Logo Kaos Giorgio Armani Jiplak Burung Garuda

Logo Kaos Giorgio Armani Jiplak Burung Garuda

9:42 AM Posted by Once

AX Studded Eagle Giorgia ArmaniLambang negara Indonesia, Burung Garuda di jiplak oleh designer kenamaan asal Amerika Serikat, Georgio Armani. Desainer Giorgio Armani mengklaim itu adalah logo AX Studded Eagle. Bahkan Armani terang-terangan memamerkan hasil desain T-Shirt bergambar mirip gambar burung Garuda tersebut dalam websitenya. Hanya ada sedikit perbedaan desain kaos Georgio Armani dengan burung Garuda, lambang negara Indonesia. Bagian yang berbeda dari kaos bergambar mirip burung Garuda buatan Giorgio Armani itu adalah bagian tameng. Lambang kepala banteng digantikan dengan huruf A dan lambang beringin diganti dengan huruf X. AX = Armani Exchange.

Logo Kaos Mirip Burung GarudaPembuatan logo kaos yang mirip dengan burung Garuda ini menuai banyak kritik. Ini merupakan bentuk pelecehan lambang negara, Burung Garuda adalah lambang negara yang seharusnya dihormati. Sebagai seorang desaigner papan atas seharusnya Giorgio Armani membuat karya yang orisinil dan tidak menjiplak, apalagi yang di jiplak adalah lambang negara. Lambang negara RI, burung Garuda, dibuat melalui perjuangan oleh para pendiri bangsa Indonesia dan bersifat permanen, bukan model yang bisa diubah-ubah oleh siapapun. Begitu ungkap salah satu komentator dalam jejaring sosial twitter.

Tetapi ada juga komentator yang mendukung dan bahkan bangga, karena lambang negara Indonesia menjadi inspirasi bagi seorang desainer Giorgio Armani dari Amerika Serikat. Menurut saya pribadi, Armani harus minta maaf atas pelecehan lambang negara Republik Indonesia ini. Apa pandangan Anda sebagai orang Indonesia?

Garuda di Kaos Armani
Asvi: Tak Masalah Selama Tak Melecehkan
Laurencius Simanjuntak – detikNews

Jakarta – Sejarahwan Asvi Warman Adam menilai gambar mirip Burung Garuda di kaos merek Armani Exchange tidaklah perlu dipersoalkan kecuali ada maksud melecehkan di dalamnya. Terlebih, kaos tersebut juga tidak persis dengan lambang negara Republik Indonesia.

“Tidak masalah, selama tidak ada pelecehan,” kata Asvi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (26/1/2010).

Asvi juga merasa yakin tidak ada niat melecehkan dari sebuah perusahaan fesyen sebesar rumah mode Giorgio Armani itu. Ia justru melihat maksud komersil yang kuat di balik desain mirip Burung Garuda itu.

“Garuda bagi mereka mungkin menarik, eksotis. Indonesia kan pasarnya cukup besar buat perdagangan bebas,” kata dia.

Seadainya berniat melecehkan sekalipun, kata Asvi, pembuatnya tidak bisa dijerat dengan UU Nomor 24 Tahun 2009 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

“Apa yang harus dituntut? Karena tidak persis. Lagian dia (Giorgio) juga kan bukan orang Indonesia,” kata Asvi membandingkan dengan kasus Ahmad Dhani yang pernah dipersoalkan terkait dugaan pelecehan Bendera Merah Putih.

Sebaliknya, meski tidak persis, Asvi menilai gambar itu bisa mempopulerkan lambang negara negara Indonesia yang mungkin dinilai eksotis.

(lrn/nrl)

Kaos Garuda Menghilang dari Situs Armani Exchange
Amanda Ferdina – detikNews

Jakarta – Tak lama setelah ramai dibicarakan, kaos bermotif mirip Garuda, menghilang dari situs resmi Armani Exchange (A|X). Tidak diketahui mengapa gambar tersebut tak lagi dipasang.

Situs Armani Exchange saat dijenguk pukul 09.15 WIB, Selasa (26/1/2010) kaos bergambar mirip Garuda sudah tidak ada di jajaran koleksi (A|X). Jika mengetikkan URL yang sebelumnya berisi kaos berlogo mirip Garuda itu, akan muncul peringatan error “halaman yang dicari sudah tidak tersedia, mohon melihat item-item serupa lainnya berikut’.

Kaos itu diketahui mulai mejeng di situs (A|X) sejak Desember 2009 dan ramai dibicarkan di Twitter pada Senin (25/1).

Meski demikian, jika kita mencari di google dengan mengetikkan nama kaos itu yaitu studded eagle t-shirt, kaos mirip Garuda itu akan muncul. Kaos itu juga dijual secara online di website lainnya seperti di Amazon.

Kaos studded eagle mirip Garuda dilego 29 dolar (Rp 272 ribu), setelah diskon dari harga normal 42 dolar. (A|X) adalah salah satu label dari rumah mode Giorgio Armani yang ditujukan bagi kawula muda.
(amd/lrn)

Istana Tanggapi Kaos Armani

Senin, 25 Januari 2010, 20:08 WIB

printSend to friendJAKARTA–Pemerintah menegaskan bahwa lambang negara Burung Garuda dalam bentuk utuh tidak bisa diklaim oleh siapa pun, termasuk produk-produk komersial. Namun, jika lambang negara itu diklaim pihak lain tidak dalam bentuk utuh, maka sulit bagi pemerintah untuk mempermasalahkan itu.

“Kalau burung garuda kan ga bisa kita mengklaim,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian A Pasha, di Kantor Presiden, Senin (25/1). Namun, harus diteliti lebih jauh apakah penggunaan lambang negara oleh pihak lain itu dalam bentuk utuh atau hanya menyerupai saja.

Julian menyampaikan hal itu menanggapi dugaan penggunaan lambang negara berupa Burung Garuda dalam kaos yang diproduksi Armani Exchange atau lebih kondang dengan sebutan AX. Ia mengatakan, Armani tidak bisa disebut mengklaim jika tidak ada pemberitahuan atau launching resmi atas produk itu.

“Di dalam Armani Exchange (jika) mereka membuat ini sebagai memperkenalkan me-launching, me-release pemberitaan bahwa perubahannya ke dalam logo mereka menjadi seperti ini, itu baru bisa diidentifikasi sebagai suatu klaim dari suatu perusahaan,” ujar Julian

Tapi, kata Julian, bagaimana bisa mengklaim kalau kaos ini dari Armani jika tidak ada pernyataan resmi dari Armani. Ketika disodorkan gambar kaos di laman Armani, Julian meragukan bahwa itu benar-benar produk resmi Armani. “Mereka tidak mungkin ceroboh seperti itu,” kata dia.

Kasus penggunaan lambang negara dalam produk Armani itu sudah menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Sekilas, logo yang terpampang di kaos Armani itu mirip sekali dengan lambang negara hanya diposisikan terbalik (reserve). Gambar tersebut bisa dilihat di laman resmi Armani.

Iklan

9 Tanggapan

  1. Anda luar biasa, teruslah menulis !!
    http://mobil88.wordpress.com

  2. pernah kali dia.. trus lupa sehingga dia kalim jd idenya..
    dikira kita ndak tahu apa… peace!

  3. di media tv, jarang ada yg bilang bahwa perusahaan itu milik AS *heran saya, ada apa sih

  4. Biasa orarang kafir selalu membuata rusak dipermukaan bumi ini, selalu mencari-cari taqwilnya supaya dipuji orang dikenal orang itu sudah terjadi mulai jaman nenekmoyangnya, karena kurang akal dan kurang kerjaan

    • Memang keturunannya Muhammad kayak Sapto ini lah yang biang perusak semua yang ada di bumi, ada masalah kaos gambar burung Garuda yg juga merupakan mitos Dewa di agama Hindu, Budha dibuat untuk menyerang ajaran mulia Tuhan Isa Al Masih. Semua yang terjadi di dunia daerah2 konflik Suriah, Mesir, Libya, adalah terang benderang hasil olah budaya dari keturunan Ismail / Arab ini…
      Semoga pada saat nanti kedatanganNya yang kedua di akhir jaman yang juga diakui kitab quran, Tuhan Isa Al Masih memperlihatkan Kuasa dan Kemuliaan dengan meremukkan kepala Iblis di depan Sapto dan memperlihatkan keadaan hina Muhammad saat ini di neraka laknat sebelum gilirannya menerima kenistaan abadi yang juga sebenarnya telah dialaminya di dunia ini, sampai punya fikiran najis menulis hinaan disini.

  5. orang-orang “KAFIR” tidak bisa melihat sesuatu yang baik pasti dijadikan taqwil mulai dari jaman nabi ISA untuk mencari kepopuleritasan, dan sensasi, sesaat. yang pneting garuda dalam hati saya masih utuh OK mas, itu aja

  6. Jadi gitu aja Mari Kita Warga Indonesia jangan terpancing dengan “ISU DAZAL” Yang senang dengan kesesatan karena sesungguhnya saya telkah mengetahui sipa nenek moyangnya, memang nenek moyangnya dari jaman ISA ya begitu itu makanya Orang yang dianggap kudus dan diagungkan koq digantung dikayu salib apa masuk akal masuk logika ? Ya itu tadi mereka tidak menganl mana yang haq dan mana yang bathil , Jadi Warga Indonesia karena kita adalah keturunan orang beriman Amin, Bersatu kita teguh bercerai kita Jatuh, Biarkan saja ALLAH Menhajar mereka dengan TanganNYA Allah Sendiri seperti di “HAITI”

  7. Iya pak mereka biasa menyamai mensamarkan sesuatu dan memutar balikan fakta dari jamanya Nenek moyangnya, Yahudi, menghadapi orang Al-kafirun seperti ini kita harus bijaksana, jangankan cuma anak cucumya nenekmoyangnya yang bangkit dari kubur dan datang saya tidak mundur,

  8. jangan pada ribut lha wong itu burung saya dapet dari mbedhil trus saya beber sayapnya tpi ga mau nglihat malah malingin muka…..trus sya poto kok bgus kalo buat gambar di kaos yawis jd….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: