Sabar ya : Vaksin Flu Babi Baru Akan Tercipta Dalam 200 Hari

200 hari baru jadi vaksinnya…. wah udah berapa ratus nyawa melayanng tu…

Vaksin Flu Babi Baru Akan Tercipta Dalam 200 Hari
Rita Uli Hutapea – detikNews


AFP

London – Dunia benar-benar di ambang pandemi flu babi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menaikkan level acaman pandemi ke level 5. Atau satu level lagi sebelum pandemi dinyatakan benar-benar terjadi.

Para ahli saat ini masih terus mengupayakan vaksin untuk mengalahkan virus flu babi strain baru yang telah merenggut banyak jiwa itu.

Menurut Robert Madelin, Dirjen Kesehatan dan Perlindungan Konsumen di Komisi Eropa, vaksin tersebut baru akan tercipta dalam 200 hari.

“Dalam 200 hari kami akan mendapatkan vaksin untuk influenza ini,” kata Madelin seperti dilansir harian Telegraph, Kamis (30/4/2009).

Sejauh ini setidaknya sudah 10 negara yang mengkonfirmasi adanya kasus flu burung. Negara-negara itu adalah Meksiko, Amerika Serikat, Selandia Baru, Israel, Inggris, Kanada, Spanyol, Jerman, Peru dan Swiss.

Korban jiwa akibat virus mematikan ini kini telah dilaporkan pula di AS. Seorang anak asal Meksiko berusia 23 bulan meninggal saat berkunjung ke Texas. Adapun korban jiwa terbanyak terdapat di Meksiko.

(ita/iy)

IMB Gereja HKBP Depok Dicabut

IMB Gereja HKBP Depok Dicabut

Rabu, 29 April 2009 | 12:27 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Persekutuan Gereja-gereja Setempat (PGIS) Kota Depok menolak pencabutan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Tempat Ibadah dan Gedung Serbaguna atas nama Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Jalan Pesanggrahan Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

“Umat Kristen di Kota Depok sangat prihatin dan menolak atas keluarnya keputusan Pencabutan IMB pembangunan Gereja HKBP di Cinere yang hanya mendengar pendapat sebagian warga yang menolak,” kata Ketua Umum PGIS Kota Depok, Pendeta Simon Todingallo, di Gereja HKBP Depok I, Jalan Cendrawasih, Rabu (29/4).

Pada 27 Maret 2009, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail melalui keputusannya Nomor 645.8/144/Kpts/Sos/Huk/2009 menyatakan mencabut IMB Tempat Ibadah dan Gedung Serbaguna atas nama HKBP Pangakalan Jati Gandul yang beralamat di Jalan Puri Pesanggarahan IV Kav NT-24 Kelurahan Cinere Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

Sebelumnya HKBP telah mendapatkan IMB yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Nomor 453.2/229/TKB/1998 tanggal 13 Juni 1998. Pendeta Simon Todingallo menjelaskan, penolakan tersebut karena dasar pencabutan IMB tidak mengacu kepada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksana Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala daerah dalam kerukunan Umat Beragama, pemberdayaan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Pendirian Rumah Ibadah.

“Seyogyanya rekomendasi penolakan harusnya dari FKUB Kota Depok dan bukan dari Wali Kota Depok,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Gereja HKBP Cinere Betty Sitompul mengatakan, pencabutan IMB tersebut merupakan suatu keputusan yang mengejutkan karena pada tahun 1998, HKBP telah berhasil memperoleh IMB dengan No 453.2/229.TKB/1998 dari Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor untuk membangun tempat ibadah dan ruang serbaguna.

Betty menjelaskan pada tahun 1997 membeli tanah seluas 5.000 di daerah tersebut untuk dibangun gereja dan ruang serbaguna. Setelah mendapatkan IMB tersebut maka mulai melakukan pembangunan, karena terbatasnya dana maka pembangunan dihentikan.

Akan tetapi, ketika akan mulai pembangunan kembali pada tahun 2008 ada sekelompok warga yang memprotes pembangunan gereja tersebut, dan meminta untuk dihentikan. “Warga yang protes sebagian besar justru bukan warga di sekitar gereja, melainkan warga dari daerah lainnya seperti Pondok Cabe,” ujarnya.

Karena situasi memanas maka Wali Kota Depok pada saat itu, Badrul Kamal, memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan gereja. Penundaan tersebut berjalan terus-menerus tanpa adanya penyelesaian yang jelas. Oleh karena itu, pada Oktober 2007 pihak panitia pembangunan gereja berupaya untuk melanjutkan pembangunan gereja.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengirim surat kepada Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang isinya menyatakan bahwa HKBP berniat untuk melanjutkan pembangunan. Surat tersebut dikirim pada Januari 2008.

“Kami tunggu 6 bulan ternyata tidak digubris, kami kirim lagi pada bulan Juni. Ternyata surat yang kedua itu pun tidak mendapat tanggapan dari wali kota,” katanya.

Pada Februari 2009, pihak HKBP kembali mengirim surat ke wali kota yang intinya meminta berdialog agar menemukan solusi atas kasus ini. Ternyata pada 19 Februari, pihak masyarakat yang menolak juga mengirim surat kepada wali kota yang intinya agar IMB pembangunan gereja dicabut.

Puncaknya adalah pada 27 Maret 2009, Wali Kota Depok mengeluarkan surat yang intinya mencabut IMB pembangunan gereja atas nama HKBP Pangkalan Jati Gandul. “Kami menyesalkan keputusan wali kota tersebut,” katanya.
BNJ
Sumber : Antara

Ironi Pemilu Indonesia…. apa terjadi lagi….?

Kita patut merasa lega dan bangga karena kesadaran politik rakyat Indonesia ternyata sudah sangat tinggi. Pemilu 2009 membuktikan untuk kesekian kalinya bahwa rakyat Indonesia sudah sangat dewasa dan matang dalam berdemokrasi. Jika di banyak negara lain masa kampanye dan hari pemilihan selalu menimbulkan kecemasan bakal terjadi kerusuhan, di Indonesia mah asyik-asyik aja…..

Pada kampanye kemarin masyarakat Indonesia sangat nyantai, karena hampir semua acara kampanye menyuguhkan konser musik dan goyang erotis ….biduan-biduan seksi. Dan, partai-partai yang dulunya ngotot menggolkan UU Pornografi…., kali ini sengaja melanggar undang-undang “porno” itu demi menghibur rakyat. Nah lo…..

Paska bercerainya PD-Golkar, maka bermunculanlah tokoh2 yang menjadi cawapres pendamping SBY, yang kesemuanya berasal dari berbagai partai.

Kriteria wapres yang diinginkan SBY, yaitu bukan ketua partai, jelas dan kasar sekali mengindikasikan…. “Saya tidak menginginkan JK jadi wapres.

Dugaan pengamat politik , SBY tidak menginginkan JK karena:

1. JK adalah seorang saudagar yang berhasil dan punya latar belakang pendidikan ekonomi. Jadi sangat menguasai bidang itu. Dalam mengambil kebijakan ekonomi dia berani, lugas dan cepat. Matahari-nya lebih terang dari SBY yang terkesan ragu, lamban.

2. Bisa jadi SBY menginginkan wapres seperti di zaman Orla dan Orba, sehingga hanya ada satu matahari yang ada dilangit Indonesia.

3. Dengan menolak JK maka perpecahan antara fakkasi -faksi didalam Golkar bisa di-blow up. Dengan demikian akan menguntungkan SBY dalam jangka panjang.

Untuk periode 2004-2009 Demokrat hanya dapat 8% suara karena itu mereka mengambil sikap seperti rendah hati dan santun. Golkar yang 21% dijadikan tameng untuk membela kebijakan pemerintah di DPR.

Sekarang Demokrat dapat 20% dan berani mengeluarkan sikap “aslinya”. Sikap santun sudah hilang. Penetapan kriteria cawapres adalah bukti nyata sudah tidak ada lagi kesantunan.

Yang aneh dari semua itu ialah, PD bermanuver seolah-olah Capresnya sudah pasti terpilih jadi Presiden. Padahal kehendak manusia itu adalah angan angan. Kehendak Tuhan itulah yang terjadi.

Apakah kejadian seperti dibawah ini akan terjadi lagi… :

* 1999 PDIP menang mutlak tetapi Megawati… tidak jadi Presiden

* 2004 Golkar Menang tetapi Wiranto Jago Golkar…. Gak jadi Presiden

* 2009 Partai Demokrat Menang …. Apa yang akan terjadi…..?

Hanya sekedar… menulis… tak ada tendesi apa-apa…..

Menlu AS Hillary Clinton, AS Minta Otonomi Luas bagi Papua

NKRI diuji lagi…. apa yang terjadi berikutnya…?

Kamis, 23 April 2009 | 09:56 WIB

WASHINGTON,KOMPAS.com-Amerika Serikat menyerukan kepada Indonesia supaya memberikan otonomi yang lebih luas kepada provinsi Papua.

Menurut Menlu AS Hillary Clinton, Rabu (22/4) waktu AS, Papua perlu didukung dalam usahanya mendapat otonomi yang luas, dan adanya perlindungan hak asasi bagi warganya. Hillary mengatakan, pemerintahan Presiden Barack Obama akan membahas soal ini dengan pemerintah Indonesia. Belum ada tanggapan dari pemerintah Indonesia terkait seruan ini.

Beberapa orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi ketika berlangsung pemilihan anggota DPR bulan ini. Aktivis Papua mengatakan, polisi menembak dan melukai sedikitnya empat orang demonstran ketika diadakan rapat umum yang menyerukan kemerdekaan Papua dan diboikotnya pemilihan umum. Polisi membantah telah melepaskan tembakan, tapi mengakui mengadakan razia.
ONO
Sumber : VOA

SBY Harusnya Terima Kasih kepada JK dan Mungkinkah JK Mundur dari Kursi Wapres?

SBY Harusnya Terima Kasih kepada JK JAKARTA, KOMPAS.com —

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya berterima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Yudhoyono tidak sepatutnya mengabaikan Kalla karena banyak berperan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Panda Nababan menyampaikan hal itu menanggapi keputusan Partai Golkar yang sudah memutuskan untuk tidak berkoalisi dengan Partai Demokrat karena tidak lagi berniat melanjutkan duet SBY-JK. “Secara obyektif dan kenyataan kepemimpinan duet SBY-JK, sudah sewajarnya SBY berterima kasih kepada JK karena banyak kelemahan-kelemahan yang ada pada SBY ditutupi oleh JK dengan kecepatan dan kelincahan daripada JK mengatasi berbagai persoalan dan cepat mengambil keputusan,” papar Panda saat berbincang-bincang dengan pers di Jalan Teuku Umar, Rabu (22/4). Panda juga menegaskan bahwa Kalla memang memiliki kemampuan mengelola pemerintahan yang lebih cepat dan baik, seperti yang dikampanyekan Kalla. “Jadi kalau dia kampanye lebih cepat lebih baik itulah aslinya. Sangatlah disayangkan kalau itikat baik, budi baik, ketulusan dia sebagai wakil presiden dalam keterlibatan kepemimpinan duet SBY-JK itu diabaikan,” ungkap Panda.

Mungkinkah JK Mundur dari Kursi Wapres?
Muhammad Nur Hayid – detikPemilu

Jakarta – Hubungan SBY-JK sebagai presiden dan wapres diuji dengan cerainya Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar dalam upaya koalisi 2009-2014. Tanda-tanda keduanya tak harmonis makin terlihat. Salah satunya Wapres JK tidak hadir dalam rapat terbatas. Mungkinkah JK mundur dari Wapres?

Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden SBY di Kantor Presiden, Rabu (22/4/2009), JK sebelumnya menyampaikan konfirmasi akan hadir. Namun, hingga acara dimulai, JK belum datang. Sebagian menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang berasal dari Golkar juga tak terlihat.

Pemandangan seperti ini tentu menjadi tanda tanya wartawan. Apakah SBY-JK makin tidak harmonis setelah Golkar dan PD batal berkoalisi di Pilpres 2009? Akankah ketidakharmonisan ini berujung pada mundurnya JK dari kursi wapres sebagaimana mundurnya M Hatta meninggalkan Soekarno? Apa pun bisa saja terjadi.

Kasus mundurnya wapres di Indonesia sudah ada dalam torehan sejarah. Mohammad Hatta adalah orang yang berani meninggalkan kursi empuk wapres demi mempertahankan harga diri dan idealisme perjuangan. Banyak orang menyebut pasangan SBY-JK sebagai dwitunggal baru setelah Soekarno-Hatta. Akankah nasib dwitunggal pendiri bangsa ini juga akan dialami dwitunggal SBY-JK?

Sumber detikcom di DPP Golkar menjelaskan JK benar-benar marah dan tersinggung atas arogansi SBY dan PD yang tidak menerima kembali dirinya sebagai cawapres dalam pilpres 2009. Penolakan SBY terhadap JK ini dinilai sebagai bentuk kesombongan dan tidak tahu terima kasih. Sebab, menurut Golkar, tanpa perjuangan JK dalam mengawal pemerintahan selama ini, bukan tidak mungkin SBY dijungkalkan di tengah jalan.

“Beliau pasti terpukul dengan penolakan SBY. Semua pengorbanannya selama ini tidak dihargai. Bukan tidak mungkin beliau akan mundur kalau kemudian hubungan dalam sisa waktu yang ada tidak semakin baik,” papar sumber itu kepada detikcom, Rabu (22/4/2009).

Sumber tersebut menjelaskan betapa besarnya kontribusi JK terhadap stabilitas pemerintahan SBY. Kontribusi JK tidak hanya dalam wilayah kebijakan nasional yang bersifat solutif seperti menyelesaikan Aceh, menaikkan harga BBM dan kebijakan lainnya. Tetapi JK juga berhasil membuat para politisi Golkar di Senayan selalu tunduk dan patuh dengan apa pun kebijakan SBY meski tidak populer di mata rakyat.

“Banyak kebijakan JK yang kemudian berhasil tapi yang mengklaim itu SBY, seperti Aceh, BBM, impor beras dan lain-lain. Belum lagi soal sikap Golkar yang pasang badan penuh untuk pemerintahan SBY. Semua hak angket dan interpelasi yang mengancam SBY digagalkan. Tetapi apa balasannya? Ini semua tidak ada harganya, semua dibalas dengan penolakan begitu saja, apa ini bentuk terima kasih?” kata sumber tersebut.

Jika benar JK mundur dari kursi wapres, bisa jadi akan membuat politik Tanah Air semakin runyam. Bagaimana tidak, di saat PD dan SBY percaya diri dengan kemenangannya dalam pemilu legislatif 9 April, kelompok yang kalah yang tergabung dalam kelompok Teuku Umar bersiap-siap memboikot Pilpres.

Menurut sumber tersebut, seharusnya SBY sebanyak mungkin merangkul ‘lawan’ politiknya untuk menghadang gerakan kelompok Teuku Umar. Tetapi faktanya, SBY justru melepas aliansi strategis Partai Golkar. “Hal ini tentu akan semakin memperkuat para lawan politik SBY jika kemudian JK bergabung dengan kelompok ini. Kalau ini yang terjadi, lagi-lagi rakyat yang akan menjadi korban,” kata dia.

Dalam catatan sejarah, duet Mega-Hamzah Haz memberikan contoh yang baik. Meski Mega dan Hamzah sama-sama maju dalam Pilpres 2004, namun Mega dan Hamzah tetap bisa menjalankan tugas negara dengan baik. Hamzah yang saat itu mencalonkan presiden berduet dengan Agum Gumelar, sementara Megawati berduet dengan Hasyim Muzadi. Namun, meski PPP saat itu tidak melakukan koalisi dengan PDIP, Hamzah tetap berduet dengan Mega hingga periode pemerintahan berakhir. ( yid / asy )

Mengerikan : Wah, Darah PMI Mengandung Virus HIV/AIDS

Wah, Darah PMI Mengandung Virus HIV/AIDS

Selasa, 21 April 2009 | 14:18 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com — Sekitar 10 persen darah yang disumbangkan sukarelawan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, selama 2008 lalu mengandung virus HIV/AIDS.

PMI langsung memusnahkan darah yang tercemar itu dengan cara dibakar. “Pemusnahan darahnya dilakukan di Jakarta,” kata Ketua Badan Narkotika Karawang (BNK) Eli Amalia Priatna di Karawang, Selasa (21/4).

Dikatakannya, dibandingkan dengan jumlah darah yang steril, darah yang tercemar virus HIV/AIDS itu terbilang sedikit. “Kebutuhan darah di PMI Karawang sebanyak 900 labuh, dan saat ini stok labuh darah di PMI Karawang masih mencukupi,” katanya.

Sementara itu, jumlah penderita HIV/AIDS di Karawang selama tahun 2008 sebanyak 616 orang, dan 60 orang di antaranya meninggal dunia. “Jumlah yang tercatat itu baru penderita yang melakukan pemeriksaan. Jadi, orang yang tidak melakukan pemeriksaan tidak diketahui positif atau tidaknya,” katanya.

Eli yang juga Wakil Bupati Karawang itu mengatakan, rata-rata penderita HIV/AIDS di Karawang akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian, dan hanya sebagian kecil penderita yang tertular akibat hubungan seks.

Hati-hati : Saatnya Nasabah Bank “Kecil” pindah Bank….

Bagi nasabah bank kecil saatnya untuk pindah bank sebelum kejadian seperti ban IFI terjadi.

Penyesalan kemudian tiada berguna….

Puluhan Bank Berpeluang Menyusul Likuidasi Bank IFI
Alih Istik Wahyuni – detikFinance


Jakarta – Sekitar 30 hingga 50 bank berskala kecil saat ini menghadapi ancaman yang sama dengan kasus Bank IFI. Bank milik pengusaha Bambang Rachmadi itu dilikuidasi oleh BI karena seretnya modal dan kredit macet yang membengkak.

Menurut pengamat perbankan Aviliani, puluhan bank tersebut adalah bank skala kecil yang memiliki modal di bawah Rp 1 triliun. Meski tidak berdampak sistemik, jika semakin banyak bank berskala kecil yang menyusul dilikuidasi, maka bisa menurunkan kredibilitas perbankan nasional.

“Sekitar 30-50 bank yang bisa mengalami seperti itu. Mereka adalah bank yang modalnya Rp 1 triliun ke bawah. Memang tidak sistemik, karena ada 15 bank besar yang mengusasi 70% aset. Tapi kan pemerintah harus menyiapkan juga, apalagi yang bahaya adalah krisis kredibilitas,” katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (19/4/2009).

Ia menjelaskan, bank-bank kecil memang sedang mengalami ujian likuiditas sejak krisis moneter global melanda mulai Oktober 2008. Sejak itu, kepercayaan nasabah pada bank-bank kecil menurun dan nasabah pun berbondong-bondong mengalihkan dananya ke bank-bank besar.

Bank-bank skala kecil pun makin kesulitan likuiditas. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab suku bunga bank enggan turun meski BI Rate sudah dipangkas beberapa kali.

“Inilah mengapa meski SBI turun, suku bunga bank nggak turun-turun. Karena bank sedang sulit mencari dana, mereka mencarinya dengan menjaga suku bunganya. Tapi dana yang didapat hanya bisa untuk likuiditas saja, tidak bisa untuk menyalurkan kredit lagi. Bagi bank yang portofolio kreditnya tidak banyak, begitu sebagian bermasalah, maka NPL-nya jadi membesar,” jelasnya.

Kondisi perbankan skala kecil ini makin diperparah karena tidak ada jaminan pinjaman antar bank. Padahal pinjaman antar bank merupakan salah satu alternatif bagi perbankan kecil untuk menambah modalnya.(lih/qom)

Likuidasi Bank IFI
Kepercayaan Nasabah Terhadap Bank Kecil Bisa Turun
Wahyu Daniel – detikFinance
Jakarta – Likuidasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) terhadap Bank IFI bisa menurunkan kepercayaan nasabah terhadap bank-bank kecil di Indonesia, ini dikhawatirkan akan mematikan usaha bank-bank kecil.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (17/4/2009).

“Dampak yang sangat serius adalah semakin banyak nasabah yang menyerbu obligasi pemerintah, karena selain yield-nya (imbal hasil) bisa lebih tinggi dari deposito, dana investasinya juga terjamin 100% semuanya,” ujarnya.

Dradjad mengatakan langkah BI menghentikan usaha Bank IFI sudah tepat, meskipun dinilai terlambat. “Memang bank tersebut harus ditutup, malah seharusnya sejak dulu. BI kadang terlalu memberi ruangan kepada bank, meski tahu bank tersebut sangat bermasalah. Jadi langkah BI menutup bank ini sangat tepat, meski terlambat sebenarnya,” katanya.

Jadi menurut Dradjad, memang tidak ada dampak sistemik dari ditutupnya Bank IFI, tapi dampak psikologis terhadap bank-bank kecil lain ada karena kepercayaan nasabah akan menurun. “Bank Century masih belum lama kasusnya, sekarang ada masalah Bank IFI. Sementara BI pernah menyatakan bank-bank aman-aman saja,” cetusnya.

Karena itu untuk mencegah efek psikologis tersebut, seluruh dana nasabah simpanan yang termasuk penjaminan harus segera dikembalikan. “Jangan sampai ada satu saja nasabah yang dijamin yang tidak bisa menarik dananya,” imbuhnya.
(dnl/dnl)