The Old Brain: Otak pengambil Keputusan.

M3: The Old Brain: Otak pengambil Keputusan.

Bagikan

Minggu pukul 22:52

Diunggah melalui Facebook Seluler
The Old Brain.

Triune Brain Theory:
The Old Brain: Three Brains and One Decision Maker.

Konsep Triune Brain adalah konsep penyederhanaan tentang otak menjadi 3 bagian, yang ditemukan oleh Neuroscientist Paul D. MacLean, dan dipopulerkan oleh Carl Sagan. Model pemahaman otak yang berlandaskan pada teori evolusi sejak 450 juta tahun yang lalu. Evolusi otak manusia dimulai dengan adanya Otak Tua, atau Reptilian Brain dan berkembang menjadi Mamalian Brain dan terus sampai pada Neo Cortex.

Ketiga otak kita mempunyai fungsi yang berbeda: Paling luar, yang hanya dimiliki oleh manusia saja, adalah “Otak Baru” kita, The New Brain, Neo Cortex, berpikir dan menganalisa keadaan, menghitung untung rugi dan berinovasi. Otak inilah yang dipakai untuk memahami bahasa, berhitung, angka, huruf. Dan disinilah kita membagi otak kita menjadi otak kanan dan kiri. Otak tentang seni, dan angka.

Masuk lebih dalam adalah “Otak Tengah” kita, The Middle Brain, Lymbic, merasakan dan menggunakan intuisi. Inilah otak emosi kita, yang ada pada mamal, disebut juga mamalian brain. Otak ini yang mengatur emosi kita, kasihan, sedih, senang, dan otak ini memberi instruksi untuk membuat dada kita merasa nyaman saat kita berbahagia. Otak ini yang mengingat wajah teman kita, tapi Neo Cortex yang mengingat namanya. Otak tengah lebih mampu mengingat dari otak baru kita, oleh sebab itu kita ingat wajah teman kita tapi lupa namanya pada saat reuni.

Yang paling dalam adalah “Otak Tua” kita, The Old Brain, atau Reptilian brain. Inilah otak pengambil keputusan berdasarkan masukan dari kedua otak yang lain, atau langsung dari sensori yang diterimanya. Otak ini adalah otak paling primitif yang juga mengatur pernafasan, kesadaran, dan bergeraknya fungsi2 organ tubuh kita. Inilah otak yang telah ada pada jaman dinosaurus, pada reptil, burung dan binatang kuno lainnya. Otak ini secara cepat mengambil keputusan dalam bisnis dan kehidupan kita.

Burung takut pada “orang2an” disawah ketika melihatnya. Kitapun terkejut melihat “patung polisi” dijalan. Melihat cicak ataupun tikus mainan pun kita menjerit terkejut langsung melemparkannya. Kita mendadak menangis mendengar lagu kenangan putus cinta kita. Kelima sensori kita bisa langsung menembus ke otak tua kita tanpa sadar dan tanpa melalui pemikiran lebih dulu.

Kalau kita lapar dan berbelanja di super market, kita akan membeli lebih dari yang dibutuhkan. Kalau kita bertemu orang langsung merasa suka atau tidak. Ada teman lama tidak pernah kontak tau2 menelpon dengan ramah, kita langsung tau ada maunya dan segera kita menjaga diri. Kita suka wajah cantik, rasa manis dan anak yang lucu. Semua keputusan itu diambil otak tua kita bahkan sebelum kita sempat memikirkannya. Bahkan pada anjing, kucing pun terjadi hal yang sama, analisa tidak sadarnya akan gaya kita, bau tubuh kita, gerak gerik kita dianalisa dan langsung anjing atau kucing itu memutuskan untuk berteman atau tidak dengan anda.

Dengan konsep tiga otak ini, akan mudah dipahami tentang “Thinking, Feeling, and Willing” (Berfikir, Perasaan dan Kemauan); ataupun “Head, Heart, and Gut” (Kepala, Hati, Nyali). Otak berpikir kita, kita anggap sebagai “kepala”, dan otak tengah kita “hati” atau emosi atau perasaan, sedangkan otak tua kita adalah “nyali”, keberanian, pengambilan keputusan.

Dalam kehidupan sehari hari, biasanya kita berpikir secara logis untung rugi sesuatu, lalu mulai mempertimbangkan suka atau tidak, baru memutuskan untuk mau atau tidak.

Jadi dari otak baru, tengah, tua. Tetapi pada saat tertentu kita dapat memulai dari emosi, langsung mengambil keputusan, baru mencocokkan dengan data yang ada.

Kita berjanji hanya akan minum segelas, ternyata akhirnya mabuk juga. Kita mau bangun pagi jam enam untuk olah raga, tertunda juga. Kita ingin membersihkan kamar kerja kita, belum juga sempat. Kita belanja dengan kartu kredit, selalu berlebihan. Makanpun sering kekenyangan.

Emosi selalu lebih kuat dalam membuat kita mengambil keputusan, otak tengah kita lebih mudah mempengaruhi otak tua kita. Emosi tertentu akan lebih kuat dalam membuat kita mengambil keputusan. Keputusan bisnis dan keputusan kehidupan kita, selalu kita anggap sudah sangat “rasional”, tetapi sebenarnya sangatlah emotional dan sering terjadi bias. Stimuli tertentu akan membuat kita lebih mudah terpengaruh, karena otak tua kita lebih tersentuh dan keputusan terjadi disana, sementara otak rasional kita sering hanya membenarkan apa yang sudah kita pilih saja.

Kemampuan kita memahami peran ketiga otak ini akan bermanfaat untuk dapat membuat kita lebih memfokuskan diri pada “The Old Brain” ini untuk mempengaruhi orang lain, untuk memimpin anak buah, dan untuk menjual produk. Salam sukses selalu.

*Tanadi Santoso, 4 July 2010.

*) Sedang mematangkan dan membenamkan diri pada buku2 dan pemikiran untuk melengkapi pembuatan materi seminar full-day di Jakarta “NeuroSelling: Selling To The Old Brain”.

**)Sekedar survey sederhana: Apakah tulisan M3 ini Terlalu panjang/ terlalu pendek/ cukup dan pas unk bacaan setiap Senin pagi yang saya tulis untuk teman2 di facebook. Silahkan komen, memberi masukan atau apa saja. Terima kasih. Salam Fb.

M3: Monday Morning Memo: tulisan yang saya muat di facebook untuk teman2 setiap senin, dan sering siap di minggu petang tentang apa saja yang berkaitan dengan kreativitas & inovasi ataupun hal-hal ringan lainnya. Atau sekedar pemikiran sederhana

Bocor Alus: Investasi dengan Kebun Emas..

Banyak yang mengira sistem investasi berkebun emas adalah jaminan yang dijaminkan ulang, dan dijaminkan lagi, lalu dijaminkan lagi begitu seterusnya. Yang benar bukan demikian, bahkan kita memperbanyak barang jaminan jadi apabila terjadi kredit macet bank akan dengan mudah memperoleh ganti rugi dari jaminan berupa emas yang kita berikan karena nilai emas sangat likuid. Pernyataan pernyataan dari penulis mengenai persetujuan bank:

“Jangan khawatir dengan Bank, karena dengan konsep ini sama sekali tidak ada yang dirugikan. Saya sudah bicara dengan beberapa kepala cabang bank bahkan dengan Direktur salah satu Bank Syariah, mereka sangat antusias… karena ini merubah paradigma lama, bahwa kalau gadai itu lagi butuh uang, ini gadai menjadi pola investasi. Buat Bank ini merupakan peluang besar karena bisa meningkatkan omset penjualan produk gadainya… saya bahkan mau di Sponsori oleh salah satu Bank Syariah… Funtastic sekali pak…”

Mengenai sistem gadai cerdas menurut pemahaman saya bisa dijelaskan sebagai berikut:

Kita gunakan asumsi sebagai berikut:
– invest rutin 25 gram:
– harga emas 25 gram = 9 jt
– anda punya tambahan uang 3.75jt
– nilai gadai 80% dari harga taksir
– harga taksir bank 300rb/gram
– biaya penitipan 2500/gram/bulan

Nilai taksir dan kondisi aktual di bank mungkin berbeda, yang terbaik adalah:
– nilai gadai tinggi
– biaya rendah
– waktu singkat

Mari kita mulai.
Beli emas batangan 25 gram, gadaikan anda dapat dana segar 6 jt.

300rb x 80% = 240rb x 25gram = 6jt
setor biaya titipan 1 tahun, 2500×25×12 bulan=750rb

Posisi investasi anda menjadi:
1. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi |
750rb -> biaya titip
2. 25 gram

Kalau sudah ada dana tambahan 3.75 jt ulangi langkah diatas lagi, begitu seterusnya sesuai kebutuhan. Kalau sudah lima kali maka posisi menjadi:
1. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi |
750rb -> biaya titip
2. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi |
750rb -> biaya titip
3. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi |
750rb -> biaya titip
4. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi |
750rb -> biaya titip
5. 25 gram (disimpan)

Perhatikan biaya pembelian emas ke-2 dst, 2/3 modal adalah dari bank.

Setelah waktu berlalu, harga naik 30 persen, jadi emas batangan 25 gram sekarang nilainya 12jt, ayo kita panen, langkahnya cukup dibalik saja yaitu:

Jual emas nomor 5, maka anda mendapatkan dana segar 12 jt, dana segar
ini kita pakai untuk menebus 2 emas lainnya. Ulangi sampai semua emas
ditebus, dan jual semuanya.

Maka posisinya:
penjualan emas 5 x 12 jt = 60 jt
tebus gadai 4 x 6 jt = 24 jt
sisa = 36 jt ——> sub total 1

Berapa modal anda?
1. beli emas pertama = 9 jt
2. beli emas ke 2-5 = 3jt x 4 = 12 jt
3. biaya titip 750rb x 4 = 3 jt
total modal = 24 jt ——> sub total 2

Keuntungan anda:
-=[{sub total 1 – sub total 2 = 36 jt – 24 jt = 12 jt}]=-

Perbandingan keuntungan metode biasa vs metode cerdas dg modal awal 24 jt:

Modal 24jt belikan emas sewaktu harga batangan 25 gram = 9jt, maka per
gram berarti 360rb.

24 jt : 360 rb dapat emas 66.66 gram

Ketika harga naik 30% kita jual menjadi rp 468 ribu/gram:
66.66 * 468 ribu = 31,196,880 dikurangi modal 24 jt
-={untung = 7,196,880}=-

Bandingkan dengan sistem cerdas, kuntungan hampir 2 kali lipat.

Kalau harga naik 30% kurang dari satu tahun maka keuntungan lebih banyak lagi karena biaya jasa titip menjadi lebih rendah.

Penjelasan di ebook lebih lengkap dan terperinci disertai juga dengan gambar ilustrasi dan masih ada beberapa tips menarik lainnya. Materi akan diupdate sesuai perkembangan di lapangan.

Emas adalah alat investasi terbaik dikala nilai tukar uang kertas turun. Emas juga perhiasan yang begitu mempesona dan berharga. kenyataannya yang terbaik adalah Harga emas pasti naik dari tahun ke tahun. karena itu, Jangan biarkan emasmu hanya diam! ketahui tips dan trik cara emas bisa berlipat ganda dengan cara yang sangat logis. ada hitungan matematika nya juga. klik disini, temukan caranya.raih impianmu sekarang juga!

http://www.kebunemasscam.com/tag/biaya-jasa-titip