Suzuki Thunder 125 Japsstyle

Suzuki Thunder 125 Japsstyle

Inilah penampakan Suzuki thunder keluaran 2007 yang dimodifikasi ala japsstyle. Motor punya om niko ini merombak total bodinya mulai tangki bensi, jok dan ban depan belakang namun dapurpacunya tetap tanpa rombakan. Motor yang dimodifikasi ala Japsstyle ini dibuat di bekel kecil di Mustikajaya Kota Bekasi tepatnya Bengkel Rivai dekat kantor kecamatan Mustikajaya. Meskipun Bengkel ini kecil namun sudah ratusan motor yang diubah jadi japstyle, bomber, scrambler, caferacer semua tergantung permintaan ridernya.. berminat ni no HP bang Rivai 081908111711. Soal biaya bisa di nego langsung gan.. yang jelas “ono rego ono rupo” . Berikut reportase terhadap motor kerenn ini

IMG-20151207-WA0000

Motor ini terinpirasi oleh model japsstyle yang lagi booming beberapa tahun belakangan ini. Ini merupakan motor kesekian kalinya yang dibuat oleh bengkel tersebut.

Motor ini dilakukan perubahan hingga 50 persen dari keseluruhan bodi sehingga aura Thunder tidak akan dikenali. Jelas saja tangki bensin yang dipakai jenis tangki honda XL, jok nya pake jok roti tawar, dan bannya pakai ban swallow 212 ukuran 4 ring 18 alias pakai velg aslinya thunder 125. Dengan memakai knalpot KLX 150S tampilan buritan menjadi berotot. Dibagian dashboard tampil speedometer mini ditambah indikator gear asli punya thunder 125 yang dicustom dengan menghilangkan bagian takometer dan speedometer aslinya, sebuah ubahan minimalis dengan hasil maximal.

IMG_20151121_123500

IMG-20151207-WA0001

IMG-20151207-WA0002

Untuk lebih jelasnya apa saja yang diganti untuk mengubah Thunder menjadi Japsstyle ini silahkan lihat list dibawah ini beserta kisaran harganya:

  1. Lampu depan variasi harga kisaran Rp. 100 ribu
  2. Lampu sein sepasang depan belakang harga kisaran 100 ribu
  3. Lampu belakang japstyle punya yamaha byson harga 80 ribu
  4. Ban depan belakang seharga 350 ribu/ban ( swallow 212 ukuran 400 – 18″ )
  5. Knalpot KLX variasi japstyle seharga 350 ribu
  6. Pembuatan Sasis plus, tengki, slebor depan belakang seharga 1,2 jt.
  7. Spedometer variasi seharga 70ribu
  8. Jok habis sekitar 180 ribu.

Semua printhilan diatas dibuat dan dirakit dalam kurun waktu 2 minggu sehingga jadilah Thunder modif Japsstyle biru yang ganteng ini….

Maturnuwun

INGIN MEMBELI BURUNG JALAK BALI ?

011INGIN MEMBELI BURUNG JALAK BALI ?
Serombongan tamu, dari kicau mania Tegal datang ke rumah. “Pak Syam terus terang saya baru kali ini melihat burung Jalak Bali secara langsung. Biasanya hanya lihat gambarnya saja di internet”, tuturnya dengan sungguh-sungguh. Saya hanya senyum-senyum saja, mendengar penuturan jujurnya tersebut.
zJALAK - Copy
Di lain waktu seorang tamu dari Solo juga mengucapkan hal yang sama. Beberapa bulan yang lalu datang serombongan tamu dari Semarang. Sang komandan rombongan yang kebetulan bekerja di Manado (seorang pejabat eselon tiga di Kementerian Keuangan) juga menuturkan hal yang sama. Ketika pertama kali saya membawa burung Jalak Bali ke Jakarta, sesampainya di Tanah Abang malah jadi tontonan banyak orang. Mayoritas mereka mengaku baru pertama kali ini melihat burung Jalak Bali secara langsung. Ooo . . .ini bang yang namanya burung Jalak Bali ? Mungkin begitu tanya hati mereka he . . .he . . .he . . . Dan masih banyak cerita serupa. Saya hanya senyum-senyum saja mendengar penuturan para tamu itu. Kok senyum-senyum ? Saya tersenyum karena dalam hati diam-diam saya juga mengakui hal yang sama. “Sama Pak, saya dulu waktu belum punya burung Jalak Bali ini, tahunya juga gambarnya saja” begitu bisik hatiku. Waktu itu saya mengira bahwa burung Jalak Bali itu burung yang “WOUW . . .!” Bagaimana tidak . . . . wong burung Jalak Bali itu burung dilindungi Undang-Undang, sehingga tidak sembarang orang bisa membelinya.
Terus jumlah mereka di alam tinggal sak ndulit alias sedikit banget. Bahkan konon di Taman Nasional Bali Barat yang merupakan proyek pemerintah dalam menjaga kekayaan hayati yang sangat dibanggakan dunia ini, perkembangbiakan burung Jalak Bali di sana sangat lambat. Terus di samping itu organisasi perburungan dunia yaitu CITES juga memasukkan burung Jalak Bali dalam daftar burung yang sangat diawasi perdagangannya.
Dengan sederetan fakta seperti itu maka lumrah kalau saya mengira bahwa burung Jalak Bali adalah burung yang “WOUW” sehingga harganya mesti WOUW dan yang bisa mengoleksinya hanyalah ORANG-ORANG WOUW. Yang bisa memiliki hanyalah para penghobi burung yang berprofesi sebagai pengusaha besar, pejabat tinggi dan orang-orang wouw lainnya. Waktu itu saya berfikiran seperti itu. Tapi sekarang fikiran itu berbalik seratus delapan puluh derajat. Benar burung Jalak Bali itu memang langka, memang dilindungi Undang-Undang, memang dilindungi badan perburungan dunia (CITES) namun dari sisi harga ternyata tidak mahal-mahal amat. Dari cara membelinya juga tidak sulit-sulit amat. Bener lo . . .
marketing
Sekarang jika penjenengan kepingin membeli burung Jalak Bali ?
Gampang . . . . . . Gampang banget . . . . . . Kepingin banget . . . sampai ngebet . . . tapi takut harganya mahal ? Gak perlu takut harga . . . . . . Wong saya saja jual burung Jalak Bali dengan harga nDeso kok . . . . . .
Memang setahunan yang yang lalu waktu saya membeli anakan jalak bali umur sekitar 2-3 bulan harga perpasang Rp. 11,5 juta. Terus saya beli yang usia dewasa sepasang Rp. 25 juta. Itupun karena saya membeli melalui perantara teman yang kenal dengan si penjual burung Jalak Bali tersebut. Itung-itung sudah didiskonlah . . . sehingga ketemu harga segitu.
Tapi sekarang (Mei 2014) ini harga murah. Ini mungkin akan terus bertahan sampai lebaran Agustus 2014 nanti. Karena biasanya menjelang lebaran peminat burung agak turun. Alasannya karena ribet kalau ditinggal mudik. Maka menjelang puasa ramadhan biasanya pasaran burung agak sepi peminat sehingga harga burung cenderung rendah. Di bulan ini saya sengaja menjual burung Jalak Bali hasil tangkaran saya dengan harga batas bawah.
Harga batas bawah, apa itu ? Inget waktu naik taksi, kan ada to taksi yang memasang tarip di batas bawah ? Sebagai penangkar burung Jalak Bali nDeso saya mencontoh pak supir taksi. Tapi walaupun harganya saya pasang pada tarip bawah tapi bukan berarti mengesampingkan kulaitas lo. Kualitas ya tetap bagus.
Karena kualitas itu penting, dia nomor satu. Burung lemu-lemu, sehat-sehat dan lincah-lincah . . . itu tanda-tanda burung Jalak Bali yang bagus. Nanti pasca lebaran mungkin akan berubah ke tarif tengah atau bahkan naik ke tarif atas. Tergantung kondisi pasar. Burung kami statusnya LEGAL, status burung itu penting buaaangeeettt . . .lo. Status burung bagi kami, menjadi harga mati.
Karena itu status burung WAJIB legal. Karena burung Jalak Bali merupakan salah satu spesies burung asli Indonesia yang telah dilindungi oleh UU maupun peraturan dunia terkait dengan pelestarian burung, kalau sampai burungnya bodong, itu bisa berabe . . .
Caranya beli Om ?
Gampang . . .kontak saja :
pak Syam di HP. 087877486516 atau bbm saja Pin bb 25D600E9.
Harga burung harga pas kok. Kayak beli sayur itu lo.
Pilih sayurnya, setelah itu bayar trus sayur dibawa pulang. Beres deh . . .
Cara pembayarannya ? Gampang . . . coro nDeso saja . . .ya kayak orang beli sayur itu tadi . . . Ada burung ada uang.
Artinya burung dianter sampai ditempat, setelah penjenengan menerima burungnya silakan dibayar dengan cara mentransfer uang sesuai harga yang telah kita sepakati. Lo burung di anter sampai di alamat pembeli to ? Nggak pakai jasa pengiriman to ? Weleh . . .weleh . . .
Sebenarnya saya paling demen kalau penjenengan datang langsung ke penangkaran kami di Klaten Jawa Tengah ini. Atau menengok di tempat kami di Pejompongan Jakarta pusat. Tepatnya di Jl. Penjernihan I No. 36 Pejompongan Tanah Abang Jakarta Pusat. Persis di sebelahnya SPBU Pejompongan Tanah Abang Jakpus. Cuma kalau yang di Pejompongan ini tidak selalu ada stok burungnya, karena disini sifatnya hanya penampungan untuk transit dalam rangka pengiriman ke konsumen.
Di samping itu harinya juga pas hari kerja, Hari Senin sampai Jum’at. Kalau Hari Sabtu dan Ahad dan hari-hari besar kami juga libur. Tapi kalau penjenengan tidak bisa datang ke Klaten atau ke Pejompongan, terpaksa deh dikirim pakai jasa pengiriman hewan. Tapi kadang-kadang saya tidak tega, maka saya ngalahi cari kurir untuk nganter sampai ke alamat pembeli.
Jika kebetulan saya punya waktu untuk nganter sendiri, biasanya saya sempatkan untuk BLUSUKAN ke kandang si burung cantik ini. Hal ini saya lakukan terutama jika konsumen tersebut membeli burung Jalak Bali dengan tujuan untuk ditangkarkan. Karena desain burung untuk ditangkar berbeda dengan burung yang sekedar difungsikan sebagai satwa hiburan. Desain kandang penangkaran harus mampu membuat burung enjoy dalam kandang layaknya burung di alam. Dan sepanjang pengalaman saya ternyata banyak juga calon penangkar yang belum tahu desain kandang yang cocok buat penangkaran.
Memang bagi yang sudah berpengalaman mendesain kandang penangkaran itu adalah hal yang sederhana alias gampang banget. Namun hal ini tidak berlaku bagi yang belum berpengalaman. Makanya ketika saya kebetulan punya waktu mengantarkan sendiri burung pesanan konsumen dan lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Jawa Tengah, saya selalu meminta ijin untuk BLUSUKAN ke lokasi kandang.
Siapa tahu sedikit pengetahuan dan pengalaman saya bisa saya tularkan kepada mereka. Begituuu . . . . .
Terus kapan pembayaran burung dilakukan ? Santai saja. Buat saya yang penting saling percaya, bahwa kita sama-sama orang yang JUJUR. Modal utama kita dalam transaksi ini adalah KEJUJURAN kita masing-masing. Saya percaya sama penjenengan, dan penjenengan juga percaya sama saya, maka segalanya akan lancar, insya Allah. Kepercayaan telah memudahkan separoh dari transaksi kita. Kepercayaan ini hanya perlu penjenengan buktikan dengan memberikan UANG TANDA JADI sebesar Lima Ratus Ribu Rupiah saja.
Tanda jadi ini tidak terpengaruh harga atau usia burung. Berapapun harga yang kita sepakati penjenengan hanya perlu memberikan tanda jadi dengan cara mentransfer uang sebesar Lima Ratus Ribu Rupiah ke rekening BRI No. 0035-01-032400-50-6 a.n. Darmini Setyo Pinurbo untuk setiap pasang burung yang penjenengan pesan.
zkopi22
JANGAN KHAWATIR ! TANDA JADI INI TIDAK AKAN HILANG, KARENA TANDA JADI INI AKAN SAYA KOMPENSASIKAN DALAM PELUNASANNYA NANTI Tanda jadi ini penting untuk memberikan kepercayaan kepada saya bahwa penjenengan positif membeli burung jalak bali saya. Karena pernah ada pengalaman waktu saya nganter pesanan burung ke Jakarta. Terus saat mau nganter ke alamat yang ditunjukkan oleh calon pembeli ternyata ALAMAT PALSU alias BODONG, terus HP-nya tidak aktif lagi.
Padahal burung sudah jauh-jauh saya bawa dari Klaten ke Jakarta. Tentu ini tidak baik to ? Maka kepastian bahwa penjenengan positif membeli, itu penting bagi kami, dan kesungguhan bahwa penjenengan akan membeli bisa penjenengan buktikan dengan mentransfer tanda jadi sebesar Lima Ratus Ribu Rupiah tersebut.

penangkar ndeso

Setelah tanda jadi kami terima, terus burung kami kirim ke alamat penjenengan. Setelah burung sampai ke tangan panjenengan terus panjenengan tinggal melunasi kekurangannya dengan mentransfernya ke rekening BRI No. 0035-01-032400-50-6 a.n. Darmini Setyo Pinurbo lagi. Transfernya sebesar harga burung DIKURANGI Lima Ratus Ribu Rupiah. Setelah itu kami minta bukti transfernya. Selesai . . .
Gampang to ? Dan menurut saya ini cara paling aman bertransaksi di pasar online.
Ok ! Lah . . . untuk pembeli dari luar pulau apa burung juga di anter sampai ke alamat ? Kalau yang ini terpaksa memakai jasa kargo. Karena saya belum mampu berenang menyeberangi Laut Jawa he . . . he . . . he . . . ndak enak sama ikan hiu di sana, juga kadang geli sama ikan lumba-lumba . . .he . . .he Hanya saja cara pembayarannya memang beda. Kalau luar pulau Anda mesti MELUNASI DULU baru setelah lunas burung kami kirim ke alamat anda.
Rekeningnya ? Rekeningnya sama seperti di atas yaitu rekening BRI No. 0035-01-032400-50-6 a.n. Darmini Setyo Pinurbo. Ingat ya tidak ada rekening lain kecuali yang telah saya cantumkan di atas. Dan tidak ada transaksi kecuali sebelumnya telah ada komunikasi dengan saya. Ini penting untuk menghindari penipuan. Semoga Allah memudahkan urusan kita dan memberkahi hidup kita. Aamiinn . . .

Sumber : http://gudangjalakklaten.blogspot.com/2014/05/beli-burung-jalak-bali.html

sertifikat010004IMG-20130928-00590001

Driving : Menjadi Driver atau Passenger ?

Driving : Menjadi Driver atau Passenger ?

JAKARTA – Pertumbuhan kelas menengah dan besarnya gelombang tenaga kerja baru adalah kesempatan besar bagi Indonesia. Sebentar lagi, merekalah yang akan memegang tampuk kepemimpinan dan membawa Indonesia bersaing dalam pasar bebas. Celakanya hingga saat ini, kebanyakan dari mereka masih terbelenggu orang tua, lingkungan, mitos, dan dirinya sendiri.

Gejala tersebut rupanya ditangkap dengan jeli oleh penulis, pengajar, dan praktisi manajemen, Rhenald Kasali. September ini, Rhenald kembali meluncurkan buku motivasi berjudul “Self Driving: Menjadi Driver atau Passenger?”

Buku ini bukan buku motivasi pertama Rhenald. Sebelumnya, dia juga sudah membuat buku-buku dalam genre yang sama, yaitu Recode Your Change DNA, Mutasi DNA Powerhouse, Myelin, Cracking Zone, Cracking Entrepreneurs, Cracking Values, Camera Branding, dan Let’s Change.

Kali ini, Rhenald memulai bukunya dengan elegan, tapi menusuk. “Jleb”, begitu cara saya membahasakannya. Dia mulai dengan kasus-kasus yang sempat diulas media, kemudian mengkritik hidup pembaca dengan cara yang santun.

Awalnya sederhana. Rhenald membangkitkan kesadaran pembaca bahwa masing-masing pembaca sebenarnya punya potensi yang luar biasa. Dia yakin, anak-anak Indonesia adalah “Rajawali yang terlanjur percaya bahwa dirinya hanya burung dara.”

Karena itu, anak-anak ini harus dilepas dari belenggu. Mereka sendiri bisa berusaha untuk berubah, dan melepaskan diri dari belenggu tersebut. Begitu juga orangtuanya. Para orangtua pun harus belajar untuk tidak membelenggu dirinya sendiri dan anak mereka.

Dalam bukunya, Rhenald mengenalkan konsep “self driving”. Baginya, “bangsa yang hebat adalah a driver nation.” (Rhenald, 2014: 7). Driver nation hanya bisa dihasilkan dari pribadi yang disebut “driver”. Dia sadar bahwa dialah mandataris kehidupan. Di sisi lain, pemimpinnya pun sadar bahwa dia mendapatkan mandat dari rakyat untuk melakukan perubahan.

Driver vs passenger

Rhenald membagi masyarakat Indonesia menjadi dua, mereka yang driver dan passenger. Idealnya, seseorang harus bermental driver agar bisa memimpin dirinya sendiri, kelompok, perusahaan, dan negara. Namun, rupanya negara ini penuh dengan orang-orang bermental passenger yang masih mengekor.

Selain itu, ada pula good driver, good passenger, dan bad driver, bad passenger. Orang-orang dalam kelompok bermental passenger, terlebih bad passenger, menurut Rhenald, telah mengalami pembentukan karakter yang buruk dalam hidupnya.

Akibatnya, seringkali kita temukan orang Indonesia tidak punya keseimbangan antara tutur kata dan tindakan. Ada luka batin yang membuat orang-orang ini cenderung menyakiti orang lain.

Selain “menyerang” tiap pribadi pembaca, Rhenald juga mengkritik berbagai fakta lain yang terjadi di Indonesia. Salah satunya, dia mengkritik sistem pendidikan Indonesia yang kaku dan seolah enggan berkembang. Dia juga secara vokal mengkritik kultur kerja di perusahaan-perusahaan dan pemerintahan.

Dibaca dengan jujur

Sembari menjelajah halaman demi halaman buku ini, Rhenald sukses membawa emosi pembaca. Dengan caranya sendiri, dia sukses membuat pembaca berkaca mengenai perjalanan hidup, perilaku, kebiasaan, dan luka-luka batin yang ada dalam diri pembaca.

Tidak hanya lewat pengalaman pribadi dan pandangannya, Rhenald juga menceritakan pengalaman hidup dari tokoh ternama. Mulai dari cerita TR, atau Theodore Roosevelt, hingga Gus Dur.

Tiap-tiap tokoh dipilih dengan apik dan cerdik oleh sang penulis. Cerita masing-masing tokoh pun disajikan gamblang, dan pesannya bisa dengan mudah dicerna oleh pembaca. Lewat tokoh-tokoh ini, pembaca bisa belajar, berkaca, bahkan menilai. Pembaca diberi kebebasan membuat penilaiannya sendiri dan mengasosiasikannya pada kehidupan pribadi.

Buku ini tidak hanya berisi rentetan kata dengan huruf yang saling berdempetan. Rhenald menggunakan tanda-tanda visual untuk memudahkan sekaligus menarik perhatian pembaca. Sesekali, dia juga menyisipkan foto dan ilustrasi.

Namun, semua yang disajikan penulis buku ini, efeknya berada di tangan Anda sendiri. Selama menjelajahi isi buku, Anda perlu menjadi pembaca yang jujur. Tidak semua orang punya mental tangguh dan sudah mampu menjadi “driver”. Di sinilah kerelaan Anda perlu berperan.

Mulailah jujur pada diri Anda sendiri, kemudian cobalah berubah menjadi passenger yang baik. Kemudian, latih diri Anda menjadi driver. Tidak mustahil, Anda akan jadi driver yang baik pula. Anda siap?

Judul buku: Self Driving: Menjadi Driver atau Passenger?

Peresensi: Tabita Diela

Penulis: Dr. Rhenald Kasali

Penerbit: Penerbit Mizan

Tahun: September 2014

Tebal: 272 halaman

Tabungan Properti : Ubah Minset, dari Cicilan Jadi Tabungan

Ubah Minset, dari Cicilan Jadi Tabungan

Majestic Point serpong tangerang

Memiliki aset properti, misalnya apartemen, rumah, atau tanah, selagi muda bukan hal mustàhil. Baik bagi yang sudah berkeluarga maupun lajang. Baru-baru ini muncul gerakan Muda Menabung Properti. Prinsipnya, mengalihkan dana simpanan untuk bidang properti
Tidak perlu menunggu tua dan mapan untuk memiliki properti. Harga properti yang menanjak setiap tahun menjadi alarm penyemangat untuk sesegera mungkin meraihnya. Itu sebenarnya tidak (terlalu) sulit. Jangan berkecil hati bila belum memiliki dana dalam jumlah besar yang cukup untuk membeli properti secara cash. Itu bisa diganti dengan cara menabung properti.
Profil gaya hidup di kota-kota besar, pengeluaran untuk bersenang-senang, shopping, atau hangout bersama teman cenderung besar. Misalnya, setiap weekend menghabiskan Rp 500 ribu—Rp 700 ribu, bahkan lebih. Sebulan dana yang bisa disisihkan Rp 2 juta-3 juta. Belum dari pos-pos lain yang bisa dihemat.

Bila ditabung secara konvensional, nilainya tidak bertambah banyak karena terkena inflasi. Dalam jangka lima atau sepuluh tahun mendatang, nilai uang tersebut justru turun cukup tinggi.
Berbeda halnya jika dana tersebut dialihkan untuk mengangsur properti. Bisa tanah, rumah, atau apartemen yang kini menjadi favorit kalangan muda, terutama di kota kota sibuk. Let’s say…. Dana Rp 3 jutaan bisa digunakan untuk mencicil apartemen. Banyak pula yang menawarkan down payment bisa diangsur selama kurun waktu tertentu dengan berbagai kemudahan.

Baru-baru ini muncul Gerakan Muda Menabung Properti. Pencetusnya, Marcellus Chandra. “Mengapa pakai istilah menabung? Sebab, kalau mencicil, terasa sebagai beban. Sedangkan dengan campaign menabung, lebih ringan. Ini perubahan mindset,” ujar Presdir PT Prioritas Land Indonesia (PLI) tersebut saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Kamis (4/9).
Pria 35 tahun itu ingin mengajak generasi muda semakin awarness terhadap keuntungan sektor properti. “Pertumbuhan properti tigakali lipat dari pada tingkat inflasi. Bila dipersentase, kenaikannya bisa mencapai 20-25persen. Rata-rata dalam setahun 15-20 persen’ urainya.

Dalam tiga tahun belakangan, profil customer pun semakin muda. “Lebih ari 50 persen berusia kurang dan 35 tahun. Pasangan baru, profesional muda. Ada yang berusia 25-an, masih lajang, sudah mulal menabung properti lanjut pria asal Surabaya itu.
Yang tidak kalah menarik dicermati, peran perempuan sebagai decision maker. Baik yang sudah menikah maupun yang masih lajang. Pada perempuan lajang, kemandirian finansial menjadi alasan kuat untuk memiliki aset properti pribadi sebelummenikah. Ketika sudah menikah, bisa saling men-support dengan pasangan.
Menurut perencana keuangan Fauziah Arsiyanti SE MM ChFC, fenomena tersebut sangat menggembirakan. Awareness untuk berinvestasi sejak muda harus ditularkan kepada lingkungan sekitar. Kecenderungannya, bila melihat teman sudah mulai menabung properti, yang lain akan tergerak untuk mengikuti jejaknya.
Lantas, seberapa besar alokasi dana yang bisa ditabung ke properti? Independent financial advisor dari Fahima Advisory tersebut mengungkapkan, tidak selalu menggunakan persentase baku jumlah cicilan maksimal 30 persen dar pendapatan. “Breakdown dulu kebutuhan utama serta dana darurat. Apabila sanggup menyisihkan 50 persen untuk dialihkan untuk investasi properti, boleh saja. Asalkan, itu tidak mengganggu pos-pos main needs,” ujarnya.
Meski risiko investasi properti cenderung kecil, tetap harus dipertimbangkan banyak hal sebelum membuat keputusan. Di antaranya, lokasi serta kemudahan akses, developer menyangkut konsep dan struktur bangunan, perizinan, kepemilikan, dan fasilitas yang diberikan, serta prospek.
Mengenai pilihan untuk membeli tanah, rumah, atau apartemen, disesuaikan selera dan kebutuhan.
“Ada yang lebih suka tanah, ada yang memilih rumah, ada pula yang prefer apartemen. Kalau apartemen, sudah termasuk membeli suasana dan fasifitas yang melengkapi, misalnya taman, sport centre, dan tempat belanja,” papar Victor Irawan, komisaris PT PLI.
Dalam berinvestasi, sudah pasti prospek jangka panjang menjadi perhatian. “Bila ingin yang Iebih ringan, namun menguntungkan, pilih yang sedang tumbuh dengan prospek menjanjikan pada lima hingga sepuluh tahun mendatang tutumya.

http://www.prioritaslandindonesia.com/news_detail.php?pli/news/title/Ubah%20Minset,%20dari%20Cicilan%20Jadi%20Tabungan&id_news=56

Ubah Minset, dari Cicilan Jadi Tabungan, Menabung properti, investasi properti, properti tangerang, properti

Awas, Tahun Depan Pekerjaanmu Bisa Direbut oleh Rekan Kerja dari Negara Asean

by Yodhia Antariksa @ Blog Strategi + Manajemen

managers reTahun depan atau 2015, kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan resmi berlaku. Kebijakan ini membuat perusahaan di sesama negara Asean BEBAS berbisnis di semua negara Asean. Bebas tanpa hambatan. Free competition.

Salah satu item dalam kebijakan itu adalah “Skilled Labor Free Flow” – artinya karyawan dari semua negara ASEAN bebas menyerbu bursa kerja di tanah air, dan sebaliknya.

Ada potensi, beragam high paid and high skills jobs di tanah air sukses direbut oleh rekan-rekan manajer dari negeri tetangga. Bahkan bisa membuat Anda kehilangan posisi – atau cukup kerja di posisi anak buah/staf hingga pensiun. Yang jadi bos, rekan-rekan manajer dari Singapore, Malaysia dan Thailand. Sedap.

Ya, aturan Skilled Labor Free Flow itu memang membuat semua pekerja trampil di seluruh negera Asean bebas bekerja dimanapun di Asean. Dokter, pengacara, dosen, hingga manajer-manajer perusahaan bebas pindah dan bekerja di seluruh negara ASEAN, tanpa hambatan, tanpa restriksi.

Manpower war. Free competition on human capital.

Ada kemungkinan, beragam posisi strategis di berbagai perusahaaan multi national companies di tanah air akan direbut oleh rekan-rekan manajer dari negara Asean. Sekarang mungkin sudah terjadi. Namun dengan kebijakan MEA 2015, maka fenomena itu akan makin tinggi intensitasnya.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia mungkin tidak segan membayar gaji tinggi pada manajer ekspat dari Asean itu, sepanjang mereka punya skills mumpuni, bahasa Inggris yang fasih (go global), dan produktivitas kerja yang relatif lebih bagus.

Skilled labor free flow akan membuat perusahaan-perusahaan di tanah air – terutama yang big companies dan multi national companies – menjadi lebih mudah dan tanpa hambatan dalam merekrut manajer-manajer andal dari negara-negara Asean.

Akibatnya, ya itu tadi : sejumlah posisi strategis dan top positions akan makin “dikuasai” oleh ekspat Asean, dan membuat pilihan karir Anda menjadi lebih terbatas. Kenapa? Sebab posisi-posisi puncak sudah sukses di-invasi dan direbut oleh mereka.

Tentu saja kemungkinan sebaliknya bisa terjadi. Pekerja dan manajer trampil Indonesia sukses masuk dan mendapatkan pekerjaan hebat di berbagai negara di Asean.

Saat ini saja sudah banyak ahli IT, engineering, supply chain dan perminyakan dari Indonesia yang sukses merebut banyak pekerjaan bergaji tinggi di Singapore dan Malaysia.

Kebijakan MEA bisa membuat makin banyak skilled labors dari Indonesia yang pindah ke negara-negara Asean. Sebab proses mendapatkan pekerjaan di sesama negara Asean akan lebih mudah, tanpa hambatan (tentu sepanjang Anda punya skills yang layak dijual di level internasional, minimal level Asean).

Apa yang bisa membuat karyawan dan manajer kita bisa bersaing dengan rekan-rekan dari negara Asean? Agar kelak tidak terjadi : kita jadi jongos, dan mereka yang jadi bos di kantor kita?

Setidaknya ada dua langkah yang mungkin bisa dilakukan.

Step # 1 : Improve Your English Language Skills. Di era yang kian global ini, kecakapan bahasa Inggris mungkin harus menjadi skill yang kudu dikuasai, apalagi jika ingin bekerja di multi national companies atau di negara Asean.

Manajer dari Malaysia, Singapore dan Philipina sudah menggunakan bahasa Inggris sebagai everyday language. Itu kenapa mereka amat mudah menjadi “global manager” (terutama ekspat dari Philipina).

Kelak ketika kebijakan MEA berjalan, maka kemampuan bahasa Inggris yang lumayan fasih menjadi kian penting. Dalam Asean Free Market, bahasa Inggris akan menjadi bahasa komunikasi bisnis internasional.

So, improve your english skills today. Demi masa depan yang lebih cerah.

Step # 2 : Improve Your Functional Competency. Anda harus benar-benar jago dalam bidang pekerjaan yang Anda tekuni sekarang.

Kalau kerja di bidang HRD, Anda harus punya kompetensi human capital management kelas dunia. Kalau bidangmu marketing, Anda harus expert dalam bidang marketing, branding and digital marketing strategy. Dan kalau pekerjaanmu di bidang paranormal, ya ilmu per-dukunan-mu harus juga kelas dunia (dunia lain, maksudnya).

Bagaimana cara meningkatkan kompetensi secara konstan? Rajin baca buku, rajin ikut pelatihan/seminar, dan tentu saja tekun membaca blog-blog ilmu bisnis yang bermutu (ya benar, contohnya seperti yang sedang Anda baca ini).

Demikianlah, persaingan bebas karyawan dan manajer Asean sebentar lagi akan muncul.

Sudah banyak produk impor yang meyerbu tanah air (mulai dari apel, garam, gadget, tempe, mobil, baju hingga pil viagra).

Serbuan berikutnya bisa lebih mengerikan : ribuan karyawan dan manajer dari Asean akan kita import. Buat apa? Buat menggantikan kamu-kamu semua. Merebut pekerjaan dan karirmu.

Agar Anda semua tidak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Namun jadi kelas karyawan rendahan di negeri sendiri.

Selamat bekerja, teman. Bersiaplah menanti serbuan karyawan dan manajer asing.

– See more at: http://strategimanajemen.net/2014/10/06/awas-tahun-depan-pekerjaanmu-bisa-direbut-oleh-rekan-kerja-dari-negara-asean/#sthash.o6hxLgTv.dpuf

Peluang Usaha Bisnis Kuliner Makanan dan Minuman 2014

Peluang Usaha Bisnis Kuliner Makanan dan Minuman 2014

 
Bisnis Makanan dan Minuman Menarik (sumber gambar : gazetarepublika. al)
 
Jumpa lagi di blog nekatusaha edisi bulan februari 2014, artikel kali ini kami akan merefresh ulang mengenai beberapa peluang bisnis dan usaha dibidang kuliner (makanan dan minuman) yang pernah di singgung tahun lalu. Pelu dicermati bahwasanya kita mungkin sependapat bahwa bisnis usaha yang berkaitan dengan makanand an minuman selalu menjanjikan, Anda bisa lihat daerah sekitar Anda adimana para pengusaha kulner bisa jadi semakin hari semakin bertambah dan seakan-akan tiada habisnya. Itulah ciri khas bisnis di bidang kuliner, sebuah peluang usaha yang seakan tidak ada matinya karena memang merupakan sebuah bisnis yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat luas.
 

Lalu apa saja sih sekiranya ide-ide usaha bisnis makanan dan minuman yang masih bisa kita lirik di tahun 2014 ini? bagaimana gambaran singkat mengenai beberapa bisnis tersebut? mari kita simak satu persatu mengenai usaha di bidang kuliner ini.
 
Bisnis Bubur Ayam Unik dan Menarik
Bagaimana sebuah bisnis bubur ayam dibilang unik dan menarik? sebelum membahas mengenai hal tersebut perlu kita awalai dengan gambaran umum mengenai bisnis usaha jualan bubur ayam ini. Bisa dibilang bahwa bubur ayam merupakan makanan khas orang Indonesia, sampai saat ini masih banyak yang menyantapnya, banyak sekali orang yang suka dengan bubur ayam. Lalu bagaimana memulainya? memiliki skill membuat bubur ayam adalah sangat penting, jika Anda tidak bisa maka Anda harus mencari pegawai atau partnet yang bisa membuatnya, ujicoba setiap resep perlu dikalikan, cari dan lakukan test dengan beberapa orang sekiranya mana yang paling enak dan lezat. Modal peralatan dan juga perlengkapan pendukung sangat perlu disini, apakah Anda akan berjualan di warung atau memakai gerobak sesuakan dengan bujet awal Anda.
Dalam bisnis tentu saja ada dong hambatan yang bisa terjadi, begitu juga dengan peluang usaha jualan bubur ayam ini, ada beberapa kendala yang mungin Anda temui nantinya, mulai dari para pesaing yang sudah dahulu memiliki pelanggan dan juga para pendatang baru yang ingin mencoba bisnis usaha ini, dan hal ini harus menjadi energi positif bagi Anda bukan malah menjadi penghambat untuk maju. 
 
Ketika kita menemui beberapa kendala dalam peluang bisnis bubur ayam ini maka kita harus memiliki strategi bisnsi yang cukup bagus supaya kita tetap bisa bersaing. Silahakn Anda perhatikan hal-hal yang menarik dari para kompetitor, analisa kelebihan mereka dan bisa Anda terapkan di tempat Anda atau dengan modifikasi yang lebih menarik atau dengan tambahan yang lebih menarik, misalnya beli bubur ayam dapat pulsa 10.000 (catatan : 1 konsumen sudah membeli sebanyak minimal 50 bubu ayam, dengan sistem kupon misalnya). Jadi Anda bisa ciptakan strategi marketing yang cukup menarik disini. Selain itu harga harus kompetitif dan juga kualitas bubur ayam Anda harus oke dan terjaga, bersih dan rapi dalam menyajikan akan membuat konsumen senang untuk makan bubur ayam yang Anda jual.
 
Bisnis Kafe Gaul Area Kampus dan Perkantoran
Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kafe saat ini sudah menjadi salah satu tempat dimana orang bisa berbisnis, santai dan nonton bareng disana, banyak pebisnis yang melirik peluang bisnis mendirikan sebuah kafe apalagi areanya cukup strategis di daerah kampus dan juga area perkantoran.
Jika kita cerdik maka ini adalah sebuah peluang usaha yang cukup menarik, tapi sebelum memulainya ada beberapa hak yang perlu kita ketahui yaitu tempat atau lokasi dimana kafe akan kita dirikan, ini sangan penting karena berkaitan dengan taregt konsumen kita. Area kampus dan perkantoran menurut kami sangat tepat jika kita bisa mendapatkan lokasi tersebut.
 
Bisnis usaha kafe harus disertai dengan promosi yang cukup bagus, membuat brosur, leaflet, dan juga bisa pamphlet untuk promosi akan sangat efektif. Sebarkan di daerah lokasi sekitar kafe Anda berdiri, area kampus dan perkantoran sangat penting untuk menjadi target promosi kafe Anda.
 
Fasilitas Free WiFi dan juga Gratis air putih akan membuat Kafe Anda lebih menarik, banayk kafe ang air putih saja harus membayar atau harus beli air mineral. Bikin beda dari yang lain, ciptakan servis-servis tambahan yang memikat supaya pengunjung akan balik lagi ke Kafe Anda nantinya.
 
Bisnis Warung Tenda Harga Mahasiswa dan Karyawan
Anda sudah pernah makan di warung tenda? tempat yang sederhana namun menu masakan cukup oke dan variatif? harga bagaimana? ada yang murah dan ada yang mahal seperti restoran? Nah bukan masalah bagi kita jika kita bisa memanfaatkan peluang usaha kuliner warung tenda ini, pada prinsipnya menurut kami ketika kita memiliki lokasi yang strategis dekat dengan market konsumen yang kita target tentu saja berjualan di warung tenda insyaAllah akan lebih mudah dan menarik.
 
Memulai usaha bisnis warung tenda harus diawali dengan perncanaan menu apa saja yang akan kita sajikan, mengetahui menu-menu makanan yang paling disukai oleh masyarakat adalah sangat penting sebelum memulai usaha ini. Kendala dan hambatan seperti usaha lainnya jelas ada, kita harus kreatif dan membuat warung tenda kita menarik, membuat nama menu makanan yang aneh dan unik adalah salah satu strategi supaya warung tenda kit amemiliki ciri khas, dan yang satu lagi adalah soal harga, harga terjangkau dan sesuai dengan kantong mahasiswa dan karyawan menurut kami akan cukup bisa bersaing dengan para kompeitot tentunya.
 
Ketiga contoh jenis peluang bisnis dan usaha tersebut diatas menurut kami masih bisa kita ambl di tahun 2014 ini. Tentu saja masih banyak opsi lainnya yang insyaAllah akan kami ulas di artikel-artikel mendatang. Dengan sedikit gambaran ide usaha kuliner yang berkatian dengan makanan dan minuman diatas semoga bisa menjadi referensi buat kita semua ketika sedang mencari ide-ide usaha yang akan kita jalankan. Semoga sukses buat Anda di tahun 2014 ini. Amin !
 

Permintaan Emas Cina Tidak Akan Pernah Berhenti

Permintaan Emas Cina Tidak Akan Pernah Berhenti

February 19th, 2014 Leave a comment Go to comments

“We believe that the resolution of the disconnect between paper and physical gold will be a dramatic upside re-pricing of the real thing. Most important is the steady migration of physical gold bars held in Western vaults to China and other parts of Asia, where they seem unlikely to be returned, other than for exorbitant ransom.”

– John Hathaway: 07 January 2014

Nico-107

“Gold is the wild card. The gold price and investor positioning today reflects near unanimous negative sentiment on gold’s prospects, based on expected higher global interest rates and a strong U.S. dollar as the U.S. economy recovers. Any disappointment to this scenario will likely drive the gold price higher, making it one of the better hedges against the risk the U.S. economic recovery falters.”

– Nicholas Brooks, head of research and investment strategy for ETF Securities

 

Paper gold (investasi emas di pasar finansial) di negara-negara maju mungkin bergerak berdasarkan keinginan-keinginan para pemburu keuntungan, namun ketika investasi di pasar emas fisik dan minat Cina terhadapnya, maka satu kata yang menggambarkan pergerakannya adalah: unstoppable.

Di awal laporan ini, mari kita simak dengan seksama komentar salah seorang yang memiliki proyeksi akurat untuk pergerakan harga emas, seperti yang dijelaskannya dalam wawancara dengan King World News (www.kingworldnews.com) belum lama ini.

Di bawah ini adalah yang dikatakan oleh William Kaye, yang 25 tahun lalu bekerja di Goldman Sachs di bagian mergers and acquisitions, berupa keyakinannya mengenai apa yang sedang terjadi di pasar emas dan bagaimana potensi harganya ke depan:

“The longer-term picture (for gold) is extremely bright.  The picture in China itself is phenomenal.  Right now China is, in terms of final demand, consuming virtually 100% of non-China global production of gold.  This is an amazing thing when you think about it….

China doesn’t export anything.  [People] need to think about that.  Chinese production is estimated at slightly over 400 metric tons (each year), which is not huge, but they don’t export that (gold).  All of that (gold) by law belongs to the People’s Bank of China, and if my sources are right, doesn’t even go through Shanghai.

Everything that is brought into China that isn’t produced domestically, and doesn’t go directly to the PBOC, is required by law in China to go through Shanghai.  So if we track deliveries into Shanghai, final deliveries into the market were almost 2,200 tons last year.

Well, since China’s production is a little over 400 tons, and total global production is estimated at between 2,600 and 2,700 tons, what that tells you is that China accounted for approximately 100% of all external (global gold) production — all non-China production.

So where is everything else coming from (to fill the rest of global gold demand)?  Where is the 1,200 tons that, including smuggling, went into India?  How about all of the gold that went into Russia and into the Middle-East?  This is what people need to focus on.

And this is why what we are currently seeing can’t continue indefinitely.  The question is, at what stage does gold actually get liberated?  The setup would appear, as I look at the options structure and other things, that the bottom should be either late this quarter or possibly second quarter.  I’m doubtful that it can extend past that unless the setup changes dramatically from what I am looking at at the moment.”

I think for people who have enough money to live on, they’ve got cash and other assets they can draw on, that are looking for a deeply undervalued investment that has potentially a very high payoff over the next 1, 2, 3, 5 years, gold and precious metals are, in my book, unparalleled.  That’s how we’re set up.  This is something we’ve researched very carefully, and this is where I’ve got my own money.”

Selanjutnya Tyler Durden dari www.zerohedge.com yang juga sering melaporkan demand Cina terhadap emas.

Berikut adalah 2 laporannya belum lama ini, yang tentunya layak Anda perhatikan:

1)   Overheard In A Gold Vault In Singapore: “We Need Additional Capacity”, China’s Appetite Is “Insatiable” (January 28th)

Yesterday we covered the supply side of the gold market from the perspective of global mints, which were kind enough to advise that they “can’t meet the demand, even if we work overtime.” Today, courtesy of Bloomberg, we take a closer look at the demand aspect of the physical gold market, which as most know by now can be described with just one word: China.

But first, while we already know that global mints are working 24/7 and still are unable to meet record demand, in spite of or due to, plunging prices of paper gold, here is how the market looks from the perspective of one of the biggest gold refiners in the world: MKS SA’s PAMP refiner in Switzerland, “whose bullion sales to China surged to a record as demand rose for coins, bars and jewelry. PAMP Managing Director Mehdi Barkhordar, who credited China’s “insatiable” appetite for a sales boost of as much as 20 percent last year, remains optimistic even as growth in the world’s second-largest economy slows. “The demand in China is off its peak, but still respectable,” he said last week.”

Off its peak? Really – where? Certainly not in Singapore where the largest provider of precious-metals logistics and storage, Brink’s, is adding room on top of a vault the company opened in 2012 at the Singapore Freeport building next to Changi International Airport, with a sleek, modernist lobby and a twisting, polished-steel sculpture by Ron Arad that stands 5 meters high. Inside, the gold bars are protected by prison-like barriers, two body scanners and 8-ton, fireproof gates.

      Explain to us how this is “off its peak”:

“We need additional capacity, so we have to take further space,” said Baskaran Narayanan, the 45-year-old Singapore general manager for Richmond, Virginia-based Brink’s. “There’s a surge in demand for precious metals in Asia, and one can see the focus and movement from the west to the east.”

A new Brink’s vault in Singapore set to open by March will be the company’s fifth in the city state, said Narayanan, who spent two decades in the security industry. The 154-year-old company also is adding space in Hong Kong and mainland China to meet growing storage demand, said Guy Bullen, the firm’s senior vice president for the Asia-Pacific region. Brink’s said Asia-Pacific revenue grew 12 percent to $128.9 million in the first nine months of 2013, more than any other region. Deutsche Bank said in June it started a storage facility in Singapore that can hold as much as 200 tons, its largest outside London. UBS, Switzerland’s biggest bank, opened one to keep bars for its wealth-management clients in Asia. In Shanghai, Malca-Amit Global Ltd. opened a vault in November that can store 2,000 tons, or a pile valued at $80 billion.

      Oh, that kind of “off its peak” – we get it now.

Of course, the biggest paradox is that China continues to be grateful to the US momentum-investing community, which continues to dump paper-gold representations such as the GLD ETF, and as Bloomberg reports, “investor sales through gold ETPs wiped $73.4 billion from the value of the funds last year and holdings reached the lowest since October 2009 this month, data compiled by Bloomberg show. The SPDR Gold Trust, the largest gold ETP and which is listed in New York, accounted for 64 percent of global sales last year.” And as a result of the ongoing liquidation of paper gold, those who couldn’t care less about monthly or annual momentum-boosted P&L (so eliminate the entire US hedge fund community), and just care about buying brick after brick of physical gold at the lowest possible prices are thanking their lucky stars they have a bunch of dumb 2 and 20 chasing paper sellers to do their job for them, especially if and when the PBOC does announce the real amount of gold reserves it has accumulate over the past five years (which are now order of magnitude above the official ~1000 tons of gold last disclosed in 2009).

So going back to the Chinese demand, and the entire topic of west to east gold migration, here is what we know.

“In the western world, we’ve enjoyed a popular bull market in gold, mainly via the gold ETFs, and it appears to be over,” Morris said. “In China, there are a large number of new outlets, including many banks in the provinces, that are selling gold bars. Many Chinese people, who’ve had limited access to gold in the past, think it’s a good idea to have a bar or two as a long-term investment.”

The U.K. shipped 1,291 tons to the refining hub of Switzerland last year through November, more than the previous seven years combined and equal to more than five months of mine output, according to data from European Union statistics service Eurostat and Barclays Plc. Macquarie Group Ltd. says that’s a sign of the movement from west to east.

      And once in Switzerland, the gold is refined, processed and sold onward to…

Hong Kong exported a record 1,108.8 tons to China in 2013, more than double the total in 2012, according to data from the Hong Kong Census and Statistics Department. Mainland China doesn’t publish the data.

Consumer purchases of gold in China surged 30 percent in the 12 months through September to 996.3 tons, overtaking demand in India, where usage gained 24 percent to 977.6 tons, the World Gold Council estimates. In the first nine months of 2013, China was at 797.8 tons, already eclipsing its full-year record of 778.6 tons, set in 2011, and full-year usage may exceed India’s all-time high 1,006.5 tons in 2010.

Oh, that “off the peak.”  Ok then. And let’s not forget that while Chinese gold demand is at an absolutely all time record high (and thank you BIS operative Benoit Gilson and Mikael Charoze for those well-timed gold slams), another place that is just waiting for the opportunity to buy as much gold as it legally can is the former larget gold buyer in the world – India.

India’s government choked off inbound shipments by raising import taxes on gold three times last year to help pare a trade imbalance that has weighed on the national currency, the rupee. The 24 percent rise in Indian jewelry, bar and coin purchases to 977.6 tons in the 12 months through September lagged the 30 percent gain to 996.3 tons in China, the gold council said.

How much latent demand is there? A lot: ‘Premiums in India reached a record $160 above the London price in December.” In fact, demand is so great even with restrictions, that refiners have been forced to add work shifts! Nobody complaining about raising the minimum wage here…

“India will consume gold for a long, long time because, for the Indian farmer, gold is one of his best assets,” said Barkhordar, who runs the PAMP refinery in Switzerland. “He will keep this gold for his daughter’s dowry, but he can also use it in case he’s short of cash for the next crop.”

The surge in orders meant some parts of the refinery worked three shifts instead of the usual two, Barkhordar said. It takes five to six working days to turn mined or scrap gold into a bar, he said. The 200 or so employees at the 110,000-square-foot PAMP facility, located about 3 miles from the Argor-Heraeus SA and Valcambi SA refineries, make bars ranging from 0.3 gram to 12.5 kilograms.

And finally, there is the biggest wildcard of all: the Arabs, who have untold wealth in fiat and otherwise electronic format that one day soon, supposedly before the markets crash and the western central banks lose control, need protection.

Trade also has expanded in Dubai. The emirate accounts for about 25 percent of global physical gold trading, and bullion demand grew eightfold in the past six to 10 years, said Dubai Gold & Commodities Exchange Chief Executive Officer Gary Anderson. The DGCX plans to list a spot gold contact this year to add to its futures offering.

The bottom line comes from Jeremy East, who moved to Hong Kong from London in June and is head of metals trading at Standard Chartered Plc. “Many of the positive drivers for gold prices in the past five years have started to disappear. At the same time, we have seen a significant increase in physical demand for gold in Asia, especially China. The expectation is that Asia is going to play a much bigger role for setting the international prices for gold and also for the whole metals complex going forward.”

Of course it will, but for now it is counting its lucky stars that courtesy of ETFs, the BIS and various central and private banks desperate to make their worthless pieces of fiat paper appear valuable by manipulating the price of gold lower, it can accumulate gold at such a torrid pace and at such blue light special prices. It knows very well this won’t last. However, in the meantime it will remove as much deliverable product from the paper gold market that when the real delivery demands begin (wink wink Bundesbank), then the real fun starts.

Nico-108

 

2)   China Surpasses India As Biggest Buyer Of Gold Following Record 2013 Imports, Consumption (February 10th)

Two weeks ago we learned what many had already known just by extrapolating simple trends: in 2013 Chinese net imports of gold from Hong Kong alone rose to over 1000 tons of gold, or 1158 to be precise – 100 tons more than China’s official gold holdings of 1054 tons which have not “budged” in the past four years – following another significant net monthly import of 94.8 tons of the precious metal in December (and 126.6 gross). This means total gold imports in 2013 was more than double the 557 tons imported in 2012, and as a result China has now officially surpassed India as the world’s biggest buyer of gold (although the title may swing back to India once gold price controls are relaxed, or if the government were to count all the gold smuggled into the country via illegal channels).

As the chart below shows, no matter what the price of paper gold does, the Chinese bid remains unwavering.

Nico-109

Reuters summarizes China’s insatiable appetite for the yellow metal:

China’s gold consumption jumped 41 percent in 2013 to exceed 1,000 tons for the first time, an industry body said on Monday, as a sharp slide in prices attracted buyers for jewellery and bullion.

The demand surge has helped China become the No. 1 gold consumer and should support prices, which took a hit last year from expectations of a tapering of commodities-friendly economic stimulus by the U.S. Federal Reserve and a drop in demand in the other major buyer India.

Gold consumption in China grew to 1,176.40 tons last year, with jewellery demand climbing 43 percent to 716.50 tons and bullion demand soaring 57 percent to 375.73 tons, the China Gold Association said on its website.

Chinese demand hit a record as gold prices fell for the first time in 13 years amid an improving global economy and a rally in equities. Prices tumbled 28 percent in 2013.

“The sharply lower prices attracted a lot of Chinese consumers looking for bargains,” said Chen Min, an analyst at Jinrui Futures in Shenzhen.

“Gold will continue to be an attractive investment in China in the near term as prices look steady near $1,200 an ounce,” Chen said.

      As a reminder, official gold holdings are not included in these numbers:

China’s gold consumption figures do not include demand from the central bank, whose gold reserves stand at 33.89 million ounces (1,054 tons), unchanged since April 2009, according to the latest figures on the central bank’s website.

Regarding said PBOC gold holdings, Reuters confirms what our readers have known since September 2011:

China last announced a rise in its gold reserves in April 2009 and has not revised the figure since, though there had been recent market speculation that the bank had been accumulating gold reserves and would announce a new figure.

Of course, we doubt anyone would be surprised by the unveiling of any updated PBOC holdings especially after one considers just how ravenous China’s gross imports since our September 2011 article have been, summarized best by the following chart.

Nico-110

As we have said before: keep an eye on the “gold holdings” of the GLD and other US paper gold ETFs, whose drop in holdings for now has offset Chinese accumulation on the margin. Once GLD gold holdings solidly resume their climb higher, that will be the key upward gold price inflection point.

 

What Do the Charts Say?

Macneil Curry dari BofAML belum lama ini menyebut bahwa gold is coming to life:

 

Via BofAML’s Macneil Curry,

Gold breaks pivotal resistance

Nico-111

Across assets gold has been the lead market against the US $; having forged its base back in mid December. Now, it has broken above its 150d average (1295) for the 1st time since Jan’13. This average has been an excellent barometer of the medium term trend and points to further gains. We target the confluence of resistance between 1355/1374 and potentially beyond.

 

Meskipun terjadi breakout (MA-150 hari) dari kenaikan harga emas sejak pekan lalu, laporan bulanan dari Elliott Wave International’s Global Market Perspective masih meyakini bahwa emas masih dalam sentimen bearish besarnya.

Oleh karena itu, kewaspadaan sungguh diperlukan saat ini dan saya sarankan agar para investor jangan dulu mengejar kenaikan harga emas ini.

Di bawah ini pandangan terbaru dari Elliott Wave International mengenai perkembangan harga emas:

“Gold has declined 35% from its September 2011 peak at $1,921.50 and continues to move in line with our forecast.

In November and December, GMP discussed the large investment losses incurred by hedge funds and governments, some of whom bet heavily on a gold rally to new all-time highs.

Gold’s decline last year has forced the Swiss National Bank, one of the world’s biggest holders of the metal, to cancel dividends to shareholders for the first time since the Bank was founded in 1907, 107 years ago.

The Swiss central bank said on January 6 that the precious metal’s selloff created a $10 billion loss for the year.

The December issue of EWT noted that gold sentiment has changed.

Still, our forecast remains on track: gold’s bear market is not complete.

The wave labels on the chart show the two high-probability potentials for prices in the coming months.

If wave (5) down started at the August 28 high at $1,434, gold will soon decline to new lows in the final wave of the impulse structure that started at the 2011 peak.

Another possibility is that wave (4) could be tracing out a triangle.

Under this scenario, wave C started at the December 31 low at $1,184.23 and will carry gold to $1,300-$1.350.

Both structures indicate that gold needs one more new low.

Thereafter, the largest countertrend rally since the peak will develop.”

Nico-112

Conclusion

Emas masih bergerak dari negara-negara barat ke timur, bahkan cnderung bergerak lebih cepat karena Cina diberi umpan oleh turunnya harga emas di pasar ETF serta mulai adanya produksi baru dari tambang-tambang global.

Ketika para investor barat sadar mengenai fakta bahwa jika Cina terus membeli emas di tengah penurunan harganya – bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengakhirinya – maka akan hilang emas fisik di pasar-pasar tradisional, karena semuanya sudah diserap Cina dan konsumen-konsumen Asia lainnya.

Dan jika kemudian terjadi kenaikan harga besar-besaran, maka itulah yang menjadi penyebabnya!

Namun demikian, emas saat ini masih dalam downtrend-nya selama masih di bawah level $1525.

Masih banyak waktu yang diperlukan emas untuk menembus resistance pentingnya itu. Untuk indikasi awal, jika kenaikan mampu menembus ke atas $1434 maka menunjukkan perubahan tren, seperti yang dapat Anda lihat dengan jelas di grafik Tom Fitzpatrick (analis Citi) berikut:

Nico-113

Sebaliknya, waspadai ada daily close di bawah $1180 yang akan memberikan sinyal bahwa downtrend masih akan berlanjut dan akan membawa harga pada bagian akhir dari koreksi tahunan emas dengan target $1000-$1100.

Juga perlu diingat bahwa data Commitment of Traders menunjukkan bahwa para investor kian meningkatkan short position emas di pasar berjangka dan long-position spekulan sudah mencapai tertinggi sejak akhir Oktober 2013.

Ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga emas ini sedang menghadapi resistance kuat.

Terakhir yang tak kalah penting adalah dolar AS biasanya memperoleh dukungan musiman hingga musim panas.

Jika gejolak di pasar negara berkembang berlanjut lagi, maka akan mendorong penguatan dolar AS karena dana spekulatif akan kembali ke pasar AS.

Dan biasanya penguatan dolar AS dapat menghambat kenaikan harga emas.

Terima kasih sudah membaca dan semoga beruntung!

 

Dibuat Tanggal 18 Februari 2014

sumber : http://nicoomer.blog.kontan.co.id/2014/02/19/permintaan-emas-cina-tidak-akan-pernah-berhenti/