Jusuf Kalla : Vini Vidi Vici

Selamat berkampanye pa JK-WIN…… semoga sukses jadi RI-1 dan RI-2

Vini Vidi Vici
Oleh Jusuf Kalla – 10 Mei 2009 – Dibaca 1118 Kali –
MAAFKAN saya karena lama tidak mengisi blog ini. Akhir-akhir ini memang saya sangat disibukkan oleh berbagai hal yang sangat banyak menyita waktu saya, mulai dari urusan negara, partai dan sebagainya. Sehingga mau tidak mau Saya harus menyesuaikan diri dengan beragam aktivitas yang kadang amat melelahkan tersebut. Itulah sebabnya mengapa Blog ini semenjak Pileg kemarin tidak ter-update .

Namun, hari ini segala upaya saya dan teman-teman yang lain telah membuahkan hasil. Hari ini 10 Mei 2009 jam 10 Pagi tadi di Tugu Proklamasi Jakarta, saya bersama Pak Wiranto dan disaksikan langsung oleh ribuan simpatisan Partai Golkar dan Hanura telah resmi  menyatakan diri dan bertekad untuk Maju sebagai Capres dan Cawapres pada Piplpres 2009.

Saya boleh meng-klaim bahwa saya dengan Pak Haji Wiranto adalah pasangan Capres dan Cawapres pertama mendeklarasikan diri. Dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan sama sekali, (dan memang dalam memimpin bangsa tidak boleh ragu-ragu) bahwa saya dengan Pak Haji Wiranto Insya Allah mampu menjalanbkan amanah dengan baik apabila terpilih.

Kami memang sengaja memilih Tugu Proklamasi, sebagai tempat untuk mendeklarasikan diri, mengingat tempat tersebut mempunyai nilai sejarah yang penting bagi bangsa ini. Di tempat itulah Soekarno dan Muhammad Hatta kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Sebuah tempat yang dulunya adalah jalan Pegangsaan Timur No. 56, yang merupakan kediaman resmi dari Ir. Soekarno.

Dan Tadi pagi, saya dan Bapak Haji Wiranto sama-sama berdiri, dengan semangat yang sama dengan Soekarno dan Hatta, demi mengisi kemerdekaan Indonesia. Soekarno dan Hatta adalah dua sosok pemimpin yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Soekarno adalah sosok pemimpin yang gagah, brilian, visioner dan cepat mengambil tindakan. Beliau adalah seorang ahli dalam bidang arsitektur, termasuk arsitektur bangsa ini.  Muhammad Hatta juga seorang visioner, dengan buah dan pikirannya. Hatta memahami betul bidang ekonomi untuk memakmurkan bangsa ini.

Gabungan kepemimpinan Soekarno dan Hatta itulah yang memberikan isnpirasi kepada kami, sehingga deklarasi terbuka diadakan di Tugu Proklamasi. Jelas kami ingin menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia dan Masyarakat dunia, bahwa cita-cita perjuangan kami sama dan sebangun dengan cita-cita bapak Proklamator bangsa ini.

Jika dulu Soekarno dan Hatta dalam membacakan teks proklamasinya menyatakan :

“kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”

Maka H.M. Jusuf Kalla dan H. Wiranto menyatakan :
“Hal-hal yang mengenai pelayanan pemerintahan, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Sebagaimana Bung Karno dan Bung Hatta yang saling melengkapi, maka saya juga bersama Pak Haji Wiranto adalah dua sosok yang saling melengkapi, Jawa-Non Jawa, Jika pak Wiranto dikenal sebagai Militer yang tegas dan lugas, maka Jusuf Kalla dikenal sebagai sipil yang banyak akalnya.
Karena itulah demi tujuan melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Tujuan-tujuan itulah yang menjadi inti dari kehadiran kami pada panggung kontestasi Pilpres 2009. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia.

sumber :http://jusufkalla.kompasiana.com/2009/05/10/vini-vidi-vici/

Satu Tanggapan

  1. ” pelayanan pemerintahan” ditamsilkan dari makna kata ” pemindahan kekuasaan” mrpk pernyataan yg tdk patut diucapkan negarawan… alasan : 1)…rakyat dibawa kpd ranah asosiasi akan terjadi pemindahan kekuasaan (sebagai jargon politik) telah mendekontruksi makna sakral proklamasi (sumber hukum NKRI)…2)…makna pemindahan “kekuasaan “proklamasi adalah bahwa karena perangkat hukum di NKRI yg baru lahir belum lengkap maka hukum warisan pemerintahan sebelumnya (baik kolonial maupun kerajaan2 otonom) diakui sebagai hukum yg berlaku, sementara pemindahan kekuasaan dalam jargon ini hanya libido politik…3)…jangan mengotak-atik dan mendekontruksi sumber hukum yg merupakan fondasi bangsa ini, kualat, sama founding father bangsa ini… 4).. memang mereka itu ikut ngrasain perang kemerdekaan….. 5)..jangan halalkan segala cara…6) semedi dulu ke gunung lawu biar dapat berpikir jernih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: