Diet Sehat : Seusia dengan Golongan Darah

darahGolongan darah Anda O? Hindari kacang-kacangan dan mustard. Yang bertipe darah A, hindari produk susu dan daging. Begitu sekelumit aturan diet yang didasarkan pada golongan darah. Metode yang cukup baru ini masih diperdebatkan para ilmuwan, tapi pengikutnya sudah banyak. Apa kelemahan dan kelebihannya? Kegemukan atau berat badan yang berlebih memang mengandung banyak risiko. Selain tubuh tak nyaman dan penampilan kurang sedap dipandang, dari sisi medis juga tidak menyehatkan. Data studi Framingham (AS) menunjukkan bahwa kenaikan berat badan sebesar 10 persen pada pria akan meningkatkan tekanan darah 6,6 mmHg, gula darah 2 mg/dl, dan kolesterol 11 mg/dl. “Karena itu, kalau kegemukan dibiarkan terus, orang bisa menderita penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung koroner, diabetes, dan lainnya,” tutur Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB, Bogor.

Kalau begitu jelas sekali bahwa berat badan yang berlebihan harus dikurangi. Dewasa ini ada banyak metode yang ditawarkan berkaitan dengan cara mengurangi berat badan. Dimulai dari sedot lemak, pembalutan, minum ramuan herbal atau obat, mandi uap, sampai mengatur pola makan atau diet. Yang terakhir ini pun masih memiliki cukup banyak ragam. Tentu saja, setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Semua tergantung pada kondisi dan kebutuhan tubuh setiap pelakunya. Sekitar tahun 1996 di Amerika diperkenalkan cara baru diet dengan mendasarkan pada golongan darah si pelaku.

Diet ini diperkenalkan oleh seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat, bernama Dr. Peter J. D’Adamo. Dalam proses sosialisasinya, teori ini dicerca para ahli, tapi juga banyak diterapkan orang. Memang ada yang mengatakan bahwa diet macam ini bermanfaat. Nah, apa itu diet berdasar golongan darah dan apa kelemahan serta kelebihannya? Teori Evolusi Dalam bukunya berjudul “Eat Right For Your Type”, Dr. D’Adamo menyebutkan bahwa manusia yang memiliki tipe darah berbeda pasti memiliki respon atau tanggapan terhadap makanan yang berbeda pula. Gagasan ini berakar pada sejarah evolusi, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan golongan darah (O, A, B, dan AB).

Berdasar sejarah evolusi itu disebutkan bahwa sekitar 50.000 sampai 25.000 tahun SM, nenek moyang kita memiliki tipe darah yang sama, yakni O. Mereka ini adalah para pemburu sejati. Setiap hari makanan pokoknya daging. Namun, pada sekitar tahun 25.000 sampai 15.000 SM, ketika gaya hidup manusia berubah dari pemburu menjadi peramu dan kemudian agraris, muncullah tipe darah A, sebagai penyesuaian atas kebiasaan yang ada. Kemudian, akibat percampuran dari berbagai ras dan terjadinya migrasi dari Afrika ke Eropa, Asia, dan Amerika, tipe darah B muncul. Selanjutnya di zaman modern yang sudah penuh dengan bermacam manusia, tipe darah AB baru ada. Dalam hal ini, Dr. D’Adamo yakin bahwa kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang dimiliki manusialah yang menyebabkan terjadinya perubahan tipe darah. Adaptasi yang tentu saja terkait dengan makanan yang diasup, diyakini D’Adamo menjadi kunci sehat nenek moyang kita. Karena itu, menurut dia, kalau mau sehat kita mesti makan seperti yang dilakukan oleh nenek moyang.

Misalnya saja, ia memberi rekomendasi bahwa mereka yang bertipe darah O cocok melakukan diet dengan mengasup lebih banyak daging, sedangkan untuk golongan darah A mengikuti diet vegetarian, yakni mengonsumsi makanan rendah lemak. 16 Kategori Bagaimanakah kesimpulan itu bisa didapat Dr. D’Adamo? Tentu saja jawabannya lewat penelitian-penelitian yang sudah dilakukannya. Penelitian selama bertahun-tahun atas tipe darah menunjukkan bahwa ada efek fisiologis yang muncul akibat lektin yang masuk dalam tubuh. Lektin adalah protein yang terdapat pada umumnya makanan, khususnya biji-bijian dari tanaman polong-polongan. Setiap protein yang terserap tubuh lewat makanan yang kita asup, menurutnya, masing-masing hanya cocok dengan tipe darah tertentu.

makanan tersebut lektinnya tidak cocok dengan tipe darah, akan terjadi bahaya. Bahaya itu berupa menggumpalnya sel darah merah. Proses yang disebut aglutinasi yang dilakukan lektin inilah yang mengakibatkan munculnya banyak keluhan kesehatan. Terkait dengan persoalan inilah, Dr. D’Adamo melakukan penelitian dengan mengecek reaksi setiap tipe darah terhadap makanan tertentu. Berdasarkan penelitian ini, ia membuat daftar makanan apa saja yang cocok dengan tiap-tiap tipe darah. Bahkan selain tipe darah, masih digolongkan juga makanan berdasarkan ras. Sebab, menurutnya, tipe darah masing-masing ras berbeda. Ini akibat dari perbedaan lingkungan yang ditempatinya.

Hasilnya, terdaftar oleh Dr. D’Adamo 16 kategori makanan. Terdiri dari: daging dan unggas; hasil laut; susu dan telur; minyak dan lemak; kacang dan biji-bijian; buncis dan polong-polongan; sereal; roti dan aneka kue; padi-padian dan pasta; sayur-sayuran; buah-buahan; jus dan segala macam cairan; rempah-rempah dan bumbu; teh-teh herbal; dan bermacam-macam minuman. Makanan-makanan ini masih dimasukkan dalam golongan sangat baik, netral, atau harus dihindari sesuai tipe darah.

Golongan sangat baik bisa diartikan bahwa makanan itu bekerja bagaikan obat.

Golongan netral berarti makanan tersebut bekerja sebagaimana yang pengaruhnya kecil bagi tubuh. Golongan dihindari berarti makanan bertindak bagaikan racun bagi tubuh. Kurang Ilmiah Program diet ini telah menjadi tren di beberapa negara. Karena itu, banyak pengikut Dr. D’Adamo yang sudah mencobanya. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa cara diet ini tidak hanya membantu mengurangi berat badan — walaupun maksud sebenarnya bukanlah untuk itu — juga bisa memperbaiki kondisi kesehatan.

Karenanya, buku karangannya setebal 400 halaman itu menjadi best seller (laris manis) di beberapa negara. Banyaknya kesaksian akan manfaat diet ini bukan berarti membuat para ahli diet dan ilmuwan langsung setuju begitu saja. Banyak pihak, terutama dari kalangan ilmuwan, menyebutkan bahwa teori Dr. D’Adamo ini kurang ilmiah. John McMahon, ND, seorang naturopatis dari Wilton Connecticut, AS, menyatakan bahwa teori itu masih harus diteliti lebih lanjut. Dikatakan John bahwa penelitian Dr. D’Adamo atas pengaruh lektin terhadap makanan dijalankan di luar tubuh, maksudnya hanya dilakukan di sebuah tabung uji. Padahal, semestinya harus diteliti dalam tubuh. Selain itu, efek lektin makanan yang sudah dimasak juga belum terbukti.

Memang, Dr. D’Adamo melakukan tes terhadap makanan yang belum dimasak. Namun, bukankah makanan yang diasup biasanya sudah dimasak? Sikap dan pernyataan yang sama juga diungkapkan John Foreyt, Ph.D, ilmuwan dari Baylor College of Medicine di Houston, AS. “Walaupun teori ini sudah lama dibicarakan dan diteliti, tidak ada kesimpulan yang didapat.

Tidak ada kaitannya antara tipe darah dan penyakit tertentu. Ini adalah loncatan kesimpulan yang masih perlu diteliti lebih lanjut,” tutur Andrea Wiley, Ph.D, profesor antropologi dari James Madison University di Harrisonburg. Bahkan Dr. Samuel Oetoro,MS., ahli gizi dari Klinik Nutrifit di Jakarta menambahkan bahwa penelitian yang dilakukan Dr. D’Adamo tidak memenuhi standar penelitian ilmiah. Teori yang diajukannya hanya berdasar bukti empiris atau pengalaman yang dijalankan orang. “Jelas itu tidak cukup,” tuturnya.

Padahal, kalau sebuah teori hendak dijadikan pegangan, mesti melewati proses penelitian tingkat tertinggi yang disebut Prospectif Double Blind Randomize Clinical Trial. Maksudnya, penelitian tersebut mesti dilakukan dengan objek yang diambil secara acak (random). “Yang terjadi pada Dr. D’Adamo tidak demikian. Orang yang diteliti sudah ditentukan, yakni mereka yang pernah datang ke kliniknya. Mereka pun sudah tahu kalau menjalani diet tipe ini, padahal semestinya tidak demikian,” papar Dr. Samuel. Selain acak, pasien harus dibagi dalam dua kelompok, mereka yang menjalankan diet dan tidak.

Untuk itu pasien tidak boleh tahu bahwa mereka dibagi dalam dua kelompok. Bahkan mereka juga tidak boleh tahu (blind) kalau sedang diteliti. Juga tidak boleh tahu kalau sedang menjalani diet model ini. Setelah beberapa waktu, hasilnya baru dibandingkan. Dengan alasan kurang ilmiah inilah, bisa dipahami bahwa diet ini tidak dianjurkan oleh ahli gizi. Gizi Seimbang Bagi banyak ahli gizi di Indonesia, juga di negara-negara lain, diet yang terbaik untuk dijalankan sampai saat ini adalah dengan gizi seimbang.

Dr. Samuel menjelaskan bahwa diet gizi seimbang adalah mengasup makanan dengan kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Makanan yang kita asup setiap hari mesti lengkap mengandung semua unsur tersebut. Misalnya, hari ini kita mengonsumsi nasi untuk sumber karbohidrat, tempe atau daging untuk kebutuhan protein, sayur buncis dan wortel untuk kebutuhan vitamin dan mineral, serta minum susu untuk kebutuhan lemaknya. Hari selanjutnya bahannya bisa variasi.

Yang jelas, tidak membosankan, tapi juga jangan sampai tidak seimbang. Pendapat sama juga diungkapkan Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan. Menurutnya, berbagai macam diet yang ditawarkan sering tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang. “Setiap individu itu unik dan berbeda. Karenanya, apa yang cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk orang lain. Kebutuhan nutrisi setiap orang tergantung pada usia, tingkat stres, jenis kelamin, berat badan, faktor emosional, latihan fisik yang dijalankan, dan penyakit yang diderita,” sebut Prof. Ali. Karena itu, setiap orang mesti paham benar dengan dirinya.

Tipe darah bisa dipakai sebagai tambahan informasi untuk mengenali diri, tapi jangan digunakan sebagai patokan dasar. Kalau kurang paham, kita bisa berkonsultasi dengan ahli gizi bagaimana menyikapi diri sendiri. “Yang jelas, setiap hari gizi seimbang dengan variasinya mesti dijalani,” tutur Dr. Samuel. Khas Pemburu Sampai Sensitif Berdasar penelitiannya, Dr. D’Adamo membuat kesimpulan untuk masing-masing tipe darah, sebagai berikut:

Tipe darah O, yang disebut sebagai pemburu, memiliki ciri khas:

– Sistem kekebalannya berlebihan.

– Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat, seperti daging, buah, ikan, sayuran.

-Tidak cocok bila berdiet dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. – Respon yang baik atas stres bisa ditanggapi dengan aktivitas fisik.

– Memiliki risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan kerusakan organ seperti arthritis bila makanan yang diasup tidak sesuai.

Tipe darah A berciri khas:

– Jalur pencernaan cukup sensitif.

– Dianjurkan menjadi vegetarian atau makan tinggi karbohidrat dan rendah lemak.

– Stres biasanya bisa diatasi lewat meditasi.

– Sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat tipe O.

Tipe Darah B berciri khas:

– Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi dari semua tipe darah termasuk di dalamnya daging.

– Tipe darah ini sangat cocok dengan asupan produk susu.

– Dianjurkan juga menjalani latihan gerak seperti renang dan jalan kaki.

– Bila makanan yang diasup tidak sesuai dengan tipe ini, diduga risiko terkena virus yang bisa menyerang sistem saraf sangat tinggi.

– Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

– Bila seseorang bertipe ini stres, akan sangat cocok bila diatasi dengan melakukan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas.

– Tipe darah ini adalah tipe yang paling seimbang.

Tipe Darah AB berciri khas:

– Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.

– Sistem kekebalan tubuh sangatlah toleran.

– Respon yang paling baik terhadap stres biasanya dengan melakukan kegiatan spiritual dibarengi dengan aktivitas fisik dan kreativitas.

– Masih dalam tahap evolusi.

– Paling mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan bentuk diet.

– Bentuk gabungan dari tipe A dan B.

Sumber : (Abdi Susanto, http://www.kompas.co.id/ 21 April 2003)

Pengusir Tikus Aman bagi Kesehatan

Pengusir Tikus Aman bagi Kesehatan
Selasa, 27 Oktober 2009 | 10:34 WIB

KOMPAS.com — Menggunakan teknologi suara ultrasonik dan gelombang elektromagnetik, produk ini efektif untuk mengusir tikus di rumah Anda.

Misalnya, karena ingin mengunjungi sanak saudara saat Lebaran, rumah terpaksa ditinggal cukup lama. Sementara itu, tikus yang sering berkeliaran di rumah menjadi masalah utama saat kembali ke rumah. Walaupun banyak pilihan pembasmi tikus yang ditawarkan di pasaran, yang efektif sekaligus aman bagi kesehatan masih sulit ditemukan.

Commeta Warehouse & Distributor menawarkan opsi lain cara mengusir tikus yang efektif sekaligus aman bagi kesehatan. Produk ini diberi nama Tissor Electronic Pest Repeller, dan bekerja efektif pada ruang dalam seluas 100 meter persegi, atau  200 meter persegi untuk ruang luar.

Teknologi suara ultrasonik

Salah satu sistem yang ditawarkan untuk mengusir tikus adalah teknologi suara ultrasonik. Teknologi suara ultrasonik adalah teknologi dengan memanfaatkan bunyi suara ultrasonik frekuensi tinggi, yaitu 35.000 Hz.

Suara dengan frekuensi tersebut hanya dapat didengar oleh hewan ordo rodentia, termasuk tikus. Suara tersebut tidak dapat didengar oleh manusia. Manusia hanya dapat mendengar suara dengan frekuensi 20.000-25.000 Hz.

Suara ultrasonik dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada tikus. Cara kerjanya seperti manusia mendekatkan telinga pada sirene yang berbunyi sangat keras. Tikus akan merasa takut, tidak dapat menyesuaikan diri, dan pasti tidak merasa nyaman dengan suara ultrasonik yang ditimbulkan. Alat ini juga menggunakan generator yang dapat mengeluarkan suara ultrasonik yang lebih keras dan berubah-ubah sehingga membuat tikus semakin terganggu.

Gelombang elektromagnetik

Sistem yang kedua adalah dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik adalah tenaga yang dihasilkan dengan memanfaatkan kabel-kabel listrik yang ada di balik dinding rumah Anda. Dengan daya dukung tersebut, produk ini menjadi alat raksasa untuk mengusir tikus.

Cara kerjanya sama seperti pada saat Anda menelepon. Ketika berbicara, suara Anda akan dihantarkan melalui kabel telepon pada frekuensi tertentu. Gelombang elektromagnetik memanfaatkan kabel listrik untuk mengirimkan perubahan sinyal melalui kabel, yang dapat mengganggu sistem saraf tikus.

Menurut Hendra Binagraha, ahli teknis produk Tissor Electronic Pest Repeller, teknologi ini aman digunakan. Commeta bahkan berani menjamin bahwa teknologi ini tidak akan memengaruhi manusia, hewan peliharaan, atau alat-alat elektronik, serta tidak meningkatkan daya elektromagnetik dari kabel listrik di rumah Anda.

Alat ini dengan mudah mengubah frekuensi gelombang elektromagnetik dengan sasaran binatang seperti tikus, yang sangat peka terhadap perubahan frekuensi elektromagnetik. Sinyal akan hidup dan mati setiap beberapa detik sehingga binatang ini tidak dapat membangun daya tahannya.

Getaran elektromagnetik yang dihasilkan dapat diterima oleh tikus. Tikus akan merasa terganggu dan gelisah. Tikus akan merasakan adanya perbedaan dalam lingkungan dan membuat mereka merasa seperti berada di daerah musuh. Akibatnya, mereka akan berpindah dan menghindar jauh dari sumber gelombang.

Aman bagi kesehatan

Tissor Electronic Repeller tidak menggunakan bahan-bahan kimia, tanpa asap, dan tanpa bau. Dengan demikian, produk ini aman bagi kesehatan manusia, hewan peliharaan, dan alat-alat elektronik.

Selain aman bagi kesehatan, produk ini juga ekonomis karena hanya mengonsumsi daya sebesar 3 watt dan dapat digunakan dalam waktu lama, lebih dari 4 tahun.

Cara kerja
Minggu Pertama : Tikus akan merasa gelisah dan tidak nyaman karena adanya perubahan suara dan gelombang medan magnet
Minggu Kedua: Suara ultrasonik yang dihasilkan akan terdengar lebih keras dan berubah-ubah. Pada minggu ini, tikus akan terlihat berkeliaran di sekitar rumah mencari tempat untuk berlindung dan membuat lubang untuk keluar.
Minggu Ketiga: Selain suara ultrasonik yang lebih keras dan berubah-ubah, gelombang elektronik juga menghasilkan gelombang yang lebih cepat dan berubah-ubah. Pada minggu ini, tikus akan lebih mempercepat mencari celah dan membuat lubang untuk menjauh dan meninggalkan rumah.
Minggu keempat dan seterusnya: Tikus sudah tidak terlihat berkeliaran di dalam rumah. Rumah pun terbebas dari tikus. (Tabloid Rumah/Bernadetta Tungga Aditya)

Uang Baru : Teluk Uni Moneter dan mata uang tunggal Teluk

KUWAIT, KOMPAS.com – Kuwait mendukung kuat peluncuran Teluk Uni Moneter dan mata uang tunggal Teluk tepat waktu pada Januari 2010. Menteri muda keuangan mengatakan Senin (12/10), sehari setelah kementerian menuntut penundaan.

“Kuwait sangat mendukung uni moneter Teluk dan peluncuran mata uang tunggal seuai jadwal pada Januari,” kata Hamada Khalifa dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Kuna.

“Kuwait sangat ingin bekerja sama dengan mitra dalam Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) di semua tingkatan untuk mempercepat penyelesaian semua masalah yang berkaitan dengan peluncurkan mata uang tunggal pada target tanggal pada Januari 2010,” imbuhnya.

Pada Minggu, sebuah pernyataan oleh departemen keuangan yang disiarkan Kuna menyerukan keterlambatan tanggal peluncuran 2010 untuk memungkinkan komite dan pihak-pihak yang bersangkutan  menyelesaikan masalah teknis yang belum selesai.

Kuwait adalah salah satu dari empat negara-negara Teluk yang menandatangani perjanjian pada Juni untuk menciptakan dewan serikat moneter bersama dan meluncurkan mata uang tunggal dengan  Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain penandatangan yang lain.

Dua anggota GCC yang lain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman, tidak turut menandatangani setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari proyek tersebut.

UAE kesal pada pemilihan ibu kota Saudi, Riyadh, untuk menjadi tuan rumah bank sentral  masa depan GCC. Sementara, Oman menarik diri dari serikat moneter mengatakan karena belum siap untuk memenuhi prasyarat.

Hamada mengatakan kabinet Kuwait telah menyetujui uni moneter dan dewan moneter dan mengirimnya ke parlemen untuk diratifikasi.  Negara-negara Teluk telah sepakat pada sejumlah kriteria teknis untuk uni moneter tetapi sejumlah isu lain tetap belum terpecahkan.

Kuwait adalah tuan rumah KTT tahunan GCC yang akan datang pada Desember yang diperkirakan akan mengambil keputusan tentang mata uang tunggal.

Pada pertemuan puncak mereka di Bahrain pada 2001, para pemimpin GCC menetapkan 2010 sebagai target untuk memulai uni moneter dan mata uang tunggal, tetapi banyak ahli percaya bahwa target itu terlalu ambisius dan tidak realistis.

Penggerebekan di Ciputat 1 Teroris Ditangkap Hidup & 1 Tewas

Penggerebekan di Ciputat
1 Teroris Ditangkap Hidup & 1 Tewas
E Mei Amelia R – detikNews


Jakarta – Polisi menggerebek sebuah rumah di Ciputat, Tangerang Selatan. Belum diketahui pastinya berapa teroris yang ditangkap. Tapi disebutkan 1 orang ditangkap hidup dan 1 lainnya tewas.

“Dia ditangkap di sekitar fly over Ciputat,” sebut sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya di Jakarta, Jumat (9/10/2009).

Diketahui pula ada teroris yang juga ditembak Densus 88 Mabes Polri karena melakukan perlawanan.

“1 Orang dipastikan meninggal dunia,” tutup sumber itu.

Sebelumnya kabar beredar 2 teroris Syaifudin Zuhri (SJ) dan M Syahrir digerebek di Ciputat. Atas isu itu, Kadensus 88 Mabes Polri Brigjen Pol Saut Usman Nasution hanya mengatakan, Ya mudah-mudahan. Doakan saja.

Kakak SZ dan Syahrir, Anugerah mengaku sudah mengetahui penggerebekan adiknya di Ciputat. Anugerah menyatakan telah meminta kedua adiknya itu agar menyerahkan diri.
(ndr/iy)

Susunan DPP Partai Golkar : Ical Tarik Titiek Soeharto dan Rizal Mallarangeng

Ical Tarik Titiek Soeharto dan Rizal Mallarangeng

Kamis, 8 Oktober 2009 – 22:08 wib

PEKANBARU – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie telah menyusun pasukannya untuk bekerja selama lima tahun ke depan. Nama-nama lama masih eksis, tapi ada sejumlah nama yang cukup menggelitik. Dalam komposisi pengurus DPP yang diumumkan malam ini, Kamis (8/10/2009), terdengar ada nama Titiek Soeharto dan Rizal Mallarangeng. Putri mantan Presiden (Alm) Soeharto itu ditarik menjadi salah satu Wakil Sekretaris Jenderal di bawah Idrus Marham yang didaulat menjadi Sekjen.

Berikut susunan kepengurusan DPP Partai Golkar:

Ketua Dewan Pertimbangan: Akbar Tanjung

Ketua Umum: Aburizal Bakrie Wakil

Ketua Umum: Agung Laksono dan Theo L Sambuaga

Sekretaris Jenderal: Idrus Marham

Ketua DPP Bidang Kaderisasi: Hafiz Zawawi

Ketua DPP Bidang Kemahasiswaan dan LSM: Fadel Muhammad

Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM: Muladi

Ketua DPP Bidang Organisasi: Mahyudin Ketua DPP

Bidang Hubungan Eksekutif dan Yudikatif: Rusli Zainal

Ketua DPP Bidang Hubungan Legislatif: Priyo Budi Santoso

Ketua DPP Bidang Kerjasama Internasional: Iris Indira Mukti

Ketua DPP Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup: Ade Komaruddin

Ketua DPP Bidang Usaha dan Koperasi: Firman Subagyo

Ketua DPP Bidang Informasi: Fuad Mansyur

Ketua DPP Bidang Keagamaan dan Kebudayaan: Hajriyanto

Ketua DPP Bidang Perempuan: Ratu Atut Chosiyah

Ketua DPP Bidang Pekerja, Tani, dan Nelayan: Yamin Tawari

Ketua DPP Bidang Kesejahteraan Rakyat: Agus Gumiwang Kartasasmita

Ketua DPP Bidang Pemuda: Yorris Raweyai

Ketua DPP Bidang Penanganan dan Kerawanan Sosial: Ponco Sutowo

Ketua DPP Bidang Umum: Rully Chaerul Anwar

Ketua DPP Bidang Khusus: Nurdin Halid

Ketua DPP Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan: Rizal Mallarangeng

Ketua DPP Bidang Pendidikan: Indra Bambang Utoyo

Ketua DPP Bidang Pemenanggan Pemilu Daerah:

– Sumatera: Andi Ahmad Dara

– Jawa, Bali, NTT, NTB: Syarif Cicip Sutarjo

– Maluku, Papua: Fredy Latumahina

– Kalimantan: Ahmadi Nur Supit

– Sulawesi: Fahri Andi Leluasa

Wasekjen: Ricki Rahmadi, Hari Azhar Aziz, Musfihin Dahlan, Ahmad Doli Kurnia, Titiek Soeharto, Mujib Rahmat, Nurul Arifin, Happy Bone Zulkarnaen, Hasanuddin Mukdar, I Made Sumarjaya Linggi , Emanuel Blegur, Oktaviano, Leo Nababan, dan Rumkono.

Bendahara Umum: Setyo Novanto

Wakil Bendahara Umum: Erwin Aksa, Suharsoyo, Ridwan Lutfi, Boni Suhardiman, Melkias Meken, Tri Hanurita Sudwikatmono, Mustoko Weni, Bambang Atmantowiyogo, Wati Amir, Hamzah Sangadji, dan Bobby Suhardiman.

(Ahmad Baidowi/Koran SI/lam)

sumber : kompas

Etika Berkendara Motor

Etika Berkendara Motor

Mengendarai sepeda motor memang kadang menyenangkan, terutama saat lalu lintas sedang padat-padatnya. Bentuknya yang kecil dan ramping memungkinkan kendaraan roda dua ini dipakai meliuk-liuk melewati deretan mobil sehingga terhindar dari macet.

Namun, kelebihan fleksibilitas motor itu tidak lantas bisa dimanfaatkan seenaknya oleh biker yang mengakibatkan kerugian pemakai jalan lain. Dibutuhkan semacam etika berkendara motor yang bertujuan tidak hanya untuk menghormati sesama pengguna jalan, tapi juga demi keselamatan pengendara motor sendiri.

Sering terjadi, sepeda motor berjalan pelan di tengah jalan.
Ini tentu menyulitkan pengendara mobil untuk menyalipnya. Kalau mau jalan pelan, berjalanlah di pinggir, bukan di tengah jalan. Selain itu, berilah tanda sebelum berbelok sehingga tidak membingungkan kendaraan di belakang pengendara motor. Tak jarang sepeda motor berada di tengah jalan tanpa memberi isyarat apa pun, sementara di depannya terdapat pertigaan atau gang.

Saat lalu lintas sedang padat merayap, motor kerap dengan leluasa meliuk-liuk di antara moncong dan belakang mobil. Atau sering pula, motor memotong antrean dari kanan ke kiri atau sebaliknya dengan jarak sangat tipis. Tak jarang, mobil terserempet atau pengendara mobil menjadi kaget. Nah, di sini biker perlu ekstra hati-hati dengan memperhitungkan secara cermat jarak aman dengan mobil. Yang paling aman, tunggulah saat mobil benar-benar berhenti.Jika suatu saat menyerempet mobil karena terburu-buru memacu motor, selayaknya biker meminta maaf kepada si pengendara mobil. Kalau dimaki-maki, itu risiko atas kesalahan biker. Saat hendak balik arah, idealnya seluruh bodi motor masuk ke pemisah jalan untuk menghindari tersenggol mobil dari belakang atau depan.

Hati-hati menaruh kaki saat berhenti di traffic light. Jangan sampai marah-marah karena kaki terlindas ban mobil atau motor lainnya, padahal biker sendiri yang sembarangan meletakkan kaki. Jika ingin keluar gang dan masuk ke jalan besar, tengoklah kanan kiri dahulu. Jangan “slonong boy” yang bisa menyebabkan orang lain atau biker sendiri celaka.

Naik ke trotoar adalah perbuatan yang melanggar hak pejalan kaki. Patuhi semua rambu lalu lintas.
Sumber: Kompas

Inilah Plt Pimpinan KPK

Inilah Plt Pimpinan KPK
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin ( 5/ 10), menerima Tim Lima yang merekomendasikan tiga nama pelaksana tugas sementara pimpinan Komisi Pemberantasa n Korupsi (KPK). Tim terdiri dari Andi Mattalatta, Widodo AS, Taufi equrachman Ruki, Todung Mulya Lubis, dan Adnan Buyung Nasution.

Selasa, 6 Oktober 2009 | 14:42 WIB

Laporan wartawan Persda Network Ade Mayasanto

JAKARTA, KOMPAS.com- Hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik tiga pelaksana tugas pimpina  Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka adalah Tumpak Hatorangan Panggabean SH, Mas Achmad Santosa SH, LL.M, dan Waluyo MM.

Berikut adalah sedikit gambaran siapakah mereka:

TUMPAK HATORANGAN PANGGABEAN, SH

Lahir: Sanggau, Kalimantan Barat, pada tanggal 29 Juli 1943

Pekerjaan Terakhir: Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (Jaksa)

Pendidikan: S1 Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak
Agama: Kristen Protestan

Status: menikah dengan Roosvi Sertiana Sianturi dan dikaruniai 3 orang anak

Ir WALUYO, MM

Lahir: Klaten, Jawa Tengah, pada 16 Desember 1956

Alamat:  Jl Kartika Utama BG 2/115 Pondok Indah JakartaSelatan.

Alamat KTP: Jl. Gedung Hijau VII No. 11, Pondok Indah

Pekerjaan Terakhir: Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PERTAMINA, diangkat sejak 5 Maret 2008

Status: menikah dengan Henny Listyorini dan dikaruniai satu anak (Redha Bawika Putra Gema Paramesti Putri)
MAS ACHMAD SANTOSA, SH., LL.M.

Lahir:  Jakarta, 10 Maret 1956.

Pendidikan: Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum UniversitasIndonesia pada tahun 1983, meraih gelar LL.M (Master Hukum) di Bidang Hukum Lingkungan dari Osgoode Hall Law School York University Toronto Kanada.