Akhir Jabatan Anggota DPR Dikabarkan Akan ‘Dioleh-olehi’ Cinderamata Rp 5 M

Di tengah citra yang buruk, kinerja yang buruk, lembaga paling korup, malah ingin melakukan itu. Itu sungguh memalukan dan nggak tahu diri,” kata Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang saat dihubungi detikcom, Senin (8/6/2009).

Kalau menurut pembaca setuju gak…DPR di beri cendera mata… disaat negara lagi susah….

Akhir Jabatan
Anggota DPR Dikabarkan Akan ‘Dioleh-olehi’ Cinderamata Rp 5 M
Laurencius Simanjuntak – detikNews


Jakarta – Di penghujung masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2004-2009, publik dikejutkan oleh rencana pemberian cinderamata untuk 550 anggota. Tidak tanggung-tanggung, DPR telah menganggarkan kurang lebih Rp 5 Miliar.

Hal ini diketahui dari surat (soft copy) pengumuman lelang yang bocor ke media, Minggu (8/6/2009). Dalam surat berkop ‘Bagian Perlengkapan-Biro Umum, Sekretariat Jenderal DPR RI’ dengan No. 521111/MUM/ARTK.110/03/ROUM/VI/2009 itu, tertulis nilai pagu anggaran sebesar Rp 4.974.200.000,-

Layaknya pengumuman lelang, dalam surat juga tertulis beberapa persyaratan bagi perusahaan yang ingin mengikuti proses tender. Yakni, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), seritikat jaminan kualitas, serta Akte Pendirian Perusahaan dan perubahannya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal DPR RI, Nining Indra Saleh belum bisa memberi keterangan terkait hal tersebut.

“Besok saja deh dijelasin. Itu kan ada bagian-bagiannya,” singkat Nining yang langsung memutus telepon detikcom Minggu (7/6/2009) malam.

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR dari FPKS, Abdul Hakim mengatakan, pengadaan cinderamata memang telah dianggarkan dalam APBN 2009.

“Itu pernah dirapatkan antara pimpinan BURT dan pimpinan DPR, dan (memang) dianggarkan saat pengesahan anggaran (APBN 2009) Oktober 2008,” katanya.

Namun demikian, Abdul tidak mengetahui persis apa keputusan akhir soal pengadaan cenderamata tersebut.

“Saat itu belum ada keputusan akhir,” pungkasnya.
(lrn/did)
Cincin Emas Rp 5 M
Ketua BURT dan Sekjen DPR Tolak Berkomentar
Laurencius Simanjuntak – detikNews

Jakarta – Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), pimpinan dan Sekretariat Jenderal DPR RI dikabarkan telah mengesahkan anggaran Rp 5 miliar untuk pengadaan cinderamata akhir jabatan bagi 550 anggota Dewan. Namun demikian, Ketua BURT Indria Octavia Muaja menolak berkomentar tentang cinderamata yang dikabarkan berupa cincin emas itu.

“Kalau mengenai cinderamata, langsung saja ke Ibu Sekjen,” kata Indria lewat pesan singkat kepada detikcom, Senin (8/6/2009).

Sebelumnya, Indria susah dihubungi sampai akhirnya ia membalas sms permintaan wawancara detikcom dengan pernyataan di atas. Padahal detikcom memberitahu hanya akan wawancara soal BURT, tidak terperinci soal cinderamata.

Saat dikonfirmasi Minggu (7/6/2009) malam, Sekjen DPR Nining Indra Saleh juga belum mau berkomentar.

“Besok saja deh dijelasin. Itu kan ada bagian-bagiannya,” kata Nining singkat langsung memutus telepon.

Sementara para pimpinan DPR dan ketua fraksi, yang seharusnya tahu mengenai rencana cinderamata cincin emas di akhir jabatan, belum bisa dikonfirmasi.
(lrn/nrl)

Cincin Emas Rp 5 M
Jika Terealisasi, DPR Dinilai Lembaga Paling Tak Tahu Diri
Laurencius Simanjuntak – detikNews

Jakarta – Rencana pemberian cinderamata berupa cincin emas kepada anggota DPR mulai menuai kritik. Jika rencana itu sampai terealisasi, DPR adalah lembaga yang paling tidak tahu diri.

“Di tengah citra yang buruk, kinerja yang buruk, lembaga paling korup, malah ingin melakukan itu. Itu sungguh memalukan dan nggak tahu diri,” kata Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang saat dihubungi detikcom, Senin (8/6/2009).

“Di tengah banyak sidang-sidang yang tidak memenuhi kuorum karena tidak banyak yang tidak terpilih lagi, bukannya memperbaiki diri malah ingin mendapatkan cinderamata,” timpal Salang.

Menurut perhitungan Salang, anggaran Rp 5 miliar untuk cincin emas bagi 550 anggota senilai dengan Rp 10.100.000,- atau senilai dengan 35 gram emas per orang.

“Bayangkan 35 gram per orang. Emas itu harusnya diberikan kepada orang yang sempurna, berprestasi,” ujar Salang tentang logam nomor satu itu.
(lrn/nrl)

Alvin Lie: Cinderamata Bagi Anggota DPR Rutin Diberikan
Anwar Khumaini – detikNews


Foto: Dok.detikcom

Jakarta – Menjelang berakhirnya masa jabatan anggota DPR periode 2004-2009, wakil
rakyat akan mendapatkan cinderamata berupa cincin emas. Konon, anggaran untuk
membeli cinderamata tersebut senilai Rp 5 miliar.

Menurut anggota DPR periode 1999-2004 dan terpilih lagi pada 2004-2009, Alvin Lie, pemberian cinderamata tersebut memang hal yang rutin.

“Biasanya itu memang resmi diberi cincin emas. Berapa karatnya, saya tidak
tahu nilai pastinya,” kata politisi PAN ini. Berikut wawancara lengkap Alvin Lie dengan detikcom, Senin (8/6/2009):

Anggota Dewan di akhir periode dikabarkan akan mendapatkan cinderamata?

Biasanya memang seperti itu (mendapatkan cinderamata). Dan itu resmi,
biasanya dalam bentuk cincin.

Anda kan sudah terpilih kedua kalinya. Waktu periode sebelumnya anda
mendapatkan cinderamata apa?

Cincin emas. Berapa karatnya saya tidak tahu nilai pastinya. Saya juga
tidak pernah memakainya. Jangankan cincin itu, cincin perkawinan saja saya juga tidak pernah memakainya.

Konon nilai anggaran untuk membiayai pembelian cincin tersebut hingga
mencapai Rp 5 miliar. Anda menilai jumlah tersebut wajar?

Itu wajar-wajar saja asal tidak berlebihan. Ini program yang rutin. Rp 5
miliar kan untuk 550 anggota Dewan. Paling-paling satu anggota Dewan nilainya kurang lebih Rp 10 juta. Dan itu transparan kok dan ada alokasi anggarannya.

Sebagian masyarakat menolak program ini lantaran dianggap menghambur-hamburkan uang rakyat?

Semua ada alokasinya. Kalau semuanya ditolak, kita nggak perlu ada pengawasan terhadap presiden. Toh selama ini kita juga terus melaksanakan kewajiban kita meskipun memang ada kekurangan.

Anggaran untuk seorang presiden saja 1 tahun Rp 200 miliar untuk semua kepentingan presiden seperti perjalanan dinas dan sebagainya. Itu cuma untuk satu orang saja. Jadi masyarakat juga perlu tahu. Kita bikin UU saja nggak perlu membayar pakar kok.

Tapi kinerja DPR kan selama ini dianggap buruk, jadi tak pantas mendapatkan cinderamata seperti itu?

Ini  masalah apresiasi saja. Kalau kinerja Dewan tidak bagus memang harus diperbaiki. Tapi kita tidak tinggal diam. Direksi BUMN yang merugi saja dapat bonus gede. Menteri yang kinerjanya tidak jelas dapat cinderamata. Bahkan tidak diketahui oleh publik.
(anw/nrl)


2 Tanggapan

  1. OnoGosip – Cincin kenang kenangan DPR

  2. Cincin Kenangan dan kinerja DPR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: