyabet Julio hingga terjatuh. Lalu tanpa ampun, tanduknya yang tajam segera merobek lehernya dan menancap di tenggorokan Julio hingga tembus ke mulutnya.

Banteng itu dengan amukannya mengangkat tubuh Julio yang tak berdaya lalu diayun-ayunkan bak mainan sebelum dilemparkan ke tanah. Penonton pun menjerit histeris dan berpikir Julio pasti mati.

Para matador lain segera terjun ke arena untuk mengalihkan perhatian banteng dan berusaha menyelamatkan Julio. Julio sempat berdiri sebelum akhirnya terhuyung dan jatuh pingsan berlumuran darah.

Petugas medis segera memberi pertolongan dan Julio langsung dilarikan ke rumah sakit.

Saat itu juga, Julio menjalani operasi darurat selama satu jam di Pusat Medis Las Ventas sebelum dipindahkan ke rumah sakit di Madrid.

Di Madrid, dokter segera melaksanakan tracheotomy darurat dan berusaha keras untuk membangun kembali rahang, lidah, dan langit-langit mulutnya dalam operasi besar yang berlangsung selama enam jam.

“Ia cukup lama berada di ICU rumah sakit. Kesadarannya mulai pulih dan tanda-tanda vital lainnya stabil,” kata juru bicara rumah sakit.

Ayahnya, yang juga bernama Julio Aparicio, mengatakan, tidak ditemukan komplikasi selama operasi.

“Ini merupakan kecelakaan yang fatal. Hampir seluruh mulutnya hancur. Terlalu dini untuk bicara tentang restorasi, kita harus menunggu dan melihat,” katanya.

Julio Aparicio dari Sevilla ini memang berasal dari keluarga matador terkenal. Di Spanyol, pertarungan matador dengan banteng merupakan tontonan populer.

Apalagi, yang tampil matador terkenal seperti Julio. Dipastikan sekitar 25.000 tempat duduk akan terisi dan televisi akan melakukan siaran langsung jika dia yang tampil.

Seandainya Di stasiun Balapan Solo ada Cafe ini

Deptford Project Café by Morag Myerscough

by Lloyd Alter, Toronto on 08.15.08

cafe deptford interior photo

In Deptford, London, the City’s first suburban railway station dating from 1836 is being redeveloped. In the meantime, a pop-up café, designed by Morag Myerscough, has been installed on a historically listed Victorian carriage ramp.

cafe deptford takeout window phto

The restaurateurs say “Our coffee is sourced from sustainable farming projects around the world which is then roasted and packed for us here in the UK. Our food is home-made from ingredients sourced locally.” They even raise their own free-range chickens.

cafe deptford view from street photo

According to Dezeen: “Myerscough was responsible for the creative concept of the train carriage, the graphic, interior and furniture design. The exterior of the 35 tonne carriage is decorated with images inspired by local history – an arm and hammer denote the local ship building industry, rope text recognises Deptford’s long history of marine rope-making and pictures of animals symbolise the livestock originally transported to Smithfield on the railway.”

cafe deptford detail photo

“The interior has been kitted out with bespoke furniture (designed in partnership with artist Luke Morgan) including hand-painted stools with sitting-related slogans. The loo (also by Morgan), is set in a garden shed on the adjoining terrace and is a shrine to Elvis. Visitors are invited to photograph themselves as ‘The King’ in the painted mirror and text the pictures for display in the shed”. ::Dezeen

http://www.treehugger.com/files/2008/08/deptford-cafe-from-old-commuter-train.php

10.000 Minimarket Care4, warung dan pasar tradisional menunggu ajal…

Chairul Tanjung Segera Rambah Minimarket
Rabu, 12 Mei 2010 | 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan ritel milik Para Group, Transritel, berencana membuka gerai-gerai minimarket (convenient store) di kota-kota besar di seluruh Indonesia mulai tahun depan.

“Kami akan masuk convenient store. Jadi orang bisa membeli kebutuhan yang singkat, bukan kebutuhan masak harian atau bulanan,” kata pemilik Para Group, Chairul Tanjung, seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, Rabu (12/5/2010).

Menurut dia, untuk awalnya pembukaan gerai dilakukan di kota besar sebelum merambah ke daerah lain dalam bentuk minimarket biasa. Chairul mengatakan, saat ini pihaknya masih menyiapkan rencana bisnis ritel skala kecil itu. Namun, ia memastikan, gerai minimarket itu nantinya memiliki kata “trans” pada namanya.

“Mimpinya 10.000 kios bisa terbangun dalam 10 tahun. Nanti kami juga masuk di grosir store,” tuturnya. Lebih lanjut Chairul mengatakan, setelah gerai itu berkembang hingga 10.000 unit, ia juga akan mengembangkan bentuk waralaba sehingga masyarakat bisa ikut mengembangkan bersama.

“Kalau ada 11.000 kios, selebihnya kami beri kesempatan kepada teman-teman lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, convenient store miliknya nanti akan menjual produk lokal, seperti kue sus Merdeka di Bandung atau empek-empek di Palembang.

Sebelumnya, Transritel telah mengakuisisi PT Carrefour Indonesia sehingga memiliki mayoritas saham perusahaan asal Perancis itu sebesar 40 persen.

Ribuan Orang Cedera Saat “Ngeseks”

Survei
Ribuan Orang Cedera Saat “Ngeseks”
Senin, 10 Mei 2010 | 07:03 WIB

Telegraph

Sofa merupakan tempat paling berisiko bisa menyebabkan cedera saat berhubungan seks.

LONDON, KOMPAS.com – Ratusan ribu warga Inggris setiap tahun mengalami cedera dalam keheningan akibat terluka atau cedera saat berhubungan seks. Mereka umumnya malu untuk mengungkapkan sebab cederanya.

Sebuah survei terbaru, sebagimana diberitakan Telegraph, Minggu (9/5), menemukan, sepertiga dari populasi orang dewasa Inggris, sekitar 18 juta orang, mengalami sakit atau aneka cedera selama atau setelah bergelut dengan penuh gairah. Otot yang tertarik muncul sebagai keluhan paling umum, diikuti cedera punggung, karpet yang terbakar, leher kaku dan siku atau lutut yang berbentur (memar).

Sebanyak 40 persen baru menyadari bahwa mereka terluka atau cedera pada pagi hari. Rupanya, saking bersemangatnya berhubungan seks mereka sampai tidak begitu memperhatikan kalau saat itu terjadi luka atau cedera. Survei itu juga melaporkan, sebanyak lima persen orang mengambil cuti kerja karena cedera yang terjadi saat berhubungan seks.

Dua persen bahkan mengalami patah tulang, sementara yang lainnya  menderita memar bahu, lutut bengkok, pergelangan kaki terkilir atau pergelangan dan jari-jari tertekuk.

Sofa ternyata menjadi tempat paling berisiko untuk melakukan hubungan seks, terutama karena jumlah gelas minuman dan piring masih tergeletak di sekitar sofa saat gairah memuncak dan tak lagi tertahankan. Tangga berada di urutan kedua disusul mobil keluarga dan kamar mandi. Lokasi berbahaya lainnya termasuk kursi, meja dapur, kamar mandi, taman dan lemari kantor.

Satu dari 10 orang mengatakan, mereka atau pasangannya pernah jatuh dari tempat tidur saat berhubungan seks dan satu dari 50 orang mengatakan, mereka pernah jatuh dari sebuah mesin cuci ketika mereka melancarkan aksi.

Selain resiko nyawa dan anggota tubuh, survei itu juga menemukan bagaimana berhubungan seks bisa meninggalkan jejak kerusakan di sekitar rumah, dengan kerangka tempat tidur, gelas anggur dan bingkai foto merupakan barang yang paling berisiko rusak. Sejumlah orang yang lebih energik mengakui, mereka secara tak sengaja  bahkan menjebol dinding atau memecahkan laci atau pintu.

Hampir empat dari 10 orang mengaku memiliki sesuatu yang rusak di sekitar rumah akibat aksi tak terkendali saat berhubungan seks yang jika dihitung nilai kerusakannya bisa mencapai 154 poundsterling (Rp 2 juta).

Seorang juru bicara www.phonepiggybank.com, perusahaan daur ulang ponsel, yang melakukan jajak pendapat itu mengatakan, “Seks merupakan urusan yang berisiko sekarang ini.”

Ia melanjutkan, “Ada banyak bahaya di dalam dan sekitar rumah yang dapat menimbulkan cedera parah jika orang tidak berhati-hati. Kami terheran-heran saat mengetahui bahwa bahkan kamar tidur dapat menjadi lokasi berbahaya bagi orang-orang tertentu.”

“Saran kami ialah singkirkan setiap benda berbahaya sebelum Anda berencana untuk mulai bercinta dan berhati-hati ketika lagi beraksi.”

Atau ada tempat lain yang lebih menantang….

Toyota Hilux 3.0 : Top Gear at Iceland? s Eyjafallaj’kull volcano

1
2
3
4
6

Inilah Calon Pengganti Sri Mulyani

Inilah Calon Pengganti Sri Mulyani

Kamis, 06 Mei 2010 | 07:43 WIB

Menko Perekonomian Sri Mulyani dan Staf Khusus Menkeu Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu saat rapat kerja dengan Komisi XI di gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1). TEMPO/Wahyu Setiawan

TEMPO Interaktif, Jakarta -Setelah Sri Mulyani menyatakan mundur dari jabatannya per 1 Juni 2010, kini muncul banyak nama yang dijagokan untuk mengisi posisi menteri keuangan. Mereka punya berbagai kelebihan dan kekurangan. Mereka juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
Sejumlah ekonom, misalnya, menjagokan Darmin Nasution adalah sosok yang paling diterima pasar untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan.

Menurut ekonom Universitas Gadjah Mada, A. Tony Prasetiantono, Darmin sangat masuk akal menjadi Menteri Keuangan karena sudah terbukti andal ketika menjabat Direktur Jenderal Pajak.

“Darmin lebih cocok menjadi Menteri Keuangan daripada menjadi Gubernur Bank Indonesia,” kata Tony kepada Tempo di Jakarta kemarin. Dia menyebut Darmin paling diterima oleh pasar.

Kubu Partai Golkar misalnya punya calon lain. Politikus Bambang Soesatyo yang dikenal dekat dengan pengusaha Aburizal Bakrie pernah mengusulkan nama Anggito Abimanyu. “Dia kan wakil menteri. Jadi pengalamalannya cukup,” katanya beberapa waktu lalu. Semasa menjabat Aburizal memang dikenal berseberangan dengan Sri Mulyani dalam beberapa soal kebijakan, termasuk soal penunggakan pajak perusahaan Bakrie.

Terlepas kontroversi itu, inilah beberapa kandidat yang dijagokan:

1. DARMIN NASUTION
Lahir: Tapanuli, Sumatera Utara, 21 Desember 1948
Pendidikan:
1. Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (1976)
2. Doktor dari Universitas Paris, Sorbonne, Prancis (1985)

Karier:
2000 – Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Departemen Keuangan
2005 – Kepala Badan Pengawas Pasar Modal
2006 – Direktur Jenderal Pajak
2009 – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
2010 – Pjs Gubernur Bank Indonesia

2. ANGGITO ABIMANYU

Lahir: Bogor, 19 Februari 1963

Pendidikan :
– Jurusan Ekonomi Pertanian UGM (S1)
– Pembangunan Internasional, Universitas Pennsylvania, AS (S-2)
– Ekonomi Lingkungan, Universitas di Pennsylvania, AS (S-3)

Karier:
1999 – Staf Ahli Menteri Keuangan
1999-2000 – Komisaris Independen Bank Internasional Indonesia
2003 – Komisaris Independen Lippobank
2004-2008 – Komisaris Telkom
2006-sekarang – Kepala Badan Kebijakan Fiskal

3. AGUS MARTOWARDOJO

Lahir: Amsterdam, 24 Januari 1956

Pendidikan:
– Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1984)
– Banking and Management Courses di State University of New York, Buffalo, dan Stanford University, Palo Alto, AS
– Institute of Banking and Finance, Singapura

Karier:
1984 – Bank of America NT & SA sebagai Officer Development Program dan International Loan Officer
1986-1994 – PT Bank Niaga Tbk sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Jakarta dan Surabaya
1995-1998 – Direktur Utama di Bank Bumiputera
2002-2005 – Direktur Utama Bank Permata
2005-sekarang Direktur Utama Bank Mandiri

4. AHMAD FUAD RAHMANY
Ahmad Fuad  RahmanyPendidikan:
– Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1981)
– Master of Art dari Duke University, Durham, North Carolina, AS (1987)
– Doktor di bidang ilmu ekonomi dari Department of Economics, Vanderbilt University, Tennessee, AS (1997)

Karier:
– Deputy for Budgeting and Accountancy pada Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias
– Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara dan Kepala Pusat Manajemen Obligasi Negara
– Kepala Badan Pengawas Pasar Modal (saat ini)

GRACE | BS

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/05/06/brk,20100506-245886,id.html

Dari keempat calon siapa yang akan memangku jabatan sebagai Meteri Keuangan…?