Video : Iklan Mega-Prabowo Indonesia Bangkrut yang ditolak TV Nasional

http://www.youtube.com/watch?v=LIif12XtcN4&feature=channel_page

iklan lainnya bisa dilihat disini

http://www.youtube.com/user/creatorman333

Kamis, 18/06/2009 08:13 WIB
Penolakan Iklan Mega-Prabowo
KPI: Kalau Alasan Menolak Tak Jelas, Stasiun TV Bisa Kena Sanksi
Nograhany Widhi K – detikPemilu

Jakarta – Penolakan tayangan iklan peserta Pilpres Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto berjudul ‘Harga’ harus disertai alasan yang jelas. Kalau alasan tak jelas karena ada deal-deal politik, lembaga penyiaran itu bisa kena sanksi.

“Kalau penolakan tidak jelas itu bisa diproses karena berarti dianggap tidak netral. Untuk lembaga penyiaran bisa kena sanksi adminsitratif, teguran sampai pencabutan izin kalau ketidaknetralannya terlalu berlebihan. Ada tahapan-tahapannya,” ujar anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Izzul Muslimin.

Hal itu disampaikan Izzul ketika berbincang dengan detikcom , Rabu (17/6/2009).

Izzul mengimbau apabila memang benar stasiun TV menolak menayangkan iklan Mega-Prabowo, maka harus ada alasan jelas dan rasional yang disampaikan kepada pemesan spot iklan itu.

“Kalau ada penolakan,  lembaga penyiaran harus bisa menjelaskan kenapa ditolak. Alasannya yang bisa diterima secara rasional dan berimbang. Dan tidak ada hal-hal yang tidak rasional yang sifatnya deal-deal politik di luar kepentingan bisnis,” imbuh Izzul.

Dalam hal spot iklan, setiap lembaga penyiaran dituntut netral kepada semua pasangan capres. Spot iklan yang ditujukan kepada ketiga peserta Pilpres harus sama dan berimbang.

“Dalam UU Penyiaran atau UU Pilpres, lembaga penyiaran wajib memberikan ruang yang sama kepada ketiga kandidat,” tegas dia.

( nwk / nrl )

Prabowo: Negara Demokrasi Kok Nolak-nolak Iklan!

PERSDA NETWORK/ BIAN HARNANSA
Prabowo Subianto.

Rabu, 17 Juni 2009 | 17:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ditolaknya beberapa versi iklan politik Megawati-Prabowo oleh sejumlah stasiun televisi dinilai sebagai bentuk ketidakadilan. Prabowo mengatakan, penolakan tersebut merupakan salah satu bentuk dari kolusi.

“Negara demokrasi kok nolak iklan. Bagi saya tidak adil. Ini berbau kolusi,” kata Prabowo, Rabu (17/6) di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Salah satu iklan pasangan yang diusung PDI Perjuangan-Gerindra yang ditolak untuk ditayangkan bertitel “Bangkrut”. SCTV, salah satu televisi yang menolak untuk menayangkan, menyatakan iklan tersebut berbau provokasi.

Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, iklan politik Mega-Prabowo hanya menyampaikan fakta dan data-data yang sebenarnya. “Kami sangat menyesalkan apa yang terjadi. Apa yang kami sampaikan adalah fakta. Mungkin karena dianggap bisa membangun opini sebenarnya sesuai fakta, ada yang resah sehingga melakukan intervensi,” kata Pramono.

Tim kampanye Mega-Prabowo, kata Pram, menyerahkan sepenuhnya pada penilaian rakyat. “Kita tidak tahu siapa yang melakukan pencegahan penayangan iklan itu. Kami menyerahkan pada rakyat untuk menilai. Tapi seharusnya ada perlakuan adil pada siapa saja,” ujarnya.

KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
SCTV: Iklan “Bangkrut” Mega-Pro Provokatif
Pasangan calon presiden-wakil presiden, Megawati Soekarnoputri- Prabowo Subianto, saat acara dialog publik ekonomi kerakyatan di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Jumat (29/5). Selain pendukung Mega-Prabowo, dialog tersebut juga dihadiri pengusaha yang ada di eks Karisidenan Surakarta.

Rabu, 17 Juni 2009 | 16:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Stasiun televisi SCTV disebut-sebut sebagai salah satu media yang menolak untuk menayangkan materi iklan kampanye capres/cawapres Megawati-Prabowo.

Budi Darmawan yang membawahi departemen humas di SCTV mengakui, pihaknya menerima sejumlah materi iklan dari pasangan Megawati-Prabowo. Namun, karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, tidak semua materi iklan tersebut diterima untuk ditayangkan.

“Yang saya lihat waktu itu, ada dua materi iklan. Salah satunya menampilkan gambar incumbent yang bilang ‘bangkrut‘, padahal kalimat itu belum selesai, lalu iklan tersebut dilanjutkan dengan hal lain. Kami sih melihat ini ada potensi melanggar UU tentang Pemilu,” kata Budi Darmawan melalui percakapan per telepon, Rabu (17/6) sore.

Jika mengacu kepada UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wapres, memang terdapat pasal-pasal yang melarang sejumlah hal yang berkaitan dengan kampanye. Misalnya pada pasal 41 (1c) yang disebutkan bahwa kampanye tidak dapat mengandung unsur penghinaan terhadap pasangan lain. Atau, ada pasal yang melarang iklan yang dapat dikategorikan mengganggu pembaca/pemirsa (pasal 51).

“Jadi waktu itu karena kami dapat dua materi iklan yang roh-nya sama, maka kami tidak memilih yang ‘Bangkrut’ karena kami melihat ada potensi-potensi provokasi, potensi rame-lah. Kami memilih alternatif iklan yang satunya lagi,” sambung Budi lagi.

Lebih jauh Budi menegaskan bahwa proses pemilihan yang dilakukan terhadap materi iklan kampanye capres tidak hanya diberlakukan terhadap pasangan Megawati-Prabowo. “Kami juga melakukan proses pemilahan tersebut pada materi-materi iklan pasangan-pasangan lain. Pasangan JK-Wiranto pun sempat mengalami ini. Sebab, kami menilai iklan tersebut membanding-bandingkan pasangan satu dengan yang lain,” kata Budi.

Secara etika, dalam dunia periklanan, kata Budi, membandingkan sebuah produk dengan produk lainnya dalam iklan merupakan hal yang melanggar etika. “Misalnya kami bilang media ini lebih bagus dibanding media itu, atau mi ini lebih enak dibanding mi itu. Ya, capres-cawapres pun kami memandangnya seperti itu,” kata Budi.

Bahkan, untuk pasangan incumbent SBY-Boediono pun, SCTV pernah tidak meloloskan permintaan mereka terkait dengan masalah iklan kampanye. “Waktu itu tim mereka meminta agar iklan ditayangkan sebelum azan maghrib. Kami menolak, karena menurut kami, apa ya? Ya, semacam memadankannya dengan agama lah. Makanya kami tolak,” ujar Budi.

Budi menegaskan, pada dasarnya pihak SCTV menghormati dan menghargai tim-tim yang terkait dengan seluruh pasangan capres-cawapres. “Kami pun sebagai media tentu akan menjaga kredibilitas kami. Selain itu, kami pun harus bertanggung jawab untuk setiap materi yang tayang. Jangan sampai kami terseret dengan pelanggaran undang-undang,” tandas Budi.


5 Tanggapan

  1. Mau menang, cem-macem az tipu muslihatnya?!😛

    Kedai

  2. maaf kurang respect ma mega ..
    gara2 mega, ortu di PHK ..
    banyak tmn ortu yg sakit ..
    siapapun presiden nya bebas asal no mega ..
    thx

  3. lebih bik bekerja untuk kebaikan rakyat,,,,daripada menjelek jelekan orang laen!!!,toh, waktu zaman bu mega., ekonomi indonesia tidak sebaik sekarang ini…..

  4. commend 146 luar biasa dahsyat artikel anda sangat bermanfaat bagi saya. dan jangan lupa berkunjung ke situs saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: