Barcelona: Produk Lokal, Prestasi Global

Barcelona tampil sebagai juara Liga Champions tahun 2009. Di partai final, Los Azulgrana berhasil membekap juara bertahan Manchester United dengan dua gol tanpa balas.

hebatnya bola dunia…. kapan Indonesia…..?

Barcelona: Produk Lokal, Prestasi Global
Kapten Carles Puyol merupakan salah satu pemain Barcelona yang mengawali kariernya dari akademi klub.
Kamis, 28/5/2009 | 05:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Silang pendapat soal klub mana yang benar-benar mewakili negaranya sebagai juara Eropa terjawab sudah. Barcelona membuktikan diri bahwa mereka menang Liga Champions berkat dominasi pemain asli Spanyol.

Pada final Liga Champions 2009 di Stadio Olimpico, Roma, Kamis (28/5) dini hari WIB, “El Barca” turun dengan enam pemain Spanyol pada starting line-up. Manchester United yang menjadi lawan Barca dan mewakili Inggris hanya menggunakan tiga pemain dari negara tersebut.

Sebagian pemain Barca juga berasal dari “La Masia”, nama yang diberikan untuk tempat berlatih pemain “Azulgrana” di dekat Stadion Camp Nou. Mereka yang berasal dari akademi ini antara lain kapten Carles Puyol, duo gelandang Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, serta kiper Victor Valdes. Tambahkan pula Gerard Pique dan Sergi Busquets.

Dari 24 pemain yang dimiliki “Azulgrana” saat ini , 11 di antaranya berasal dari “La Masia”. Artinya, sebanyak 46 persen pemain merupakan didikan Barca. Lionel Messi yang berasal dari Argentina pun sudah sangat menjiwai sepak bola Spanyol sebab ia masuk dalam golongan home grown player di Barcelona. Semua pemain yang disebut di atas berperan sebagai starter di Roma.

“Kami boleh bangga atas begitu banyaknya pemain kami sendiri yang meretas di lapangan. Itu menunjukkan bahwa semua berjalan baik”, kata Puyol.

Seperti pernah dikatakan Xavi, tim-tim Spanyol tidak kalah hebat dari klub-klub Inggris, yang kembali mendominasi semifinal kali ini. Nyatanya, Barca lolos dari keroyokan Inggris dan memenanginya dengan manis. “Kapan pun klub meraih sukses, itu dilakukan oleh banyak pemain lokal,” tandas Xavi.

Karena itu, pantas jika keberhasilan Barcelona kali ini disebut pula sebagai kemenangan Spanyol di Eropa. Barcelona juga berpeluang menjuarai Piala Dunia Antarklub tahun ini. Itu artinya, produk lokal Barca bakal merajai sepak bola global. Selamat Barca, selamat Spanyol!

Barcelona Inspirasi Spanyol di Piala Dunia

MADRID, KOMPAS.com – Perdana Menteri Spanyol, Jose Luis Rodriguez Zapatero, memuji keberhasilan Barcelona menjuarai Liga Champions. Menurutnya, permainan Lionel Messi dkk musim ini adalah inspirasi tim nasional Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010.

Zapatero menilai, permainan “Azulgrana” mewakili gaya dan semangat sepak bola Negeri Matador. Menurutnya, keberhasilan itu juga merupakan kemenangan sepak bola negara tersebut. Zapatero pun tidak ragu ikut mengklaim bahwa trofi Liga Champions kali ini adalah kebanggan nasional.

“Barcelona telah menunjukkan bahwa ini adalah tim terhebat di Eropa. Tim ini memenangi tiga gelar musim ini dan ini  sangat sulit,” katanya.

“Sepak bola Spanyol sangat hebat. Kami telah memenangi Piala Eropa. Hari ini, Liga Champions. Sekarang, kami akan memenangi Piala Dunia,” lanjutnya.

Sebelum ini, “La Furia Roja” juga menjuarai Piala Eropa pada Juni 2008 lalu. Mereka mengalahkan Jerman 1-0 di babak final. Trofi itu mengakhiri puasa gelar Spanyol selama 44 tahun. (AP)

Nama Barcelona Diukir di Roma

ROMA, KOMPAS.com – Begitu wasit final Liga Champions meniup peluit tanda akhir pertandingan, seorang petugas langsung mengambil alat ukir (gravir). Trofi Liga Champions yang tingginya 74 cm, langsung diambil. Di salah satu sisinya kemudian diukir nama “Barcelona”.

Itu karena Barcelona tampil sebagai juara Liga Champions musim 2008-09, setelah pada final di Stadion Olimpico, Roma, Rabu atau Kamis (28/5) dini hari WIB mengalahkan Manchester United (MU) 2-0. Pengukiran nama pemenang memang sudah menjadi tradisi Liga Champions.

Namun, itu bukan trofi pertama. Trofi pertama Liga Champions sudah berada di kabinet Real Madrid. Mereka berhak memiliki trofi sumbangan surat kabar olahraga Perancis, L’Equipe itu, karena juara Liga Champions enam kali pada 1967.

UEFA pun membuat trofi baru untuk diperebutkan di kompetisi Liga Champions berikutnya. Sejak itu, sudah ada beberapa trofi yang dibuat, karena ada beberapa klub yang berhak memilikinya secara permanen.

Selain Madrid, klub yang memiliki Liga Champions secara permanen adalah Ajax Amsterdam, Liverpool, Bayern Muenchen, dan AC Milan.

Setiap trofi akan ditulis nama klub yang memenangkan kompetisi sebelumnya. Maka dari itu, nama Barcelona langsung diukir di piala begitu memastikan juara Liga Champions 2008-09.

Pengukiran itu dilakukan di stadion, sebelum acara penganugerahan trofi. Sehingga, begitu piala diserahkan, nama sang juara sudah terukir di piala tersebut. (*)

Guardiola: Kami Bukan Pengecut Makanya Menang
Pelatih Barcelona, Pep Guardiola.
Kamis, 28/5/2009 | 06:25 WIB

ROMA, KOMPAS.com – Pelatih Barcelona, Pep Guardiola mengaku sangat bangga dan puas atas kesuksesan timnya mengalahkan Manchester United (MU) di final Liga Champions. Menurutnya, kunci sukses itu karena keberania dan tak mau jadi pengecut. Artinya, Barcelona tetap menerapkan gaya dan permainan menyerang, meski krisis pemain.

“Jika Anda mengambil bola dan menyerang disertai keberanian, maka akan banyak mendapat peluang mencetak gol. Kami tak mau jadi pengecut. Itu tak pernah kami lakukan dalam pertandingan. Tak ada cara lain. Akan lebih berbahaya jika kita tak berani mengambil risiko,” terang Guardiola.

Barcelona memang konsisten dengan gaya permainan sepak bola menyerangnya. Permainan mereka juga indah dan terbukti sangat produktif. Kini, mereka judah juara Copa del Rey, Divisi Primera, dan Liga Champions.

“Kami bekerja keras selama musim ini dan saya tahu banyak orang bahagia karena kesuksesan Barcelona,” ujarnya.

Guardiola juga pernah meraih gelar juara Liga Champions pada 1992 sebagai pemain. Kala itu, Barcelona dilatih Johan Cruyff. Ini musim pertamanya menjadi pelatih Barcelona. Tapi, pelatih berusia 38 tahun itu langsung memberikan sukses besar buat timnya.

“Kami bukan tim terbaik dalam sejarah. Namun, kami bermain dalam level terbaik sepanjang musim dan ini sejarah besar. Apalagi, kami memenangi tiga gelar,” katanya. (AP)

Barca Takkan Khianati Sepak Bola Indah
Rabu, 27/5/2009 | 04:34 WIB

ROMA, KOMPAS.com — Pelatih Barcelona Pep Guardiola menegaskan, timnya tetap akan memainkan sepak bola indah dan menyerang saat menghadapi Manchester United (MU) di final Liga Champions, Rabu atau Kamis (28/5) dini hari. Baginya, itu sudah menjadi karakter dan ciri khas “El Barca”. Dengan demikian, timnya tak perlu mengkhianati sepak indah untuk memenangkan pertarungan.

Barcelona memang tampil menawan sepanjang musim ini. Mereka memamerkan sepak bola indah dan menyerang. Hasilnya, mereka sudah menjuarai Divisi Primera dan Copa del Rey. Jika menang di final Liga Champions, mereka akan meraih treble winners untuk pertama kalinya.

Sejak awal, Guardiola menegaskan, timnya tak akan menerapkan strategi bertahan melawan MU. Mereka percaya diri dengan karakter dan caranya bermain. Dalam 12 pertandingan Liga Champions sejak penyisihan grup, Barca sudah menunjukkan ketajaman mereka dengan membukukan 30 gol. Produktivitas yang sangat luar biasa.

“Saya ingin para pemain kami merasa nyaman, seperti mereka tampil di depan seluruh umat manusia. Saya inginkan pemain berani. Saya ingin tunjukkan kepada dunia betapa baiknya permainan kami. Itu sikap kami,” tegas Guardiola.

“Di partai final, selalu ada situasi untuk menekan dan meraih kemenangan, atau tak meraih apa pun. Anda mungkin takut bermain terbuka. Tapi, itu akan kami hindari. Kami akan bermain dengan cara kami sendiri, memainkan bola,” tambahnya.

Namun, dia juga mengingatkan kepada para pemainnya untuk tampil maksimal. Setelah menjalani musim yang indah, mereka bisa mendapat kesedihan jika kalah di final Liga Champions.

“Mungkin saja kami jadi bermain jelek dan tertekan oleh MU. Tak bisa dipungkiri kami menjalani musim dengan indah, tapi bisa berakhir buruk juka kalah di Liga Champions. Di sepak bola, sesuatu bisa berubah secara mendadak. Hal kecil bisa mengubah hidup Anda. Kami punya musim yang baik, tapi masih banyak yang harus dilakukan,” terangnya.

Guardiola menolak dinilai sebagai orang yang paling berjasa dalam kesuksesan tim di musim ini. Menurutnya, pemain yang menjadi penentu utama.

“Sepak bola itu milik para pemain. Saya bisa saja terus teriak, tapi tak akan ada yang mendengarkannya,” ujarnya.

Tentang pertarungan lawan MU, dia mengatakan, “Saya akan mencoba fokus di babak pertama dan tetap kalem. Kemudian, saya akan banyak memberi instruksi terpenting di babak kedua dan mencoba memenangkan pertandingan.”

Ditanya tentang kemungkinan terjadi pertarungan dua pemain berbakat, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, Guardiola tak memungkirinya. Sebab, keduanya sedang menjadi sorotan dunia.

“Tak masalah apa pendapat orang tentang Messi dan Ronaldo. Keduanya pemain hebat. Saya yakin, Messi akan bermain bagus jika taktik kami berjalan lancar. Yang terpenting, kami akan menerapkan sepak bola indah,” tekadnya. (AP)

Roma – Barcelona tampil sebagai juara Liga Champions tahun 2009. Di partai final, Los Azulgrana berhasil membekap juara bertahan Manchester United dengan dua gol tanpa balas.

Samuel Eto'o wheels away in delight after giving Barcelona an early lead in Rome

Dalam laga final yang digelar di Stadion Olimpico Roma, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB, dua gol Barca dicetak oleh Samuel Eto’o di babak pertama dan Lionel Messi melengkapinya di babak kedua.

Ini adalah gelar juara Eropa ketiga Barcelona setelah mereka menjuarai Piala Champions tahun 1992 dan Liga Champions 2006.

Susunan pemain
Barcelona: 1-Victor Valdes; 5-Carles Puyol, 24-Yaya Toure, 3-Gerard Pique, 16-Silvinho; 28-Sergio Busquets, 6-Xavi, 8-Andres Iniesta (27-Pedro Rodriguez 90); 10-Lional Messi, 9-Samuel Eto’o, 14-Thierry Henry (15-Seydou Keita 71).

Manchester United: 1-Edwin van der Sar; 22-John O’Shea, 5-Rio Ferdinand, 15-Nemanja Vidic, 3-Patrice Evra; 13-Park Ji-sung (9-Dimitar Berbatov 65, 16-Michael Carrick, 8-Anderson (32-Carlos Tevez 46), 11-Ryan Giggs (18-Paul Scholes 75); 7-Cristiano Ronaldo, 10-Wayne Rooney.
( arp / krs )


Satu Tanggapan

  1. Мне кажется очень хорошо

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: