Pesawat Jatuh di Magetan Hercules Angkut Lebih 100 Orang

Jatuhnya pesawat TNI AU mengindikasikan sudah saatnya anggaran Pertahanan Negara di tingkatkan… Sebelum ada pesawat-pesawat lain jatuh lagi………

Pesawat Jatuh di Magetan Hercules Angkut Lebih 100 Orang Didi Syafirdi – detikNews

Jakarta – Korban tewas dan luka-luka akibat pesawat jatuh di Magetan, Jawa Timur, diperkirakan cukup banyak. Sebab jumlah orang yang diangkut lebih dari 100 orang yang merupakan keluarga TNI AU. Saat ini para korban sedang dievakuasi di RS Lanud Iswayudi. “Sedang dievakuasi korban luka dan meninggal lebih dari 100 orang,” ujar petugas di RS Lanud Iswahyudi Letkol Bambang kepada detikcom, Rabu (20/5/2009). Informasi diperoleh pesawat jenis Hercules TNI AU jatuh di Magetan, Jawa Timur, pukul 06.30 WIB setelah menyerempet 3 rumah . Belum diketahui secara jelas berapa jumlah korban jiwa.

Salah Satu Penumpang Hercules Marsma Harsono Nurul Hidayati – detikNews

Jakarta – Pesawat Hercules TNI AU yang jatuh di Magetan, Jatim, berisi 13 kru dan mengangkut lebih 100 orang. Salah satu penumpang adalah Marsekal Pertama Harsono. “Salah satu penumpang Marsekal Pertama Harsono,” ujar Kadispen TNI AU Marsma Bambang Sulistyo pada detikcom, Rabu (20/5/2009). Marsekal Pertama setingkat brigadir jenderal alias bintang satu. Menurut Bambang Sulistyo, pesawat tersebut sedang melakukan penerbangan rutin ke Indonesia Timur. Pesawat itu bernomor sign A-125. Pesawat itu terbang dari Jakarta menuju Iswahyudi.

Hercules Jatuh di Magetan
Dilarang Meliput, Wartawan Disekap Anggota TNI AU
Sugeng Harianto – detikNews

Magetan – Jatuhnya Pesawat Hercules di Magetan Jawa Timur nampaknya membuat malu TNI AU. Mereka melarang wartawan mengabadikan peristiwa itu. Bahkan sejumlah wartawan disekap di dalam salah satu rumah penduduk.

Pantauan detiksurabaya.com, seorang wartawan Indosiar diburu petugas TNI AU saat berusaha mengambil gambar. Dia dibentak dan dipaksa menyerahkan kameranya, Rabu (20/5/2009). Bahkan dua warga yang memotret melalui ponsel juga dipukuli.

Namun stringer Indosiar ini menolak. Tapi karena terus ditekan, kaset dia akhirnya bisa direbut petugas. “Saya diburu dan mau diminta kameranya. Dan akhirnya kaset saya dibawa,” kata Norik.

Tak hanya itu, ulah anggota TNI AU cukup tidak manusiawi. 4 wartawan digiring ke salah satu rumah warga Desa Nggeplak Kecamatan Karas dan dilarang meliput. Rumah tempat wartawan ‘disekap’ itu pun dijaga ketat. Mereka adalah dari Metro TV, Indosiar dan TransTV termasuk detiksurabaya.com.

Bahkan untuk berhubungan komunikasi melalui ponsel saja mereka harus sembunyi di kamar mandi. “Kalau ketahuan bisa dirampas ponselnya,” kata seorang wartawan.

(gik/gik)

Korban Hercules Jatuh
Marsma Harsono Panglima Komando Sekhanudnas di Biak
Teguh Budi Santoso – detikNews


Jakarta – Pesawat TNI AU Hercules C-130 A-125 yang jatuh di Magetan hari ini membawa seorang perwira tinggi TNI AU. Dia adalah Marsekal Pertama Harsono yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) IV Biak Irian Jaya.

Keterangan mengenai keberadaan Marsma Harsono ditegaskan oleh Kapuspen TNI AU Marsma Bambang Sulistyo, Rabu (20/5/2009). Marsma Harsono termasuk satu di antara 100 orang penumpang dan 13 awak pesawat yang diperkirakan ikut serta dalam pesawat Hercules naas tersebut. Pesawat dipiloto Mayor (Pnb) Danu Setiawan.

Pesawat sedang dalam perjalanan reguler dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju ke Makassar setelah terlebih dulu singgah di Lanud Iswahyudi, Madiun. Sampai saat ini, bagaimana nasib Marsma Harsono belum diketahui, demikian juga total korban luka atau pun tewas dalam kecelakaan pesawat tersebut. (tbs/nrl)

Jakarta – Kepastian jumlah korban pesawat Hercules yang jatuh dan terbakar di persawahan Desa Nggeplak, Kecamatan Kares, Kabupaten Magetan, masih belum jelas. Seluruh korban akan dirujuk ke RSU Soedono Madiun dan Lanud Iswahyudi.

“Korban akan dibawa ke RS terdekat, di RSU Soedono Madiun dan Lanud Iswahyudi,” kata petugas di RS Lanud Iswahyudi Letkol Bambang kepada detikcom, Rabu (20/5/2009).

Kedua rumah sakit adalah yang terdekat dengan TKP. Meski begitu, seluruh rumah sakit yang ada di sekitar kawasan itu telah disiagakan untuk menerima korban.

Sementara itu, RSU Soedono Madiun hingga pukul 08.30 WIB baru menerima satu korban yang menderita cidera di otaknya. “Korban atas nama Lecahena, sekarang masih kita rawat,” kata petugas IGD, Fatimah.

Semua RS harus siaga karena jumlah korban diperkirakan sangat banyak. Hercules yang naas itu mengangkut lebih 100 orang dengan kru 13 orang.
(mok/nrl)

Surabaya – Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suwarno menyatakan jumlah penumpang di dalam pesawat Hercules TNI AU yang jatuh di Magetan sebanyak 98 penumpang dan 14 kru.

Laporan sementara yang diperoleh, kata dia, jumlah orang yang berhasil diselamatkan 10 orang. “Saya peroleh laporan berpenumpang 98 orang dan 14 kru,” kata dia saat ditemui Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (20/5/2009).

Penerbangan ini kata dia adalah penerbangan rutin. “Rencananya akan terbang dari Halim transit di Lanud Iwahyudi dan melanjutkan ke Biak,” ungkapnya.
(gik/nrl)

Surabaya – Penumpang yang berada di perut Hercules milik TNI AU sebanyak 98 orang. Sedangkan jumlah kru mencapai 14 orang. 10 Orang di antaranya selamat.

Hal ini dikatakan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suwarno saat ditemui Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (20/5/2009).

Lalu bagaimana nasib penumpang dan kru yang lain? “Lainnya masih dalam pengecekan,” katanya.
(gik/nrl)

Magetan – Sebelum menghujam dan hancur di persawahan, Pesawat Hercules terlebih dahulu menerjang rumah warga di Desa Nggeplak Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.

Dua rumah yang disambar si burung besi itu milik Sulasmin dan Rusmin. Kedua rumah itu pun hancur, Rabu (20/5/2009). salah satu penghuni rumah meninggal dunia. Korban adalah Suwarni, istri dari Rusmin.

Sedangkan Sulamsmin menderita luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Korban tewas hingga pukul 07.56 WIB dibawa ke rumah kerabatnya, Ny Sri. “Kasihan Suwarni,” kata Ny Sri saat ditemui.

(gik/gik)Magetan – Saat ini sudah 78 jenazah korban pesawat Hercules TNI AU yang dievakuasi ke RS Lanud Iswahyudi Madiun. Sebagian jenazah sudah teridentifikasi. Jenazah perempuan yang mengenakan cincin 5 buah belum teridentifikasi.

Jenazah-jenazah itu ditampung di bagian belakang RS tersebut. Sebagian jenazah diletakkan di lapangan parkir RS. Jenazah-jenazah itu dibungkus dengan plastik mayat berwarna merah, biru, dan hitam.

Pemantauan detikcom, Rabu (20/5/2009), tim medis masih terus melakukan identifikasi terhadap jenazah-jenazah. Ada sebagian jenazah yang hangus, sehingga membuat tim identifikasi sulit mengidentifikasinya.

Salah satu jenazah yang sulit diidentifikasi adalah jenazah perempuan berusia sekitar 45 tahun. Jenazah perempuan ini mengenakan cincin 5 buah di jari kedua tangannya. Selain itu juga terlihat satu jenazah pria berusia 40 tahun yang mengenakan dua cincin di jarinya.

Ada juga jenazah seorang wanita berumur sekitar 40 tahun yang mengenakan jam tangan. Satu jenazah pria berumur sekitar 60 tahun dan mengenakan cincin di jari kanan juga belum teridentifikasi.

Jumlah korban tewas masih memungkinkan bertambah. Sebab, hingga saat ini evakuasi terhadap para korban di dalam pesawat masih terus dilakukan.

Berikut sebagian jenazah yang sudah teridentifikasi dengan jelas:
1. Pratu Bayu  (Kesatuan Komando sektor 4, Biak).
2. Pratu Alfon
3. Pratu Erwinsyah
4. Marsma Harsono (Pangko Sekhanudnas IV Biak)
5. Deti Harsono (istri Marsma Harsono)
6. Sri Hartati
7. Serma Wijayanto
8. Kapten Nur Mansuri (perempuan)
9. Letkol Bugi
10. Sudarmini
11. Suharti
12. Serma Andi Wiratno
13. Pratu Ade Taufik
14. Serma Y. Alfian
15. Kapten Heri Kasmiyadi (50)
16. Angga (7)
17. Serda Danuri
18. Praka Heru (kru pesawat)
19. Serma Almin (35) (Lanud Hasanudin)
20. Ny Hj Karwati (Kendari)
21. Ny Fera Asmawi
22. Wahyu Ahmad
23. Untung (44) Pejaten Jati, Kudus
24. Langka (80) Kampung Baru, Mandai, Maros, Sulawesi
25. Letkol Apo (31) (kru korsek 4)
26. Mayor Agus Sigit (kru korsek 4)
27. Praka Supriyono, PAM Mabes AU
28. Serka Agus Indra (kru)
29. Jamaludin (22) (Jagakarsa, Jaksel)
30. Serma M Rohim (31) (kru Skuadron Udara 31)
31.  Ny Asep (31), istri Asep
32. Ardia (anak Serka Asep)
33. Mayor Tek Kuntarto (Mabes AU)
34. Letkol Sus Jatnika (Mabes AU)
35. Teguh Widodo (adik Letkol Penerbang Umar)
36. Mayor Danu (kopilot Skuadron Udara 31)

9 Tanggapan

  1. Innalillahu wainnalillahi rajiuun.

    Saya ikut prihatin atas kejadian kecelakaan ini. Apalagi saya orang Magetan. Saya sekarang di Solo, ketika tadi saya di sms teman saya ada pesawat jatuh di Magetan, hati saya jadi “deg”.

    Sebaiknya berita ini disiarkan sewajarnya sesuai fakta. Dari TNI jangan ditutup-tutupi -pesawat itu kan gedhe, disekitar kita banyak sepasang mata yang melihat, selain mata di atas-.

    Dari wartawan juga sebaiknya tidak membesar-besarkan, dijadikan bombastis.

    Tapi jika telah terjadi kejadian terhadap para wartawan saya juga prihatin kedua kali.

    Semua itu ada pelajaran bagi kita.

  2. saya juga sangat prihatin atas kejadian tersebut, smga korban yang meninggal arwahnya di terima disisi NYA dan korban yg luka2 smoga tetap tabah dan sabar

    saya juga prihatin dengan tidakan2 anggota TNI AU yg begitu marah dengan peliputan musibah tesebut terhadap wartawan.

    dan juga saya prihatin juga dengan kawan-kawan wartawan yg selalu terkesan memaksa dan berlebihan dan pemberitaan2 , apalagi hal ini musibah yang tidak dikehendaki oleh semua orang

  3. Innalillahu wainnalillahi rajiuun.

    Turut berduka cita atas meninggalnya para korban & bencana ini..
    Saya baru tahu ini dr status messege rekan saya mengatakan
    “bencana bersama SBY ” dan “RIP..korban Herculles di Magetan”

    Tapi, mengapa wartawan disekap ya?

  4. Turut Belasungkawa, belum lama Fokker 27 di bandung, sekarang di magetan, Kabar terakhir yang lebih menyedihkan korban meninggal sudah hampir 100 (98) orang foto2 liputan bisa dilihat di : http://ruanghati.com/2009/05/20/korban-tewas-pesawat-helcules-madiun-hampir-100-foto-foto-update/

  5. Pesawat jatuh kok mau di sembunyiin beritanya

    Aneh-aneh aja wartawan pake di sekap-sekap segala

    Takut kehilangan muka ? Lah, kenapa harus malu ?

    FREEDOWNLOAD YANG BEJAD-BEJAD DISINI

  6. pemimpin negeriku yang saya hormati,

    berapa korban lagi yang akan tertelan oleh alustita alustita kita yg begitu memprihatinkan…
    berapa korban lagi prajurit2 terbaik bangsa harus gugur sia2 oleh burung besi mereka sendiri…

    tidakkah engkau malu wahai pemimpinku
    tidakkah engkau menangis
    melihat peristiwa demi peristiwa mengenaskan yang selalu terjadi beruntun…

    wahai pemimpinku
    tdak pernahkah kalian berfikir
    uang yang kalian buang untuk urusan politik
    itu cuma sia sia..

    tidakkah kalian malu dengan negeri tetangga?

    wahai pemimpinku
    maafkan rakyatmu yg lancang ini

    dariku anak bangsa indonesia

    ADIT SETIAWAN
    420049/catar-akmil/2009

    08562896776

    fs: taruna_tidar@yahoo.com

    kunjungi blogku:
    http://www.smago2007.wordpress.com

  7. Innalillahi wa innailaihi rojiun
    Allahumma firlahum warhamhum waafihi wafuanhum waakrim nuzulahum….

  8. Turut prihatin. Sebenarnya ada pesawat komersial yang jatuh di bandara Ahmad Yani Semarang beberapa jam setelah pesawat hercules jatuh di magetan. lengkapnya ada di http://denherp.wordpress.com

  9. Ini bukan BOHONGAN/ini FAKTA.
    Please,..kepada siapa saja, sampaikan ke keluarga korban
    surat ini “PENTING”.

    Salam Sejahtera,

    Mungkin anda telah pernah disurati seseorang tentang
    adanya “Game” yang dibuat berdasarkan Kitab-Kitab Suci
    seluruh Nabi-Nabi tentang “Peperangan Akhir Zaman”.

    “Game” inilah juga yang menyebabkan beberapa selebritis
    Dunia “Mati” secara tidak wajar, sebagai contoh David
    Carradine saat ini. Pelindung-pelindung pada bermatian,
    dikirimi “Bala Tentara Tuhan” (“kami kirimkan bala tenta-
    ra Kami, kedalam rumah-rumah mereka”). Dan banyak lagi
    meninggal dengan cara “ANEH”/(tidak lazim/bohongan).

    Ternyata “Game” ini jugalah yang menyebabkan pesawat AURI
    pada berjatuhan saat ini.

    Memang “hebat”, katanya ditelingaku yang kudengar “Bakar”,
    anakku meraung kesakitan (7 bulan),..maka besoknya aku
    melihat di internet puluhan bayi di meksiko meninggal ter-
    bakar, sungguh mengerikan dan tidak mengenal ampun. Babi
    katanya, maka Flu Babi menyebar diseluruh dunia membuat
    teror kematian, dan lainnya yang dahsyat-dahsyat
    mengerikan, sedih dan menangis aku karenanya (teringat
    kematian/bencana menimpaku terus menerus).

    Anak-anak tidak bersalah, kasihan mereka, mereka bukanlah
    patung sehingga harus dibakar oleh permainan “Game” ini.

    Hampir 40 tahun aku sudah menderita, dimulai bapakku mati
    secara tidak wajar, juga 2 abangku (terbakar), (aku anak
    AURI, bapakku pejabat pimpinan Lanu Ranai 2 periode (untung
    saja pemberian Tuhan untuk melindungiku). Aku dan keluarga-
    ku diselamatkan dengan cara dimasukkan kedalam sarang “el-
    lien” mereka setelah wafatnya. Dia bapakku pada mulanya ba-
    nyak mempunyai temen seangkatan yang menjadi jenderal dan
    juga mantan menteri orde lama dikemudian hari)/(sebagai pe-
    lindung). Ibuku, kakakku, dan banyak temen keluarga dan ju-
    ga orang disisiku meninggal mengenaskan. “Dikirimin” bina-
    tang beracun dan sebagainya meneror. Ajalku sudah dekat, aku
    mengetahuinya entah bagaimana seperti aku mengetahui obama
    akan jadi president USA. Rohnya ini akan segera dipindahkan
    ketempat aman.

    Sejak awal, ketika ibuku menerima roh-roh suci itu, yang
    dipindahkan dari Japan, oleh kakekku perwira Japan ke Indo-
    nesia karena tidak aman, dimana “Game”nya menyebabkan PD 1
    dan PD 2. Dan disembunyikan di islam Indonesia. Lahirlah dia
    “Nio” bukan “Neo” (pada hari yang dibenci israel/ tidak
    seperti kakaknya yang lahir pada hari pembebasan Irian barat
    dari Belanda), ..sebab marga Nio itu dari Japan. Game ini me-
    nyebabkan jutaan “yahudi” dibakar hidup-hidup, sungguh jahat.
    Menara/gedung/pabrik/rumah hancur lebur dikirimin “Burung
    Kepala Botak” dan lain sebagainya. Gempa bumi yang dahsyat,
    tsunami, kebakaran-kebakaran, munculnya virus baru mematikan
    dan lain sebagainya.

    Permainan ini melibatkan banyak anak IPB terutama angkatan
    26, sehingga banyak dari mereka diusia muda sudah berhasil
    menjadi anggota DPR dan lain-lainnya.
    Pusatnya ada di”6’15’12.91″ S/106’56’08.18″ T.
    Sekarang hartaku, tanahku di rampas dengan beringas, mata
    mereka menyala seperti api apabila aku memintanya, apakah
    anda dapat membantu saya dan anak saya? Mengembalikan harta
    yang dirampok mereka jika saya berbohong padahal berbentuk
    tanah (investasi paling aman “kata Oprah Winfrey”), saya
    tekankan, jika saya berbohong? Ini tidak adil. Ini tidak
    adil. Ini tidak adil.
    Siapakah didunia ini yang bisa kami mintai bantuannya??
    Please,..help..katakan kepada kami.
    Please.

    Terima Kasih.
    nano dan aulia.

    Catatan : Tentara Tuhan “katanya”, saya katakan itu bukan
    Tentara Tuhan, itu “Burung Kepala Botak”. (di ketahui burung
    kepala botak “zaman firaun” ditemukan saat ini). Dan yang
    mengherankan semua wanita berjilbab selama 20 tahun aku ber-
    sama mereka selalu ingin memperlihatkan jidatnya dengan cara
    menarik jilbab kebelakang. Juga yang laki kepalanya sengaja di
    botakin? menggunduli kepala?. Sekarang aku mengetahuinya, ter-
    nyata ini disebabkan (para pengikut setianya, beramai-ramai
    tiap hari mancing “ikan” untuk memberi makan “keluarga kucing”
    pimpinannya, biar senang). Beramai-ramai menjadi “pemancing”
    “AGAR SELAMAT DARI KEMARAHAN” yang menyebabkan “Triliunan Uang
    Pimpinan Hilang”, agar selamat dari korupsi atau penebangan
    liar dan tindak kejahatan terhadap rakyat lainnya yang selama
    ini mereka lakukan secara terang-terangan. Sekarang tiap hari
    mereka melakukannya/memancing, bahkan sampai pagi hari (takut
    kalau tidur maka akan ada yang mendatangi) (ini bukan arti
    kiasan).
    Hmmm….Penakut dan tidak bertitit/tidak punya burung.
    Hope, God help us.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: