Tim Sukses JK-WIN : Surat Terbuka Buat Pak Kalla dari Milla

Selayaknya jurkamnas dan tim sukses JK WIn membaca postingan dibawah ini..

Surat Terbuka Buat Pak Kalla dari Milla
Oleh Opini Publik – 11 Juni 2009 – Dibaca 60 Kali –
Apa dong solusi Bapak (Jusuf Kalla) untuk masalah pembebasan lahan ini supaya terjangkau tapi adil? Mengenai Suramadu yang tampak megah dan indah, itu menjadi poin keberhasilan pemerintahan SBY-JK sekalipun sudah dimulai perencanaannya dari pemerintahan2 sebelumnya. Dan yang dapat nama tentu saja Pak SBY yang meresmikannya. Gak apa2 kalau Bapak ikhlas membantu, insya Allah selalu ada balasan kebaikan.

Pak, saya mau usul utk kampanye Bapak, untuk rakyat kebanyakan sepertinya tim sukses Bapak harus menerbitkan koran (tabloid) khusus info2 seputar profil, visi misi dan program kerja JK-Win yang isinya disesuaikan dengan demografi daerah distribusi. Karena saya lihat kalau dikasih buku jarang yang mau baca, tapi kalau dikasih koran apalagi berwarna pada mau baca. Menurut saya akan lebih baik hasilnya daripada rapat umum yang tidak ada efek sama sekali, yang seharusnya diganti dengan tatap muka langsung paling ditambah sedikit game/kuis atau atraksi kesenian daerah. Kemudian tambah lagi dengan kampanye dialogis lewat siaran TV/radio lokal. Sbg contoh, di Bandung pemirsa TV lokal apalagi radio lokal sangat aktif kalau mengikuti acara interaktif yang menarik sampai2 penyiarnya kebanjiran SMS dan telepon. Dengan cara ini, orang2 yg sdh mengerti bahkan bisa menjadi jurkam sukarela di lingkungannya masing2.

Untuk iklan TV, sebaiknya Bapak juga menjawab isu-isu yang menyudutkan JK-Win dengan dialog sederhana sesama rakyat (bukan tokoh). Dalam catatan saya, ada beberapa hal yang harus dijawab, yaitu:
1. Lebih cepat TIDAK SELALU lebih baik, malah diartikan grasa grusu.
2. PENGUSAHA tidak boleh jadi PRESIDEN, nanti hanya menguntungkan bisnis keluarganya.
3. Penampilan fisiknya tidak meyakinkan. Presiden harus ganteng/cantik dan populer seperti artis idola.
4. Pilpres harus satu putaran untuk menghemat uang negara.
5. Presiden dari GOLKAR akan membawa kembali Orde Baru dan menyuburkan korupsi (KKN).

Kemudian soal Bapak sebagai blogger favorit di Kompasiana juga bisa dimunculkan dalam iklan sebagai seorang capres yang tidak gaptek dan terbuka terhadap saran2 dari rakyat.

Untuk tim sukses yang bicara di media, sebaiknya dipilih yang cool jangan yang suka komentar asal njeplak apalagi paranoid terhadap incumbent (spt. soal rekayasa survey/DPT, black campaign). Menurut saya, kalau tim sukses Bapak fokus ke pemenangan Pilpres bukan terbawa taktik lawan, kemungkinan menang terbuka lebar meski saat ini sebagai peserta underdog.

http://public.kompasiana.com/2009/06/11/surat-terbuka-buat-pak-kalla-dari-milla/

2 Tanggapan

  1. wuih bagus banget masukan dari Neng Milla. Gak yakin saya ada yang nyuratin ke pasangan lain kaya gini. Ikhlas bangeeets!!!! pantas diapresiasi dan layak didenger ma tim sukses JK-WIN… yang kaya gini pasti kagak kan minta papa kalau JK-WIN menang….
    tim sukses mesti dengerin tuuhhh

  2. ada bagusnya juga masukan milla untuk JK-WIN, cuma kalau saya harus menjawab catatan Milla tsb : Presiden terpilih punya dedikasi dan catatan pengabdian yang besar buat bangsa dan negara. Presiden berprofesi harus Pengusaha dikarena mayoritas rakyat belum terbangun kesejahteraannya dan apalagi muslim solusi rakyat minimal teratasi keluarin wajib berzakat, jika tidak Pengusaha dan Kegagahan semata biasanya akan menimbulkan tipu muslihat dan kesombongan, banyak pengaturan dan abis-abisin uang negara juga lirik-lirik anggaran negara alias KKN. Diingat juga bahwa Capres/Cawapres yang dipilih ini semuanya kader orde baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: