Cegah Predator “Online” Anak

Cegah Predator “Online” Anak
Kontrol akses internet anak, diantaranya dengan tidak membiarkan anak internetan terus menerus di kamar pribadi.
Selasa, 9/2/2010 | 10:42 WIB

KOMPAS.com – Situs jejaring sosial seperti Facebook ternyata tak sekadar memudahkan penggunanya untuk memperluas pergaulan atau bertemu dengan kawan lama. Situs sosial ini sekarang dijadikan alat praktik kejahatan siber.

Kasus penculikan yang terjadi pada Marieta Nova Triani (14) menjadi bukti bentuk kejahatan siber yang dipicu dari aktivitas di internet. Dari perkenalannya dengan Arie lewat Facebook, Nova menemui teman lelakinya itu di depan rumah pamannya di Cluster Alamanda Blok L 14, Bumi Serpong Damai, Serpong, Tangerang, pada Sabtu (6/2/2010). Keluarga terakhir kali melihat Nova saat sedang bertemu Arie. Setelah itu, ponsel Nova tak bisa dihubungi lagi.

Kemudahan anak mengakses internet seperti menjadi peluang bagi pelaku kejahatan untuk mengincar korban. Kontrol keluarga, terutama orangtua, berperan penting dalam melindungi anak dari kejahatan siber. Simak cara untuk mengontrol aktivitas internet anak Anda tanpa membatasi dirinya:

Luangkan waktu dengan anak saat belajar komputer dan internet
Meluangkan waktu lebih banyak bersama anak bisa dengan belajar bersama lebih dalam tentang komputer dan internet. Baik orangtua maupun anak harus tahu dan bisa mengoperasikan situs jejaring sosial, forum diskusi, keamanan transaksi belanja, cara chatting, cara mengetahui situs baik dan situs buruk, mencari dan memutar video di YouTube, dan cara mencari gambar dan video via Google.

Berikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya internet
Setelah mempelajari caranya, tambahkan pemahaman pada anak tentang manfaat dan bahaya internet. Orangtua harus memiliki pengetahuan lebih luas, dan mendiskusikannya dengan anak. Beritahu juga soal karakteristik predator online, dan berbagai kasus terungkapnya predator online di berbagai negara.

Ingatkan anak tentang konsep “orang asing”
Ingatkan pada anak agar tidak percaya begitu saja pada orang yang baru dikenalnya. Tekankan kepada anak agar tidak memberikan informasi personal, seperti email dan nomor telepon.

Kenalkan etiket bergaul dengan teman “online”
Memperluas pergaulan sah saja, apalagi anak-anak kini sudah semakin terbuka dengan teknologi internet. Namun perlu diajarkan kepada anak agar memperhatikan batasan pergaulannya. Jangan izinkan anak-anak bertemu langsung dengan teman baru yang dikenal via chat.

Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi
Meski fasilitas di rumah lengkap, komputer dan ponsel sudah terkoneksi dengan internet, pastikan ada batasan. Jangan biarkan anak-anak mengakses internet di kamar pribadinya. Letakkan komputer di ruang keluarga atau di ruangan orangtua agar mudah dilihat dan dikontrol.

Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet
Arahkan anak untuk melakukan aktivitas kreatif dan positif dengan media internet. Kenalkan juga tentang banyaknya kesempatan berprestasi atau mendapatkan hadiah dari kegiatan kreatif di internet, misalkan kompetisi menulis. Untuk itu kenalkan lebih dahulu kegiatan menulis di internet, misalnya dengan mengisi blog pribadi.

Gunakan software filter aktivitas internet
Jika menurut Anda semua cara tadi belum maksimal, gunakan software untuk memfilter kegiatan internet. Banyak software parental yang tersedia gratis maupun berbayar. Cari saja via mesin pencari di internet. Jika sudah begitu, anak Anda bisa bebas internetan, namun kontrol tetap di tangan Anda sebagai orangtua.

C1-10

Editor: din

Sumber: Kompas Cetak

KOMPAS.com – Anak umur belasan tahun terutama usia SMP dan SMA menjadi mangsa yang mudah diperdaya predator online. Pelaku kejahatan siber ini makin aktif mengintai mangsa dengan mulai masuk ranah pergaulan di jejaring sosial.

Harian Kompas (8/2/2010) menuliskan aktivitas anak/remaja Indonesia di internet kini terus meningkat. Berdasarkan hasil riset Yahoo! di Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009, pengguna terbesar internet adalah remaja usia 15-19 tahun, sebesar 64 persen. Jika didasarkan pada UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, usia 0-18 tahun tergolong usia anak-anak. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet melalui warung internet (warnet), sementara sebanyak 19 persen mengakses via telepon seluler.

Data ini menunjukkan dengan sangat gamblang, terutama kepada orangtua, untuk lebih waspada merespons aktivitas anak melalui internet. Apalagi saat ini ponsel murah yang langsung terkoneksi dengan Facebook, misalnya, semakin mudah didapatkan.

Agar anak dan orangtua lebih aman berinternet, ikuti cara berikut ini:
Posisi komputer di zona aman
Tempatkan komputer di ruang yang mudah dipantau oleh orangtua. Dengan begitu anak tidak asik sendirian tanpa pengawasan. Jangan biasakan anak berinternet di kamar pribadi yang tak mudah diawasi.

Pasang piranti khusus di komputer
Pasang pengaman untuk membatasi anak agar tidak mengakses situs yang tidak layak. Piranti lunak dapat diunduh secara gratis di situs www1.k9webprotection.com dan http://www.kidrocket.com

Berikan ponsel tanpa internet
Ketegasan tetap perlu meski saat ini ponsel murah yang memberikan tawaran menggiurkan terkait akses internet semakin marak saja.

Ajarkan etiket berinternet
Jika anak berinternet, pastikan Anda sebagai orangtua untuk mendampingi, memberi batasan waktu, mengajari perilaku berinternet yang baik, dan menjelaskan aturan penggunaannya.

Aktif di jejaring sosial anak
Ikulah interaksi anak dalam jejaring sosialnya untuk mengontrol aktivitas dan teman-teman anak. Untuk menjalani kegiatan ini lebih baik orangtua berhati-hati, jangan terlalu mengintervensi, karena bagaimanapun anak punya privasi. Fungsi orangtua adalah sebagai pengawas jika melihat gelagat yang tidak beres.
C1-10

Editor: din

Sumber: Kompas Cetak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: