Untuk Kaya gak perlu jadi Pengusaha hehe…

Setelah membaca bukunya financial planer Safir Senduk yang berjudul “SIAPA BILANG JADI KARYAWAN NGAK BISA KAYA?”

INI LAH KESIMPULANNYA
Dari pengalaman saya memberikan materi perencanaan keuangan dalam
bentuk training dan seminar, termasuk ketika menulis di media cetak dan
berbicara di media elektronik tentang cara mengelola gaji, saya sering kali
menemukan satu kenyataan yang menyedihkan.
Apa itu? Sering kali orang di luar sana lebih senang membaca, mendengar, dan
menonton saya ketika memberikan saran-saran perencanaan keuangan, dibandingkan
dengan melakukan apa yang saya sarankan. Mereka kadang terlibat aktif dalam
mendengarkan atau membaca saran saya di berbagai media cetak, tapi banyak di
antara mereka yang masih juga tidak melakukan saran-saran yang saya berikan.
Kenapa bisa begitu?
Jawabannya sederhana:
“Karena ‘belajar’ dan ‘melakukan’ adalah dua hal yang sangat berbeda. Banyak
orang yang lebih senang belajar, belajar, dan belajar, tapi ketika harus melakukan apa
yang dipelajari, eit, nanti dulu. Udah enak-enak di kondisi yang sekarang, eeeh, malah
disuruh melakukan hal lain yang mengganggu rasa nyaman yang biasa didapat ….”
Betul, belajar dan melakukan adalah dua hal yang berbeda. Dengan buku ini,
misalnya, lebih mudah bagi Anda untuk “belajar” daripada “melakukan” lima kiat
yang sudah Anda baca. Padahal, saya sangat mengerti bahwa untuk menjalankan lima
kiat tersebut, Anda harus keluar dari kenyamanan Anda. Sebagai contoh, untuk mau
membiasakan diri membeli atau memiliki Harta Produktif, seseorang harus mengubah
cara pikir.

Mungkin yang tadinya biasa berpikir, “Nabungnya nanti aja deh kalau
penghasilannya bersisa
,” sekarang harus diubah menjadi, “Oke, sekarang saya nabung
dulu, invest dulu ke Harta Produktif, baru belanja ….”

Atau, ketika datang ke mall,
Anda yang mungkin biasa berpikir, “Apa yang bisa saya beli?” harus diubah menjadi,
“Apa yang bisa saya jual di mall ini?” Berat, kan rasanya?
Contoh lain adalah kebiasaan ngutang. Kalau Anda terbiasa ngutang, mungkin
sekarang kebiasaan itu harus Anda kurangi supaya cicilan utang Anda tidak
memberatkan gaji Anda
. Wah, buat mereka yang senang ngutang, saya tahu akan
berat sekali mengubah kebiasaan itu. Ya, kan?
Akan tetapi, dari pengalaman saya, keberhasilan sering kali sangat membutuhkan
pengorbanan. Salah satunya, mengubah cara berpikir, dan yang paling penting,
bertindak. Nah, kalau Anda ingat, sekali lagi ada lima kiat dalam mengelola gaji agar
Anda bisa kaya:

Kiat Nomor 1:
“Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif”
Kiat Nomor 2:
“Atur Pengeluaran Anda”
Kiat Nomor 3:
“Hati-hati dengan Utang”
Kiat Nomor 4:
“Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa yang Akan Datang”
Kiat Nomor 5:
“Miliki Proteksi”


Sulitkah dilakukan? Sulit atau tidak, jelas ada pengorbanan! Saya tidak mau jika Anda
sekadar membaca apa yang saya tulis, tapi saya pun ingin Anda melakukannya.
Bukan untuk saya, bukan untuk orang lain, tapi untuk kesejahteraan Anda dan
keluarga Anda.
Sudah tiba waktunya saya mengakhiri buku ini, dan mengatakan kepada Anda,
“Selamat mengelola gaji Anda!” Selanjutnya, bila Anda pelan-pelan telah berhasil
menabung dan menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan Anda dalam bentuk
tabungan, deposito, reksadana, atau dalam bentuk aset-aset lain, mari dengan lantang
kita katakan kepada orang-orang di luar sana …
“Siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?”
SEMOGA BERMANFAAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: