Etika Berkendara Motor

Etika Berkendara Motor

Mengendarai sepeda motor memang kadang menyenangkan, terutama saat lalu lintas sedang padat-padatnya. Bentuknya yang kecil dan ramping memungkinkan kendaraan roda dua ini dipakai meliuk-liuk melewati deretan mobil sehingga terhindar dari macet.

Namun, kelebihan fleksibilitas motor itu tidak lantas bisa dimanfaatkan seenaknya oleh biker yang mengakibatkan kerugian pemakai jalan lain. Dibutuhkan semacam etika berkendara motor yang bertujuan tidak hanya untuk menghormati sesama pengguna jalan, tapi juga demi keselamatan pengendara motor sendiri.

Sering terjadi, sepeda motor berjalan pelan di tengah jalan.
Ini tentu menyulitkan pengendara mobil untuk menyalipnya. Kalau mau jalan pelan, berjalanlah di pinggir, bukan di tengah jalan. Selain itu, berilah tanda sebelum berbelok sehingga tidak membingungkan kendaraan di belakang pengendara motor. Tak jarang sepeda motor berada di tengah jalan tanpa memberi isyarat apa pun, sementara di depannya terdapat pertigaan atau gang.

Saat lalu lintas sedang padat merayap, motor kerap dengan leluasa meliuk-liuk di antara moncong dan belakang mobil. Atau sering pula, motor memotong antrean dari kanan ke kiri atau sebaliknya dengan jarak sangat tipis. Tak jarang, mobil terserempet atau pengendara mobil menjadi kaget. Nah, di sini biker perlu ekstra hati-hati dengan memperhitungkan secara cermat jarak aman dengan mobil. Yang paling aman, tunggulah saat mobil benar-benar berhenti.Jika suatu saat menyerempet mobil karena terburu-buru memacu motor, selayaknya biker meminta maaf kepada si pengendara mobil. Kalau dimaki-maki, itu risiko atas kesalahan biker. Saat hendak balik arah, idealnya seluruh bodi motor masuk ke pemisah jalan untuk menghindari tersenggol mobil dari belakang atau depan.

Hati-hati menaruh kaki saat berhenti di traffic light. Jangan sampai marah-marah karena kaki terlindas ban mobil atau motor lainnya, padahal biker sendiri yang sembarangan meletakkan kaki. Jika ingin keluar gang dan masuk ke jalan besar, tengoklah kanan kiri dahulu. Jangan “slonong boy” yang bisa menyebabkan orang lain atau biker sendiri celaka.

Naik ke trotoar adalah perbuatan yang melanggar hak pejalan kaki. Patuhi semua rambu lalu lintas.
Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: