Kiat Jitu Mengelola THR

Kiat Jitu Mengelola THR
Taufik Gumulya – detikFinance


Foto: Taufik Gumulya

Jakarta – Bulan puasa segera (telah) tiba, lebaran pun segera menyusul ya Idul Fitri (1430 H) merupakan hari raya umat Islam sebagaimana Waisak adalah hari raya umat Budha, Nyepi milik umat Hindu dan Natal untuk umat Kristiani.

Adalah hal wajar saat menjelang hari raya setiap masyrakat memerlukan biaya tambahan untuk merayakannya. Bagi pemberi kerja sudah sewajarnya untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan tentunya bagi karyawan sudah membayangkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan diterima, bahkan dalam banyak kasus banyak karyawan yang telah menunggu jauh sebelum THR diterima, dalam benaknya  uang ‘bonus’ tersebut akan dibelanjakan ini, itu dan lain-lain.

Pembaca yang bijaksana alangkah baiknya selagi dana belum diterima mari kita rencanakan kemana saja alokasi THR itu akan digunakan, berikut  kiat-kiat jitu pengelolaan THR:

Patut disadari bahwa jumlah THR yang diterima tidak sebesar Gaji bersih yang diterima (setelah pajak/take home pay), misal gaji setelah pajak sebesar Rp 5 juta maka THR yang diterima adalah pasti dibawah 5 juta hal ini disebabkan potongan pajak atas THR yang disetahunkan.

Tentukan angka maksimum pengeluaran saat kita menerima THR, bandingkan dengan pengeluaran normal bulanan, kemudian perhatikan hal berikut:

A. Batasan pengeluaran THR yang sehat adalah maksimum 2 kali pengeluaran normal. Ingat dari pengeluaran bukan dari pemasukan normal, jadi (ini wajib hukumnya) pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan. Lalu batasan pengeluaran THR yang SEHAT itu untuk apa saja ya?:

1. Lunasi utang yang pembayarannya variabel/tidak konstan (biasanya hutang tanpa agunan), misalnya kartu kredit, kartu simpan pinjam, dll apapun namanya.., ingat! utang yang pembayarannya tidak konstan bunga-nya pasti tinggi!, jika belum bisa lunas minimal menguranginya. Budged untuk ini maksimal 30% dari gaji +THR bersih setelah pajak.

2. Bayar kewajiban + bonusnya kepada pihak yang terdekat, misalnya pembantu, baby sitter, sopir, tukang kebon, dll, jangan lupa mereka juga harus terima THR, bagi yg umat muslim jangan lupa sisihkan minimal 2.5% untuk pembayaran zakat.

3. Investasikan dulu, minimal 10% dari income + THR, ingat investasi juga bagian dari kewajiban anda sebagai karyawan, jika anda ingin menjadi makmur dikemudian hari.

4. Sisanya baru-lah dipakai untuk belanja dan mudik.

Box tips: Kiat jitu THR yang SEHAT:

Rencanakan.!, rencanakan dan rencanakan…, misal dalam kondisi normal saat anda tidak terima THR: Gaji 100%  minus utang maksimal 30% minus investasi minimal 10% dan sisa yang digunakan sehari-hari sebesar 60%. Nah dari angka ini menjadi acuan pengeluaran pada saat THR kita terima.

  • Jika 2X atau sebesar 120% pengeluaran maka dapat disebut sebagai Pengeluaran THR yang SEHAT.
  • Jika 2.7X atau sebesar 162% pengeluaran maka disebut sebagai pengeluaran yang WAJAR.
  • Apabila lebih dari 2.7X atau diatas 162% maka yang bersangkutan pasti jadi PAILIT alias utang yang melilit…!!.

Taufik Gumulya, CFP®. CEO pada TGRM Financial Planning Services
(qom/qom)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: