Hati-hati dengan kebaikan orang lain….

Nich ada cerita dari forum sebelah:

Temen kantor ada yg baru balik dari kampung hari ini cerita,
saudaranya ada yg kena macet berjam-jam di Tol Kanci Cirebon, pas
Sabtu terakhir sebelum Lebaran.

Eh, di tengah-tengah macet rupanya ada berkah, blessing in disguise,
mergoki APV miliknya yang dicuri beberapa bulan sebelumnya di depan
matanya sendiri. Ndilalah, no polnya sama, tidak diganti. Jadi
dibuntutilah APV itu sampai ke pom bensin tempat ia berhenti. Ditanya
baik-baik, rupanya ambil dari sebuah tempat rental di Tangerang.
Dijelaskan bahwa APV itu miliknya, dan bahwa ada BPKB dan sebagainya.
Mobil itu baru dipanjar beberapa bulan lalu dengan sebuah cek, yang
belakangan diketahui kosong. Tapi di pemberi cek hilang tak ketahuan
rimbanya bersama mobil itu.

Usut punya usut, si penyewa lalu telepon ke rental dimaksud. Minta
pertanggungjawaban. Dikasihlah sama rental itu untuk dibawa pergi sama
si pemilik aslinya. Tapi karena alasan kemanusiaan, karena si penyewa
terdiri dari bapak, 2 anaknya, mana sang istri hamil pula, diantarlah
keluarga yang terjepit dalam kasus ini ke lokasi mudiknya di Surabaya.
Lalu baru setelah itu mereka (si pemilik APV) pulang ke tujuan mudik
semula di Magelang.

Flashback dikit, si pemilik asli APV itu rupanya pemilik dealer mobil
bekas. Punya seorang konsumen selama ini sudah 2x ambil mobil di sana.
Mobil 1 dan 2 lancar. Bahkan dia selalu melakukan pembayaran (dengan
cek) lebih besar dari yang seharusnya dia setor. Rupanya di sini modus
kejahatannya dibangun, memberi rasa percaya bahwa si konsumen ini
kaya, selalu setor lebih banyak, dan bahwa ceknya selalu isi.

Rupanya sesudah mobil kedua dia kembali setor kebanyakan (yang
disengaja itu), disambarlah kesempatan berikutnya. Dia bilang mau
ambil APV, lalu tulis cek lagi. Mana curiga kan si orang ini wong
selama ini lancar2 saja. Apalagi ada selisih beberapa juta sisa dari
kelebihan pembayaran 2 mobil sebelumnya. Tapi sekali ini kena batunya
dia. Cek kosong. Mobil APV sudah terlanjur dibawa pergi. Orangnya
dicari hilang, gak tahu ke mana. Bisa dibilang penggelapan atau
pencurian kan?

Apesnya si penggelap itu, mobilnya nopolnya masih sama, STNK masih
sama atas nama pemilik asli, kepergok di tengah macet Kanci.
Komplitlah sudah ceritanya, bad ending buat si kriminal setengah hati
itu, happy ending buat saudara temanku ini. Pulang ke Jakarta bawa 2
mobil.

Moral of the story:
1. Cash and carry. Kalau jual beli mobil, jangan percayakan mobil
dibawa pergi sama pembeli kalau duit belum di tangan atau di rekening
bank. Jangan percaya sama cek, meski record history selama ini
perlihatkan orang ini lancar2 saja.
2. Jangan tertipu sama penampilan pembeli seolah2 orang itu kaya raya,
mbayar saja sampai kelebihan, dlsb, juga status sosial calon pembeli.
Kebetulan ybs menyandang sebuah status sosial bagus, yg kerap
diidentikkan masyarakat sebagai orang kaya raya.
3. Seperti main catur, kalah karena ceroboh atau menang karena lawan
ceroboh. Paling apes lawan komputer karena gak mungkin ceroboh.
Manusia selalu berbuat kesalahan. Tunggu saja. Dalam kasus ini dia
terlalu pede, STNK tidak diganti, nopol tidak diganti, warna cat mobil
tetap sama. Ya kepergoklah, sooner or later.

Sekedar sharing. Tetap waspada.

Gunadi
NLC 459

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: