Apa Manfaat Punya NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak)…….

Saat ini sedang marak wacana mengenai perlunya pembuatan NPWP untuk perorangan, konsultasi kali ini mewakili salah satu di antara sekian banyak pertanyaan yang masuk tentang hal tersebut.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada dasarnya harus dimiliki oleh setiap orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Orang pribadi dapat mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak tempat domisi yang bersangkutan atau melalui pendaftaran via internet dengan memanfaatkan fasilitas e-registration, lebih lengkap mengenai PTKP dan pendaftaran via internet dapat dilihat di http://www.pajak.go.id.

Ketentuan perpajakan yang baru semakin mendorong agar perorangan segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP dengan menawarkan manfaat tambahan apabila memiliki NPWP. Manfaat itu antara lain terkait dengan fasilitas sunset policy dan diskriminasi tarif

Salah satu manfaat yang besar dengan mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP adalah dapat memanfaatkan fasilitas sunset policy, yang merupakan fasilitas ‘pengampunan pajak terbatas’. Orang pribadi yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP di tahun 2008 diberikan fasilitas pembebasan atas sanksi bunga atas pajak yang kurang dibayar apabila mereka mau melaporkan dan membayarkan pajak yang selama ini tidak atau kurang dibayarkan.

Manfaat yang lainnya adalah penerapan diskriminasi tariff pemotongan Pajak Penghasilan (PPh). Akan ada pembedaan pengenaan tariff pemotongan PPh antara orang pribadi yang memiliki NPWP dengan orang pribadi yang tidak memiliki NPWP berdasarkan RUU PPh yang akan segera disahkan. Jika tidak memiliki NPWP, maka pemotongan PPh-nya akan dilakukan dengan tariff yang lebih besar 20% dibandingkan jika memiliki NPWP. Tentu saja hal ini akan juga diterapkan di dalam pemotongan PPh pasal 21 atas gaji yang dibayarkan oleh pemberi kerja.

Dalam praktek, ada manfaat lain terkait dengan kepemilikan NPWP. Salah satunya adalah NPWP menjadi persyaratan dalam pengajuan kredit, baik ke bank ataupun lembaga pembiayaan, sampai dengan jumlah tertentu.

Terkait dengan fiskal luar negeri, memang ada rencana untuk membebaskan orang pribadi yang memiliki NPWP dari pemungutan fiskal luar negeri. Namun, hal ini menunggu pengesahan dari RUU PPh yang baru dan aturan pelaksanaannya. Saat ini, fiskal luar negeri yang kita bayarkan dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam penghitungan PPh untuk suatu tahun pajak.

Salam

About these ads

10 Tanggapan

  1. Yuk, kita diskusi masalah perpajakan.

  2. apa timbal baliknya ke pembayar pajak ya? kalo saya sih mending ga punya NPWP dari pada bayar tapi tak tahu kemana duit yang saya bayarkan. jangan2 di korupsi si gayus.
    logo “bayar pajaknya awasi penggunaannya” bulshit. bagaimana kita mengawasi alokasi dananya kalo dept pajak tidak transparan dan melaporkan ke publik.
    bikin sakit hati pembayar pajak “(

    • kalau masalah transparansi ya bukan masalah direktorat jenderal pajak…
      direktorat jenderal pajak hanya mengumpulkan pajak.. dan uang pajak anda bayarkan ke BANK.. langsung masuk ke rekening Negara… nah kalau masuk ke rekening negara orang pajak tak akan bisa ngambil,inilah yang masyarakat sering salah paham…
      pengelolaan keuangan negara dipegang oleh Direktorat perbendaharaan… semua uang yang masuk dan keluar, mereka yang berwenang mengawasi dan meng’eksekusi.
      terus uang pajak kemana?
      70% lebih APBN dibiayai dari pajak…
      jadi kalau anda bertanya kemana uangnya, ya uangnya jadi jembatan.. jadi jalan raya, jadi dana BOS (subsidi anak sekolah) jadi dana bantuan untuk orang miskin dan masih banyak lagi…

      anda sangat salah apabila merasa tidak mendapakan manfaat dari membayar pajak.. anda hanya tidak menaydarinya.

      mungkin anda salah satu dari rakyat yang muak dengan pemerintahan yang ada sekarang ini, namun tidak adil apabila anda memboikot pembayaran pajak.

      mungkin perlu saya sampaikan bukan direkt jend pajak yang menghabiskan uang pajak. kebencian anda salah sasaran.

      jadilah masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

  3. apakah ada ketentuan/batas jumlah penghasilan yang terkena pajak?
    bagaimana kalau penghasilan seseorang hanya +- Rp. 4.800.000 pertahun dan bukan pegawai pemerintah?

  4. gk krja tp pnya npwp dikenain byaya gk y..???

  5. NPWP memang sangat penting gan..

  6. I personally blog also and I’m writing something similar to this specific article, “Apa Manfaat Punya NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak).
    | “Sekedar Info””. Would you mind in case Iemploy several of your own concepts?
    Thanks ,Francesca

  7. karmiłby toż smoka w dzienna pora. Sir Roger Agnes był
    zdenerwowany, bodaj nie po raz pierwszy przepędzał w taki
    sposób w sekrecie, czekając na unoszenie. Uświadamiał sobie, że tumult
    spowodowany jest czymś.

  8. It’s going to be ending of mine day, except before end I am reading this enormous post to improve my knowledge.

  9. Hmm is anyone else having problems with the images on this
    blog loading? I’m trying to determine if its a problem on my end or if it’s the blog.

    Any feedback would be greatly appreciated.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: