Ini 5 langkah pemerintah, tapi nampaknya ngak mempan

Ini 5 langkah pemerintah, tapi nampaknya ngak mempan karena kondisi bursa regional yang jatuh hebat lagi pagi ini…. ================================================== ========== 5 Langkah Pemerintah Stabilkan Pasar Wahyu Daniel – detikFinance Jakarta – Pemerintah menyiapkan lima langkah untuk menstabilkan, menenangkan dan mengamankan pasar modal yang akan efektif Jumat besok saat pembukaan bursa. Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/10/2008). “Aturan ini diharapkan bisa memberikan sumbangan suasana yang kondusif dan tenang di seluruh sektor keuangan baik itu perbankan, pasar modal dan pasar uang,” ujarnya. 5 Aturan itu yakni: Pertama, dihapusnya aturan marked to market untuk surat utang yang dimiliki perbankan. Aturan baru ini sudah disepakati dengan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) tidak perlu ada aturan marked to market terhadap surat utang yang dimiliki oleh perbankan. Diharapkan Ini akan membantu bank untuk mengurus portofolionya surat utangnya. Kedua, pelonggaran aturan yang terkait dengan aturan buy back oleh seluruh emiten di bursa. Ketiga menambah likuditas melalui belanja kementerian dan lembaga. Pemerintah akan mengoperasikan APBN untuk menambah likuiditas di pasar dengan cara mendorong belanja. Keempat pembelian saham BUMN yang terkoreksi tajam padahal fundamentalnya baik melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Depkeu. Kelima, penegakan hukum oleh Bapepam dan SRO terhadap para pelaku pasar yang telah melanggar aturan-aturan. Bapepam LK dan SRO lainnya tengah melakukan pemeriksaan atas transaksi saham yang terindikasi melanggar peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal terutama terhadap transaksi yang terjadi dalam kurun waktu 3 bulan terakhir ini. “Jadi observasinya sudah kita lakukan 3 bulan terakhir ini,” ujarnya.

Jakarta – Keputusan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kembali menutup perdagangan saham pada sesi I perdagangan akan membuat investor menjadi tidak yakin dengan kebijakan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo dalam perbincangan dengan detikFinance, Jumat (10/10/2008).

“Memang seharusnya jangan dibuka, paling cepat Senin, apalagi tadi malam pada anjlok, ini menghancurkan kredibilitas pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Dradjad beberapa kali mengeluarkan pernyataan kalau ekonomi aman tetapi nyatanya bursa kembali anjlok lagi.

“Presiden bilang hari minggu aman eh hari Seninnya malah anjlok, terus rapat lagi, terus buat pernyataan lagi masih aman, tetapi malah hancur dan terpaksa menutup bursa, ini sudah 3 kali lho kejadiannya,” ujarnya.

Penutupan kembali saham menunjukkan pemerintah tidak percaya diri akan langkah-langkah yang diambil untuk mengamankan, menstabilkan dan mengamankan pasar.

“Ini paling tidak membuat orang tidak yakin lagi kepada pemerintah, my word is my bond, kata-kata saya adalah jaminan saya, tapi bagi pemerintah terbalik, jaminan saya adalah kata-kata saya,” ujarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: