Saat Banjir… perhatikan komponen Mobil Anda…….

Musim hujan sudah mulai datang. Frekuensi curahnya memang belum setiap hari, tapi sekali tumpah bikin Jakarta lumpuh. Genangan air muncul di mana-mana dan banjir, selain di titik-tik langganan, juga terjadi di lokasi yang baru seperti underpass.

Nekad menerjang banjir, bukan tidak mungkin mesin langsung mogok karena ada komponen yang tersiram air. Lebih parah, mendadak mesin jebol karena menyedot air cukup banyak.

Komponen apa saja yang bisa bikin kendaraan mogok atau dapur pacu rontok? “Ada beberapa, tapi terpenting yang diperhatikan distributor dan perangkat saringan udara, Inilah komponen yang perlu diperhatikan.

1. Distributor
Fungsinya, penyalur percikan api dari koil ke tiap busi. Jika terendam atau tersiram air, pembagian setrum bisa tidak rata. “Kalau mau aman bisa dibungkus dengan kantong plastik atau kertas keresek. Terutama bagian bawahnya,” saran Abikusno. Kalau tak mau dibungkus, bisa disemprot dengan cairan yang mengandung silikon bagian kabel-kabel dan juga  di dalam cap distributor (delco).

Bila tetap dibiarkan telanjang, apalagi Anda tidak mengetahui letak Distributor dan ketinggi air, mengakibatkan mesin tersendat dan sistem pengapian mati.

2. Saringan Udara
Perlu diperhatikan, terutama selang-selangnya, pastikan tidak ada yang bocor atau klemnya kendor. Setelah itu, saringan udaranya.Bila sudah diganti dengan model “telanjang” sebaiknya kembalikan ke standarnya. Sebab, bila saringan basah dan tidak cepat dikeringkan, air mudah tersedot masuk ke ruang bakar. Bisa-bisa piston dan setang rontok akibat water hammer.
3. Lubang saluran isap
Terjadinya water hammer (selain model saringnan udara terbuka) lantaran air masuk lewat lubang saluran isap (air intake). Ada beberapa mobil yang lubang isap menghadap ke bawah seperti dari Korea (Hyundai dan KIA). Sedang Suzuki Karimun cukup tinggi. Ada pula posisi lubang saluran isapnya lebih rendah dari lampu depan.

Jadi, pastikan posisi moncong air intake. Jika bisa diubah menghadap ke atas, lakukan agar terhindar masuk air ketika menerjang banjir.

4. Alternator
Posisinya, biasanya berdekatan dengan kompresor AC. Bedanya, komponen ini ada kumparan kawat dengan tugas menyuplai listrik ke aki dan keseluruhan sistem saat mesin bekerja. Sampai tersiram air bia terjadi hubungan pendek dan kumparan terbakar. Pastikan ketinggian posisinya dengan air yang bakal diterjang.

5. Tongkat pengukur oli (Dipstick)
Hanya berbentuk tongkat buat mengukur kuantitas oli di mesin. Nah, perhatikan karet di bagian atas, bila sudah rusak bisa menjadi “pintu” masuk buat air.

6. Koil dan Busi
Bila dua komponen ini tersiram air membuat mesin pincang atau batuk-batuk lantaran sistem pengapiannya terganggu akibat hubungan singkatnya terkena air. Sebagai percikan bungna api ke busi, kalau nggak berfungsi mesin  jadi mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: