Presiden Jawa

Presiden Jawa

Oleh Jusuf Kalla – 2 Juli 2009 – Dibaca 3446 Kali –
Semua anak bangsa berhak memimpin bangsa ini, bukan hanya mereka yang berasal dari suku tertentu.Semua anak bangsa berhak memimpin bangsa ini, bukan hanya mereka yang berasal dari suku tertentu.

Di bangsa ini terkesan ada mitos bahwa orang Jawa yang mesti menjadi presiden di Indonesia. Sebelumnya memang mitos tersebut telah terbukti bahwa memang orang jawa yang menjadi presiden. Mitos inilah yang membuat beberapa waktu lalu sempat membuat saya tidak percaya diri, untuk mengajukan diri sebagai Presiden, karena saya bukan orang Jawa. mitos tersebut tampak dari kenyataan sejarah pemimpin bangsa bahwa memang presiden-presiden sebelumnya mulai dari zaman Soekarno sampai Megawati adalah orang Jawa.Belum pernah ada orang yang berdarah luar Jawa yang menjadi presiden, kecuali Habibie yang masa pemerintahannya juga tidak sempurna dan hanya berlangsung dua tahun. Namun kemudian pemikiran itu hilang dari saya, setelah bertemu dengan beberapa Kyai di Jawa Timur mereka bilang ” kami tersinggung kalau bapak katakan bahwa hanya orang jawa yang bisa menjadi Presiden, itu sama dengan anda menganggap kami diskriminatif kami memilih presiden berdasarkan kemampuannya”.. dan terbukti baru baru ini 20 Kyai langitan NU bertanda tangan menyatakan mendukung saya sebagai presiden. Memang persoalan SARA dalam memilih presiden masih cenderung dominan, di banyak tempat di dunia ini. Seperti Amerika Serikat, nnati setelah 200 Tahun demokrasinya berjalan barulah ia bisa memiliki presiden berkulit hitam yang dipilih langsung oleh rakyat. Bagaimana dengan Indonesia? tentunya kita tidak boleh menunggu selama 200 tahun seperi Amerika. Sebab pemikiran yang menyatakan bahwa hanya suku tertentu yang bisa menjadi presiden di negara kita itu akan membuat ketersinggungan suku lain. Yang bisa saja mereka akan memilih presidennya sendiri, yang artinya membuat negara baru karena merasa dianak tirikan. Maka untuk itu salah satu dari sekian banyak niat saya untuk maju sebagai kandidat presiden adalah mematahkan mitos tersebut. Karena sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi di negara kita. Seluruh anak bangsa punya kesempatan yang sama untuk memimpin.kalau hari ini orang Bugis bisa menjadi presiden, maka besok lusa bisa jadi orang Aceh, orang kalimantan bahkan orang papua yang bisa memimpin negeri ini. Jangan seperti selama ini hanya jawa saja. Ini tentu bukan bentuk kebencian terhadap jawa, karena seandainya orang bugis terus yang jadi presiden maka saya juga akan berkata yang sama. Marilah kita mencoba mulai memilih pemimpin bukan berdasarkan di mana ia lahir tapi berdasarkan kemampuannya. Ibarat memperbaiki sepeda motor, ketika anda mendatangi montir tentu anda tidak pernah bertanya dia lahir di mana? tapi apakah ia bisa memperbaiki sepeda motor? seperti itulah kira-kira cara memilih pemimpin. Semoga cita-cita kita untuk menjadikan negara kita menjadi bangsa yang makmur dan dirahmati oleh Allah swt bisa tercapai Amin.

http://jusufkalla.kompasiana.com/2009/07/02/presiden-jawa/

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Hipotesa: Apa Betul Presiden RI Harus Berasal Dari Pulau Jawa?

    Senin, 01-12-2008 13:34:48 oleh: Kang Jaja
    Kanal: Opini

    Saya pernah menyaksikan salah satu acara dialog di TV swasta yang mengangkat masalah calon Presiden RI dari pulau Jawa atau luar Jawa. Sebagian narasumber yang mewakili partai-partai besar dan berasal atau berketurunan dari luar pulau Jawa berkeyakinan bahwa Presiden tidak mesti dari Jawa.

    Saya mencoba membuat sebuah hipotesa sederhana, semoga dapat sedikit memberikan pencerahan atas munculnya lagi pro kontra Presiden dari Jawa atau luar Jawa. Secara prinsip umum dan sesuai Undang-Undan Dasar seluruh warga negara Indonesia memiliki hak untuk menjadi calon pemimpin no 1 di Indonesia. Namun pada tataran realita dan dari catatan sejarah selalu menunjukan, bahwa Presiden RI yang terpilih sejak presiden pertama selalu berasal dari Pulau Jawa, kecuali Habibie yang naik menjadi presiden akibat mundurnya Soeharto saat itu. Sekilas, mari kita ingat-ingat sejarah panjang Nusantara.

    Jika kita tilik sekitar 1000 – 2000 tahun yang lalu, cacatan sejarah menunjukan pula bahwa beberapa kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara berawal dari pulau Jawa sebut saja Airlangga yang menguasai Nusantara Timur yang berpusat di Jawa Timur, dan bagian Nusantara Barat yang berpusat di Sumatera Selatan dengan kerajaan Sriwijaya. Airlangga termasuk raja terbesar pada abad 11. Raja Panjalu atau lebih dikenal Daha dan Kediri, sebagai penerus Airlangga yang sangat terkenal dengan ramalan Nusantara masa depan adalah Jayabaya, dimana suatu saat nanti akan muncul seorang pemimpin Nusantara yang disebut Ratu Adil, walaupun hingga saat ini kedatangan Ratu Adil masih menjadi misteri, kapan dan darimana asalnya, sang Ratu tersebut yang disinyalir adalah seorang pemimpin perempuan.

    Wijaya adalah raja yang tertinggal di Jawa. Namun akhirnya melalui Raja Wijaya lah kerajaan Nusantara bangkit menjadi sangat besar yaitu kerajaan Majapahit. Ada cacatan penting tentang Majapahit, bahwa Raja Wijaya adalah bukan berasal dari jalur trah kerajaan Jawa Sanjaya dan Syailendra, tetapi berasal dari jalur rakyat umumnya yaitu dari trah Ken Arok.

    Majapahit pernah dipimpin oleh seorang wanita yaitu Tribuana Tunggadewi, pada masa itulah Mada diangkat sebagai Mahapatih. Singkat cerita, Majapahit menjadi kerajaan yang sangat besar yang menguasasi Nusantara, bahkan sampai ke Malaysia dibawah Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gadjah Mada.

    Majapahit berkobar hingga tahun 1500 an, dan setelah itu seperti halnya kerajaan-kerajaan sebelumnya terjadi kehancuran, dan mulailah babak baru kerajaan Islam masuk mulai dari Demak, dan Cirebon, Banten, Sumedang, Pajajaran Bogor di wilayah Jawa bagian Barat. Raja-raja kecil ini tidak terlihat gejolak perebutan kekuasaan, karena adanya sembilan wali yang menjadi panutan dalam menyebarkan ajaran Islam dengan cara-cara damai.

    Itulah sejarah singkat yang mendasari mengapa pengaruh Jawa masih sangat kuat untuk trah yang melahirkan calon-calon pemimpin negeri. Saya mengakui, bahwa hidup masa kini selalu tidak terlepas dari kehidupan masa lalu yaitu sejarah dan masa depan yang ditentukan oleh generasi saat ini. Oleh karena itu, menurut hipotesa saya, bahwa keberadaan sejarah adalah tetap menjadi bagian yang sangat penting dalam membangun bangsa dan negara dimasa depan, dalam hal ini keturuan dari Jawa adalah yang telah mengukir perjalanan negara kita ini dimasa lalu. Karena sejarah telah memberikan pelajaran, bagaimana Nusantara pernah berjaya, dan sejarah juga pernah mencatat berbagai kehancuran Nusantara yang berganti dari kerajaan yang satud engan yang lainnya.

    Hipotesa lainnya adalah kondisi realita jumlah penduduk yang mncerminkan sekitar 60% suara pemilih seluruh Indonesia adalah berasal dari pulau Jawa. Dalam dunia politik, suara pemilih atau suara rakyat adalah di atas segala-galanya dan yang menentukan segala-galanya. Kondisi inilah yang tidak bisa kita pungkiri, bahwa realita jumlah pemilih yang akan mengantarkan calon Presiden berasal paling besar dari pulau Jawa.

    Nah, bagi para tokoh yang berprestasi di luar pulau Jawa silakan cermati kondisi realita ini, bahwa walaupun hak untuk menjadi pemimpin adalah seluruh warga negara Indonesia, namun realita suara pemilih terbesar berada di pulau Jawa. Namun demikian, apa yang terjadi di Amerika yaitu seorang Obama yang berasal bukan dari penduduk asli Amerika pun, pada tahun ini telah membuktikan, dia bisa terpilih menjadi Presiden USA yang ke 44. Perubahan masyarakat yang telah mampu mengubah jalur sejarah, bahkan keluar dari sejarah yang ada. Rakyatlah yang menginginkan politiknya terjadi seperti itu.

    Oleh karena itu, saya tetap menilai, bahwa calon-calon Presiden RI yang berasal dari luar pulau Jawa tetap memiliki kesempatan, namun untuk dipilih pada kurun 3 – 10 periode ke depan, mungkin terlebih dahulu harus melalui sebuah fase perubahan masyatakat seperti apa yang terjadi di Amerika.

    Namun di atas hipotesa ini, saya tetap berpendapat, bahwa Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang pemberani dan memprioritaskan untuk mensejahterakan rakyat dan mampu membangun Indonesia untuk mandiri – dari daerah asal manapun. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: