Ini hitungan reksadana Vs Unit link

Berikut ini adalah perhitungan asuransi unitlink dengan asuransi term life + reksadana.

TABEL ASURANSI UNITLINK

unitlink.png

TABEL ASURANSI JIWA TERM LIFE + REKSADANA (DIBELI TERPISAH)

term_reksadana.png

TABEL PERBANDINGAN DANA YANG TERINVESTASIKAN

invetasi_reksadana.png

Contoh di atas menggunakan data yang tersedia apabila klien berusia 30 tahun, Male, Non Smoker dalam kondisi sehat. Jika klien ini memiliki dana sejumlah Rp 12 juta per tahun untuk asuransi dan investasi, maka ilustrasi seperti di atas dapat menunjukkan betapa efisiennya penggunaan Asuransi Jiwa Term Life + Reksadana (dibeli terpisah).

Tentu saja setiap produk akan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Jadi download file excel nya di sini . Periksa sendiri angkanya. Silahkan masukkan sendiri angka yang ingin digunakan. Jangan lupa, ini baru membahas struktur produknya saja. Hasil investasi dari unitlink vs reksadana tentu saja akan lebih banyak mempengaruhi rekomendasi seorang finansial planner. Hasil investasi sangat dipengaruhi oleh performance dari Manajer Investasi yang mengelola reksadana tersebut.

Nah kalau sebuah unitlink dikelola oleh Schroders dengan fee 5%, kira-kira mendingan masuk reksadana yang dikelola juga oleh Schroders dengan fee 2% gak ya? Kalau satu unitlink equity fund returnnya 14% per tahun, padahal Schroders, Manulife, Fortis, Danareksa dan semua teman-teman MI lain mencetak return di atas 30% per tahun, gimana ya?

Smile Tanya kenapa, pikir kenapa, baru putuskan mau beli produk yang mana!

Tapi tapi tapi… kan ada asuransinya…

Ehem… apa yang mau diasuransikan?
Apa yang dibeli saat beli asuransi?

Uang Pertanggungan Rp 30 juta, gaji lo aja udah berapa? Mau berapa lama keluarga kita bertahan dengan UP seperti itu?

You ARE Responsible For Your Own Finances!
Ligwina Hananto

Puas …… akhirnya investku bener ……. masih benerlo………… belum menguntungkan……………tunggu 10 tahun lagi…. sekarang tinggal pilih assuransi termlifenya apa ya… ada yang mau kasih saran….

semoga bermanfaat…

18 Tanggapan

  1. Pak,

    tanya nih, bisa tolong sebutkan ga contoh produk asuransi term life yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi yang establish? soalnya setelah aku nelfon dan browsing , belum ada pure insurance yang bisa menambah rider untuk penyakit kritis, rider tersebut hanya dijual menempel di unit link.

    salam.

  2. Kalo term life bukannya preminya akan hilang kalo gak ada klaim dari nasabah ?
    Bingung ni jadi mo pilih unit link apa pisah2 ?

    • Premi akan hilang tapi selisih premi antara term life dan unit link bila bapak investasikan di reksadana selisihnya jauh Pak coba bpk pake excel utk ilustrasi

    • Di Unit link preminya juga hangus, sami mawon, yang ga hangus investasinya dan kita ga tahu tahun depan premi/biaya asuransinya berapa. Makin banyak claim biasanya biaya asuransi makin tinggi. Tetap lebih optimal jika asuransi dan investasi terpisah!

  3. Dimana saya bisa membeli Asuransi Jiwa Term Life
    Atau Perusahaan apa yang menjual Asuransi Jiwa Term Life??
    Jadi intinya lebih bagus beli terpisah ?

  4. Kalo teman-teman berfikir untuk murni berinvestasi mungkin pilihan adalah reksadana, saham, deposito, obligasi. mungkin anda semua sudah paham kinerja masing2 produk tersebut. sebagai contoh : kalau bermain saham, return akan besar tetapi ingat resiko, anda harus punya konsentrasi lebih baik agar kinerja saham anda bagus, atau anda pake orang yg ngelola dana anda di saham.
    jika bicara asuransi, dasarnya banget adalah proteksi entah itu jiwa, penyakit kritis, kecelakaan. link adalah produk gabungannya. anda tau hidup/sakit ga gratis kan? ya asuransi juga mesti bayar dong, makanya nilai investasi jadi lebih kecil tapi jgn takut kalo financial manager jago n pengalaman ya investasinya malah lebih bagus n save.
    Kalo mas wananto bilang beli asuransi, apa yang diasuransikan? balik lagi tujuan anda apa? kalo buat proteksi jiwa, kesehatan ya itu yg dibeli. itu tidak real memang. tapi manfaatnya kalo anda sakit, kalo anda kecelakaan, kalo anda meninggal baru dibayarkan.
    mas, kalo mau UP lebih gede ya bayar premi juga mesti lebih besar. mau service bagus ya biaya juga mesti rada mahal kan.
    asuransi itu ya beli produk yang tidak disentuh, ya polisnya aja dipegang-pegang hehehehe
    Beda asuransi term n whole life ya masalah waktu aja, kalo anda habis periode polis ya ga dapat apa2, kalo whole life seumur hidup. ya intinya tetap biaya akan murah kalo anda beli term.
    sekarang asuransi tradisional sudah sedikit jarang, orang lebih suka link. rider juga ada disana berarti ada biaya premi yg disesuaikan. kalo cuma beli rider bisa aja kenapa tidak? artinya anda tidak memperhitungkan investasi.
    kalo anda bayar premi > 1 jt per bulan, UP > 280 jt, Crisis Cover, Accident & Disability, Payor juga ada (kalo anda kena pyk Kritis ya premi anda dibayarkan oleh perusahaan) MAU GAAAAA

    Financial Planner
    021-93057209

  5. Yang berminat term life, coba Sun Life😀
    Untuk bayangan aja, untuk yang umurnya 26, UP 100jt,preminya Rp. 286.000 per taun, term 5 taun.

    Kalo UP nya 1 milyar, preminya 2.210.000,- term 5 taun.

    Kalau term 10 taun:
    UP 100jt, Premi Rp.288rb per taun
    UP 1 Milyar, Premi Rp.2.310.000 per taun.

    Kalau Whole Life, UP 1 M, masa pembayaran 10 taun, polis berlaku sampai umur 100 taun, preminya Rp.10jt an. Jadi total premi yang di bayar skitar 100 jt untuk UP 1 Milyar seumur idup (kecuali kalau umurnya lebih dari 100 taun, ya angus..)

    Bisa tambah rider apa aja, maunya, kecelakaan, rumah sakit, sakit kritis, pembebasan premi. dll. Dan ini asuransi Murni.

    Untuk unit Link.. sayangnya, Buku Pak Freddy nggak bahas tentang sunLife, ya.. Unit Linknya namanya Brilliance. Sistem biayanya sama sekali lain sama yang udah dibahas di buku beliau. Untuk taun pertama, Premi Asuransi sebanyak 95% akan dialokasikan ke Asuransi. Premi Investasinya tetep 100%. Untuk taun ke dua, premi Asuransinya hanya 5% yang untuk bayar Asuransi, sisanya masuk ke Investasi. Sedangkan premi Investasi berkalanya 100% tetap premi investasi.
    Dan, misalnya ni, bayar premi hanya 5 taun, maka taun ke 6, jumlah unit akan diportong untuk bayar asuransi (terus dipotong tiap taun sampai polis nggak berlaku), sebesar … (nah itu dia…, makanya butuh pakar untuk bahas) Jumlahnya dikit untuk beberapa polis yang saya liat (termasuk polis saya) Dibawah 5% premi Asuransi dan makin taun makin berkurang. Jadi, taun ke 6 polis saya (nilai investasinya) udah BEP dgn seluruh premi asuransi dan Investrasi berkala kalau di total secara keseluruhan. jBisa diambil kalo mau, but saya cuekin aja biarin disitu.

    Anyway,. nggak bermaksud untuk mengunggulkan produk, (makanya butuh pakar), cuma kasih unjuk dikit aja, kalo itungan Brilliance Sun Life nggak sama ama rata2 perhitungan Unit Link yang saya temukan.

    But tetep aja, saya lebih senang jualan term life, whole life, asuransi wanita dll yang asuransi murni dimodifikasi. Soalnya….. komisi jualan unit link kecilnya minta ampun… saya sebutin aja, ya… untuk Premi Investasi berkala, cuma 2,75%… Halllah.., sebesar PpH 21 kalao saya jual term life..

    Thanks.. Semoga saya bisa dicerahkan..

  6. dari segi perencanaan keluarga sudah bisa dipastikan memang harus terpisah,,antara proteksi dan investasi singkatnya dikarenankan ;

    1.dari segi proteksi termlife lebih maksimal dan murah ,semua rider yang ada di unitlink ada di termlife,jadi jangan percaya klo rider hanya ada di unitlink…

    2.dari segi investasi reksadana jauh lebih memberikan return dibanding dengan unitlink karena tidak dipotong oleh biaya2 yang besar seperti di unitlink misal biaya pengelolaan dan akuisisi.

    Sebenarnya kelemahan unitlink banyak,tidak hanya 2 hal di atas tetapi itu hanya garis besarnya saja,selebihnya lihat
    Tips tips membeli asuransi jiwa di lihat link2 berikut :

    http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/

    http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/

    http://priyadi.net/archives/2007/06/10/asuransi-unit-link-vs-reksadana/

    http://priyadi.net/archives/2007/10/18/hitung-hitung-asuransi-unit-link-vs-terpisah/

    http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/

    jadi unitlink sama sekali tidak dianjurkan untuk perencanaan keuangan,jadilah cerdas dengan perencanaan keuangan karena kitalah yang paling bertanggung jawab bukan siapa siapa

  7. Pak Freddy

    Saya Paulus , Umur 22, saya mau nanya :

    Saya ada ditawarin program asuransi unit link dari salah satu perusahaan asuransi unit link , Preminya adalah 3 jt / bulan dengan ilustrasi investasinya adalah 10 tahun dan dengan alokasi 2jt pada asuransi dan 1jt pada investasinya dan manfaatnya:

    Kematian ( 1,4 M sampai 99 thn ) , Kecelakaan ( 1 M sampai 70 thn ) , Rumah sakit Non Kartu ( 1 jt / malam sampai 70 thn ) , Rumah Sakit Kartu ( Paket C sampai 70 thn ) , Penyakit Kritis ( 760 jt sampai 75 thn ) , Bebas premi ( 36 jt / thn atau 3 juta per bulan jika terdiagnosa penyakit kritis sampai 65 thn ) , Tabungan tahun ke 10 adalah 530 jt ( ilustrasi bunganya adalah 18% )

    yang ingin saya tanyakan , jika saya mengikuti petunjuk buku bapak …. kira-kira pak freddy ada gak ilustrasi pada asuransi murni jika per bulan untuk asuransinya Preminya 2 jt dan Lalu saya ambil REKSADANA tersendiri dengan per bulan bayar 1 jt .

    Thanks
    Paulus

    • Hai Mas Paulus,

      Perkenalkan saya Vivien Santoso dari PT Sunlife Financial Indonesia

      Sebetulnya yang paling perlu kita perhatikan adalah apakah kita memang memerlukan perlindungan asuransi jiwa? Apakah ada orang2 yang bergantung hidup pd kita sehingga bila terjadi resiko pada diri kita, maka orang2 tercinta itu akan “susah” secara financial. Bila ya…maka kita butuh asuransi jiwa. Berapa kebutuhannya? Tergantung berapa besar “nilai ekonomis” kita dan berapa lama waktu yang diperlukan orang2 tercinta untuk bisa mandiri secara financial. Jadi asuransi jiwa tidak dibutuhkan seumur hidup (99 tahun) kecuali bila sampai seumur hidup kita akan ada orang2 yang bergantung hidup pada kita.
      Selesai pertanggungan, maka dana pensiun dan dana pendidikan dan dana2 lain yang kita bentuk bersamaan dengan memulai pertanggungan sudah terbentuk…..

      Untuk menjawab pertanyaan mengenai asuransi itu, saya mencoba melihat perbandingannya dari Termlife 20 tahun dari Sunlife.
      Untuk Uang pertanggungan jiwa 1,4M, asuransi kecelakaan 1M, Asuransi Penyakit Kritis 760 jt dan Pembebasan premi akibat penyakit kritis –> maka premi yang harus dibayarkan tiap tahun adalah Rp.10.731.703 atau Rp. 1.001.625 per bulan.
      Untuk asuransi kesehatan dengan kamar 1 jt/hari (dgn kartu) dan cashplan 1jt/hari maka premi tahunannya adalah Rp. 8.055.000 yang artinya premi bulanannya adalah Rp. 671.250
      Sehingga total premi yang dibayarkan perbulannya adalah Rp. 1.672.875.

      Selisihnya, diinvestasikan pada reksa dana, dengan biaya 2% (unit link 5%) dan estimasi return investasi sebesar 18% pertahun, sejak tahun pertama……tentu akan lebih besar daripada Rp. 530 jt pada tahun kesepuluh. Karena ada unsur:
      1. Nilai yang diinvestasikan lbh besar
      2. Biaya investsi lebih kecil
      3. Pengelolaan investasi dilakukan sejak tahun pertama.

      Semoga bermanfaat.

      Salam,
      Vivien
      PT Sunlife Financial Indonesia

  8. Siapa bilang asuransi penyakit kritis kaga ada yg dijual terpisah. Chartis cigna jual tuh…. Kalau di Chartis begitu kita beli asal setiap tahun kita perpajang preminya tidak akan naik. Penasaran call me Deni 02136272790

  9. Setiap produk punya untung ruginya sendiri-sendiri. Kalau gak mau ribet dan dana terbatas meski penghasilan besar dan kebutuhan juga besar ya pakai Unit Link. Saya sendiri gak suka dengan Financial Planner yang kesannya malah menjelek-jelekkan Unit Link atau asuransi. Balik lagi pertanyaanya untuk Financial Planner yang model gini: Tujuan lo apa?

    Saya bisa bilang, kalau tujuannya mati saja dengan tinggalkan warisan banyak, silakan ambil Term Life. Tapi kalau masih punya harapan untuk hidup ya silakan ambil Unit Link. Atau mungkin telanjur punya reksadana, bagus juga, tapi kalau Anda sakit, sumber dananya dari mana? Keruk semua yang di investasi? Keluarga lalu ditinggalkan apa? Ada banyak kasus dimana orang-orang akhirnya sampai jual rumah, mobil, habis-habisan untuk bayar rumah sakit.

    Asuransi ada karena adanya pemahaman bahwa hidup ini beresiko. Dan resiko itu gak berarti langsung mati kan? Tentu jika terjadi resiko, si Financial Planner yang sarankan ambil Term Life dan Reksadana saja cuma bisa nyengir kuda atau mungkin kalau kenal, cuman bantu sekedarnya buat beli parasetamol. Dengan saran-saran yang menyerang suatu produk, perhatikan saja ujung-ujung penutup tulisannya: You ARE Responsible For Your Own Finances!

    Jadi saran saya, bijak-bijak lah memilih produk, jangan diartikan bahwa kombinasi A+B sudah yang terbaik. Perhatikan kondisi keuangan diri Anda dan situasi Anda, tentu dengan memperhatikan tujuan finansial Anda juga. Bagaimanapun memiliki PROTEKSI lebih baik daripada tidak sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: