Krisis Finansial : Elit Komentarnya aneh-aneh

Wapres: Yang Lebih Penting Dijaga Pasar Tanah Abang


Padang – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, anjloknya harga saham global tidak berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Bahkan, wapres mengatakan, kita harus lebih menjaga pasar Tanah Abang dan pasar Senen dibandingkan dengan pasar saham.

Hal ini dikatakan wapres di depan saudagar-saudagar minang dalam acara silaturahim saudagar minang di hotel Pangeran Beach, Padang Sumatera Barat (11/10/2008).

“Yang mana yang lebih penting, pasar bursa atau pasar tradisional? Yang lebih penting pasar Tanah Abang dan pasar Senen dijaga,” kata Wapres.

Wapres juga mengatakan, tidak besarnya dampak dari anjloknya harga saham di Indonesia adalah karena pasar saham di luar negeri berbeda dengan di Jakarta.

“Kalau turun 10% di Wall Street atau Dow Jones akibatnya nasional. Di Jakarta turun 50% tidak berakibat banyak. Kenapa? Karena kapitalisasi Wall Street satu setengah kali GDP (Gross Domestic Product) Amerika karena gelembung-gelembung
itu. Hampir semua AS pemain saham. Sementara transaksi kita di Jakarta cuma 20% dari GDP. Bahkan yang dagang saham pun cuma 1% penduduk Indonesia,” urainya.

Selain itu menurut wapres, saham di Indonesia sebagian besar adalah milik pihak asing.

“Jadi yang punya saham itu orang asing. Jangan berpikir kita yang punya Wall Street,” pungkasnya.

Menneg BUMN: Krisis Ekonomi Hanya Makan Korban Orang Kaya


Krisis Ekonomi Hanya Makan Korban Orang Kaya
Sabtu, 11 Oktober 2008 – 13:46 wib

JAKARTA – Menneg BUMN Sofyan Djalil mengibaratkan krisis ekonomi Amerika sebagai bencana alam yang pernah meluluhlantakan Nangroe Aceh Darussalam (NAD), yakni tsunami.

“Krisis Amerika ibarat kata adalah tsunami yang kemudian badainya terkena Indonesia, namun secara ekonomi tidak ada masalah. Apalagi, ekspor kita sampai saat ini masih bagus,” ungkap ujar Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, di Gedung PT Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (11/10/2008).

Dia menambahkan, gonjang-ganjing pasar saham yang terjadi di Indonesia, korbannya adalah para pemain pasar yang notabenenya adalah orang kaya dan tidak berefek negatif bagi rakyat miskin. Maka dari itu, lanjutnya, dengan kondisi saat sekarang ini masyarakat tidak meresponsnya dengan sikap panik.

Pasalnya, kontribusi pasar modal hanya 30 persen terhadap gross domestic product (GDP). “Jadi kalau pasar saham kolaps maka tidak akan mempengaruhi kondisi fundamental Indonesia. Kondisi ini sangat berbeda dengan Amerika, yang hampir 100 persen GDB mereka berasal dari saham,” pungkas dia
http://economy.okezone.com/index.php…ban-orang-kaya

Semakin aneh saja komen-komen elit kita dalam melihat kasus krisis keuangan global kali ini, mulai SBY, JK dan sekarang Sofyan Djalil. Harap mereka ketahui, krismon 1997/1998 dulu, Indonesia bisa sedikit tertolong karena negara-negara kaya seperti AS, Eropa dan Jepang serta World Bank dan IMF masih mau ‘bermurah hati’ membantu kita dengan sedikit modalnya karena mereka tak bermasalah saat itu. Tapi saat ini, mereka tentulah ogah membantu kita lagi sebab kepentingan nasional mereka juga terancam dengan krisis keuangan kali ini. Sekarang ini, pasar saham Wall Street batuk saja, bursa saham BEI sudah langsung muntah darah sehingga harus di suspend karena kita takut kolaps dan ancur. Dan peran investor asing (orang kaya) di BEI itu jangan dianggap remeh, sebab kalau mereka jual semua kepemilikannya, akan ada ada ‘rush’ besar-besaran terhadap cadangan devisa kita yang akan mereka bawa pulang ke negerinya, sebab negerinya juga bermasalah. Kurs rupiah bisa terjun payung menjadi diatas Rp 12.000/dollar akibat tekanan beli itu karenanya.

Lalu, sektor Perbankan kita (yang depositnya juga banyak ‘ditempati’ investor asing yang kaya-kaya itu), apa juga tidak akan terimbas kalau mereka ‘rush’? Maka selanjutnya, kalau sektor Perbankan goyah likuiditasnya, dan kurs rupiah anjlog hingga Rp 12.000/dollar misalnya, pastilah dampaknya akan dahsyat ke sektor riel kita semuanya. Selanjutnya produksi merosot, export tak laku karena tak ada importir yang pesan, maka PHK pasti meledaklah! Maka, jangan remehkan kondisi ini … Lebih baik diam dan tidur saja. Saya tiap hari rajin browsing situs koran utama di negeri-negeri maju yang sedang menghadapi krisis keuangan global saat ini, yang menarik, elit mereka dan pengusaha mereka … umumnya kikir sekali bikin pernyataan kepada pers kecuali ‘press release’ yang baku dan resmi … di Indonesia……………………….

===========
begitulah …..

Satu Tanggapan

  1. tukeran link yukkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: