Sandiaga Uno : UMKM Butuh Kantor Pajak Khusus

Jumat, 03/09/2010 07:16 WIB
UMKM Butuh Kantor Pajak Khusus
Suhendra – detikFinance


&;

Jakarta – Banyak pengusaha yang kini belum terdaftar sebagai wajib pajak, apalagi dari kalangan pengusaha UMKM. Mereka tidak terdaftar karena umumnya belum melek pajak sehingga memerlukan keberadaan kantor pajak khusus.

Hal tersebut disampaikan Pengusaha Muda yang juga mantan Ketua Umum HIPMI Sandiaga Uno saat ditemui di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/9/2010) malam.

“Pasti masih banyak. Saya rasa kalau di UMKM masih banyak. Kita ngeliatnya sih belum tersentuh secara menyeluruh dan belum komprehensif berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pajak ini yang  menurut saya tidak bisa ditawar lagi karena UMKM ini kan tulang punggung perekonomian kita,” ujarnya

Dengan kondisi demikian, Sandi menilai pihak Ditjen Pajak perlu membuat aturan yang sangat sederhana bagi para pengusaha UMKM yang belum melek pajak tersebut.

“Kalau bisa untuk UMKM dibikin se-simple mungkin. Paling gak kenal dulu lha pajak dan terdaftar nanti kalau usahanya sudah berkembang baru mereka bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan negara,” jelasnya.

Selain sederhana, lanjut Sandi, peraturan pajak untuk sektor ini diharapkan bisa lebih fleksibel sehingga tidak memberatkan para pengusaha UMKM ketika omzetnya sedang menurun.

“Intinya dibuat sesimpel mungkin, tidak rigit, fleksibel sehigga mereka kalau lagi dalam keadaan kesulitan, misalnya turun omzetnya, tidak terlalu membebani mereka,” ujarnya.

Sandi menilai untuk menyosialisasikan pajak di kalangan pengusaha UMKM, pihak Ditjen Pajak perlu mendatangi mereka secara personal.

“Aparat harus jemput bola, mereka yang datang ke UKM-UKM ini, untuk bukan hanya meng-collect tapi memberikan sosialisasi,” katanya.

Selain itu, lanjut Sandi, perlunya Kantor Pelayanan Pajak (KPP) khusus untuk UMKM. Hal ini selain berguna untuk kemudahan dalam penarikan pajak juga untuk sosialisasi kebijakan-kebijakan pajak.

“Perlu sekali (adanya KPP khusus UMKM). Jadi kita harus punya center pajak untuk UMKM, di situ fungsinya bukan hanya fungsi ekonomis tapi lebih ke fungsi sosial di mana mereka lebih ke arah diseminasi kebijakan-kebijakannya, bagaimana mendapatkan insentif-insentifnya. Dan paling gak mereka itu paham tentang konsep pajak itu,” ujarnya.

Sandi pun berusaha untuk melakukan sosialisasi internal kepada para pengusaha UMKM. Upaya ini merupakan bentuk kerjasama dirinya dengan pihak Ditjen Pajak guna meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak.

“Makanya saya lagi mendorong sosialisasi pajak ini di teman-teman yang aktif di sektor UMKM karena itu adalah mayoritas populasi dari dunia usaha kita kan ada di sektor UMKM, ini yang masih belum tersentuh. Mereka belum melek pajak. Saya mengimbau lah, kalau pengusaha itu yang di ujung tombak tidak taat pajak itu kan ironis banget. Padahal kan kita mestinya jadi panutan,” ujarnya.

Sandi menilai sejauh ini kinerja Dirjen Pajak sudah menuju arah yang lebih baik lagi. Namun, pihak pengusaha, lanjutnya, masih menunggu terobosan-terobosan Ditjen Pajak dalam menjaga transparansi penerimaan negara.

“Kita positif, banyak sekali yang membebani dunia usaha walaupun pertumbuhan baik tapi kan masih terus ditunggu terobosan-terobosan. Nah ini yang kita harapkan dengan keterbukaan tadi,” jelasnya.

Menanggapi kasus Gayus, Sandi menyatakan pihaknya telah menerima koreksi atas kasus itu. Dirinya juga mengharapkan pihak Ditjen Pajak mampu meningkatkan pelayanan sehingga selalu ada kerjasama antara wajib pajak dengan Ditjen Pajak.

“Kami menerima dengan betul-betul lapang dada kalau memang ada koreksi dari kita kan gak smua datangnya dari satu arah tapi pengusahanya juga lebih taat pajak dan bagi pengusaha yang tadi sudah ditayangkan yang WP super mengharapkan juga ada suatu kenyaman dalam berurusan dengan pajak dan tidak ada suatu konsep curiga di antara kita, tidak boleh ada dusta diantara kita,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah seorang Sandiaga Uno telah menjadi wajib pajak yang taat pajak, dia menjawab singkat.

“Insya Allah,” tutupnya.

(hen/qom)

Iklan

persiapan mudik 2010

Mudik tinggal hitungan hari. Mengingat akan menempuh perjalanan jauh, maka sebelum melakukan mudik dengan kendaraan pribadi, persiapan harus matang betul. Jangan sampai menyesal acara mudik bubar gara-gara kita teledor.

Nah, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum mudik?

  • Peta Perjalanan

Kelihatannya sepele, tetapi kalau dalam perjalanan terjadi kemacetan luar biasa dan terpaksa harus mencari jalan alternatif, maka paling tidak akan membantu kita untuk tidak nyasar terlalu jauh dari arah tujuan.

  • Biaya Perjalanan

Selain memperhitungkan biaya selama perjalanan, kebutuhan uang tunai selama di perjalanan juga cukup penting untuk diantisipasi. Tidak semua di daerah yang kita lalui ada ATM sehingga dana tunai sebaiknya disediakan secukup-cukupnya sebelum keberangkatan.

  • Parts Cadangan:

Kadang-kadang memang agak dilematis tentang apa saja yang perlu dibawa untuk perjalanan panjang.  Tapi sebaiknya hal-hal berikut ini diusahakan untuk bisa dibawa apabila tempat memungkinkan:

  1. Minimal 1 liter oli mesin
  2. Minimal 1 liter coolant radiator
  3. Isolasi untuk membungkus sambungan kabel dan isolasi putih (yang untuk sambungan pipa ledeng)
  4. Kabel listrik 2 – 3 m
  5. Sekring / fuse 12 Volt (berbagai ampere)
  6. Sekaleng WD-40 (untuk melancarkan kalau membuka baut)
  7. Saringan bensin
  8. Sarung tangan
  9. Kabel jumper accu (kalau masih muat)

Catatan:  Untuk menghemat ruangan kabin, beberapa item di atas (kecuali WD40, tissue) bisa disimpan di ruang mesin sebelah samping, asal dibungkus dan diikat dengan benar.

  • Tools:
  1. Kunci ring/pas dan tools lainnya standard kelengkapan Taruna
  2. Dongkrak yang berfungsi dengan baik + engkol
  3. Tyre pressure gauge dan electric air pump atau yang manual
  4. Senter kecil dengan cadangan baterai.
  5. Ban cadangan pastikan layak pakai (tidak kempes dan masih aman digunakan)
  • Persiapan Sebelum Hari Keberangkatan
  1. Paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan, telah melakukan service besar (ganti oli mesin + filter, oli transmisi, oli gardan, busi, saringan udara, cek aki, cek rem dan minyak rem dll).  Kalau service besar dilakukan di bengkel resmi/nonresmi, pastikan kalau jadwal service sudah dikonfirmasikan dan service besar dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan.
  2. Sebaiknya ban di-balance ulang + alignment (spooring).  Ini akan menghemat ban dan bbm plus menambah faktor keamanan dalam berkendaraan.
  3. Pastikan seluruh lampu-lampu menyala sempurna termasuk saklar-saklarnya berfungsi dengan baik.
  4. Kalau AC sudah terasa kurang dingin, sebaiknya sekalian service AC
  5. Kalau temperatur mesin sering 1/2 atau lebih dan sudah lama tidak pernah service radiator, sebaiknya radiator di overhaul (biayanya tidak mahal, sekitar Rp 75 ribu dan pengerjaannya kurang lebih 1 jam).
  6. Periksa karet wiper, kalau sudah “mati” atau retak-retak sebaiknya diganti (bisa pakai yang refill)
  7. Pastikan semprotan air wiper pas ketengah kaca masing-masing dan tambahkan sedikit “shampo non-fat” di air wiper untuk mempermudah melarutkan “lemak” serangga yang terhempas di kaca depan (wind shield).
  8. Setel ulang pintu-pintu yang mulai brisik/bergetar. Ganti karet-karet yang sudah “mati” apabila diperlukan.  Perjalanan panjang akan “memperparah” getaran di pintu-pintu dan juga membuat berkendaraan tidak nyaman.
  9. Siapkan tali-tali yang fleksibel untuk “mengikat” barang-barang dibagasi apabila diperlukan.

Untuk antisipasi persiapan di atas, sangat dianjurkan untuk tidak melakukan service besar sehari sebelum keberangkatan, karena ada saja hal-hal yang tidak sempurna pengerjaannya atau perlu untuk di check ulang.

  • Tambahan:
  1. Melengkapi dengan “bantal leher” (biasanya yang ditiup) sangat menolong apabila penumpang ingin tidur dalam perjalanan.
  2. Jangan lupa perlengkapan P3K plus obat-obat umum semisal antimabok, antiflu, obat sakit kepala (analgesik), obat batuk,  serta obat mencret (termasuk vitamin C bedosis tinggi).
  3. Usahakan melengkapi kendaraan dengan charger ponsel yang 12 volt (pastikan socket pemantik api berfungsi).
  4. Beberapa lembar kain lap untuk alas kaki (berguna saat hujan sehingga alas kaki tidak mengotori karpet apabila penumpang keluar masuk kendaraan).
  5. Rekan-rekan DTC yang juga anggota ORARI  maupun RAPI, apabila melengkapi kendaraannya dengan perangkat radio komunikasi, sebaiknya frekuensi repeater di daerah-daerah yang akan dilalui sudah dimasukkan kedalam “memori” dan siap untuk digunakan.  (Tabel frekwensi menyusul).
  6. Membawa barang di bagasi belakang Taruna sampai menutupi kaca belakang “kadang-kadang” dianggap “melanggar peraturan lalu-lintas”,  BE AWARE !!

Mudah-mudahan bermanfaat.