Apa Manfaat Punya NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak)…….

Saat ini sedang marak wacana mengenai perlunya pembuatan NPWP untuk perorangan, konsultasi kali ini mewakili salah satu di antara sekian banyak pertanyaan yang masuk tentang hal tersebut.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada dasarnya harus dimiliki oleh setiap orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Orang pribadi dapat mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak tempat domisi yang bersangkutan atau melalui pendaftaran via internet dengan memanfaatkan fasilitas e-registration, lebih lengkap mengenai PTKP dan pendaftaran via internet dapat dilihat di http://www.pajak.go.id.

Ketentuan perpajakan yang baru semakin mendorong agar perorangan segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP dengan menawarkan manfaat tambahan apabila memiliki NPWP. Manfaat itu antara lain terkait dengan fasilitas sunset policy dan diskriminasi tarif

Salah satu manfaat yang besar dengan mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP adalah dapat memanfaatkan fasilitas sunset policy, yang merupakan fasilitas ‘pengampunan pajak terbatas’. Orang pribadi yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP di tahun 2008 diberikan fasilitas pembebasan atas sanksi bunga atas pajak yang kurang dibayar apabila mereka mau melaporkan dan membayarkan pajak yang selama ini tidak atau kurang dibayarkan.

Manfaat yang lainnya adalah penerapan diskriminasi tariff pemotongan Pajak Penghasilan (PPh). Akan ada pembedaan pengenaan tariff pemotongan PPh antara orang pribadi yang memiliki NPWP dengan orang pribadi yang tidak memiliki NPWP berdasarkan RUU PPh yang akan segera disahkan. Jika tidak memiliki NPWP, maka pemotongan PPh-nya akan dilakukan dengan tariff yang lebih besar 20% dibandingkan jika memiliki NPWP. Tentu saja hal ini akan juga diterapkan di dalam pemotongan PPh pasal 21 atas gaji yang dibayarkan oleh pemberi kerja.

Dalam praktek, ada manfaat lain terkait dengan kepemilikan NPWP. Salah satunya adalah NPWP menjadi persyaratan dalam pengajuan kredit, baik ke bank ataupun lembaga pembiayaan, sampai dengan jumlah tertentu.

Terkait dengan fiskal luar negeri, memang ada rencana untuk membebaskan orang pribadi yang memiliki NPWP dari pemungutan fiskal luar negeri. Namun, hal ini menunggu pengesahan dari RUU PPh yang baru dan aturan pelaksanaannya. Saat ini, fiskal luar negeri yang kita bayarkan dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam penghitungan PPh untuk suatu tahun pajak.

Salam

Iklan

SBY Siap Turunkan Harga BBM

Foto: Setpres

Jakarta – Pemerintah sedang melakukan pembicaraan secara intensif untuk membahas penurunan harga BBM. Jika semua faktor dirasa pas untuk mendukung, maka pemerintah akan segera mengumumkan penurunan harga BBM.

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai menerima menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di kantor presiden, Jakarta, Selasa (28/10/2008).

Presiden menjelaskan, harga minyak mentah dunia memang sudah turun secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Presiden telah memerintahkan Menteri ESDM dan menteri terkait untuk membahas opsi kemungkinan penurunan harga BBM itu.

“Saya minta memang tidak perlu ada publikasi, saya khawatir karena memang harga minyak ini meskipun terakhir-terakhir turun tetapi fluktuasi setiap saat masih tinggi. Naik turun, up and down. Namun masih terus dilakukan excercise karena kecenderungannya memang betul-betul menurun,” jelas SBY.

Pemerintah juga harus membahasnya dengan DPR mengingat penurunan harga BBM ada keterkaitannya dengan angka subsidi BBM. Dengan penurunan harga minyak ini, menurut presiden, subsidi BBM sudah berkurang.

“Sesungguhnya dengan penurunan harga crude, subsidi memang berkurang, namun penerimaan negara dari crude juga berkurang, inilah yang diolah faktor harga yang berlaku, ICP lantas dikaitkan dengan subsidi tahun 2008, dikaitkan dengan kurs dan faktor-faktor lain untuk betul ada satu kesimpulan,” jelas presiden.

“Kemungkinan penurunan harga BBM ini kini sedang secara intensif kita lakukan dan andai kata semuanya pas, saya akan mengambil keputusan untuk penurunan harga BBM,” imbuh presiden.

Dan jika suatu saat harga minyak naik lagi, presiden memastikan kenaikan harganya tidak akan melebihi harga saat ini.

“Kita pastikan kalau suatu saat tiba-tiba naik lagi, kenaikan harga itu tidak boleh lebih tinggi dari sekarang. Jadi harga sekarang ini katakanlah harga in ceilling price, harapan kita kalau ini turun terus dan dihitung dengan hitungan pas, maka itu menjadi kewajiban moral saya untuk mengurangi beban-benan saudara kita,” pungkas presiden.

Berdasarkan data Departemen ESDM, rata-rata harga minyak Indonesia atau ICP Januari-Oktober 2008 sebesar US$ 107,89. Angka ini berarti masih lebih tinggi dari rata-rata ICP yang ditetapkan dalam APBNP 2008 sebesar US$ 83 per barel.

Pada perdagangan Senin di pasar Singapura, harga minyak mentah dunia kembali turun. Minyak jenis light pengiriman Desember turun 90 sen ke level US$ 62,32 per barel. Sementara minyak jenis Brent turun 1,21 dolar ke level US$ 60,20 per barel.

Pemerintah terhitung mulai 24 Mei lalu menaikkan harga BBM, seiring harga minyak mentah dunia yang terus melonjak. Harga premium naik jadi Rp 6.000, minyak tanah Rp 2.500 dan solar Rp 5.500 per liter.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono siap mengambil risiko apapun untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis keuangan global.

“Tetapi saya sebagai Presiden harus siap ambil risiko yang penting selamat ekonomi kita. Kalau memerlukan Perpu, atau memerlukan pemerintah yang baru saya ambil semua itu demi sekali keselamatan kita,” ujar SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/10/2008).

Presiden SBY akan mengambil langkah-langkah lanjutan untuk mengantisipasi dan mencegah dampak krisis keuangan global.

“Kita segera lakukan langkah-langkah yang lain pula. Dan para menteri, Gubernur BI, sedang bekerja hari ini. Insya Allah kemungkinan malam nanti saya putuskan langkah-langkah itu segera saya jalankan. Saudara tahu di dalam krisis itu yang harus kita lakukan adalah kebijakan dan langkah yang tepat, risiko selalu ada,” tegasnya.

Krisis keuangan global saat ini belum juga reda, Presiden SBY yang baru saja mengikuti pertemuan Asia Europe Meeting (ASEM) di Beijing beberapa waktu lalu mengatakan pemimpin dunia lainnya juga menghadapi masalah yang sama.

“Sebagian ada yang lebih buruk mungkin ada yang ringan, oleh karena itu kita terus melakukan tiap hari langkah-langkah untuk melakukan kebijakan yang tepat hari ini pun kita melihat pergerakan rupiah, pergerakan saham, maupun pergerakan saham dan nilai tukar negara lain,” ujarnya

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengumumkan kebijakan-kebijakan baru untuk mengantisipasi krisis keuangan global pada malam ini.

“Kita segera lakukan langkah-langkah yang lain pula. Dan para menteri, Gubernur BI, sedang bekerja hari ini. Insya Allah kemungkinan malam nanti saya putuskan langkah-langkah itu segera saya jalankan,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/10/2008).

Presiden SBY mengaku dirinya terus mencermati tiap hari pergerakan nilai tukar rupiah, indeks saham dan pergerakan saham di negara lain. Seperti diketahui, IHSG dan nilai tukar rupiah mencatat penurunan besar dibandingkan negara-negara lain. Selain pasar finansial, harga-harga komoditas pun kini juga terkena imbasnya.

“Yang kedua saudara ketahui juga bahwa karena krisis keuangan, akhirnya di dunia juga terjadi penciutan pasar, demand terhadap produk Indonesia termasuk CPO,” ujarnya.

Selain mengenai krisis itu, Presiden juga berbicara mengenai energi alternatif. Pengembangan bahan bakar nabati terus dilakukan oleh pemerintah setelah secara intensif sejak tahun 2005-2006.

“Oleh karena itu kebijakan politik kita, politik dagang kita akhirnya meniscayakan untuk betul-betul bisa digunakan lebih banyak lagi di dalam negeri. Saya minta Menteri ESDM, Pertamina, untuk segera melaksanakan langkah-langkah nyata, jangan sampai ada jarak keputusan yang kita ambil dengan implementasi nanti di lapangan,” ujarnya

setiap hari IHSG rata-rata minus -6.50%

Melihat setiap hari IHSG rata-rata minus  -6.50%  / hari … kalo hal ini terus berlanjut maka… yang terjadi seperti dibawah….. ( kondisi ini punyaknya… BB group masih dikandangi.. kalo dilepas….. wush……wush…

IHSG DAY
1166.41 —- 0 senin 27/10/2008
1090.59 —- 1 selasa 28/10/2008
1019.70 —- 2 rabu 29/10/2008
953.42 —- 3 kamis 30/10/2008
891.45 —- 4 jumat 31/10/2008===========
833.51 —- 5
779.33 —- 6
728.67 —- 7
681.31 —- 8
637.02 —- 9
595.62 —- 10
556.90 —- 11
520.70 —- 12
486.86 —- 13
455.21 —- 14
425.62 —- 15
397.96 —- 16
372.09 —- 17
347.90 —- 18
325.29 —- 19
304.15 —- 20
284.38 —- 21
265.89 —- 22

Roy Suryo Diadukan ke Polisi

BANDA ACEH, SENIN – Pakar telematika dan calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Senin (27/10) petang, dilaporkan ke Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam atas kasus pencemaran nama baik. Roy Suryo dilaporkan oleh kuasa hukum Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim, karena dinilai telah memberikan penjelasan di luar kapasitasnya sebagai seorang ahli telematika.

Kuasa hukum Akmal Ibrahim, T Kamal Farza, ditemui di markas Polda NAD, Senin petang, menyatakan, kliennya merasa telah dicemarkan nama baiknya karena Roy Suryo berbicara berdasarkan fakta-fakta yang sumir. Dalam rilis yang diterima dari pengacara tersebut, dinyatakan, Roy Suryo mengaku bahwa perempuan yang bersama dengan Akmal Ibrahim bukan merupakan istri pelapor. Pernyataan Roy, kata Kamal Farza, didasarkan atas dua foto pembanding yang dimiliki Roy Suryo.

Menurut Kamal Farza, Roy Suryo telah melakukan penyederhanaan masalah dan langsung pada kesimpulan akhir yang sangat merugikan kliennya sebagai pejabat publik di Aceh Barat Daya. Di samping itu, Kamal Farza juga menilai, seharusnya analisis Roy hanya sebatas pada asli atau tidaknya foto yang beredar tersebut. Bukan pada benar atau tidaknya perempuan yang berada pada foto tersebut.

Kasus foto ini mencuat sejak beberapa waktu lalu. Dalam foto yang sudah beredar luas di masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam, Akmal Ibrahim, yang merupakan mantan wartawan salah satu koran lokal di Aceh, berpose mesra dengan seorang perempuan. Akmal sendiri, salam salah satu layanan pesan singkatnya menyatakan, perempuan yang ada dalam foto tersebut adalah istrinya, Ida.

===

Wah gara-gara salah analisis foto gitu ya bos…..? pakar telematika bisa salah juga ya…..

Tua Kaya Raya atau Sengsara, Mana Pilihan Anda?

Beberapa waktu yang lalu, saya dikagetkan dengan tulisan di suatu tabloid, mengenai Sang Superstar Michael Jackson yang dikabarkan bangkrut dan meninggalkan banyak utang di usianya yang menjelang 50 tahun. Bahkan ranch

kebanggan sang Superstar, Neverland yang berisi beraneka ragam hewan eksotis, dikabarkan akan segera dilego.

Biaya hidup sang bintang dan perawatan ranch mahal tersebut yang diperkirakan mencapai USD 2 juta (Rp 17 miliar) per bulan akan menambah berat beban utangnya yang diperkirakan sekitar USD 70 juta (sekitar Rp 595 miliar).

Yang membuat hati saya miris adalah, siapa yang tidak kenal Michael Jackson? Superstar yang kaya raya, mencetak begitu banyak hit dan penjualan album yang luar biasa, kok bisa-bisanya hampir bangkrut? Michael Jackson yang superkaya saja bisa bangkrut, apalagi kita. Kembali saya merenung, memang sebagai manusia, tidak ada yang bisa memprediksikan masa depan. Tapi kalau memikirkan hanya pasrah tanpa berjuang, kok rasanya juga tidak baik. Tuhan saja menjanjikan akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut mau berjuang.

Menurut saya, ada 2 kata kunci yang bisa kita pegang: menabung dan menabung. Sederhana memang, cuma menabung. Akan tetapi pengalaman saya sebagai perencana keuangan membuat saya berpikir ulang, ternyata membuat orang untuk menabung, luar biasa susahnya. Bagaimana tidak? Banyak klien yang komplain, tak bisa menabung karena harga barang barang naik, ada kebutuhan mendadak, kepincut beli tas Louise Vitton terbaru, dan seribu satu alasan lainnya. Padahal kalau mau diteliti lebih dalam, sebenarnya ini berpulang kepada perencaan keuangan yang salah, gaya hidup yang boros dan satu hal yang paling penting, kemauan dan tekad bulat untuk menabung.

Merupakan hal yang cukup unik, mengingat kita begitu mudah untuk berbelanja atau menukar handphone lama kita dengan handphone baru, dibandingkan untuk menabung. Atau nongkrong berjam-jam di kafe mahal yang sekali nongkrong bisa menghabiskan uang ratusan ribu rupiah dibandingkan menabung. Dan berbagai gaya hidup metropolis lainnya yang tanpa sadar menjadi “siluman” pengeruk uang kita. Sebenarnya ada beberapa cara agar menabung bisa dijadikan sebagai gaya hidup kita, berikut tipsnya:

1. Punya impian
Ada orang bijak yang mengatakan, ”Tak ada yang lebih menyakitkan daripada hidup tidak punya impian.” Jadi mulailah dengan mempunyai impian. Ada salah satu klien saya yang mempunyai impian sederhana tapi sangat spesifik, yaitu membeli rumah tanpa utang ketika mencapai umur 40 tahun (umurnya sekarang 25 tahun). Setelah melalui perhitungan dan analisa risiko, dia menabung setiap bulan sebesar Rp 2,5 juta ke dalam reksa dana saham yang terus-menerus di-rebalancing, sehingga pada umur 40 tahun, dia bisa membeli rumah idamannya.

2. Pay your self first before you pay others
Ketika kita gajian tiap bulan, atau ketika kita menerima uang, seringkali kita harus membayar orang lain lebih dulu, membayar perusahaan listrik untuk tagihan listrik, membayar perusahaan telepon untuk tagihan telepon, membayar gaji pembantu, membayar uang sekolah, dan sisanya (kalau ada sisa), barulah dipikir-pikir untuk menabung (kalau tidak tergoda sale di mal).

Kalau caranya begini, kapan kita bisa kaya? Kapan kita bisa pensiun dini? Dan yang terpenting, kapan bisa tercapai tujuan keuangan kita tanpa utang? Cara yang terbaik adalah pay your self first, gaji diri Anda terlebih dahulu, tabung uang Anda di awal bulan, investasikan uang Anda di awal ketika Anda menerima uang. Sebab “gaji” yang Anda bayarkan ke diri Anda sendiri ini, akan dapat mewujudkan impian Anda tanpa anda perlu berutang ke sana ke mari.

3. Pikir sejuta kali, kalau perlu semiliar kali untuk berutang
Bila Anda punya pikiran, “Sepertinya enak nih, naik mobil pribadi, capek naik motor terus, tapi uang di tabungan belum cukup, utang aja ah”, pikir sejuta kali. Atau, Anda punya pikiran seperti ini, ”Sepatunya keren banget, diskon 10% lagi, tapi belum gajian nih. Gesek aja ah, nanti pas gajian baru dibayar (dijamin, pas gajian pun, tidak dibayar)”, pikir semiliar kali.

Amerika, perekonomiannya sedang mengalami deep crisis karena utang. Amerika, negara superpower pun bisa terkena krisis karena utang mortgage, apalagi kita. Bunga bank terutama bunga kartu kredit yang mencapai 3-3,5% per bulan atau 42 % per tahun, merupakan utang yang sangat mahal. Investasi mana yang bisa memberikan return sebesar itu per tahun? Jadi please, consider, consider and reconsider again, kalau Anda ingin berutang.

4. Bergaya hidup sederhana
Warren Buffet, salah satu pria terkaya di dunia, pemilik perusahaan Berkshire Hathaway, yang selembar saham perusahaannya mencapai nilai ribuan dollar, mempunyai gaya hidup yang sangat menarik. Dia tinggal di rumah yang sama yang dia beli 30 tahun yang lalu, dan setiap anaknya hanya diberi uang yang cukup sedikit untuk ukuran orang superkaya seperti dirinya.

Dia tidak terlena dengan gaya hidup mewah, sebab Buffet tahu benar, extravaganza life style comes with the expensive price. Oleh sebab itu, dia tidak pernah tertarik untuk bergaya hidup mewah. Rumah yang besar, pajaknya pun pasti mahal, begitu juga dengan perawatannya.

Bila keempat langkah tadi sudah berhasil diterapkan, bersiaplah untuk menyambut masa depan yang lebih terjamin, nyaman, dan pasti terbebas dari lilitan utang. Don’t worry, pengorbanan yang Anda lakukan sekarang, akan berbuah sangat manis di kemudian hari. Jadi pilih mana? Muda gemar menabung tua kaya raya, atau muda hura hura mati sengsara? The choice is yours.

Penulis: Fauziah Arsiyanti, SE, MM, Dipl. FP, konsultan dan perencana keuangan dari First Principal Financial-Singapore

waduh…. Sedikit Lagi Rupiah 10.000 per dollar AS

Sedikit Lagi Rupiah 10.000
Jumat, 24 Oktober 2008 | 11:04 WIB

JAKARTA, JUMAT – Sejengkal lagi rupiah menyentuh level Rp 10.000 . Saat ini ada di posisi Rp 9.998 per dollar AS, setelah pada Jumat (24/10) menguat ke Rp 9.940 per dollar AS karenqa Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan giro wajib minimum (GWM).

“BI melonggarkan aturan GWM untuk melonggarkan likuiditas perbankan yang saat ini ketat, akibat menurunnya perolehan dana pihak ketiga (DPK) dari penabung,” kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta.

Ia mengatakan, BI berusaha memicu perbankan untuk tetap melaksanakan fungsi intermediasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

Namun, lanjut dia, BI sendiri masih belum menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate), sehingga kecenderungan tingkat suku bunga tinggi masih mendominasi pasar. “Kami optimis apabila laju inflasi 2008 mengendor, maka BI akan segera menyesuaikannya, tapi untuk bulan ini diperkirakan laju inflasi masih tinggi,” ucapnya.

Rupiah, menurut dia, kemungkinan akan bisa menembus angka Rp 10.000 per dollar AS pada akhir bulan ini, karena tekanan krisis keuangan yang bermula dari Amerika Serikat makin terasa.

“Penurunan rupiah juga akibat melemahnya bursa regional yang berdampak negatif terhadap bursa Indonesia, sehingga memberikan nilai negatif terhadap rupiah,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, rupiah masih berpeluang untuk menguat, setelah bank-bank sentral dunia melakukan kerja sama menyuntik dana baru ke pasar global. “Suntikan dana baru itu untuk melikuidasi dolar AS yang semula ketat menjadi lebih longgar,” katanya.

Rupiah pada sore nanti diperkirakan akan kembali melemah, karena aksi lepas dolar hanya sesaat saja untuk mencari untung, namun pelaku cenderung untuk tetap memegang dolar AS, akibat krisis keuangan global.

“Kami perkirakan rupiah akan kembali tertekan pasar, sekalipun BI melalui berbagai instrumen menahan tekanan pasar terhadap rupiah,” ucapnya.
sempat menguat ke Rp 9.940 per dollar AS karena Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan giro wajib minimum (GWM).

“BI melonggarkan aturan GWM untuk melonggarkan likuiditas perbankan yang saat ini ketat, akibat menurunnya perolehan dana pihak ketiga (DPK) dari penabung,” kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta.

Ia mengatakan, BI berusaha memicu perbankan untuk tetap melaksanakan fungsi intermediasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

Namun, lanjut dia, BI sendiri masih belum menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate), sehingga kecenderungan tingkat suku bunga tinggi masih mendominasi pasar. “Kami optimis apabila laju inflasi 2008 mengendor, maka BI akan segera menyesuaikannya, tapi untuk bulan ini diperkirakan laju inflasi masih tinggi,” ucapnya.

Rupiah, menurut dia, kemungkinan akan bisa menembus angka Rp 10.000 per dollar AS pada akhir bulan ini, karena tekanan krisis keuangan yang bermula dari Amerika Serikat makin terasa.

“Penurunan rupiah juga akibat melemahnya bursa regional yang berdampak negatif terhadap bursa Indonesia, sehingga memberikan nilai negatif terhadap rupiah,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, rupiah masih berpeluang untuk menguat, setelah bank-bank sentral dunia melakukan kerja sama menyuntik dana baru ke pasar global. “Suntikan dana baru itu untuk melikuidasi dolar AS yang semula ketat menjadi lebih longgar,” katanya.

Rupiah pada sore nanti diperkirakan akan kembali melemah, karena aksi lepas dolar hanya sesaat saja untuk mencari untung, namun pelaku cenderung untuk tetap memegang dolar AS, akibat krisis keuangan global.

“Kami perkirakan rupiah akan kembali tertekan pasar, sekalipun BI melalui berbagai instrumen menahan tekanan pasar terhadap rupiah,” ucapnya.

Kisah Kisruh Repo Grup Bakrie

Kisah Kisruh Repo Grup Bakrie
Indro Bagus SU – detikFinance

JakartaGonjang-ganjing bisnis keluarga Bakrie melalui PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR) dan 5 anak usahanya yang sudah go public bermula dari niat melakukan konsolidasi terhadap anak-anak usahanya itu.

Ketika itu, pilihan yang ada dalam manajemen perseroan adalah meningkatkan penyertaan saham di anak-anak usaha yang mana BNBR belum menjadi mayoritas. Dari lima anak usahanya yang sudah go public, BNBR telah menjadi pemegang saham mayoritas pada PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).

Sementara di PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Bakrie Development Tbk (ELTY) perseroan hanya menjadi pemilik saham minoritas.

Oleh sebab itu, BNBR berencana meningkatkan penyertaan saham di BUMI, ELTY dan ENRG masing-masing menjadi 35%, 40% dan 40%.

Berikut kronologis perjalanan repo grup Bakrie seperti dikutip detikFinance, Kamis (23/10/2008) dari laporan keterbukaan informasi ke BEI, data harga saham BEI serta materi publik ekspose pada 13 oktober 2008.

Pada RUPSLB yang digelar 17 Maret 2008, pemegang saham BNBR menyetujui agenda akuisisi internal di 3 anak usahanya tersebut senilai Rp 48,44 triliun. Bersama dengan beberapa agenda lainnya, total dana yang dibutuhkan untuk serangkaian aksi tersebut senilai Rp 51,3 triliun.

Sebagian dana aksi tersebut diperoleh melalui penerbitan saham terbatas (rights issue) senilai Rp 40,118 triliun pada April 2008. Kekurangan dana sebesar Rp 10 triliun atau setara dengan US$ 1,086 miliar diperoleh dari Odickson Finance yang akan jatuh tempo April 2009.

Usut punya usut, rupanya pinjaman dari Odickson Finance yang diperoleh pada 21 April 2008 tersebut dilakukan dengan menggadaikan 3.739.040.000 (19,27%) saham BUMI, 4.760.330.000 (30,97%) saham ENRG dan 3.796.540.000 (19,06%) saham ELTY.

Untuk memenuhi kekurangan dana dalam rencana meningkatkan penyertaan saham di 3 anak usahanya, BNBR menggadaikan sejumlah saham-saham di 3 anak usaha yang sama untuk mendapatkan pinjaman. Padahal saham-saham yang digadaikan adalah saham yang akan diakuisisi.

Namun ketika itu, masalah belum muncul lantaran aset saham yang digadaikan kinerjanya masih bagus. Sebagai catatan, saham BUMI menembus angka tertingginya ditutup di level Rp 8.550 pada 12 Juni 2008.

Setelah sukses gadai saham ke Odickson Finance, BNBR kembali melakukan gadai saham BUMI
ke JP Morgan sebanyak 581.440.678 saham dan ICICI sebanyak 697.347.458 saham pada Juli 2008. Dana yang diperoleh masing-masing sebesar US$ 150 juta dan US$ 150 juta. Dua pinjaman ini jatuh tempo pada Juli 2009.

Pada bulan yang sama, BNBR menggadaikan lagi 3.529.412 saham BUMI ke PT Sucorinvest Gani senilai Rp 15 miliar. Pinjaman ini jatuh tempo Oktober 2008 dan telah dilunasi.

Selama periode Juli-Agustus 2008, BNBR kembali menggadaikan 59.122.810 saham BUMI pada PT PNM Investments Management senilai Rp 231,81 miliar. Pinjaman ini jatuh tempo pada Januari dan Februari 2009.

Selama rentang Juli hingga Oktober 2008, BNBR juga menggadaikan 45.947.500 saham BUMI dan 116.667.000 saham UNSP senilai Rp 189 miliar kepada PT Recapital Securities. Pinjaman ini jatuh tempo mulai Oktober 2008 hingga September 2009.

Setelah saham BUMI digadaikan karena masih membutuhkan dana, BNBR kemudian menggadaikan 11.450.500 saham UNSP senilai Rp 10 miliar ke PT Aldira pada Agustus 2008. Pinjaman ini jatuh tempo pada November 2008.

Pada bulan September lalu, BNBR menggadaikan sejumlah saham UNSP pada 3 institusi. Sebanyak 86.300.000 saham UNSP digadaikan senilai Rp 35 miliar pada PT Sarijaya Securities. Sebanyak 97.402.598 saham UNSP juga digadaikan ke PT Mandiri Sekuritas senilai Rp 50 miliar. Terakhir, sebanyak 83.143.500 saham UNSP digadaikan ke PT Dinar Sekuritas senilai Rp 30 miliar. Ketiga Pinjaman ini jatuh tempo pada Desember 2008.

Total dana yang diperoleh BNBR melalui serangkaian aksi gadai saham-saham anak usaha sebesar US$ 1,386 miliar dan Rp 560,81 miliar dengan tingkat suku bunga pinjaman bervariasi antara 8,5% sampai 20,75%.

Rincian saham-saham yang digadaikan sebagai berikut:
1. BUMI sebanyak 5.126.427.858 (26,42%)
2. ENRG sebanyak 4.760.330.000 (30,97%)
3. ELTY sebanyak 3.796.540.000 (19,06%)
4. UNSP sebanyak   394.963.598 (10,42%)

Dari semua pinjaman tersebut yang sudah dilunasi hanya pinjaman pada PT Sucorinvest Gani senilai Rp 50 miliar. Pinjaman sebesar US$ 1,086 miliar ke Odickson Finance baru dibayarkan US$ 70 juta. Pinjaman ke JP Morgan senilai US$ 150 juta baru dicicil US$ 78 juta dan pinjaman ke ICICI sebesar US$ 150 juta baru dicicil US$ 45,5 juta.

Sisanya sebesar US$ 1,192 miliar (Rp 11 triliun) dengan kurs yang digunakan BNBR Rp 9.225 per US$ 1) dan Rp 510,81 miliar masih harus diselesaikan oleh BNBR.

Strategi BNBR untuk melunasi lilitan utang yang mencapai Rp 11,51 triliun tersebut adalah melepas kembali sebagian saham-saham di 5 anak usahanya.

Ironisnya, gara-gara hendak menambah penyertaan saham di 3 anak usahanya, BNBR terlilit utang yang akhirnya membuat perseroan memutuskan menjual sebagian besar anak-anak usahanya.

Hingga saat ini, baru ELTY dan UNSP yang sudah mencapai tahap penyelesaian transaksi penjualan. Nilanya hanya US$ 56 juta, jauh dari jumlah utang perseroan. Penjualan sebagian saham BUMI hingga saat ini masih dalam proses negosiasi. Begitu juga dengan BTEL dan ENRG.

Akibat masih besarnya jumlah utang yang masih harus diselesaikan BNBR, investor-investor yang memegang saham ELTY, UNSP dan BTEL (saham grup Bakrie yang sudah dibuka suspensinya) menjual secara besar-besaran portofolionya yang menyebabkan harga saham ketiganya ambruk.

Nasib saham-saham grup Bakrie terus ambruk hingga kena auto rejection bawah selama 5 hari berturut-turut sejak suspensi dibuka. Para analis mengatakan manajemen grup Bakrie harus segera menyelesaikan masalah-masalahnya agar kinerja seluruh sahamnya tidak ambruk