Diagnosa Bisnis Anda !

Diagnosa Bisnis Anda !

Bagaimana Cara Membangun Sistim Bisnis yang Benar ?

Coach Tom yang terhormat, nama saya Toni. Usaha saya bergerak dibidang eksport import barang elektronik. Usia perusahaan baru lima tahun. Jumlah karyawan saya ada 30 orang. Sebagai pemilik bisnis, saya merasa sistim bisnis perusahaan saya kurang stabil. Antar divisi sering miscommunication dan pertumbuhan omzet sangat lambat. Pertanyaan saya adalah bagaimana cara membangun bisnis yang benar? Apakah jika saya sudah memiliki satu bisnis, bisa memiliki bisnis-bisnis lainnya?
Toni, Pengusaha Elektronik, Jakarta

Jawaban :
Richard Branson mengatakan, kalau Anda tahu cara membangun bisnis yang sukses maka Anda bisa menjalankan lebih dari satu bisnis. Kenapa ? Karena pada prinsipnya semua bisnis itu sama.  Saya senang sekali  mendapatkan pertanyaan mengenai bagaimana cara membangun sebuah bisnis.

Membangun sebuah bisnis memiliki langkah-langkah yang sama untuk semua bisnis. Apapun bisnis Anda pasti akan mengalami pertumbuhan atau pergerakan, langkah, proses dan road map tertentu. Misalnya seperti bisnis Microsoft, General Electric, ActionCOACH dan  beberapa klien dari Action itu juga memiliki cara-cara tertentu melakukan dan mengembangkan bisnis dengan sangat sistimatis. Semua ada sistim dan caranya.

Sebelum memasuki ke inti jawaban, saya akan jelaskan dulu definisi bisnis menurut Action. Definisi bisnis menurut ActionCOACH adalah commercial, profitable, enterprise that works  without you, sebuah bisnis yang komersil, menguntungkan dan bisa bekerja tanpa Anda.

Pertanyaannya begini, kalau besok Anda telepon ke kantor Anda kemudian katakan kepada siapapun yang mengangkat telepon itu, yang pasti bisnis itu tak boleh dari rumah.   katakan pada anak buah Anda bahwa Anda akan pergi selama enam bulan, dan selama enam bulan ini tolong jangan hubungi saya baik dengan sms atau panggilan langsung. Ketika Anda kembali 6 bulan kemudian, apakah Anda yakin   bisnis Anda tetap bertumbuh dan berkembang?

Jika Anda dapat melakukan hal itu berarti Anda sudah punya bisnis. Sebaliknya jika Anda belum bisa melakukan seperti ilustrasi diatas, berarti Anda hanya memiliki sebuah pekerjaan. Dan ini adalah pekerjaan termahal di dunia.

Berapa banyak dari business owner yang memulai sebuah bisnis lalu pada usia ke 5 tahun mereka capek atau burn out?  Survey membuktikan bahwa 80% bisnis di 5 tahun pertama itu bangkrut dan gulung tikar. Dan dari 20% yang berlanjut hanya 80% bertahan pada tahun berikutnya. Pertanyaan saya adalah ada dimana bisnis Anda?

Untuk membangun suatu bisnis yang baik,  ada 6 langkah  fundamental yang harus Anda wajib ketahui.

1. Mastery. Apa saja yang menyangkut mastery? Ada tiga hal yaitu:
a. Destination mastery. Apa visi bisnis Anda dan mengapa Anda ingin berada di bisnis ini.
Destination
ini sangat penting untuk menciptakan guiding life atau arah bisnis ini mau Anda bawa
kemana.
b. Mastery yang kedua adalah menyangkut money mastery. Bagaimana bisnis Anda profitable?
Bagaimana Anda tahu bahwa bisnis Anda ini sangat menguntungkan? Anda harus tahu berapa
break even
bisnis Anda. Ketika Anda buka kantor, bisnis Anda ini dalam kondisi untung atau rugi?
Berapa omzet yang harus Anda dapatkan untuk menutupi cost Anda?
c.
Mastery yang ketiga adalah delivery mastery. Apakah selama ini bisnis Anda konsisten?
Sanggupkah Anda menjalankan bisnis secara terus menerus dengan standar? Apa maksudnya ?
Konsistensi ini lebih penting dari pada brillian. Karena kalau bisnis Anda tidak konsisten, bisnis
Anda tak punya identitas yang unik dimata customer. contohnya kalau Anda pergi ke suatu
restoran, pada hari ini makananya bagus dan enak.  Keesokan harinya Anda kesana, rasanya
sangat berbeda walaupun menunya sama. Restoran itu terlalu banyak variasi. Akhirnya bukannya
didatangi banyak pelanggan justru akan ditinggalkan pelanggan. Delivery mastery juga
menyangkut customer service, menyangkut seberapa jauh bisnis Anda ingin berkembang dari
proses bisnis Anda. Kalau bisnis proses Anda sudah konsisten, maka Anda siap maju ke level
berikutnya.

2. Niche. Niche adalah USP ( Unique Selling Proposition) yang sanggup membantu dan membuat bisnis Bapak berkembang dengan tanpa khawatir akan persaingan. Tanyakan kepada diri Anda apakah bisnis Anda terhambat karena laju kompetitor yang agresif atau karena Anda belum tahu cara meningkatkan profit Anda ?

3. Leverage. Di dalam leverage, kita menerapkan bisnis.  Apa saja sistim itu? Mulai dari visi, misi, culture, struktur organisasi sampai dengan perencanaan 100 tahun ke depan perusahaan Bapak mau kemana.

4. Team. Setelah Bapak punya sistim yang bekerja secara baik dan benar, kita bisa mengimplementasi atau membangun team kita agar bisnis bekerja tanpa Anda. Jika team Bapak sudah bisa bekerjasama dengan baik maka akan masuk ke level selanjutnya.

5. Sinergy. Di tingkat inilah semua berjalan sangat lancar dan benar. Ketika faktor mastery, niche, leverage dan team bisa bekerja secara sinergi maka untuk ekspansi bisnis menjadi lebih mudah. .

6. Result. Disaat level sinergi dan result inilah Anda bisa menduplikasi bisnis Anda, menjual bisnis Anda dalam bentuk franchise, kemudian membuka cabang sedemikian banyak hingga bisnis ini bisa berkembang tanpa Anda. Jadi, apapun yang Anda lakukan, bisnis apapun pada akhirnya Anda harus melewati enam langkah ini. Salam fantastik.

Rubrik ini terbuka bagi pemilik usaha yang ingin mendiagnosis bisnis Anda. Layaknya tim medis periksa kesehatan, begitu pula ActionCOACH akan memastikan apakah sebuah bisnis layak dikatakan sehat atau sakit. Rubrik ini diasuh oleh Coach Tom Mc Ifle, Platinum Mentor Coach, seorang pelatih bisnis senior ActionCOACH yang sangat berpengalaman melatih ratusan pemilik bisnis di Indonesia.   Pertanyaan bisa dikirim ke alamat redaksi Majalah Pengusaha atau email di // indoaction@actioncoach.com

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

. Kontak langsung ke ActionCOACH di 021-352 0909 (Hardi)

Jika ingin mengutip/menyebarluaskan artikel ini harap mencantumkan sumbernya.

© 2010 Majalah Pengusaha – Referensi Usaha Anda

Iklan

10 mobil termurah di dunia

10. Renault Logan/Dacia ($ 9,477)

9. Fiat Palio ($ 9,242)

This image has been resized. Click this bar to view the full image. The original image is sized 570×380.

8. Hyundai i10 ($ 9,096)

7. Tata Indica ($ 8,500)

6. Chevrolet A-1 ($ 7,340)

This image has been resized. Click this bar to view the full image. The original image is sized 1024×768.

5. Geely HQ-SRV ($ 5,780)

4. Geely MR ($ 5,500)

3. Suzuki Maruti 800 ($ 4,994)

This image has been resized. Click this bar to view the full image. The original image is sized 575×312.

2. Chery QQ ($ 4,781)

1. Tata Nano ($ 2,497)

Baru #8 dan #2 yang masuk Indo yah?

Mitsubishi RVR 2011 crossover coming soon

Mitsubishi RVR 2011 crossover coming soon

by Mashfique Hussain Chowdhury

2011 Mitsubishi RVR Crossover
Mitsubishi has released the first images of their upcoming new sub-compact crossover 4×4. Dubbed the Mitsubishi RVR, it is possible that it might receive a better name before it debuts next year as a 2011 model.

The styling apes the Mitsubishi Evolution, just like the larger Outlander. Based on the Mitsubishi cX concept shown at recent auto shows, the RVR is sized to compete with the likes of the Nissan Qashqai, and is smaller in size than a Honda CR-V.

Not much else is known about the sub-compact RVR crossover, other than the fact that it will come with a 1.8-litre engine, which we estimate will make around 140 hp.

Mitsubishi RVR Compact=

Mitsubishi pekan ini merilis foto-foto SUV crossover terbarunya RVR.  Ini memang bukan kali pertama, mobil logo tiga berlian ini memampang foto-foto SUV yang menggunakan platform mobil Concept-cX.  Mitsubishi  akan merilis RVR di ajang Geneva Motor Show , Februari 2010.

RVR akan mengusung mesin 1.8L MIVEC dengan bahan bakar bensin. Sampai sejauh ini, Mitsubishi memang  belum merilis detail spesifikasi mengenai torsi dan tenaga maksimum mobil yang bagian depannya mirip dengan moncong hiu ini. Mobil yang berada di bawah segmen Outlander ini memiliki panjang 4,3 meter dimana Concept-cX lebih pendek 200 mm.

Mitsubishi RVR yang rencananya akan memulai debutnya di Geneva Motor Show 2010, hingga saat ini sudah memasuki tahun ketiga sejak pertama kali muncul sebagai mobil konsep. Mitsubishi nantinya akan dipasarkan di Asia, Eropa, dan Amerika bagian utara. Termasuk Indonesia juga tentunya.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sesuai strategi bisnis yang ditetapkan, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) akan terus memperkuat pasarnya di segmen mobil penumpang (passanger car). Kini, produsen Mitsubishi di Indonesia itu tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan produk terbaru milik prinsipal berlambang tiga berlian RVR ke Indonesia.

RVR mengusung genre Crossover kompak dan mulai dipasarkan di Jepang bulan ini. Mobil yang memiliki panjang 4,3 meter di Eropa dinamakan ASX. Nantinya, RVR akan dipasarkan secara global, termasuk di Amerika Serikat, Asia dan China.

Untuk pasar Jepang, mengusung mesin bensin 1,8 liter dan Eropa diesel dengan kapasitas sama. Guna memancing animo konsumen Eropa, Mitsubishi akan memperkenalkan crossover 5 penumpang ini pada 80th Geneva International Motor Show yang berlangsung 2-14 Maret 2010 di Swiss.

Direktur Pemasaran KTB Rizwan Alamsjah mengatakan, untuk memasukkan produk baru perlu dilakukan berbagai persiapan terkait ketersediaan infratruktur. “Utamanya, layanan 3S harus sudah siap di seluruh dealer Mitsubishi di Indonesia. Ini kan butuh waktu dan dana yang tak sedikit. Paling cepat satu hingga dua tahun mungkin baru bisa RVR masuk ke Indonesia,” ujar Rizwan di Jakarta, Senin (15/2/2010) malam.

Rizwan melanjutkan, KTB juga tengah mempersiapkan pengganti produk multi purpose vehicle (MPV) Maven. “Sekarang masih jualan Maven, tapi produksi sudah dihentikan. Nanti saja lah akan ada penggantinya,” ungkap Riswan, tanpa mau sedikit pun membocorkan produk yang baru.
AGK

Kasus Plagiarisme Gelar Profesor Banyu Juga akan Dicopot

Selasa, 09/02/2010 17:12 WIB
Kasus Plagiarisme
Gelar Profesor Banyu Juga akan Dicopot
Pradipta Nugrahanto – detikNews


(Dok. Pribadi)

Bandung – Sanksi terhadap Prof Dr Anak Agung Banyu Perwita benar-benar berat. Gara-gara melakukan plagiarisme, Banyu akan diberhentikan secara tidak hormat oleh Universitas Parahyangan (Unpar). Tidak hanya itu! Gelar profesor yang diberikan kepada Banyu juga akan dicopot.

“Tadi pagi saya sudah menerima informasi dari yayasan terkait pencopotan gelar profesor pada Banyu Perwita. Namun kapan pelaksanaannya, saya masih belum tahu,” kata Rektor Unpar Dr Cecilia Lauw kepada sejumlah wartawan di Kampus Unpar, Jalan Ciumbeuleuit, Bandung, Selasa (9/2/2010).

Menurut Cecilia, Banyu dari dulu memang terkenal sebagai salah satu dosen yang rajin menulis. “Mungkin karena rajin menulis itu menjadi salah satu pertimbangan mengapa beliau mendapat gelar profesor,” kata Cecilia.

Profesor Termuda di Indonesia

Cecilia juga menjelaskan bahwa Banyu merupakan peraih gelar profesor termuda untuk bidang Hubungan Internasional (HI) se-Indonesia. “Dia adalah peraih gelar profesor termuda untuk bidang HI se-Indonesia. Beliau dapat gelar profesor pada umur 40 tahun,” kata dia.

Banyu dikukuhkan oleh Unpar sebagai guru besar/profesor pada 12 Januari 2008. Saat pengukuhannya, Banyu menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul ‘Dinamika Keamanan Dalam Hubungan Internasional dan Implikasinya Bagi Indonesia.’

Banyu merupakan pria kelahiran Jakarta 6 Februari 1967. Banyu menyelesaikan pendidikan dasar, menengah pertama dan menengah atas di Lembaga  Pendidikan Katolik Pangudi Luhur, Jakarta. Banyu kemudian menyelesaikan kuliah di Unpar pada 1990 di jurusan HI.

Pada tahun 1992, ia memperoleh beasiswa British Chevening Scholarship dari Pemerintah Inggris untuk meneruskan program pascasarjana dan memperoleh MA in International Relations and Strategic Studies dari Lancaster University-Inggris pada November 1994. Dan pada 2002, ia menggondol doktor dari Flinders University, Adelaide-Australia.
(asy/nrl)

Cegah Predator “Online” Anak

Cegah Predator “Online” Anak
Kontrol akses internet anak, diantaranya dengan tidak membiarkan anak internetan terus menerus di kamar pribadi.
Selasa, 9/2/2010 | 10:42 WIB

KOMPAS.com – Situs jejaring sosial seperti Facebook ternyata tak sekadar memudahkan penggunanya untuk memperluas pergaulan atau bertemu dengan kawan lama. Situs sosial ini sekarang dijadikan alat praktik kejahatan siber.

Kasus penculikan yang terjadi pada Marieta Nova Triani (14) menjadi bukti bentuk kejahatan siber yang dipicu dari aktivitas di internet. Dari perkenalannya dengan Arie lewat Facebook, Nova menemui teman lelakinya itu di depan rumah pamannya di Cluster Alamanda Blok L 14, Bumi Serpong Damai, Serpong, Tangerang, pada Sabtu (6/2/2010). Keluarga terakhir kali melihat Nova saat sedang bertemu Arie. Setelah itu, ponsel Nova tak bisa dihubungi lagi.

Kemudahan anak mengakses internet seperti menjadi peluang bagi pelaku kejahatan untuk mengincar korban. Kontrol keluarga, terutama orangtua, berperan penting dalam melindungi anak dari kejahatan siber. Simak cara untuk mengontrol aktivitas internet anak Anda tanpa membatasi dirinya:

Luangkan waktu dengan anak saat belajar komputer dan internet
Meluangkan waktu lebih banyak bersama anak bisa dengan belajar bersama lebih dalam tentang komputer dan internet. Baik orangtua maupun anak harus tahu dan bisa mengoperasikan situs jejaring sosial, forum diskusi, keamanan transaksi belanja, cara chatting, cara mengetahui situs baik dan situs buruk, mencari dan memutar video di YouTube, dan cara mencari gambar dan video via Google.

Berikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya internet
Setelah mempelajari caranya, tambahkan pemahaman pada anak tentang manfaat dan bahaya internet. Orangtua harus memiliki pengetahuan lebih luas, dan mendiskusikannya dengan anak. Beritahu juga soal karakteristik predator online, dan berbagai kasus terungkapnya predator online di berbagai negara.

Ingatkan anak tentang konsep “orang asing”
Ingatkan pada anak agar tidak percaya begitu saja pada orang yang baru dikenalnya. Tekankan kepada anak agar tidak memberikan informasi personal, seperti email dan nomor telepon.

Kenalkan etiket bergaul dengan teman “online”
Memperluas pergaulan sah saja, apalagi anak-anak kini sudah semakin terbuka dengan teknologi internet. Namun perlu diajarkan kepada anak agar memperhatikan batasan pergaulannya. Jangan izinkan anak-anak bertemu langsung dengan teman baru yang dikenal via chat.

Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi
Meski fasilitas di rumah lengkap, komputer dan ponsel sudah terkoneksi dengan internet, pastikan ada batasan. Jangan biarkan anak-anak mengakses internet di kamar pribadinya. Letakkan komputer di ruang keluarga atau di ruangan orangtua agar mudah dilihat dan dikontrol.

Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet
Arahkan anak untuk melakukan aktivitas kreatif dan positif dengan media internet. Kenalkan juga tentang banyaknya kesempatan berprestasi atau mendapatkan hadiah dari kegiatan kreatif di internet, misalkan kompetisi menulis. Untuk itu kenalkan lebih dahulu kegiatan menulis di internet, misalnya dengan mengisi blog pribadi.

Gunakan software filter aktivitas internet
Jika menurut Anda semua cara tadi belum maksimal, gunakan software untuk memfilter kegiatan internet. Banyak software parental yang tersedia gratis maupun berbayar. Cari saja via mesin pencari di internet. Jika sudah begitu, anak Anda bisa bebas internetan, namun kontrol tetap di tangan Anda sebagai orangtua.

C1-10

Editor: din

Sumber: Kompas Cetak

KOMPAS.com – Anak umur belasan tahun terutama usia SMP dan SMA menjadi mangsa yang mudah diperdaya predator online. Pelaku kejahatan siber ini makin aktif mengintai mangsa dengan mulai masuk ranah pergaulan di jejaring sosial.

Harian Kompas (8/2/2010) menuliskan aktivitas anak/remaja Indonesia di internet kini terus meningkat. Berdasarkan hasil riset Yahoo! di Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009, pengguna terbesar internet adalah remaja usia 15-19 tahun, sebesar 64 persen. Jika didasarkan pada UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, usia 0-18 tahun tergolong usia anak-anak. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet melalui warung internet (warnet), sementara sebanyak 19 persen mengakses via telepon seluler.

Data ini menunjukkan dengan sangat gamblang, terutama kepada orangtua, untuk lebih waspada merespons aktivitas anak melalui internet. Apalagi saat ini ponsel murah yang langsung terkoneksi dengan Facebook, misalnya, semakin mudah didapatkan.

Agar anak dan orangtua lebih aman berinternet, ikuti cara berikut ini:
Posisi komputer di zona aman
Tempatkan komputer di ruang yang mudah dipantau oleh orangtua. Dengan begitu anak tidak asik sendirian tanpa pengawasan. Jangan biasakan anak berinternet di kamar pribadi yang tak mudah diawasi.

Pasang piranti khusus di komputer
Pasang pengaman untuk membatasi anak agar tidak mengakses situs yang tidak layak. Piranti lunak dapat diunduh secara gratis di situs www1.k9webprotection.com dan http://www.kidrocket.com

Berikan ponsel tanpa internet
Ketegasan tetap perlu meski saat ini ponsel murah yang memberikan tawaran menggiurkan terkait akses internet semakin marak saja.

Ajarkan etiket berinternet
Jika anak berinternet, pastikan Anda sebagai orangtua untuk mendampingi, memberi batasan waktu, mengajari perilaku berinternet yang baik, dan menjelaskan aturan penggunaannya.

Aktif di jejaring sosial anak
Ikulah interaksi anak dalam jejaring sosialnya untuk mengontrol aktivitas dan teman-teman anak. Untuk menjalani kegiatan ini lebih baik orangtua berhati-hati, jangan terlalu mengintervensi, karena bagaimanapun anak punya privasi. Fungsi orangtua adalah sebagai pengawas jika melihat gelagat yang tidak beres.
C1-10

Editor: din

Sumber: Kompas Cetak

KAMPUNG INGGRIS Pare Kediri

PARE, KAMPUNG INGGRIS

Introduction

Tempat ini sangat tepat bagi anda yang ingin belajar bahasa inggris secara intensif dan komprehensif, walaupun kemampuan anda masih NOL besar… sebagai gambaran, sebelum berangkat, skor TOEFL saya 420, setelah ‘bersemedi’ disana selama 3,5 bulan menjadi 563(ini aku loh ya… ada juga yang betah disana sampe bertahun2…). Tidak hanya itu, kemampuan translasi dan english writing pun aku peroleh.

Tentang suasana disana, selayaknya kondisi daerah Jawa Timur pada umumnya, cukup panas bagi orang Jawa Barat – anda bisa mandi sesering anda bisa – namun relatif lebih teratur. Terletak di beberapa desa yakni desa Pelem, Tulungrejo, dan ‘anu’ (lupa). Suasana lebih mirip perumahan di Jawa Barat yang berblok-blok dengan jalan beraspal berpinggirkan pohon kersen.

Di tempat tersebut, terdapat banyak sekali lembaga kursus bahasa inggris (umumnya) maupun bahasa lainnya seperti : arab, jepang, cina, korea, sayangnya tidak ada lembaga bhs Jawa J… Selain bahasa, ada juga kursusan komputer dan sempoa aritmatika, dengan biaya yang miring juga tentunya. Ada gula ada semut. Ada kursusan ada kosan juga tentunya…

Perlu diperhatikan, bahwa artikel ini subjektif berdasarkan pengalaman saya pribadi. Kasusnya bisa berbeda untuk orang dan situasi yang berbeda pula… Saya tekankan, saya bukan staf dari salah satu lembaga disana. Saya lulusan Matematika ITB. Mohon maaf jika ada pihak yang merasa di untungkan terlebih yang dirugikan, tidak ada maksud apa2 dari tulisan ini selain berbagi informasi berhubung banyak teman yang bertanya dan kurangnya informasi yang tersedia di web. Tambah lagi, sekarang saya sudah tidak di Pare lagi… saya berada di belahan dunia lain yang cukup dingin

Program

Umumnya, kegiatan belajar di kelas diselenggarakan setiap hari, bahkan bisa sampai 3 kali sehari. Tapi gak perlu takut… tetap ada libur kok, sabtu dan minggu, walaupun terkadang hari sabtu juga ada kelas, kalau memang diperlukan… Jadi jika mengambil lebih dari dua program bersamaan, dijamin bakalan ‘lumayan’ sibuk tuh, ato bahkan terpaksa  selang-seling bolos karena ikut kelas program yg laen.. (aku salah satu oknumnya )

Untuk memilih program yang tepat bagi anda, saya sarankan pilihlah program dibeberapa kursusan yang berbeda sesuai dengan spesialisasi/karakteristik kursusan yang bersangkutan. Untuk itu, saya bagi lembaga2 bahasa disana berdasarkan materinya, yaitu: (ini versi saya loohh…)

  1. Grammar (basic, translation, writing)

Untuk urusan yang satu ini saya punya dua nama, ELFAST dan SMART. Sejujurnya, saya tidak pernah belajar di smart namun saya siswa tulen nya elfast. Karakteristik kedua lembaga ini adalah ahli dalam urusan grammar (basic), namun elfast lebih ahli (terahli) dalam advance grammar plus langsung menerapkannya dalam materi translation dan writing. Perbedaan lainnya, di elfast lebih bersifat kuliahan yakni terserah kedewasaan anda dalam belajar dan memilih kelas, anda bisa melahap habis semua materi dalam 3-4 bulan (termasuk TOEFL) dengan mengambil dua program sebulannya. Saran saya ambil basic I dan II (bln I), translate dan writing (bln II), grammar school/bedah buku dan TOEFL (bln 3) dengan tidak mengambil kelas pre-grammar (sangat dasar) dan pre-TOEFL (kelas ini saya sarankan untuk di ikuti hanya jika anda tidak mengambil translation atau writing). Sedangkan di smart, lebih saklek. Salek yang pertama, pengambilan kelas harus terurut mulai dari awal dahulu, tidak bisa loncat atau ngambil dua sekaligus dan ada testing masuk, alhasil anda perlu minimal 4 bulan untuk 4 kelas dalam menamatkan studi disini. Saklek yang kedua, anda diharuskan menghafal materi termasuk certain word nya. Setiap hari anda harus setor hafalan kepada teacher anda. Namun demikian, saya kira tempat ini sangat bagus bagi anda yang perlu tekanan untuk belajar dan memiliki waktu luang. Saran saya, setelah anda beres belajar di smart, lanjutkan di elfast mulai dari translation sampai TOEFL.

Yg lainnya: Mahesa, Kreshna, Logico, BEC, EECC, dll…

  1. Speaking

Klo yang ini saya ga bisa ngomong banyak, karena saya hanya ikut satu kali kelas speaking di Marvellous. Namun, berdasarkan kabar temen2 disana, lembaga speaking yang termahsyur disana adalah DAFFODILS. Kabarnya, di tempat ini anda terpaksa dan dipaksa untuk berbicara di kelas sekemampuan anda. Alhasil anda terbiasa ng-english tanpa canggung ama yang namanya grammar… Grammar? Emang gue pikirin… gitu katanya…

Yg lainnya: Mahesa, Logico, Marvelous, Awareness, dll…

  1. Pronunciation and Expression

Nah, untuk yang ini, MARVELLOUS is strongly recommended lah pokoknya… pengalaman sang president, Mr Tantowi, yang 5 tahun berpendidikan bahasa di Amrik jaminannya. Disini anda akan belajar cara ngomong mulai dari huruf, kata, sampe kalimat, weak n strong form dan banyak lagi sampe orang ga bakalan ngerti sama apa yang kamu ucapin…J disamping itu, expression asli made in Amrik nya banyak banget (bukan ekpresi Indonesia to English)… mulai ekspresi sopan dan santun sampe ekpresi ‘tiittt!!’… banyak tersedia disini.. Kalau bisa, sempatkan untuk ngekos disini biar dapat daily expressions yang melimpah.

Yg lainnya: Daffodils, Awareness, dll…

  1. TOEFL

Klo TOEFL, balik lagi ke ELFAST. Duet sang jawara grammar, Mr Andre ama Mr Sonhaji, jadi jaminannya. Teope begete deh…

Yg lainnya: Mahesa, dll…

Catatan: ‘Yg lainnya’ juga ga kalah bagusnya sebenarnya. Ada ‘dll’ karena masih banyak lagi kursusan yang aku ga tau.

Umumnya setiap program diselenggarakan untuk lama belajar selama 1 bulan. Terdapat dua gelombang, yaitu gelombang pertama periode tanggal 10 setiap bulannya dan gelombang kedua periode tanggal 25. Jadi, jika anda berniat kesana, datanglah sebelum tanggal 10 dan 25. Penting untuk diketahui, pada musim liburan sekolah/kuliah, banyak sekali orang yang datang sehingga jangan heran kalau susah sekali mencari kosan yang kosong dan biasanya kuota program sudah habis sebelum tanggal 10 atau 25, so… cepat2lah daftar !! first come first serve…

Kosan

Kosan terbagi dalam setidaknya dua kategori. Pertama pure kosan, kedua kosan English area. Pure kosan maksudnya adalah kosan yang asli kosan, hehe…. Namun, anda bisa memilih mau ngekos di asrama pesantren ato di kosan biasa ato di kosan yang lengkap sama berbagai macam aturan. Klo English area, yaitu kosan yang juga memiliki program bahasa English, mulai dari kewajiban berbahasa inggris sehari-hari sampe kelas inggris seperti telah saya uraikan dalam ‘Program’. Kosan putra dan putri terpisah tentunya… yah… L

English area: Access, Marvelous, Eternity, dll…

Biaya

Hhm… Loe pade bakalan terkejut klo dah nyampe urusan yang satu ini…. Berikut adalah data pada Desember 2007: (rata2)

Kursus perprogram : 80rb perbulan

Pure kosan : 50rb perbulan

English area : 100-150rb perbulan

Makan pagi (nasi pecel) : 1500-2500

Nasi ayam bakar : 4000

Nasi soto : 2500

Es jeruk : 1000

Bakso : 2500

Buah2n : 500

Alhasil, biaya total selama sebulan + 500 rb sudah termasuk minuman ringan (es jeruk dll), internet 3000/jam, dan buku2. Tips, belilah buku sebanyak2nya, harganya miring banget walau dibanding palasari sekalipun… tapi inget, pikirkan pulangnya….

Transportasi

  1. Menuju Pare

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Kereta

Ekonomi Bandung – Kediri, tarif 38rb, lama + 17jam, berangkat sore sampai pagi (jangan lupa shalat di kereta, tayamum aja).

Dari stasiun Kediri, jalan kaki atau naik becak (max 5rb) ke jalan raya.

Kemudian naik angkot Kediri-Pare (ada tanda P dilingkari) + 25 km 6rb, turun di kantin Danis, Jl. Brawijaya (jangan mau ditawari di antar, mahal). Nah, sekarang anda telah berada di lingkungan Pare, selanjutnya nyari kosan. Untuk nyari kosan, bisa langsung nyari pake becak (jarang ada ojeg) atau jalan kaki. Atau anda titipkan dulu barang bawaan anda di tempat les yang dituju atau ke kontak/teman disana.

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Bus

Bus Kramat Djati, 120rb, atau Pahala Kencana, 135rb, Bandung – Kediri. Berangkat sore sampai pagi. Katakan saja sama kendek, ‘Mau ke Pare’ nanti diturunkan di tempat yang dilalui angkot Kediri-Pare.

  1. Di Pare

Umumnya untuk transportasi disana, kita beli sepeda bekas aja. Harga sekitar 50-75 rb. Sepeda ini digunakan karena kosan-lesan1, lesan1-lesan2, dan seterusnya lumayan jauh untuk ukuran jalan kaki dengan cuaca yang cukup panas.

Fasilitas

Ngomong2, kampong ini dekat dengan kota kecamatan Pare sehingga fasilitasnya cukup lengkap. Jika anda les di Elfast, berarti anda sudah dekat ke Mesjid Agung Pare dan stadion sepakbola. Tinggal bersepeda sebentar, anda akan sampai di alun2 Pare, pasar, bank Mandiri, BRI dan BNI.

Fasilitas kolam renang dan fitness center pun dapat anda nikmati. Begitu pula dengan akses internet yang relative murah dan cepat.

Tips

Jangan sia-siakan waktu anda di Pare, rencanakan studi anda sependek mungkin. Lagi2 saya sarankan comot setiap program di setiap kursusan yang terbaik di bidangnya.

Acknowledgement

Herewith I would like to thank all of my Pare English teachers – Elfast: Mr. Andre, Sonhaji, Ahmed, Ahsan, Ms. Santi, Ani, Arin; Marvellous: Mr. Tantowi, Faruq, Ms. Nimas, Vivin; Ms. Ambar – and all of my Pare friends. Wish me luck…. J   Oh ya, sama masyarakat sekitar juga, terutama bapak kos yang baik bangets…

Alamat

Elfast

Jl. Anggrek No. 17 Pare Telp: (0354) 399844 Pare, Kediri

Marvellous

Jl. Anyelir No. 18 Tulungrejo-Pare. 0888-318-4718 / 081-34567-0535

Daffodils

Jl. Dahlia No. 21 Pare. Telp/SMS: (0354) 7043450

NB :

– Ada kursusan baru namanya Logico, ‘adik’nya Efast. Saya tidak tahu sama sekali tentang kursusan ini. Mohon bagi yang mengetahuinya untuk meng-update artikel ini. Thanks

-Maaf klo ga semua comment aku approve dan aku balas. Saya usahakan merespon setiap komentar anda jika diperlukan (i.e. belum ada di artikel).

—direvisi tanggal 19 juli 2008— semoga bermanfaat

Links:

Hi, I am from Pare. And I speak English (klo ilang sandal jepit, cari di web ini! )

ELFAST

SMART

ETERNITY

sumber : http://islah22.wordpress.com/2008/06/23/pare-kampung-inggris/

Hi, I am from Pare. And I speak English…

with 492 comments

Bila ada kisah penguasaan Bahasa Inggris bisa mengubah nasib atau karir seseorang, itu biasa. Kalau bahasa Inggris mampu mengubah wajah suatu perkampungan, itu baru di laur kebiasaan. Hal yang belakangan inilah yang terjadi di Kota Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kota kecamatan kecil yang terletak 24 kilometer timur laut dari Kota Kediri ini, selain terkenal dengan komoditas madu lebah dan sawo manila, kini memiliki beberapa desa yang dilekati predikat sebagai kampung Inggris. Bukan, bukan karena banyak bule yang berlalu-lalang di sana, melainkan karena menjamurnya tempat kursus Bahasa Inggris di wilayah ini.

Tulungrejo dan Pelem, dari dua desa inilah paling tidak sebutan kampung Inggris berasal. Di sana berderet puluhan lembaga kursus yang mengajarkan kemampuan berbahasa Inggris pada ribuan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja Basic English Course (BEC), Effective English Conversation Course (EECC), Mahesa Institute, Smart International Language College, Manggala English Zone dan sederet nama lainnya. Sebagian besar lembaga kursus ini baru berdiri empat atau lima tahun yang lalu, tetapi beberapa diantaranya telah dikenal sebagai pusat belajar bahasa Inggris sejak awal tahun 1990-an. Bahkan BEC, yang diakui sebagai pendahulu dari semua lembaga kursus yang ada di Pare, sudah berdiri sejak tahun 1977.

Meski terkenal sebagai Kampung Inggris, sebetulnya bukan hanya Bahasa Inggris saja yang ditawarkan oleh lembaga kursus di kawasan Tulungrejo dan Pelem, tetapi juga bahasa Jepang, Mandarin dan Arab. Hanya saja jumlah lembaga dan peminatnya tidak sebanyak di tempat kursus bahasa Inggris, tak heran jika wilayah ini lebih dikenal sebagai kampung Inggris ketimbang julukan lainnya.

“Yang paling awal berkembang dan diminati memang kursus Bahasa Inggris. Saat ini dari 84 lembaga di seluruh Kecamatan Pare, paling tidak 80-an persen mengajarkan Bahasa Inggris,” ungkap Muhammad Kalend (61), pendiri BEC sekaligus tokoh yang berada di balik perkembangan sentra kursus bahasa Inggris di Pare.

Mister Kalend, demikian ia biasa disapa penduduk sekitar dan para siswa kursus, mendirikan BEC di akhir tahun 1970-an awalnya untuk membantu sejumlah mahasiswa yang kesulitan memahami teks-teks bahasa Inggris. Ia memperoleh kemampuan berbahasa Inggris berkat bimbingan almarhum Ustadz Yazied, pengelola Pondok Pesantren Darul Falah, Pare. Ustadz ini kondang sebagai ahli bahasa dan konon sekurangnya 8 bahasa asing dikuasainya. Kini, berkat ketelatenan Mister Kalend selama 28 tahun BEC tumbuh menjadi lembaga kursus terbesar di Pare dengan siswa mencapai 800 orang setiap enam bulannya.

Laris Tanpa Iklan
Citra Pare, terutama Desa Tulungrejo dan Pelem sebagai  Kampung Inggris telah memikat minat banyak anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. “Saya tahu Pare dari cerita teman saya. Katanya ada kampung Inggris di mana semua orang memakai Bahasa Inggris untuk bahasa sehari-hari. Biaya kursus pun murah-murah, ada yang hanya Rp. 15.000 sebulan. Siapa yang tidak tertarik?,” kata Muttahar, peserta kursus di BEC asal Gerung, Lombok Barat. Dari cerita itu, seusai lulus dari SMA, ia bersama empat temannya memutuskan untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris di Pare untuk bekal mencari pekerjaan. Dalam enam bulan, ia telah lancar dan percaya diri bercakap-cakap dalam bahasa global ini.

Isyam, mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta yang mengambil kelas percakapan di REC (Rhima English Course), menyempatkan diri ke Pare untuk membuktikan cerita gurunya di SMA mengenai keefektifan sistem pengajaran bahasa Inggris di Pare. Lain halnya dengan Basyar, rekan kos Isyam, yang mengaku ikut kursus untuk membekali diri menjadi pengajar di kursus bahasa Inggris di Bantul. Karena itu ia mengambil beberapa program di tempat kursus yang berlainan. “Selain itu, kursus ini untuk persiapan ikut ujian masuk perguruan tinggi di Gadjah Mada. Saya berencana mengambil jurusan Sastra Inggris,” ujarnya mantap.

Seperti halnya pengalaman Muttahar, Isyam dan Basyar, sebagian besar peserta kursus memang mengetahui kisah kampung Inggris hanya dari cerita mulut ke mulut. “Selama ini memang tidak ada tempat kursus yang memasang iklan di media massa, paling banter hanya membuat selebaran dan ditempel disekeliling kampung. Jadi informasi diperoleh dari mulut ke mulut,” kata Afid, pengelola dan pengajar REC. Ia sendiri punya pengalaman berbeda yang mendorongnya untuk belajar Bahas Inggris di Pare. Bukan lantaran reputasi Pare sebagai pusat kursus Bahas Inggris, melainkan gara-gara bersua dengan serombongan gadis yang cas cis cus berbincang dalam bahasa Inggris saat di atas bis antar kota.

Kampung Inggris Julukan Kosong?
Meskipun berjuluk kampung Inggris, jangan dibayangkan wajah Tulungrejo dan Pelem seperti permukiman di luar negeri atau kawasan wisata yang dijejali turis asing seperti di Sosrowijayan, Yogyakarta atau Jalan Jaksa, Jakarta. Suasana di dua desa ini lebih mirip dengan suasana kawasan di sekitar kampus perguruan tinggi. Selain warung makan yang tampak bertebaran, terlihat juga persewaan komputer dan rumah-rumah kos. Jajaran tempat kursus dengan spanduk dan papan nama aneka warna mendominasi sepanjang jalan-jalan utama, terutama di Jalan Brawijaya dan Jalan Anyelir, seakan mencoba meneguhkan julukan Kampung Inggris. Tetapi dinamika ini ditangkap dengan cara pandang lain oleh Mister Kalend.

“Meskipun sudah puluhan ribu orang belajar bahasa Inggris di sini, saya tidak setuju kalau wilayah sini disebut kampung Inggris. Soalnya, warga asli tetap masih banyak yang tidak mengenal Bahasa Inggris. Peserta kursus pun sebagian besar masih berbincang dalam Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, termasuk ketika di tempat kursus. Jadi mana bisa disebut Kampung Inggris?”, kata Mister Kalend dengan nada menggugat.

Baginya, julukan kampung Inggris baru layak disematkan jika sebagian besar orang di setiap waktu dan di semua tempat berbicara dalam bahasa Inggris. “Itu pun dengan cara ucap yang tepat, bukan Inggris Jawa, Inggris Sunda atau Inggris Madura,” imbuhnya sembari tertawa. Inggris Jawa, Inggris Sunda maupun Inggris Madura adalah kelakar Mister Kalend untuk menggambarkan cara pelafalan Bahasa Inggris secara medok yang banyak dipraktekkan oleh siswa-siswa yang berbahasa ibu Bahasa Jawa, Sunda atau Madura.

Pendapat Kalend diamini oleh Afid. “Tapi kalau empat atau lima tahun lalu, saya masih setuju dengan julukan kampung Inggris,” ungkap bujangan asal Tulungagung yang akrab dipanggil Mr.Qumpriet oleh para siswanya ini. Menurutnya, saat itu kondisinya lebih mendukung untuk mempraktekkan bahasa Inggris secara aktif setiap hari mulai dari lokasi kursus, warung makan sampai tempat kos.

“Waktu itu setiap tempat kos memiliki pengurus yang membuat program untuk mempraktekkan bahasa Inggris,” lanjut Afid. Ia menilai etos belajar semacam itu mulai luntur, sehingga atmosfir untuk mempraktekkan bahasa Inggris kurang terjaga. Sedang mengenai julukan Kampung Inggris, senada dengan Mr. Kalend, Afid menduga alasan bisnis-lah yang melatarbelakanginya. “Bahasa Inggris di sini kan sudah menjadi komoditas, barang jualan. Jadi wajar kalau julukan kampung Inggris dijadikan seperti merek dagang oleh banyak lembaga kursus,” tambahnya.

Rejeki Bagi Kampung
Lepas dari tepat tidaknya Pare menyandang julukan Kampung Inggris, menjamurnya tempat-tempat kursus di Tulungrejo dan Pelem menjadi sumber rejeki dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat. Banyak rumah penduduk yang disewa untuk dijadikan tempat kursus, meskipun lebih banyak lagi yang dirombak menjadi tempat kos. Selain itu, bermunculan pula warung makan dan jasa pencucian pakaian yang menjadi sumber pendapatan tambahan.

Namun perkembangan ini tidak lantas membuat biaya hidup melonjak. Seperti halnya biaya kursus yang relatif murah, ongkos makan pun sama murahnya. Rata-rata sekali makan dengan menu nasi dan lauk pauk lengkap beserta minuman hanya menghabiskan Rp. 3.500. Biaya kos juga tidak seberapa mahal, berkisar antara Rp. 40.000 hingga Rp. 100.000 per bulan dengan fasilitas kamar berukuran 2 x 3 meter, alas tidur dan lemari pakaian.

Potensi ekonomi sampingan dari bisnis ini memang luarbiasa. Coba bayangkan saja berapa perputaran uang di dua desa ini apabila setiap enam bulan sekali sekurangnya 2000 orang datang bergantian dari berbagai penjuru Indonesia. Hitung saja jika masing-masing peserta kursus membelanjakan, katakanlah minimal Rp. 200.000, maka setiap bulan perputaran uang di Tulungrejo dan sekitarnya mencapai Rp. 400juta. “Padahal saat bulan-bulan liburan sekolah dan kuliah, peminat kursus bisa membludak sampai 5000-an orang,” ujar Afid. Artinya, perputaran uang dalam sebulan di dua desa itu berlipat hingga Rp. 1 milyar!

Angka tersebut tentu bukan nilai yang kecil bagi penduduk yang kebanyakan berprofesi sebagai petani. Tak heran jika lima tahun belakangan ini, seiring makin populernya kawasan Tulungrejo dan Pelem sebagai sentra kursus bahasa Inggris, wajah fisik desa mengalami banyak perubahan. Jalan-jalan tanah di tengah kampung disulap menjadi jalan beraspal mulus dan rumah-rumah penduduk semakin mentereng.

Akan tetapi, di balik geliat ekonomi ini terselip juga ironi. Hampir tidak ada warga asli Pelem dan Tulungrejo yang terlibat langsung dalam pengelolaan tempat-tempat kursus, baik sebagai pengelola maupun pengajar. Banyak diantara anak mudanya yang memutuskan bekerja sebagai buruh pabrik dan profesi lain di berbagai kota, padahal peluang kerja di desanya masih terbuka lebar. “Mungkin mereka merasa gengsi, tapi saya kurang tahu kenapa? Barangkali karena tidak menguasai Bahasa Inggris,” duga Mr. Kalend.

Barangkali inilah pekerjaan rumah terbesar bagi para pengelola lembaga kursus dan masyarakat Pare, yakni menjadikan kaum mudanya dengan percaya diri berkata; “Hi, I am from Pare. And I speak English.”

****

It’s a wow seeing this post glutted with comments! Thanks buddies! Since I’d only spent two days in Pare (in 2006!), I didn’t manage to dig extensive infos but few about the course programs and supported facilities out there. Sorry. Please scroll down comment by comment below to get other facts about Kampung Inggris or visit sites enlisted below. Good luck!

http://info-wtc.tripod.com/

kampunginggris.com

sumber http://sendaljepit.wordpress.com/2006/08/14/hi-i-am-from-pare-and-i-speak-english%E2%80%A6/