Ironi Pemilu Indonesia…. apa terjadi lagi….?

Kita patut merasa lega dan bangga karena kesadaran politik rakyat Indonesia ternyata sudah sangat tinggi. Pemilu 2009 membuktikan untuk kesekian kalinya bahwa rakyat Indonesia sudah sangat dewasa dan matang dalam berdemokrasi. Jika di banyak negara lain masa kampanye dan hari pemilihan selalu menimbulkan kecemasan bakal terjadi kerusuhan, di Indonesia mah asyik-asyik aja…..

Pada kampanye kemarin masyarakat Indonesia sangat nyantai, karena hampir semua acara kampanye menyuguhkan konser musik dan goyang erotis ….biduan-biduan seksi. Dan, partai-partai yang dulunya ngotot menggolkan UU Pornografi…., kali ini sengaja melanggar undang-undang “porno” itu demi menghibur rakyat. Nah lo…..

Paska bercerainya PD-Golkar, maka bermunculanlah tokoh2 yang menjadi cawapres pendamping SBY, yang kesemuanya berasal dari berbagai partai.

Kriteria wapres yang diinginkan SBY, yaitu bukan ketua partai, jelas dan kasar sekali mengindikasikan…. “Saya tidak menginginkan JK jadi wapres.

Dugaan pengamat politik , SBY tidak menginginkan JK karena:

1. JK adalah seorang saudagar yang berhasil dan punya latar belakang pendidikan ekonomi. Jadi sangat menguasai bidang itu. Dalam mengambil kebijakan ekonomi dia berani, lugas dan cepat. Matahari-nya lebih terang dari SBY yang terkesan ragu, lamban.

2. Bisa jadi SBY menginginkan wapres seperti di zaman Orla dan Orba, sehingga hanya ada satu matahari yang ada dilangit Indonesia.

3. Dengan menolak JK maka perpecahan antara fakkasi -faksi didalam Golkar bisa di-blow up. Dengan demikian akan menguntungkan SBY dalam jangka panjang.

Untuk periode 2004-2009 Demokrat hanya dapat 8% suara karena itu mereka mengambil sikap seperti rendah hati dan santun. Golkar yang 21% dijadikan tameng untuk membela kebijakan pemerintah di DPR.

Sekarang Demokrat dapat 20% dan berani mengeluarkan sikap “aslinya”. Sikap santun sudah hilang. Penetapan kriteria cawapres adalah bukti nyata sudah tidak ada lagi kesantunan.

Yang aneh dari semua itu ialah, PD bermanuver seolah-olah Capresnya sudah pasti terpilih jadi Presiden. Padahal kehendak manusia itu adalah angan angan. Kehendak Tuhan itulah yang terjadi.

Apakah kejadian seperti dibawah ini akan terjadi lagi… :

* 1999 PDIP menang mutlak tetapi Megawati… tidak jadi Presiden

* 2004 Golkar Menang tetapi Wiranto Jago Golkar…. Gak jadi Presiden

* 2009 Partai Demokrat Menang …. Apa yang akan terjadi…..?

Hanya sekedar… menulis… tak ada tendesi apa-apa…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: