Jutaan peluang usaha di Indonesia

Jutaan peluang usaha di Indonesia

Mau tahu kalo Indonesia itu tempat usaha yang menjanjikan…..
Ok kita lihat satu-satu … kalo kurang entar kamu tambahin ya…

Buka usaha Gak perlu ijin… lho.. kok bias..
Coba anda lihat disekeliling rumah kita mulai dari tukang sate, soto, gado-gado, es dawet semuanya gak perlu ijin.. ke instansi yang berwewnag masalah makanan.. POM ya… toh sebenarnya kan perlu to ada konsumen dan perlindungan konsumen.
Gak perlu punya CV, PT, SIUP Ijin lain-lain yang penting buka dulu….. paling berhadapan dengan oknum…”preman”… gampanng hadapi dengan ke keluargaan yang dulunya garang entar malah jadi teman dan pengaman hehehehe…
Jadi ayo buka aja usaha terserah keinginan dan hobi kamu.

Coba bandingkan dengan Negara maju… yang katanya mau buka usaha perledengan harus punya ijin..punya sertifikat teknis dulu … buka tukang jahit… ijin dulu punya sertifikat jahit.. baru buka .. karena pengawasan instansi terkait udah baik bandingkan dengan Indonesia jauh… Bos..

Kondisi Birokasi yang amburadul di Indonesia adalah peluang Usaha..
Pembaca tentu punya KTP kan… perna ngurus sendiri KTPnya.. kalo urus sendiri berarti bagus lah.. kalo yang malas mengurus sendiri itu adalah peluang usaha….
Mau ngurus SIM, STNK, IMB, Sertifikasi, Akte, Paspor dan lain lain. Kalo pembaca malas mengurus hal tersebut berarti itu peluang… dan pasti ada CALO-nya.
Dan yang berkecimpung di sector ini adalah pengusaha tahan banting tidak kenal krisis karena pasarnya sudah ada dan pasti. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia……

Bandingkan di negara maju, Birokrasi negara maju sudah jelas SOP-nya… dengan mutu melayani, aturannya jelas, juga tarif dan prosesnya jelas sekali transparan jadi gak bisa neko-neko ..

Usaha disini gak perlu bayar pajak..
Baru mulai saat ini republic ini mengejar-ngejar rakyatnya untuk bikin NPWP.. anehnya itu pun lewat kibijakan pengampunan.. SUNSET POLICY ya… coba kalo gak ada pengampunan denda blom tentu mau…
Kembali ke usaha siapa bilang harus punya NPWP coba tanyakan kepada juragan Bakso, Juragan pemulung, Juragan pulsa tentu anda tahu omsetnya berapa juta-juta per bulan yang jelas pasti diatas PTKP.. tapi yaitu tadi susah untuk pembuktiannya… jadi aman blom bayar pajak dulu…

Lain kalo dinegara maju baru lahir projot aja udah di kasih SIN (Single Identity Number) saat di udah berusaha udah gak bias ngeles lagi untuk gak bayar pajak… wong data pribadinya jelas… coba anda yang di Indonesia banyak yang punya KTP lebih dari satu to… mau beli ruma di Wonosobo pake KTP sana mau beli di banyuwangi pake KTP sana lha wong semuanya bias diurus…Soal tariff pajak dinegara maju, pajak bisa sampai 30%…. itu untuk yang pribadi lho.. bukan perusahaan…
Makanya kalo difilm-film itu bangga dia sebagi pembayar pajak.

Ok coy .. tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot-repot ………
Ayo… jadi pengusaha UKM aja deh…, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju!!! hehehe

Masih pelum percaya kalo buka usah di Indonesia itu gampang…
Ok kita lihat dari sisi yang lain yaitu Sumber Daya manusianya…banya dan berlimpah..
Kemarin saat butuh tenaga SPG/Sales/Marketing dengan minimum pendidikan D3.. walah… yang lamar banyak pollllll tapi bukan hanya D3 lho ada S1 macam-macam jurusan….

Anda tinggal pilih yang paling ok, paling cakep, ayu, manis,atitudenya baik… persediaan berlimpah..
Andalangsung wawancara, masa percobaan 3 bulan, dan kerja kontrak setahun. Kalau performance ngga ok, bisa dipecat gak perlu kasih pesangon kan aturannya seperti itu… yang dikasih pesangon tu yang jadi pegawai tetap betul gak…? Masa kotrak kerjanya diperpanjang 2 x habis itu gak diperpanjang soalnya ketakutan jadiin karyawan tetap… akhirnya mending cari yang baru lulus SMU kontrak 2 x pecat lagi cari lagi…
Mau karyawannya kontrak semua juga bisa, outsourcing juga bisa. Banyak karyawan yang siap mau bekerja apa aja !

Jadi mikir apalagi … udah buka usaha aja deh…

Coba lihat dinegara maju, cari karyawan susah dan rumit, sebagai juragan harus bayar asuransi/jaminan ke negara cari karyawan stoknya sangat sedikit dulu kalau ngga ada kejelasan tentang perusahaan pada gak mau jadi karyawan.itu masih direpotkan urusan ketenagaan kerja lainnya.

Masih kurang lagi alasannya…
Banyak kan sekarang yang mau dapat pekerjaan keren mentereng gaji gede, mau naik jabatan… coba apa syaratnya … Gelar Bos.. ya Gelar MSI, MM, MA,MBA dan MMM yang lainya… ingin cepat ekspres tujuan tercapai …
Ini peluang bos… buka aja pendidikan, kursus dan lain-lain mulai kursus untuk anak TK, SD, SMP, SMA sampai profesi….Jadi itu peluang bos……

Dinegara maju sangat sangat selektif dan harus memiliki kompetensi yang tinggi

Jangan takut buka usaha gak ada pasarnya… bukannya setiap produk memiliki pasarnya sendiri…
Indonesia itu bermacam ragam budayanya.. adatnya sukunya.. melahirkan peluang yang berjibun
Buka restoran padang ada pasarnya sediri, buka pecel ada pasarnya sendiri, buka sop konro ada pembelinya…
Mau jualan kaos 10rb per biji ada pasarnya sendiri mau yang 100rb ada pasar sendiri jadi sangat banyak kan..
Masih gak mau jadi wiraswasta… tunggu apa lagi…

Satu Tanggapan

  1. MENGGUGAT PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT

    Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku

    Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
    Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk

    menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku

    Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
    Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya membodohi

    dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
    Statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan rekening liar

    terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini

    sudah terlampau sesat dan bejat. Dan nekatnya hakim bejat ini menyesatkan masyarakat konsumen

    Indonesia ini tentu berasarkan asumsi bahwa masyarakat akan “trimo” terhadap putusan tersebut.
    Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat konsumen yang sangat dirugikan

    mestinya berhak mengajukan “Perlawanan Pihak Ketiga” dan menelanjangi kebusukan peradilan ini.
    Siapa yang akan mulai??

    David
    HP. (0274)9345675

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: