Bagaimana memulai Bisnis dengan Biaya Orang Lain

Ada seorang pengusaha muda ingin menguji kesaktian teori BODOL…

Begini ceritanya:
Saya sudah 3 tahun ini merintis usaha digital printing kecil2 di kota Bekasi namun tempat usaha tersebut adalah sewa dari orang lain dan dapat untung bersih sekitar 2 jt-an/bulan tempat usaha di rumah, lokasi strategis (dekat pertigaan) dan cukup ramai, yang menjadi sedikit masalah adalah bagaimana caranya bagaimana caranya agar bisa membeli rumah itu dari pemiliknya yang saat ini lagi butuh uang dengan menggunakan teori BODOL tersebut?

Sekedar pencerahan semoga membantu ….

Langkah pertama kalo emang naksir rumah tersebut dan memang mau dijual yang dibeli aja gitu aja kok repot…

Ya repotlah bos… uang nya dari mana?

Nah .. uangnya darimana itu selalu menjadi pertanyaan orang yang menginginkan property tetapi uang tidak cukup…

Kita mulai aja katakan pemilik ingin menjual cepat kepada anda dengan harga miring 150 jt karena lagi BU memang ini yang ditunggu kan… cari property saat pemilik BU hehehe, langkah2 nya sbb :
1. minta foto copi sertifikat & foto copy SPPT PBB tahun ini ( kalau asli pasti gak boleh kan..)

2. Segera urus perijinan komplit, akta pendirian badan usaha (CV ato UD), NPWP, SIUP, TDP kenapa harus berbadan hokum… karena biasanya Bank lebih suka memberikan kredit kepada perusahaan dari pada perorangan. kalo mo buat CV bukan ke BANK tapi NOTARIS,mo buat NPWP ke kantor pajak kalo SIUP & TDP ke kantor deperindag

3. Buka Rekening Koran (RK) atas nama CV atau UD tsb di bank tempat anda buka usaha.

4. Biasakan mulai saat ini setelah memiliki R/K pemasukan setiap hari harus dimasukkan di RK sebelum dipakai buat pengeluaran :

bayar gaji,

bayar listrik, telepon

tagihan supplier, dll.

5. Asumsi dengan profit 2jt/bln dgn margin 25% seperti diatas maka semestinya nantinya mutasi bulanan RK anda +/- 8jt/bln (25% x 8jt = 2jt).

Padahal menurut hitungan dari bank yg mau mendanai beli rumah tsb 200jt, maka cicilan KPR selama 15thn +/- 2jt/bln artinya penghasilan anda Cuma Rp. 2jt so abis kan… padahal pihak bank selalu mensyaratkan cicilan kredit perbulan max +/- 30-40% dari total penghasilan bersih/bln.
Solusinya anda harus meningkatkan penghasilan anda min 3x dr 2 jt yg ada, ini bisa dilakukan baik dgn omzet sebenarnya yaitu meningkatkan penjualan toko anda 3x = profit jg naik 3x, mutasi RK tsb harus minimal ada track record 3 bulan berturut2 sebelum dijukan ke bank ya…(6 bln lebih baik)

Catatan : RK = Rekening Koran, suatu rekening di bank atas nama badan usaha ( CV ato UD). setiap hari dari penghasilan usaha anda harus masuk ke RK dulu sebelum dipake buat bayar tagihan / pengeluaran, katakan contoh soalnya pada suatu hari dapet penghasilan dari 5 orang pelanggan dan ada 3 tagihan di hari tsb, yaitu : jam> kegiatan> saldo (di laci)

08.00> buka toko> saldo awal = 0
08.21> budi, print 5 lembar pas foto senilai Rp. 20.000> saldo=Rp. 20.000
09.03> anto, beli 1 bulk ink senilai Rp. 10.000> saldo=Rp. 30.000
10.52> cv dian, menagih Rp.5.000 pembelian stok bln lalu> saldo=Rp. 25.000
11.19> mia, print 8 lembar foto A4 senilai Rp.80.000> saldo Rp.105.000
12.00> broto, beli cartridge senilai Rp.100.000> Rp.205.000
12.02> lia, jasa edit foto senilai Rp.2.000> Rp.207.000
12.23> ud pelita, menagih Rp.70.000 pembelian bahan baku> Rp.137.000
13.01> pt gajah, menagih Rp.50.000 pembelian bahan baku> Rp. 87.000
14.00> tutup toko, ke bank buat setor ke RK hari ini sebesar saldo akhir> Rp.87.000

biru = pemasukan / uang masuk ke kas
merah = pengeluaran / uang keluar dari kas

pada hari tsb dgn cara skenario #1 itu mutasi/uang masuk di RK sebesar Rp 87.000
sekarang perhatikan skenario #2 seandainya tagihan2 dibayarkan setelah semua pemasukan dimasukkan ke RK dulu :

08.00> buka toko> saldo awal = 0
08.21> budi, print 5 lembar pas foto senilai Rp. 20.000> saldo=Rp. 20.000
09.03> anto, beli 1 bulk ink senilai Rp. 10.000> saldo=Rp. 30.000

11.19> mia, print 8 lembar foto A4 senilai Rp.80.000> saldo Rp.110.000
12.00> broto, beli cartridge senilai Rp.100.000> Rp.220.000
12.02> lia, jasa edit foto senilai Rp.2.000> Rp.222.000

14.00> tutup toko, ke bank buat setor ke RK hari ini sebesar saldo akhir> Rp.222.000
14.30> selesai urusan bank balik persiapan pembayaran tagihan hari ini

15.00> cv dian, menagih Rp.5.000 pembelian stok bln lalu> saldo=Rp. 197.000
15.01> ud pelita, menagih Rp.70.000 pembelian bahan baku> Rp.127.000
15.02> pt gajah, menagih Rp.50.000 pembelian bahan baku> Rp. 87.000

orang bank akan menilai track record RK anda lebih bagus…………

Rekening Koran (RK) itu adalah suatu bentuk jasa perbankan, dimana kita menaruh sejumlah uang di kantor bank tsb dan sebagai gantinya kita akan menerima sebuah buku kecil panjang (seperti buku kuitansi) sebanyak 25 lembar yg bermeterai, ada no urutnya dan logo bank tsb. beda dgn rekening tabungan yg hampir setiap orang sdh paham bagaimana tabungan itu dimana kita akan menerima sebuah buku kecil berisi catatan tabungan kita yg harus dibawa setiap kali setor atau menarik dana, di tabungan RK kita tdk menerima buku tabungan apapun, sebagai gantinya kalau setor cukup menuliskan di slip setoran dan akan diberikan kopi setoran setelah dana diterima bank. adapun untuk mengecek saldo bisa dgn bbrp cara yitu : kita bisa datang sendiri menanyakan ke petugas bank, by phone atau bbrp mulai ada yg bisa mengecek saldo RK baik lewat sms banking dan internet banking.

buku RK tsb bisa dua macam, yaitu : CEK atau GIRO. Cek apabila setelah ditandatangi oleh yg berhak bisa diuangkan dengan dibawa ke bank dan dicairkan langsung dgn diterima sejumlah uang secara tunai. Giro apabila setelah ditandatangi oleh yg berhak dapat diuangkan ke bank dgn cara dicairkan lewat pemindahan buku, yaitu dana sebesar yg telah dituliskan di Giro tsb akan dibukukan (dikreditkan/dimasukkan) ke rekening tabungan/giro kita, baru kemudian kita bisa ambil sesuai kebutuhan.

http://www.bni.co.id/Individual/Simp…6/Default.aspx << contoh Giro BNI 46

mengenai pertanyaan anda ttg kolom pemasukan pengeluaran, itu tdk ada di RK, tp anda buat di buku tersendiri yg namanya Buku Jurnal Harian, yaitu segala pemasukan dan pengeluaran harus dicatat urut disana, pencatatannya harus berdasarkan bukti penjualan (nota) ataupun kuitansi pembelian dari pihal lain (nota, kuitansi dll)

Setelah seluruh dokumen kita kumpulkan baru lakukan permohonan kredit dibank, biasanya setelah permohonan masuk akan dilakukan penilaian oleh pihak bank terhadap asset property yang akan kita kredit …

Nah saat penilaian dilakukan .. disini ada trik supaya nilai property tersebut tinggi missal dengan melakukan pengecatan, perbaikan kecil-kecil tetapi yang memmberikan nilai tambah dan saat penilaian tersebut pihak bank juga melakukan wawancara kepada pemilik langsung….

Nah karena pemilik Butuh Uang kan harganya miring … missal bank memberi kredit Rp.200jt … yang Rp150jt untuk penjual ya kan…. Nah sisanya buat gedein usaha kita…

Namun ingat gak semudah itu kok… tetapi gak ada salahnya kalo dicoba….

Semoga bermanfaat

2 Tanggapan

  1. Nice post..trims

  2. ga papa cara itu halal saja dan aku mendukung… kapan lagi kita maju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: