Welcome WNA : Asing Boleh memiliki Properti 95 th

Kok bisa-bisanyaa??

Warga asing bisa memiliki apartemen mewah selama 95 tahun, sedangkan warga indonesia, yang punya tanah air, cuma bisa memiliki apartemen selama 35 tahun.

Kalaupun WNI bisa beli apartemen kelas Premium seharga US$150.000 apa iya bisa memeiliki samapi 95th tanpa perpanjangan… kok aneh ya…

Sedangkan Rusunami aja seharga 144 jt untuk rakyatnya sendiri cuma di kasi 35 th padahal untuk perpanjangang Hak milik Satuan Rumah Susun pun birokrasinya berbelit… dan ada biaya… ++

Bagaimana menurut anda?

Asing Boleh Beli Apartemen Bisnis Properti Lebih Bergairah

04 Feb 2010

Inilah terobosan baru Kementerian Negara Perumahan Rakyat. Orang asing saat ini bisa memiliki properti seperti apartemen di Indonesia. Kebijakan lainnya adalah sistem pembiayaan rumah bagi masyarakat berpengasilan rendah, termasuk penghunlan rumah susun.

TEROBOSAN baru yang digagas Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Mono-arfa terhadap pembangunan properti diyakini pengembang bisa menggairahkan sektor properti. Sekaligus bisa menarik investor asing masuk. Hal dikatakan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, baru-baru ini.

“Saya melihat kepemimpinan Pak Suharso di Kementerian Perumahan Rakyat saat ini cukup bagus. Kebijakan yang ditelorkan cukup membawa angin segar bagi pertumbuhan properti di tanah air. Tinggal menunggu realisasinya saja,” kata Budi menanggapi kinerja 100 hari kerja Menpera terhadap pembangunan properti di tanah air.
“Kalau ini bisa diterapkan dengan baik, maka pertumbuhan properti bisa membawa keuntungan bagi pertumbuhan perekonomian nasional,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria menyatakan, kinerja 100 hari Menpera baru tahap membangun pondasi, tinggal menunggu berdirinya tiang-tiangnya. “Pada intinya kepemimpinan Menpera saat ini cukup memberi angin segar bagi pengembang di properti. Tinggal bagaimana menerapkan terobosan baru itu untuk kepentingan pertumbuhan properti di tanah air,” cetus Teguh. Lebarkan Sayap

Pada bagian lain Budi Karya menyatakan, PT Ancol tengah merencanakan melebarkan sayap usahanya, khususnya di arena rekreasi anak-anak. Arena ini akan dibangun di wilayah Bintaro, Jakarta. “Rencana ini masih tahap mencari format tipe rekreasi seperti apa yang akan dibangun nanti. Kalau ini sukses, maka bisa dijadikan model di kota lainnya. Termasuk pembangunan properti lainnya,” kata Budi di Jakarta.

Selain itu, lanjutnya, PT Ancol juga sedang mengggarap infrastruktur perumahan, seperti, penyediaan listrik, air dan jalan tol. Kalau ini bisa direalisasikan, Budi yakin bisa menambah pendapatan yang cukup besar bagi PT Ancol.
“Cost investasi di infrastruktur memang cukup besar, mencapai triliunan rupiah. Investasi ini bisa berjalan baik. Ya, kita lihat saja nant,” ujar Budi.

Ia menambahkan, tak ada dampak yang signifikan terhadap PT Ancol jika perjanjian perdagangan bebas (AFTA antara ASEAN-China tetap dilakukan. “Era perdagangan bebas tidak bisa dielakkan. Siap tidak siap, suka tidak suka, itu harus dihadapi dan industri dalam negeri harus siap berkompetisi. Tinggal bagaimana penerapan pemerintah akan perjanjian tersebut. Yang jelas, Ancol akan mendapatkan

keuntungan dari investor luar untuk masuk,” tambahnya.

Ditanya soal target jumlah pengunjung, Budi menargetkan peningkatan jumlah pengunjung dari 14 juta pada tahun lalu menjadi 15 juta pada 2010.

“Untuk mencapai target tersebut, pihaknya tengah berupaya mengembangkan infrastruktur yang ada. Dengan pengembangan ini, target bisa dicapai,” tandasnya. FIK

PP Kepemilikan untuk Orang Asing Disiapkan
Jumat, 8 Januari 2010 | 07:14 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini pemerintah sedang menyiapkan peraturan pemerintah terkait kepemilikan properti komersial oleh warga negara asing. Jika bisa diwujudkan, itu akan membuka banyak lapangan kerja karena industri pendukung yang terkait dengan sektor properti lebih dari seratus.

”Bila asing boleh membeli properti di Indonesia, akan ada tambahan pendapatan 3 miliar dollar AS (setara dengan Rp 30 triliun) per tahun. Potensinya bahkan 6 miliar dollar AS per tahun,” kata Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Kamis (7/1/2010), dalam seminar yang digelar Forum Wartawan Perumahan.

Suharso Monoarfa berjanji, PP soal kepemilikan asing atas properti di Indonesia akan selesai tahun ini. Sementara itu, Anton Sitorus, Senior Manager Konsultan Properti Jones Lang LaSalle, mengatakan, dengan tidak dibukanya orang asing untuk membeli properti di Indonesia, sebenarnya negara dirugikan.

”Di Bali, warga asing tetap membeli properti dengan memakai identitas orang lain (WNI) dan pajak-pajak tak mengalir ke negara,” kata dia.

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria menepis kekhawatiran terhadap dominasi asing jika properti di Indonesia diperbolehkan dimiliki WNA. REI sudah mengusulkan beberapa pembatasan kepemilikan asing ke BPN.

”Warga asing kami usulkan hanya boleh membeli properti seharga minimal 100.000 dollar AS (sekitar Rp 1 miliar). Lalu, pembatasan maksimal pembelian unit,” ujar Teguh.

Di Singapura, warga asing hanya boleh membeli apartemen, sedangkan pembelian rumah tinggal dilarang.

Tidak ada sisi negatif

Praktisi properti yang juga anggota DPR, Enggartiasto Lukita, menegaskan, tidak ada sisi negatif dari kepemilikan properti oleh asing. Justru sebaliknya, jika orang asing bisa memiliki properti di Indonesia, hal itu bisa memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Chief of Executive Officer PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib dan Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Jopy Rusli mengatakan, harga properti di Indonesia saat ini paling murah dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Singapura, Malaysia, dan Hongkong.

”Misalnya, harga properti di Indonesia hanya 1.287 dollar AS per meter persegi, di Malaysia 1.424 dollar AS per meter persegi, sementara di Singapura 11.324 dollar AS per meter persegi,” ujar Jopy.

Di Singapura, orang asing hanya diperbolehkan membeli apartemen mewah dan dilarang memberi perumahan. Pembeli properti komersial di Singapura adalah orang kaya dari Indonesia dan China. (RYO/GUN)

[ Jum’at, 08 Januari 2010 ]
WNA Boleh Miliki Properti Selamanya

Minimal Berharga Rp 1 Miliar dan Luas 200 Meter Persegi

JAKARTA – Tidak lama lagi pemerintah menerbitkan amandemen Peraturan Pemerintah (PP) No 41 Tahun 1996, yang memberikan keleluasaan bagi asing untuk membeli properti di Indonesia. Hal itu diperkirakan bisa mendongkrak investasi langsung hingga USD 3 miliar per tahun.

“Ini bukan memanjakan asing. Kalau asing dibolehkan membeli Indosat, bank, dan jalan tol, mengapa mereka tidak boleh beli properti kita,” ujar Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa kemarin (7/1). Meski aturan mengenai itu sudah ada dalam PP No 41 Tahun 1996, jangka waktunya masih dibatasi.

Kebijakan perumahan di Indonesia, kata dia, saat ini lebih federal bila dibandingkan dengan negara federal sekalipun (Amerika Serikat). Sebab, di AS pengelolaan perumahan dan urban development dilakukan pemerintah pusat. Sedangkan di Indonesia, dilepas ke pemerintah daerah. “Mengenai kepemilikan asing ini belum sampai pada satu pembahasan yang teragendakan. Masih harus sounding, jadi perlu kajian akademis,” katanya.

Suharso menilai, tidak banyak pasal yang perlu diubah dalam PP No 41 Tahun 1996. Sebab, PP tersebut menyebutkan, warga negara asing boleh memiliki satu rumah di Indonesia dengan jangka waktu 25 tahun dan dapat diperpanjang hingga tiga kali. “Itu kan dulu hanya untuk mengakomodasi ekspatriat yang bekerja di Indonesia,” lanjutnya.

Deputi Kementerian Perumahan Rakyat Bidang Perumahan Formal Zulkifli Koto mengusulkan adanya batasan pembelian properti oleh orang asing minimal Rp 1 miliar per unit. Jika ini dikabulkan, maka asing hanya akan boleh memiliki properti dengan segmen atas atau mewah. “Masalah batas harga, harus di atas Rp 1 miliar, misalnya dengan luas 200 meter persegi minimal,” usulnya. (wir/kim)

Masalah Kepemilikan Asing Harus Tuntas Sebelum Kongres Dunia FIABCI
Selasa, 12/1/2010 | 21:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Persoalan kepemilikan asing dalam properti di Indonesia harus dapat diselesaikan sebelum Kongres Dunia Federasi Real Estate Internasional di Bali Mei 2010. Masalah ini mendesak dituntaskan agar industri properti Indonesia makin memikat.

Demikian diungkapkan Menteri Negara Perumahan Rakyat Soeharso Monoarfa, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Teguh Satria, Wakil Ketua Kadin Bidang Properti James T Riady, Selasa (12/1/10).

Menneg Perumahan Rakyat Soeharso Monoarfa menegaskan, persoalan kepemilikan asing masih digodok, dan tentunya lebih cepat selesai lebih baik. Sedangkan Ketua Umum DPP REI Pusat Teguh Satria berharap aturan WNA boleh memiliki properti Indonesia dapat diluncurkan sebelum Kongres FIABCI di Bali.

Saat ini bisnis properti di Indonesia tidak kompetitif dibandingkan di negara-negara Asia lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, China, UEA. “Hak tanah di Malaysia dan Singapura bisa mencapai 99 tahun, bahkan sampai 999 tahun,” katanya. Di Malaysia, ada program “my second home”, di Thailand ada program “long stay”, sedangkan di Filipina ada program “retired” yang semuanya mengajak orang asing untuk memiliki properti di sana. “Hanya Indonesia yang tertinggal karena aturan-aturan tidak mendukung industri properti,” ungkap Teguh.

James Riady: Sekaligus 80 Tahun
Sementara itu Wakil Ketua Kadin Bidang Properti James T Riady berpendapat, pemerintah hendaknya menuntaskan tiga persoalan sebelum Kongres Dunia FIABCI di Bali digelar.

“Pertama, Kadin meminta hak setiap warga memiliki tempat tinggal atau rumah dihormati. Bagiamana agar aset utama warga bernilai tinggi dan dapat dijadikan modal usaha. Karena itu Hak Guna Bangunan bisa sekaligus 80 tahun. Saat ini kan selalu diperpanjang. Coba bayangkan jika setiap aset warga memiliki nilai dan bisa dijaminkan untuk berdagang,” kata Riady yang juga CEO Lippo Group.

Kedua, kata James Riady, kepemilikan asing diizinkan sampai 70-80 tahun. “Di Singapura malah bisa 99 tahun, bahkan 999 tahun. Kita memberi jalan kepada pihak asing untuk ikut membangun Indonesia. Dan ini sudah dilakukan juga negara-negara Asia lainnya, termasuk China dan UEA,” katanya. Intinya, kata James, jangan terlalu membatasi asing, tapi berilah insentif. Misalkan pemeriksaan di bandara tak perlu berbelit-belit. “Orang asing kan membawa efek domino yang besar. Mereka punya pembantu, sopir, dokter dan lainnya,” tandasnya.

Ketiga, istilah strata title baik untuk perkantoran maupun apartemen, dan hak pakai, dijadikan satu menjadi istilah hak pakai. “Jika ketiga hal ini dapat dilakukan pemerintah sebelum Kongres FIABCI digelar bulan Mei mendatang, industri properti di Indonesia akan bergerak. Selama ini industri properti di Indonesia belum bergerak, padahal di banyak negara, industri properti sudah bergerak,” kata James yang menambahkan, ini bisa diwujudkan tanpa harus menunggu undang-undang jadi.

James juga berpendapat seharusnya pemerintah Indonesia menyisihkan 5 persen dari GDP untuk pembangunan infrastruktur. “Selama ini baru 1 persen. Indonesia jelas kalah dari Singapura dan China yang mengalokasikan 5 persen GDP untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.

Warga Asing Boleh Miliki Properti Hingga 90 Tahun
Kamis, 21 Januari 2010, 00:01:36 WIB

Jakarta, RMexpose.Dituangkannya draft Pera*turan Pemerintah (PP) kepe*mi*likan properti bagi warga ne*gara asing (WNA) diyakini bakal membawa dampak positif untuk saham-saham sektor properti. Dengan begitu, terjadi penguat*an saham di sektor properti, ka*rena peluang asing memiliki apar**temen menjadi lebih lama hingga 75-90 tahun.

“Banyak emiten properti yang men-take offer apartemen cukup mahal. Dalam peraturan baru nan*tinya foreign ownership mi*ni*mal Rp 2 miliar untuk aparte*men. Padahal, banyak juga peru*sa*haan properti yang menawar*kan di atas harga itu,” kata Ana*lis Ciptadana Securities Natalia Sutanto di Ja*karta, baru-baru ini.

Dia juga menjelaskan, saat ini ada pembicaraan hak kepe*mi*li*kan asing hingga 75 bahkan 90 tahun. Asing hanya bisa membeli hunian vertikal (apartemen). Hal ini akan berdampak positif ter*hadap fundamental emiten di sektor properti.

Penerbitan PP ini bisa segera dilakukan hingga satu semester ke depan. Suharso mengatakan, pembahasan telah dilakukan dengan Menko Perekonomian dan Sekretariat Negara. “Saya ber**harap satu semester ke depan, kalau itu terjadi,” kata Menpera, beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Pertanahan Na*sional (BPN) Joyo Winoto menje*las*kan, harga kondominium yang boleh dibeli warga asing dibatasi minimal Rp 2 miliar. Pa*da saat ini, pemerintah belum me*nen*tukan berapa lama hak ke*pemi*likan pro*perti bagi warga ne*gara asing (WNA) yang akan diatur dalam regulasi terbaru. NOV

WNA Boleh Miliki Properti Selamanya

Senin, 11 Januari 2010

Jakarta (BP) – Tidak lama lagi pemerintah menerbitkan amendemen Peraturan Pemerintah (PP) No 41 Tahun 1996, yang memberikan keleluasaan bagi asing untuk membeli properti di Indonesia. Hal itu diperkirakan bisa mendongkrak investasi langsung hingga 3 miliar dolar AS per tahun.
”Ini bukan memanjakan asing. Kalau asing dibolehkan membeli Indosat, bank, dan jalan tol, mengapa mereka tak boleh beli properti kita,” ujar Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa, baru-baru ini. Meski aturan mengenai itu sudah ada dalam PP No 41 Tahun 1996, jangka waktunya masih dibatasi.
Menurut dia, pemerintah akan membuka kepemilikan properti bagi asing untuk landed house, terutama di daerah-daerah yang banyak pekerja asing (ekspatriat) seperti di Kalimantan atau kawasan ekonomi khusus (KEK) seperti kawasan khusus pariwisata di Bali. Sementara itu, untuk jenis apartemen (hunian vertikal) akan diutamakan di daerah perkotaan. ”Sudah saya sampaikan ke Menko Perekonomian, Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet,” lanjutnya.
Kebijakan perumahan di Indonesia, saat ini lebih federal bila dibandingkan dengan negara federal sekalipun (Amerika Serikat). Sebab, di AS pengelolaan perumahan dan urban development dilakukan pemerintah pusat. Sedangkan di Indonesia, dilepas ke pemerintah daerah.
”Mengenai kepemilikan asing ini belum sampai pada satu pembahasan yang teragendakan. Masih harus sounding, jadi perlu kajian akademis,” katanya.
Suharso menilai, tak banyak pasal yang perlu diubah dalam PP No 41 Tahun 1996. Sebab, PP tersebut menyebutkan, warga negara asing boleh memiliki satu rumah di Indonesia dengan jangka waktu 25 tahun dan dapat diperpanjang hingga tiga kali. ”Itu kan dulu hanya untuk mengakomodasi ekspatriat yang bekerja di Indonesia,” lanjutnya.
Deputi Kementerian Perumahan Rakyat Bidang Perumahan Formal Zulkifli Koto mengusulkan ada batasan pembelian properti oleh orang asing minimal Rp1 miliar per unit. (jpnn)

3 Tanggapan

  1. Kunjungan sesama blogger sob…
    Blognya menarik nih…

    Ditunggu kunjungan baliknya ya…
    Dan jangan lupa komennya…

  2. It should be noted that foreigners can buy FREEHOLD apartments in Thailand, Malaysia and Singapore. The lease periods mentioned of 99 and 999 years relate to plain land.

    Also visa regulations play an important part: a foreign visitor to Malaysia will receive a free 90 day on arrival visa in most cases. This makes it very easy for people to have “winter residences”. Indonesia, with a 30 day on arrival visa costing $25, simply is not fit for such people.

    No wonder, the “Malaysia My Second Home” program is a resounding success. This cannot be replicated in Indonesia unless foreigners are granted perpetual freehold rights to property (at least apartments and/or luxury property) and reasonably relaxed visas to come and enjoy their property.

    (I am a foreign property investor in Malaysia, holding a free and clear strata title to my property.)

  3. Ada peraturan terbaru nih keluar 11 januari 2013 kemarin. Saya baca informasi di salah satu web. alamatnya http://www.realiteinternational.com/index.php/blogs/

    hopefully bisa bantu bagi temen2 indo yang mau beli properti. jadi tahu peraturan barunya apa dan apa dampaknya ke kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: