Senangnya Terima uang THR ( Tunjangan Hari Raya)

Udah terima uang THR? itukan pertanyaan yang sering terlontar akhir akhir ini baik dari teman atau dari pasagan tercinta kita ….

Kalo udah terima THR trus ngpai apa mau di habiskan, mau belanja borong baju, sepatu, HP, Camera dll wuih… ternyata kalo terima THR yang ada adalah belanja belanja dan belanja…..

Seperti siklus tahunan ya… siklus tahun awal puasa siap-siap persiapan puasa di minggu kedua siap-siap tunggu THR  minggu ketiga terima THR dan persiapan Lebaran…. tetapi yang ada adalah kenaikan harga untuk semua jenis barang konsumsi,  tidak heran sejumlah orang memilih berbelanja lebih banyak dalam skala grosir sebelum bulan puasa untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Lebaran.

Ada juga yang belanja setelah mendapat THR. Apa pun cara yang dipakai ( ini terjadi di Indonesia aja ya ????? … atau malah cuma di Jawa hehehe…  intinya  pengeluaran selama masa pra dan pasca bulan puasa ini rata-rata 30% sapai 50% lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya atau malah ada yang 100% lebih???

karena apa ? ternyata semua ingin beda dari bulan-bulan sebelumnya, beli baju baru, kue, mengecat rumah, membayar zakat, sampai acara mudik. Semuanya membutuhkan uang yang tidak sedikit. Hal ini bisa berpotensi membuat pengeluaran membengkak.

Makanya ada pemberian tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan kepada karyawan. Namun, tidak semua orang mendapatkannya, seperti wirausahawan dan pekerja mandiri. Sebaliknya, beberapa dari Anda mungkin malah harus membayar THR kepada orang lain sebab ada orang yang bekerja untuk Anda baik secara profesional maupun untuk urusan domestik seperti pembantu rumah tangga dan pengasuh anak Ya khan …?

Apakah Anda menerima THR atau justru membayar THR ?…. yang perlu diketahui adalah bahwa THR sebenarnya diberikan untuk alasan khusus tertentu yaitu untuk memenuhi pengeluaran aktivitas perayaan Lebaran.

Berikut ini adalah langkah-langkah bagaimana kita bisa merencanakan anggaran Lebaran dengan menggunakan uang THR.

  • Pos pengeluaran amal (zakat, infaq , sedekah dan hadiah). Selain zakat yang wajib, Anda juga bisa menyalurkan amal, infaq dan sedekah. Pada hari raya biasanya juga ada tradisi untuk membagikan uang angpau kepada para sanak saudara yang jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan dan sifatnya tidak wajib.
  • Pos pengeluaran makanan (makanan utama, kue-kue atau suguhan dan hantaran). Hari raya tidak afdol jika tidak ada makanan dan suguhan kue-kue khas hari raya. Perkirakan jumlah tamu yang akan datang, sebab tentunya Anda harus menyediakan lebih banyak makanan jika lebih banyak tamu.
  • Pos pengeluaran untuk pakaian (busana, aksesori, perlengkapan ibadah). Jika ingin membeli busana, aksesori atau perlengkapan ibadah tetapkan terlebih dahulu berapa anggaran masing-masing anggota keluarga untuk keperluan ini, setelah itu barulah mencari barang yang sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan.
  • Pos pengeluaran lain-lain (biaya tak terduga, mudik, dan lain-lain). Jika Anda memutuskan untuk mudik, maka Anda memindahkan aktivitas Lebaran ke kampung halaman.
  • Dengan demikian Anda tinggal menambahkan pos anggaran mudik yaitu pengeluaran untuk transportasi (penginapan jika perlu).
  • Untuk pos anggaran lebaran lain tinggal disesuaikan saja. Jika Anda tidak mudik, alokasikan sejumlah tertentu untuk pos pengeluaran lain-lain yang bisa digunakan untuk biaya tak terduga.
  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: