Dukung Sony AK : Sony Disomasi Sony

Sony Disomasi Sony
Blogger Diajak Gugat Class Action Sony Corp
Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Logo Sony-AK.com

Jakarta – Somasi yang dilayangkan Sony Corp terhadap Sony AK membuat Heru Nugroho geram. Merasa dilecehkan, praktisi senior di industri internet ini mengajak komunitas blogger untuk menggugat balik lewat class action.

“Ini bukan lagi urusannya Sony AK saja, tapi sudah bentuk pelecehan terhadap blogger Indonesia. Kita dilecehkan banget,” kata Heru berapi-api saat bercerita kepada detikINET, Sabtu (13/3/2010).

Menurutnya, Indonesia sebagai negara hukum harus berani menunjukkan wibawa dengan melakukan aksi perlawanan terhadap gugatan Sony Corp dengan menempuh jalur hukum pula.

Gue saranin komunitas blogger Indonesia nuntut ke Sony Corp pakai mekanisme class action. Kita negara hukum, tempuh jalur hukum. Konkret, jangan cuma koar-koar saja. Kalau nggak ada yang mau, nanti gue yang nuntut,” sungut Heru.

Ihwal kasus ini bermula ketika seorang teknoblogger Indonesia yang bernama Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh Sony Corp lantaran nama “Sony” yang melekat di situs pribadinya. Sony Corp takut, kalau-kalau situs dengan label “Sony” itu disalahgunakan dan bisa merusak merek dagangnya.

Sony AK yang menjadi korban pun dihadapkan dengan dua pilihan sulit: melepas nama “Sony” atau diseret ke meja hijau oleh Sony Corp. Namun Sony AK memilih untuk bertahan. Ia tidak sendirian, banyak pihak yang mendukung dia, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Kasus sengketa nama domain ini pun menggulir cepat bak bola salju, ketika para sahabat Sony AK membuat sebuah grup penggalang dukungan di Facebook dengan nama: “Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!”. Sejauh ini anggota grup itu sudah lebih dari 3000 orang.

Tak pelak, gelombang penolakan dan hujatan yang berseliweran di dunia maya, membuat pihak Sony Indonesia ikut ketar-ketir. Meski tak bisa berbuat apa-apa, pihak Sony Indonesia ingin kasus ini segera jernih seusai mendapat klarifikasi dari kantor pusat Sony di Tokyo, Jepang.

Sony Disomasi Sony
Sony Indonesia Tunggu Klarifikasi Tokyo
Achmad Rouzni Noor II – detikinet


logo sony-ak.com

Jakarta – Pihak Sony Indonesia sadar, dampak dari kasus antara Sony Corp. terhadap blogger bernama Sony AK, akan menimbulkan krisis pencitraan yang berdampak buruk terhadap kelangsungan bisnis raksasa elektronik tersebut di Indonesia.

Itu sebabnya, kantor perwakilan Sony di Indonesia buru-buru meminta respon dan klarifikasi langsung atas kasus ini dari kantor pusatnya di Tokyo, Jepang.

“Kami kemarin sudah menghubungi headquarter dan sekarang masih dalam posisi menunggu kabar dari Tokyo. Kami belum bisa memberi pernyataan,” kata Rini F Hasbi, Senior Manager Head of Marketing Communications Sony Indonesia kepada detikINET, Sabtu (13/3/2010).

Pihak Sony Indonesia, seperti dituturkan dia, justru baru tahu kabar tentang maraknya kasus sengketa nama domain “Sony” ini dari berbagai pemberitaan di media massa dan penyebaran informasi melalui situs jejaring internet.

“Kami sadar di dunia world wide web ini arus informasi begitu cepat menyebar. Namun kami juga belum bisa menyatakan apa-apa karena harus terlebih dulu mendengar langsung klarifikasinya dari pusat,” terang Rini.

Atas gugatan yang dilayangkan Sony Corp kepada Sony AK melalui kuasa hukumnya di Indonesia–Hadiputranto, Hadinoto & Partners–Rini juga mengaku tidak tahu sama sekali akan hal itu, termasuk isi dari somasinya. “Kami belum pernah berhubungan dengan mereka,” lanjut dia.

Rini pun tak bisa memberi komentar soal kemungkinan bisa diboikotnya produk-produk elektronik yang dipasarkan Sony di Indonesia. “Kami belum bisa beri jawaban sebelum mendapat update dari pusat. Mungkin mereka agak lama (memberi klarifikasi) karena terpotong week end,” jelasnya.

Ihwal kasus ini bermula ketika seorang teknoblogger Indonesia yang bernama Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh Sony Corp lantaran nama “Sony” yang melekat di situs pribadinya itu. Sony Corp ketakutan, kalau-kalau situs dengan embel-embel “Sony” itu disalahgunakan dan bisa merusak merek dagangnya, meskipun kenyataannya tidak demikian.

Lantas, Sony AK yang menjadi korban dalam kasus ini, dihadapkan dengan dua pilihan sulit: melepas nama “Sony” atau diseret ke meja hijau oleh Sony Corp. Tak heran jika kemudian ia banjir dukungan–baik di dunia maya maupun dunia nyata–setelah muncul sebuah grup di Facebook dengan nama: “Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!”. Sejauh ini anggota grup itu sudah hampir 3.000 orang.

Jelas saja gelombang penolakan dan hujatan yang terus mengalir deras dan berseliweran di dunia maya membuat pihak Sony Indonesia ketar-ketir. Rini, meski tidak bisa berkomentar apa-apa, berharap kasus ini segera jernih seusai mendapat klarifikasi dari kantor pusat Sony di Jepang.

Sony Disomasi Sony
Sony Corp Disomasi Balik Rabu Depan
Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Logo Sony-AK.com

Jakarta – Raksasa elektronik Jepang, Sony Corp, akan disomasi balik Rabu depan, 17 Maret 2010. Bukan oleh Sony AK, tapi kumpulan praktisi internet yang berkonsolidasi dengan sejumlah kantor pengacara dan lembaga bantuan hukum.

Demikian diungkap salah satu praktisi internet, M. Salahuddien. Menurutnya, sudah ada beberapa kantor pengacara dan bantuan hukum yang mempelajari apa saja pasal tuntutan dan draft naskah semacam class action.

“Diperkirakan Senin besok (15/3) sudah siap. Kalau komunitas banyak yang setuju, Rabu (17/3) kita akan somasi balik Sony Corp,” lanjut pria yang akrab dipanggil Didin Pataka ini kepada detikINET, Sabtu (13/3/2010).

Gugatan balik lewat jalur class action itu siap dilancarkan oleh para sahabat yang mendukung Sony AK. Sebab, apa yang dilakukan oleh sang teknoblogger dinilai tidak sedikit pun menyalahi aturan.

“Selanjutnya, untuk antisipasi serangan balik Sony Corp kita saat ini juga sedang melakukan inventarisasi “daftar dosa Sony Corp” di indonesia yang akan kita perkarakan juga satu per satu sampai Sony Corp minta maaf dan berhenti bersikap arogan,” ketus Didin.

Ia pun tak luput menyindir representative Sony Corp di Indonesia, yang menurutnya, tak mampu segera merespon kasus ini dengan cepat. Padahal menurutnya, Sony Indonesia punya jalur khusus untuk emergency ke Sony Corp.

“Tanpa menunggu week end untuk melakukan klarifikasi, justru ini untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar peduli, bukan cuma lips service doang,” ujar Didin. “Kalau mereka menghormati pasar di Indonesia, tentu mereka tidak segan membangunkan juragannya pukul 3.00 pagi saat week end sekali pun,” lanjut dia.

Ihwal kasus ini bermula ketika Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh Sony Corp lantaran nama “Sony” yang melekat di situs pribadinya. Sony Corp takut, kalau-kalau situs dengan label “Sony” itu disalahgunakan dan bisa merusak merek dagangnya.

Sony AK yang menjadi korban pun dihadapkan dengan dua pilihan sulit: melepas nama “Sony” atau diseret ke meja hijau oleh Sony Corp. Namun Sony AK memilih untuk bertahan. Ia tidak sendirian, banyak pihak yang mendukung dia, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Kasus sengketa nama domain ini pun bergulir cepat bak bola salju, ketika para sahabat Sony AK membuat sebuah grup penggalang dukungan di Facebook dengan nama: “Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!”. Sejauh ini anggota grup itu sudah lebih dari 3500 orang.

“Kalau dukungan di Facebook terus berlanjut, habis long week end ini bisa meledak betulan, dan salah-salah benar ganti kena somasi si Sony Corp,” sindir Didin, yang sehari-harinya menjabat sebagai Wakil Ketua lembaga pengawas internet ID-SIRTII..

Sony Disomasi Sony
‘Sony Corp Tak Kenal Adab Dunia Online’
Fransiska Ari Wahyu – detikinet


logo sony-ak.com

Jakarta – Somasi yang dilayangkan Sony Corporation kepada Sony Arianto Kurniawan dinilai sebagai perilaku tak mengenal adab dunia online sekaligus bentuk intervensi negara lain, khususnya ke jaringan blogger sebuah bangsa berdaulat.

Penilaian ini diungkapkan Iwan Piliang, Pimpinan Jaringan Presstalk, jaringan media alternatif blogger. Iwan mengutuk somasi yang dilayangkan Sony Corp terhadap Sony AK terkait pemakaian nama domain sony-ak.com untuk blog pribadinya.

“Mensomasi Sony AK atas pemakaian domain sony-ak.com, adalah perilaku tak mengenal adab dunia online, dan sekaligus intervensi negara lain, khususnya ke jaringan blogger sebuah bangsa berdaulat,” tandas Iwan dalam keterangan tertulis Jaringan Presstalk yang dikutip detikINET, Minggu (14/3/2010).

Sebagai bentuk dukungan kepada Sony AK, Iwan membuat grup dukungan di Facebook, bertajuk “Dukung Blogger Sony AK, Lawan Sony Corp”.

Ihwal kasus Sony vs Sony ini bermula ketika seorang teknoblogger Indonesia yang bernama Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh Sony Corp lantaran nama “Sony” yang melekat di situs pribadinya itu. Sony Corp khawatir jika situs dengan embel-embel “Sony” itu disalahgunakan dan bisa merusak merek dagangnya. ( faw / faw )

Kasus Sony Mirip Nissan Motor vs Uzi Nissan
Santi Dwi Jayanti – detikinet


screenshot nissan.com

Jakarta – Somasi Sony Corp terhadap Sony Arianto Kurniawan gara-gara nama domain mirip dengan kasus yang dialami Uzi Nissan, bos pemilik Nissan Computer Corp yang akhirnya memenangkan kasus melawan Nissan Motor. Akankah Sony AK bernasib baik seperti Uzi Nissan?

Dikutip detikINET dari Digest, Minggu (14/3/2010), Uzi Nissan adalah seorang pendiri dan presiden dari Nissan Computer Corp. Ia mendapat tuntutan dari Nissan Motor atas pelanggaran trade mark. Bagaimana bisa? Sama seperti Sony AK, Uzi Nissan memakai nama domain yang mengusung namanya sendiri yang kebetulan sama dengan Nissan Motor.

Bedanya ialah, Uzi Nissan memakai nama domain itu untuk urusan bisnis di bidang komputer. Ia mendaftarkan domain nissan.com di tahun 1994 dengan pertimbangan itu adalah namanya sendiri dan saat itu Nissan Motor lebih dikenal dengan nama Datsun.

Namun ternyata Nissan Motor meributkan hal itu dan menuduh Uzi Nissan telah menyerobot trademark Nissan Motor. Urusan ini pun bergulir ke pengadilan dan tuntutan sebesar 10 juta dollar dilayangkan Nissan Motor kepada Uzi Nissan.

Setelah melalui banyak proses persidangan, Uzi Nissan akhirnya memenangkan  perkara. Ia tidak terbukti memakai domain tersebut untuk menyerang atau melancarkan niat jahat pada Nissan Motor. Akankah Sony AK bernasib baik seperti Uzi Nissan? ( sha / faw )

Sony Disomasi Sony
‘Boikot Produk Sony dan Produk Jepang!’
Fransiska Ari Wahyu – detikinet


Screenshot Situs Sony Global

Jakarta – Sebagai reaksi dari somasi yang dilayangkan Sony Corporation kepada teknoblogger bernama Sony AK, muncul seruan keras untuk memboikot seluruh produk Sony. Bahkan jika perlu seluruh produk Jepang di Indonesia. Apa bisa?

Ajakan pemboikotan ini diserukan oleh Jaringan Presstalk dalam rilis yang dikutip detikINET, Minggu (14/3/2010). Seruan pemboikotan ini bukan tanpa dasar. Menurut Iwan Piliang, Pimpinan Jaringan Presstalk, mereka telah lama mengikuti praktik transfer pricing kalangan industri di Indonesia, tak terkecuali perusahaan besar Jepang yang jumlahnya terindikasi mencapai ribuan triliun. Diduga Sony Corp pun ikut terlibat.

Iwan menilai bahwa dengan adanya indikasi penggelapan pajak, maka apabila industri yang bersangkutan hengkang dari muka bumi Indonesia, bangsa ini tidak akan mengalami kerugian.

“Bahkan jika sebuah industri mobil dan motor raksasa Jepang sekalipun hengkang di negeri ini, tidak juga akan rugi bangsa ini, mengingat contoh, penjualan ekspor produk mobil mereka ada yang bruto profitnya mencapai -7% hingga -14%. Penjualan bruto lokal profitnya 2%, yang kalau di-netto-kan, akan minus juga. Sehingga mereka tak bayar pajak,” tegas Iwan dalam keterangan tertulis.

Jaringan Presstalk menilai somasi yang dilayangkan Sony Corp sebagai bentuk perilaku yang tak mengenal adab di dunia online.

“Karenanya, kami  mengutuk laku demikian dan melalui berbagai jaringan komunitas sosial, menghimbau melakukan memboikot seluruh produk Sony dan jika perlu seluruh produk Jepang di Indonesia, yang faktual terindikasi ribuan triliun menggelapkan pajak, transfer pricing!” tandas Iwan.

Sebagai bentuk dukungan kepada Sony AK, Iwan juga membentuk grup dukungan di Facebook, bertajuk “Dukung Blogger Sony AK, Lawan Sony Corp”. ( faw / faw )

Sony Disomasi Sony
Sony Corp Klarifikasi Somasi Sony AK
Achmad Rouzni Noor II – detikinet


Screenshot situs Sony Corp global

Jakarta – Sony Corp di Jepang akhirnya memberikan klarifikasi atas somasi yang dilayangkan kepada Sony AK. Namun sayangnya, klarifikasi itu belum menuntaskan kasus somasi terhadap blogger asal Indonesia yang nama situsnya tengah dipermasalahkan itu.

Menurut penjelasan pihak Sony Indonesia–yang menghubungi kantor pusat Sony Corp di Tokyo, Jepang, lewat teleconference–belum selesainya kasus somasi tersebut dikarenakan masih ada satu kendala yang mengganjal.

“Masalahnya, trade mark (Sony Corp di Jepang) sampai saat ini belum bisa menghubungi kuasa hukumnya (di Indonesia) untuk dimintai keterangan,” kata Rini F Hasbi, Senior Manager Head of Marketing Communications Sony Indonesia, kepada detikINET, Minggu (14/3/2010).

Sulitnya menghubungi kuasa hukum Sony di Indonesia–Hadiputranto, Hadinoto & Partners (HHP), menurut dia, membuat pihak Sony di Jepang kesulitan untuk menjernihkan masalah ini. Sebab, asal muasal permasalahan ini adalah surat somasi yang dilayangkan kepada Sony AK melalui kuasa hukum tersebut.

“Itu sebabnya ada miskomunikasi di sini. Trade mark tidak pernah memberikan perintah untuk langsung mensomasi Sony AK, hanya meminta notifikasi dan finding fact (mencari fakta) dari HHP, apakah perlu diteruskan untuk mengambil langkah hukum atau tidak,” kata Rini.

Menurut dia, segala urusan yang menyangkut masalah hak merek dagang atau trade mark Sony di seluruh dunia–termasuk Indonesia–semua dikendalikan langsung dari pusat oleh Sony Corp di Jepang. Begitu pun di Indonesia, Sony Corp juga menunjuk langsung kuasa hukumnya untuk mengurus sengketa nama domain Sony AK ini.

“Itu sebabnya, mengapa kami awalnya tidak tahu tentang kasus ini sebelum ramai di media dan internet. Sebab, urusannya tidak lewat kami. Trade mark langsung ke HHP. Kami di Sony Indonesia hanya mengurus sales dan marketing saja,” jelasnya.

Meski demikian, Rini tak mau Sony Indonesia dan Sony Corp dianggap buang bodi dan melepas tanggung jawabnya begitu saja atas apa yang telah terjadi. Itu sebabnya, lanjut dia, Sony Corp terus mendesak klarifikasi dari kuasa hukumnya agar bisa segera menjernihkan masalah.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada titik terang. Kami sangat mengerti kenapa kasus ini jadi ramai. Kami tak pernah menyangsikan peran media dan the power of Facebook. Kami juga takut kalau nantinya disomasi,” tutup penjelasan Rini yang mewakili Sony Corp dan Sony Indonesia.

Ada benarnya jika HHP sulit dihubungi oleh Sony Corp. Sejak kemarin, detikINET juga telah coba menghubungi kantor kuasa hukum yang beralamat di Gedung Bursa Efek Indonesia itu lewat sambungan telepon dan email.

Namun sayangnya, email tak berbalas dan telepon tak kunjung tersambung. Jawaban dari email hanya notifikasi “Out of Office”. Sedangkan telepon yang diangkat oleh resepsionis kantor HHP cuma memberi penjelasan bahwa kuasa hukum Sony itu sedang libur.

Jika pihak Sony Corp dan kuasa hukumnya tidak segera menjernihkan kasus ini, bukan tidak mungkin buntutnya akan semakin panjang dan membuat citra Sony tercoreng–tak hanya di Indonesia, tapi juga seantero jagad lewat penyebaran internet. Terlebih, sudah sangat banyak pihak yang ingin Sony Corp digugat balik lewat class action.

Banyak pihak yang tidak terima, ketika Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh Sony Corp lantaran nama “Sony” yang melekat di situs pribadinya–cuma karena alasan kalau-kalau situs dengan label “Sony” itu disalahgunakan dan bisa merusak merek dagangnya.

Sony AK yang menjadi korban pun dihadapkan oleh kuasa hukum Sony Corp dengan dua pilihan sulit: melepas nama “Sony” atau diseret ke meja hijau. Namun Sony AK memilih untuk bertahan. Ia tidak sendirian, banyak pihak yang mendukung dia, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Kasus sengketa nama domain ini pun bergulir cepat bak bola salju, ketika para sahabat Sony AK membuat sebuah grup penggalang dukungan di Facebook dengan nama: “Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!”. Sejauh ini anggota grup itu sudah lebih dari 5.800 orang.

Selain ancaman somasi balik terhadap Sony Corp, raksasa elektronik itu juga semakin tertekan dengan ancaman boikot atas produk-produknya. Seruan untuk memboikot produk Sony pun mulai ramai disuarakan di Twitter dan Facebook melalui berbagai grup di situs jejaring itu. ( rou / rou )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: