Abdul Aziz Angkat Wafat : Berikut kronologis versi polisi

64609_ketua_dprd_sumatera_utara__abdul_aziz_angkat__berpeci___ketika_dievakuasi_thumb_300_225

Penegasan Mendagri
Pengeroyokan Ketua DPRD Sumut, Tindak Pidana

Jakarta , 3 Pebruari 2009 16:46
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto menyatakan tindakan pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara merupakan tindak pidana.

“Kalau ada pemaksaan sepihak tentunya tidak dibenarkan. Kalau sudah ada korban begini tentu tindakan pidana,” ujar Mendagri di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).

80934Mardiyanto meminta agar peristiwa pengeroyokan itu diusut secara tuntas dan kini ia tengah menunggu laporan gubernur.

“Saya tunggu laporan dari gubernur, karena saya tidak tahu permasalahannya. Saya tanya gubernur, gubernur tidak berada di lokasi kejadian,” tutur Mardiyanto.

Menurut Mendagri, semua unjuk rasa memiliki aturan dan tatanan tersendiri yang harus dipatuhi oleh para demonstran.
dprd-sumatera-utara-dalam
“Tetapi saya yang tangkap, ini adalah tindakan-tindakan sepihak yang tentu tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara H Abdul Aziz Angkat, meninggal dunia dalam sebuah insiden saat unjuk rasa pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) di Gedung DPRD Sumut, Medan, Selasa.

Abdul Aziz Angkat sempat dilarikan ke rumah Sakit Gleni Internasional Medan dengan menggunakan truk pemburu preman milik Poltabes Medan, namun nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa bermula ketika sekitar seribu orang pendukung Protap mendatangi Gedung DPRD Sumut sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah beberapa saat berorasi di luar gedung, mereka masuk ke ruang rapat paripurna, yang ketika itu tengah berlangsung rapat paripurna dengan agenda pembahasan Rancangan Perda Pengelolaan Keuangan Daerah yang dipimpin Aziz Angkat.

Sekitar pukul 10.33 WIB, Aziz yang baru saja membuka rapat paripurna langsung menskor rapat ketika massa menerobos masuk. Para pimpinan dewan termasuk Aziz Angkat dan Sekdaprov Sumut RE Nainggolan terpaksa diungsikan ke ruang pimpinan yang persis berada di belakang ruangan paripurna.

Massa yang beringas membawa sebuah peti mati ke dalam ruangan rapat paripurna. Mereka juga membawa spanduk dan poster-poster yang berisi tuntutan pembentukan Protap. Secara bergantian mereka juga melakukan orasi.

Sekitar pukul 11.30 WIB, dengan dikawal aparat kepolisian Aziz Angkat kemudian diungsikan ke ruangan Fraksi Partai Golkar yang terletak di lantai dasar gedung dewan.

Kejadian itu mendapat aksi penentangan dari massa, yang kemudian melempari rombongan polisi yang membawa Aziz Angkat dengan berbagai macam benda, termasuk dengan gelas yang terdapat di atas meja para anggota Dewan.

Massa terus mengikuti Aziz Angkat sampai ke ruangan Fraksi Partai Golkar. Di tempat itu ia mendapat caci-maki, ditarik-tarik dan bahkan harus menerima perlakukan tidak pantas dari sejumlah pengunjuk rasa tanpa ada yang bisa menghalangi.

Diduga tak kuat menahan serangan, Aziz Angkat pun terkapar dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Proses evakuasi tidak berjalan dengan lancar.

Delapan staf DPRD Sumut yang mengangkat tubuh Aziz untuk dibawa ke rumah sakit sempat dihalang-halangi massa. Mereka bahkan menuding Aziz pura-pura sakit.

Di tengah aksi massa yang mencoba menghalangi, dengan susah payah tubuh Aziz Angkat dinaikkan ke truk, yang biasa digunakan untuk memburu preman, yang tengah parkir di halaman samping gedung Dewan. Truk polisi tersebut bahkan juga tidak bisa langsung keluar gedung Dewan karena terus dihalangi massa.

Petugas Rumah Sakit Gleni Internasional sempat berupaya memberikan pertolongan, namun sudah terlambat, nyawa Aziz Angkat tidak bisa diselamatkan.

Aziz Angkat yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut itu dilantik menjadi Ketua DPRD Sumut pada 27 November 2008 menggantikan H Abdul Wahab Dalimunthe yang mengundurkan diri karena maju menjadi caleg dari Partai Demokrat.

Sebelum berkiprah di Partai Golkar, politisi kelahiran 10 Januari 1958 itu tercatat sebagai dosen di Universitas Negeri Medan. Suami Turnalis Siregar itu meraih gelar S2 di Universitas Sumatera Utara (USU). [TMA, Ant]

VIVAnews – Massa yang berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumatera Utara diperkirakan berjumlah 2 ribu orang. Untuk menghadapi aksi massa yang besar itu, polisi ternyata menurunkan pasukan pengamanan awal yang hanya berjumlah sekitar 100 orang.

Hal itu terungkap dalam kronologis aksi demo yang berbuntut tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Aziz Angkat, yang disampaikan juru bicara Polri, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa 3 Februari 2009.

Berikut kronologis versi polisi:

Pukul 09.00 WIB
Massa pertama kurang lebih 700 orang melakukan demo di Gedung DPRD Sumatera Utara. Tujuan massa agar DPRD membuat surat rekomendasi ke DPR RI tentang pemekaran wilayah Sumatera Utara, yakni Provinsi Tapanuli.

Pukul 10.30 WIB
Aksi yang dipimpin Chandra Panggabean yang juga anggota DPRD dan orator Germok Samosir ingin bertemu Ketua DPRD Sumatera Utara. Namun, massa tidak bisa menemui karena sedang memimpin rapat paripurna, yang juga dihadiri Sekretaris Daerah Sumatera Utara.

Pukul 11.00 WIB
Massa diperkirakan sudah mencapai 2 ribu orang. Massa merangsek masuk ke ruang sidang. Ada satu kompi atau sekitar 100 anggota Pengendalian Masyarakat dari Kepolisian Kota Besar Medan.

Polisi menambah kekuatan dengan menurunkan dua peleton pasukan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Brigadir Mobil Kepolisian Daerah. Jumlahnya kurang lebih mencapai 250 orang. Namun massa tidak bisa dipertahankan. Massa akhirnya merusak ruang sidang.
Ketika terjadi pengrusakan, Ketua DPRD dievakuasi ke salah satu ruangan DPRD dan akan dievakuasi ke Bank Mandiri, gedung sebelah DPRD. Tetapi polisi yang mengevakuasi Abdul Aziz itu dihalau massa.

Kemudian, Abdul Aziz dibawa ke salah satu ruangan di Komplek DPRD. Sekretaris Partai Golkar Sumatera Utara itu pun pingsan. Pada saat pingsan, Abdul Aziz dibawa ke Rumah Sakit Gleneagles.

Pukul 12.30 WIB
Korban mendapatkan perawatan tim dokter Rumah Sakit Gleneagles

Sekitar pukul 13.00 WIB
Abdul Aziz dinyatakan meninggal. Keterangan sementara, sebelum otopsi, diperkirakan korban meninggal karena sakit jantung. Jenazah pun dibawa ke kediaman pribad.

Pukul 15.50 WIB
Untuk mendapat informasi lebih akurat, almarhum akhirnya diotopsi di RS Umum Daerah Sumatera Utara.

• VIVAnews

Iklan

21 Tanggapan

  1. BARBAR…!!!

  2. Dasar pendukung protap, orang gak berotak… hukum aja tuh semua demonstrannya sebelum ada korban yg berjatuhan lagi. Say no more to “PROTAP” till the last blood.

  3. Abdul Aziz mati syahid, Insa Allah…

    Untuk rakyat yang masih goblok,
    jangan mau kalian ditunggangi segelintir orang yang rakus
    kalian pikir kalo Tapanuli jadi provinsi, hidup kalian akan jadi lebih baik ?? Kalian pikir kalian akan diangkat jadi anggota DPRD ??
    kalian akan tetap hidup miskin, dan mati masuk neraka !

  4. Inilah cermin bagi pemerintah Indonesia bahwa masih ada rakyatnya yg bermental kerdil dan anarkis dengan pemikiran yg sempit dan bodoh dengan
    di imingi imingi kekuasaan dan materi mereka melakukan hal goblok dan tidak berpendidikan !
    PR untuk penguasa negeri yg kita cintai ini !

  5. Saya setuju kalau Tapanuli jadi popinsi baru, dengan status Darah Istimewa Preman Tapanuli Utara disingkat DIPTU. Sangat cocok dan pas banget. Polisi saat ini kan susah melokalisir para preman hasil razia. Kalau dikumpulkan dengan orang-orang Tapanuli pas kan ????? Barangkai dia bersaudara ya. Setuju uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.

  6. kejadian di sumut sy kira aspirasi masyarakat yg merupakan bom waktu yg sudah lama dibiarkan oleh elite politik sumut yg berujung jatuhnya korban. sudah seyogyanya ini menjadi sebuah catatan bagi semua pihak untuk lebih menajamkan pikiran dan pendengarannya dalam menanggapi aspiriasi publik.
    semoga allah menerima pak azis di sisinya.

  7. kejadian ini saya kira merupakan salah satu contoh gerakan separatis daerah yang ingin memisahkan diri dari dari daerahnya sendiri.tindakan ini dipropokasi oleh oknum2 yang gagal dalam pemilihan pemilihan sebelumnya.untuk memperoleh kursi2 baru mereka bekerjasama dngn sponsor2 untuk mendanai para demonstran.ha…
    sungguh tradis……

  8. kejadian ini saya kira merupakan salah satu contoh gerakan separatis daerah yang ingin memisahkan diri dari dari daerahnya sendiri.tindakan ini dipropokasi oleh oknum2 yang gagal dalam pemilihan pemilihan sebelumnya.untuk memperoleh kursi2 baru mereka bekerjasama dngn sponsor2 untuk mendanai para demonstran.ha…
    sungguh tradis……
    untuk keluarga ..bpk. azis turut Berduka cita..
    semoga Tuhan menerimanya disisinya..

  9. Dewan Perwakilan Rakyat merupakan wakil rakyat yang harus mengakomodir suara rakyat, jika rakyat menginginkan Protap ya hendaknya diakomodir dengan strategi politis. Wajar saja jika massa mengamuk, karena aspirasi mereka merasa tidak terwakili, mereka kan tidak tahu kalo pak ketua dewan terhormat mengidap penyakit jantung, dan ironisnya pula Lembaga keamanan (polisi) tidak menjamin keamanan pada saat itu sehingga terkesan bebas.
    Aspirasi Mereka (Protap) sudah bertahun tahun diungkapkan, kalau tidak ke Dewan Terhormat sebagai wakil mereka kemana lagi mereka menyampaikannya..

  10. hai Taufan, klu ga tau masalahnya jangan komentar
    beberapa hal yang harus diperhatikan jika seseorang ingin berkomentar adalah,
    1. mempunyai referensi thd apa yang akan dikomentari
    2. mempunyai data yang cukup untuk mendukung argumen
    3. analisis trehadapa suatu masalah yang ingin dikomentari
    4. berargumen terhadapa apa yang ingin dikomentari
    5. memneri solusi thd masalah yang ingin dikomentari
    ok!!!
    saya sangat menyayangkan aksi yang memilukan dan memalukan ini, karena ingin merebut kekuasaan CP cs membawa rakyat protap untuk berdemonstrasi yang berujung anarki dan menyebabkan tewasnya pak azis
    jadi penyelesaian yang tepat adalah Pemerintah harus tegas dan memberitahukan kepada setiap daerah di Sumut yang ingin melakukan pemekaran,menjelaskan bahwa pemekaran adalah sebuah kemunduran bukan kemajuan dan tak kalah pentingnya tangkap Chandra Panggabean!!!!

  11. tangkap GM panggabean..
    sekalian Breidel aja koran SIB..
    Sumber Informasi Bohong..
    sok bawa bawa nama gereja, tapi isi korannya cuman memanas – manasi..

  12. Apapun namanya para pendukung ptotap (demonstran dan para inisiatornya ) adalah kelompok bar – bar yang tak pantas ada di bumi sumatetra utara atau bahkan daerah lainnya di bumi indonesia yang kita cintai. Mereka lebih cocok dikirim kembali ke zaman purba dimana adab, etika dan estetika tidak menjadi sebuah aturan hidup. Ada banyak demonstrasi yang mengatasnamakan pemekaran daerah yang pernah terjadi di indonesia , tetapi tak satupun memakan korban seperti kejadian saat ini. Kami seluruh penduduk sumut megutuk keras aksi ini. Go To Hell Candra Panggabean dan antek – anteknya.

  13. protap = propinsi tapanuli alias propokoator tanpa perasaan

  14. Lama-lama kok ya serem tinggal di Indonesia ya? masyarakat barbar seperti ini sama skali tidak menolong membawa nama baik Indonesia di mata dunia….. ckckckk….

  15. ddd

  16. Perkenalkan saya bukan warga sumatera utara ataupun tapanuli!
    Daerah tapanuli adalah daerah yang sangat indah, subur dan kaya. memiliki objek wisata yang sangat indah yaitu danau toba. Saya sudah 7 kali kesana untuk urusan penelitian! Pertama sekali kesana saya sangat terkejut, benar benar sungguh sangat tekejut, danau toba yang sangat indah tersebut sama sekali tidak terekspose! Banyaknya wisatawan manca negara disana juga tidak banyak diketahui masyarakat indonesia seluruhnya, kenapa ini terjadi…? karena tidak pernah dipublikasikan, yang merupakan tugas dari pemprop sumut! Survei saya tidak hanya sampai disitu, siapa berani menyangkal bahwa rakyat tapanuli adalah masyarakat yang pintar dan cerdas!!!!
    Hasil survei dari universitas terbaik diindonesia, yaitu ITB, UGM, UI, IPB..! Di UGM contohnya di jurusan teknik dan kedokteran masyarakat tapanuli menduduki peringkat ke-2( lebih dari 20%) setelah masyarakat jawa! di ITB dan UI populasi masyarakat tapanuli jauh melebihi yang ada di UGM. sampai2 ada singkatan mengatakan bahwa ITB adalah singkatan dari Institut Tanah Batak! Penelitian saya juga tidak sampai disitu, di pedalaman daerah tobasa(toba samosir) yang rakyatnya masih hidup dibawah gars kemiskinan, setelah melakukan wawancara dengan penduduk setempat, ternyata sebagian dari warga anak2nya sedang melanjutkan studi s2 di Amerika..wow…sunguh tidak bs dipercaya! Mereka mengatakan bahwa kami tidak butuh kekayaan, yang kami butuhkan hanyalah kesuksesan dari anak kami( annakku do hamoraon di au)!
    Dapat kita lihat…,kemana semua SDM masyarakat tapanuli yang sangat berkualitas…??? mengapa mereka tidak diberdayakan??? dan mengapa daerah mereka masih jauh tertinggal dengan daerah lain yang ada di sumut…jawabannya hanya ada pada pemprop sumatera utara…—>>> mereka tidak diberi kesempatan dan daerah mereka tidak diperhatikan!!!!!!!!!!!!!! Wajar donk jika pembentukan propinsi tapanuli sangat diperjuangkan mereka, karena masyarakat tapanuli utara yakin dengan bermodalkan SDM yang berkualitas dan SDA yang sangat memenuhi bahwa mereka mampu berdiri sendiri membangun daerah tapanuli yang maju dan makmur melebihi daerah lain di indonesia!
    terimakasih banyak..

  17. informasi to all special to MOAN :
    Dalam pembentukan PROTAP menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan prosedur.
    1. Pembentukan sebuah Profinsi harus terdiri dari 5 kabupaten. sedangkan Protap hanya terdiri dari 4, dimana Nias mnarik diri dan lbih memilih brganbung dgn Sumatra Tenggara, ditmbah lagi Sibolga juga kutan mnarik diri
    2. utk ibukota Provinsi harus memiliki bandara udara dan pelabuhan. tetapi panitia Protap memilih si Borong-borong. dimana daerah tsb tdk memiliki sbr daya fisik g dibutuhkan.
    3. dalam pembentukan sbuah provinsi harus memalui prosedur dan birokrasi. dimana sbelum diberi rekomendasi, DPRD harus meakukan paripurna terlebih dahulu yg hrs dihadiri oleh ketua2x fraksi. tatpi panitia protap melangkahi prosedu tsb dgn memaksa ketua DPRDSU Alm.H.Abdul Aziz Angkat, Msp utk menandatangani langsuk SK DPRDSU.

    APAKAH INI YG DISEBUT DENGAN KATA LAYAK….???!!!!
    Tentu TIDAK…
    Aksi mereka lbih tepat disebut AKSI TERORIST….
    dalam pasal2x teroris, kegiatan yg termasuk dalam kegiatan teroris :
    1. Merusak aset2x negara
    2. menimbulkan kematian pada anak angsa
    3. mengacaukan sistem pemerintahan
    4. Menimbulkan Keresahan (trbukti dgn saat ini para anggota DPRDSU mnta dipersenjatai krn mrasa tidak aman)
    5. Menghimpun masa utk membuat kekacauan di instansi pemerintah
    JADI AKSI PROTAP LEBIH TEPAT DISEBUT AKSI TERRIS….

  18. informasi to all special to zab..
    1. Benar memang tertulis bahwa pembentukan propinsi harus terdiri dari 5 kabupaten. Mari kita lihat kebelakang, pembentukan propinsi tapanuli sudah dideklarasikan sekitar 9 tahun yang lalu yang terdiri dari 10 kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir, Nias, Nias Selatan, Dairi, Pakpak Barat dan Kota Sibolga. Sampai pada terjadinya demo anarkis, pembentukan protap juga masih memenuhi kuota dimana dimana terdiri lebih dari 5 kabupaten. Saya jelaskan bahwa nias bukan ingin bergabung dengan prpinsi sumtera tenggara, tetapi ingin membentuk propinsi sendiri, padahal kabupaten ini masih seumur jagung, ibaratnya baru lahir minta kawin. Sibolga berencana menarik diri dari pembentukan protap karena daerahnya tidak terpilih jadi ibukota propinsi, merekalah yang disebut2 memiliki kpentingan pribadi, tetapi sampai terjadinya demo anarkis sibolga masih ikut serta dan mendukung pembentukan protap dengan ibukota siborong2.

    2. Penetapan siborong2 menjadi ibukota telah diteliti se detail mungkin, mulai dari posisinya paling strategis untuk penjangkauan semua protap sampai dengan tersedianya bandara udara! khusus pelabuhan saya kira tidak masalah, selama ada sibolga! Lihat ibkota bandung jawa barat, sama sekali tidak memiliki pelabuhan, jogja, dll, tetapi daerah mereka maju dan merupakan salah satu pusat pertumbuhan perekonomian indonesia

    3. Anda salah dalam permasalahan ini, pembentukan protap tidak hanya sampai pada DPRD sumut! bahkan telah disetujui Oleh komisi II DPR RI, dimana telah ditandatangani ketua DPRD sumut dali munthe ( sebelum abdul aziz, dimana abdul aziz bru menjabat 2 bulan menjadi ketua DPRD) dan gubernur sumut rudolf pardede! Langkah2 yang ditempu untuk menghalang2i terbentuknya protap dilakukan pada saat DPRD sumut diketuai abdul aziz. Ada apa dibalik ini semua???
    Ada anggapan bahwa penandatanganan pembentukan protap oleh ketua DPRD, gubernur, dan komisi II DPR akibat pemaksaan!!!!! Emang komisi II DPR RI di jakarta adalah orang2 bodoh yang bisa dipaksa atau dipermainkan oleh masyarakat.

    Jadi saya harap anda juga harus arif menanggapi permasalahan ini. ini adalah politik tingkat tinggi, kepentingan pribadi, wilayah golongan,masyarakat, dan lain telah bermain disini. kalau berbicara masalah layak atau tidak, itu hanya permainan pasal2 dan undang2! Propinsi gorontalo yang menurut saya sangat tidak layak karena SDMnya tidak ada bisa terbentuk asal pihak2 pemerintah, DPRD, gubrnur, dan DPR RI mendukung! Jadi dalam kasus ini sudah politik yang bermain, dimana ada usaha2 penjegalan terhadap orang batak untuk maju dan berkembang!
    Satu lagi juga harus diingat bahwa pembentukan protap denga aksi anarkisme harus dipisahkan kedalam dua permasalahan yang berbeda! Prakarsa protap yang mulia tidak serta merta dikaitkan dengan anarkisme, kita harus membedakan itu. Kalaupun terjadi aksi demo brutal dan anarkis akibat ini tidak menjadi alat untuk tidak mengesahkan protap.., “masa pemerintah seperti anak anak sih…malu akh…”.
    Tindak dan tangkap pelaku anarkis, tetapi protap harus tetap terus berjalan dan dibahas, itulah pemikiran yang bijak!

    AKSI KEMARIN ITU ADALAH AKSI ANARKIS BUKAN TERORIS, KARENA DEMO TERBUKA DAN MEMILIKI IJIN! DAN PENGERUSAKAN SERTA MERTA TERJADI PADA SAAT ITU AKIBAT KEKESALAN KARENA TUJUANNYA TIDAK TERCAPAI

    KLO TERORIS DIA MELAKUKAN AKSI TAMPA TUJUAN DAN TAMPA IJIN YABG MENGAKIBATKAN KERUSAKAN DAN KORBAN JIWA SEPERTI AMROZI CS, OSAMA BIN LADIN, DLL

    Oke zab kalau bisa dukung protap ya..,pasti pahala km besar disurga karena mendukung dan membantu orang yang tertindas disana!
    terima kasih..

  19. moan wrote :
    …… Kalaupun terjadi aksi demo brutal dan anarkis akibat ini tidak menjadi alat untuk tidak mengesahkan protap.., “masa pemerintah seperti anak anak sih…malu akh…”.

    moan wrote :
    … AKSI KEMARIN ITU ADALAH AKSI ANARKIS BUKAN TERORIS, KARENA DEMO TERBUKA DAN MEMILIKI IJIN! DAN PENGERUSAKAN SERTA MERTA TERJADI PADA SAAT ITU AKIBAT KEKESALAN KARENA TUJUANNYA TIDAK TERCAPAI….

    my opinion :
    Para pendemo protap kesal karena tujuannya tidak tercapai = kayak anak kecil yg kesal ngga dibeliin es krim

    kesimpulannya : pemerintah dan para pendemo protrap = sama-sama anak kecil

    he..he..he.. pisss aahhhhh

  20. To : para demonstran
    ini lah bukti, masih banyak nya rakyat kita ini yang pemikiran nya masih sangat tertinggal.. tidak bisa berpikir dan menanggapi masalah dengan bijaksana.. menanggapi masalah dengan emosi diurutan pertama, bukan dengan otak.. rakyat yang begitu gampang nya dihasut oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab… pesan saya buat orang2 itu, “dari pada hidup jadi sampah masyarakat dan jadi beban semua orang dan membuat onar, mengambil nyawa orang lain, lebih baik mati agar orang lain yang berguna bisa senang dan bisa hidup tenang.. ”
    pesan ini saya sampaikan, walaupun saya tahu, mungkin hanya ada 1% kemungkinan para demonstran itu akan membaca pesan ini,

    To : Bapak2 n Ibu2 yang ada di DPRD..
    mungkin perlu sebuah kecepatan tanggap atas urusan rakyat, apalagi mengetahui masih banyak rakyat2 ini yan gpemikiran nya masih kuran g bijak.

    To : Keluarga BApak Abdul Aziz Angkat..
    semoga bisa tabah menghadapi kepergian beliau.. setiap orang pasti akan meninggalkan dunia ini..

  21. Terima kasih atas do’a nya
    semoga yang sudah memukuli saya mudah-mudahan bisa cepat diadili
    Terima kasih semua atas partisipasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: