Hati-hati Jalur mudik rawan Longsor, Banjir dan Kecelakaan

Struktur geologi berupa perbukitan membuat 40 titik jalur mudik di Jawa rawan longsor. Apalagi, tren meningkatnya curah hujan membuat beberapa titik itu berstatus kritis.

Sample ImageKepala Badan Geologi Departemen ESDM R. Sukhyar menyatakan, 40 titik rawan longsor di jalur mudik sepanjang Pulau Jawa tersebut masuk klasifikasi gerakan tanah tingkat tinggi. ”Kami harap pemudik berhati-hati dan waspada,” ujarnya di Jakarta kemarin (15/9).

Sukhyar mengatakan, titik-titik rawan tersebut disebabkan adanya jalur aktivitas gunung berapi serta banyaknya endapan tanah lempung. ”Karena itu, curah hujan bisa menjadi pemicu longsoran tanah, retakan tanah, maupun rocks fall (longsoran batu),” jelasnya.

Berdasar data Badan Geologi Departemen ESDM, 40 jalur rawan longsor itu tersebar mulai ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa. ”Tapi, sebagian besar terkonsentrasi di Jawa Barat dan Jawa Timur,” sebutnya.

Total, ada 82 titik rawan longsor di 40 jalur mudik tersebut. Untuk jalur selatan, jalur rawan longsor, antara lain, di Rangkasbitung-Bogor di titik Cipanas dan Lawangtaji. Lalu, jalur Sukabumi-Pelabuhan Ratu di titik Warungkiara, jalur Cianjur-Sindangbarang di titik Pagelaran dan Tanggeung, jalur Bandung-Cianjur di titik km 28,5 Citatah dan Cipatat, serta jalur Bandung-Garut di titik Cimuncang (km 11 dan 12) dan Nagreg.

Selain itu, jalur Blitar-Malang di titik km 32 dan 18 dari Kepanjen, jalur Kepanjen-Lumajang di titik km 28 dan 47 dari Pasirian, serta jalur Probolinggo-Sukapura di titik km 25 dari Probolinggo dan km 27 dari Sukapura. Kemudian, jalur Jember-Banyuwangi di titik Sempolan-Merawah, jalur Banyuwangi-Situbondo di titik Ketapang-Betekan, jalur Bondowoso-Situbondo di titik Kotakan dan sebelum masuk Kota Situbondo.

Menurut Sukhyar, beberapa jalur mudik yang setiap tahun hampir selalu terjadi longsor, mulai skala kecil hingga besar, adalah Bandung-Tasikmalaya, Bandung-Garut, serta Garut-Tasikmalaya. ”Misalnya, Nagreg di jalur Bandung-Garut, setiap tahun pasti terjadi longsor,” ujarnya.

Sukhyar menambahkan, pihaknya sudah menginformasikan peta jalur rawan longsor tersebut kepada pihak-pihak terkait, seperti Departemen Perhubungan, kepolisian, serta pemda. ”Karena itu, pemudik yang melintasi jalur-jalur tersebut diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian,” katanya
Para pemudik diingatkan untuk mewaspadai sejumlah titik-titik rawan banjir, tanah longsor dan kemacetan. Karena tidak semua titik mendapatkan perbaikan.

Menjelang musim mudik lebaran mendatang, sejumlah titik yang biasanya rawan banjir dan tanah longsor memang mulai diperbaiki. Beberapa upaya pemerintah dalam melakukan perbaikan ini di antaranya dengan meninggikan jalan, serta membuat dinding fondasi penahan longsoran.

Namun demikian, upaya tersebut memang belum dapat dikatakan optimal. Mengingat, sejauh ini hal tersebut hanya dilakukan di sejumlah titik yang belakangan ini menjadi langganan banjir maupun tanah longsor.

“Sampai saat ini di Jawa Tengah sendiri masih memiliki 9 titik rawan banjir, 9 titik rawan tanah longsor dan 7 titik rawan kemacetan.” ungkap Direktur Jenderal Binamarga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto melakukan pemantauan di jalan Pantura, Jumat (5/9/2008).

Secara rinci, 9 titik rawan banjir tersebut sebagaimana dihasilkan dari laporan data Dinas Binamarga Jawa Tengah di antaranya, Jagan, Tegal, Demak, Jekula, Godong, Trengguli, Wates, Wonosari dan Cagan.

Sementara untuk 9 titik rawan tanah longsor di antaranya, Weleri, Gubug, Ajibarang, Waleh, Kroya, Banjarnegara, Kali Bening, dan Wonosobo. Sedangkan 7 titik rawan kemacetan di antaranya, Losari, Brebes, Pekalongan, Semarang, Mranggen, dan Krupuk

Meski saat terjadi arus mudik dan balik lebaran tahun ini belum memasuki puncak musim hujan, namun Badan Metereologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Semarang memperkirakan pada September hingga Oktober potensi hujan lokal sangat tinggi di hampir seluruh daerah di Jawa Tengah. Sehingga, perlu diwaspadai daerah longsor.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, saat ini tengah memetakan beberapa jalur mudik yang rawan terjadi longsor. Bila pemudik akan melewati jalur Selatan melali Tegal, maka daerah rawan longsor yang perlu diwaspadai adalah di Ketanggungan dan Ajibarang. Di jalur ini, titik rawan terdapat di Cilacap yakni Lumbir, Wangon, Gumilir, dan Sumpiuh (Purwokerto).

Sementara di jalur Pantai Utara, titik rawan terdapat di Kalibening (Pekalongan), Limpung (Batang), Kendal dan Sukorejo (Kendal), Gubug dan Sumberawang (Grobogan). Sedangkan di Jalur tengah, daerah yang harus diwaspadai adalah Wonosobo, Kretek (Wonosobo), serta Magelang.

“Saat melewati daerah tersebut, pemudik harus waspada,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Kris Nugroho, Selasa (16/9).

Dinas, kata Kris Nugroho, akan melengkapi rambu-rambu yang menunjukkan rawan longsor di daerah rawan longsor itu. Selain itu, akan dibangun posko arus mudik sepanjang jalur mudik, serta memberi panduan kepada pemudik.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadi longsor, Dinas Bina Marga telah mempersiapkan 21 alat berat, baik milik Bina Marga maupun milik swasta di sepanjang jalur mudik, baik jalur Pantai Utara, jalur tengah maupun selatan.

“Secara teknis, tidak ada daerah rawan longsor yang jauh dari keberadaan alat berat tersebut,” kata Danang Atmojo, Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah. Sehingga, begitu terjadi longsor, alat berat siaga.

Rawannya jalur di wilayah Madiun, menurut Kasatlantas Polres Madiun AKP Purwadi, disebabkan sejumlah hal. Antara lain jalan sempit, bergelombang, dan rusak, serta tingkat kepadatan kendaraan yang meningkat.

“Karena itu, kami telah mempersiapkan beberapa pos pemantau untuk membantu memperlancar lalu lintas serta menekan angka kecelakaan di jalur itu,” jelasnya, di Madiun, Minggu (14/9).

Selain menambah jumlah pos polisi, kata Purwadi, pihaknya juga memasang rambu-rambu lalu lintas serta mamasang spanduk yang berisi imbaun terhadap daerah rawan kecelakaan di wilayah Madiun. Adapun pos polisi yang dioptimalkan adalah sebanyak 11 pos polisi yang tersebar di daerah rawan kecelakaan.

Jalur Madiun-Surabaya yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas antara lain di jalur Saradan-Madiun, tepatnya di km 134-135 Desa Nampuh, Kecamatan Gemarang, km 138-142 Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, km 145-150 Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan.

Selanjutnya adalah km 152-155 tepatnya Desa Klitik dan Desa Babadan, Kecamatan Wonoasri, km 158-159 Desa Garon, Kecamatan Balerejo, dan km 160-163 tepatnya di Desa Gunungsari dan Desa Tiron, Kecamatan Madiun
Jalur sepanjang 60 km di Bojonegoro yang berbatasan dengan Lamongan dan Ngawi rawan kecelakaan. Karena seluruh ruas jalan nasional itu rusak, banyak lubang dan bergelombang.

Menurut Kadishub Bojonegoro I Nyoman Sudana, selain kerusakan di badan jalan, juga banyak tikungan tajam, beberapa jembatan rusak, rambu lalu-lintas yang hilang dan jumlah lampu penerangan jalan (PJU) di luar wilayah kota sangat minim.

“Kondisi jalan di Bojonegoro ini cukup memprihatinkan. Jauh hari kami sudah identifikasi sejumlah titik macet dan rawan kecelakaan,” kata I Nyoman Sudana pada detiksurabaya, Senin (22/9/2008).

Hasil inventarisasi jalur macet diantaranya pada proyek perbaikan jalan di km 25 jurusan Bojonegoro-Babat, Desa Sraturejo Kecamatan Baureno. Juga di km 22 jurusan Bojonegoro-Cepu, Desa Cengungklung Kecamatan Kalitidu.

Selain itu terdapat bangunan jembatan longsor di km 45 jurusan Bojonegoro-Nganjuk, Desa Pajeng Kecamatan Bubulan. Serta jembatan rusak yang masih dalam perbaikan di km 33 jurusan Bojonegoro-Nganjuk, Desa Papringan Kecamatan Temayang.

“Perbaikan jalan dan jembatan tersebut mengakibatkan jalan hanya bisa digunakan satu sisi. Sehingga kendaraan terpaksa melintas secara bergantian dari kedua arah,” tambah Nyoman.

Disebutkan jalur rawan kecelakaan di km 22 antara Kecamatan Kalitidu dan Purwosari dengan kondisi aspal jalan yang retak dan amblas. Begitu juga kondisi jalan pada km 46 jurusan Ngawi antara Kecamatan Ngraho sampai Margomulyo bergelombang dan rusak berat.

Kemudian wilayah Desa Bulaklo Kecamatan Ngraho terdapat jalan amblas ke kanan dan kiri akibat tanah longsor di tebing hutan setempat. Lalu di Desa Watu Jago Kecamatan Margomulyo terdapat tingkungan tajam dan tanjakan dengan tebing curam di kedua sisinya.

“Meskipun Bojonegoro hanya jalur alternatif tapi kami bersama Polres berupaya mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu-lintas selama lebaran nanti. Termasuk dengan mendirikan posko lebaran,” lanjut I Nyoman Sudana, Kadishub Bojonegoro

About these ads

2 Tanggapan

  1. PLTS PJU ( Penerangan Jalan Umum) merupakan penerapan dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS) sangat sangat

    Mudah, Murah< dan Cepat jika dilihat dari sisi Pemasangan . Berhubungan dengan Sulitnya Pasokan Listrik PLN karena

    terbatasnya Supply Energi Listrik Dari PLN, Maka PLTS PJU adalah salah satu Alternatif Sumber Penerangan Jalan yang perlu di

    pertimbangkan. PLTS PJU ini bisa di gunakan dimana saja misalnya : Jalan Provinsi, Jalan Tol, Jembatan Penyeberangan,

    Penerangan Jalan di Lingkungan Pabrik, Jalan Utama di Komplek2 Perumahan, Jalan raya umum Kabupaten, Jalan masuk pedesaan

    terpencil atau kampung, Penerangan Kawasan Wisata, dll. Kelebihan kelebihan lain dari PLTS PJU adalah :
    1. Mudah Dipasang ( tanpa kabel Instalasi Jaringan, Tanpa Meteran, Waktu Pemasangan Cepat )
    2. Praktis dan Langsung Menyala.
    3. Biaya Perawatan hanya Batere saja ( umur batere 2 – 5 th )
    4. Tidak menggunakan Arus AC sehingga tidak akan membahayakan lingkungan ( tidak ada isttilah tersengat Listrik )
    5. Biaya pertiang hampir sama dengan rata2 harga pemasangan tiang PJU dari PLN.
    6. Tanpa ada biaya beban listrik PLN setiap bulan.
    7. Tersedia Dalam daya ( 20 W, 30 W, 40 W, 50W ) Setara dengan Lampu mercury 100 W – 500 W

    Informasi tentang PLTS PJU silahkan Hub :
    PT. Diarta Lumbung Dunia Management
    Jl. Simpang LA. Sucipto Pandanwangi park kav01. Blimbing – Malang
    Telp. (0341) 411 456
    Fax : (0341) 411 457
    Email : dldmmanagement@gmail.com
    Website : http://www.dldm.net atau http://www.dldm.indonetwork.co.id

  2. Kami dari PT. Diarta Lumbung Dunia mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Dengan membaca kondisi di Jalur Madiun-Surabaya yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas antara lain di jalur Saradan-Madiun di km 134-135 desa Nampuh karena kerusakan di badan jalan, juga banyak tikungan tajam, beberapa jembatan rusak, rambu lalu-lintas yang hilang dan jumlah lampu penerangan jalan (PJU) di luar wilayah kota sangat minim. Oleh karena itu kami menawarkan solusi untuk itu yaitu dengan menggunakan PLTS PJU ( Penerangan Jalan Umum) merupakan penerapan dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS) sangat sangat Mudah, Murah< dan Cepat jika dilihat dari sisi Pemasangan . Berhubungan dengan Sulitnya Pasokan Listrik PLN karena terbatasnya Supply Energi Listrik Dari PLN, Maka PLTS PJU adalah salah satu Alternatif Sumber Penerangan Jalan yang perlu di pertimbangkan. PLTS PJU ini bisa di gunakan dimana saja misalnya : Jalan Provinsi, Jalan Tol, Jembatan Penyeberangan, Penerangan Jalan di Lingkungan Pabrik, Jalan Utama di Komplek2 Perumahan, Jalan raya umum Kabupaten, Jalan masuk pedesaan terpencil atau kampung, Penerangan Kawasan Wisata, dll. Kelebihan kelebihan lain dari PLTS PJU adalah :
    1. Mudah Dipasang ( tanpa kabel Instalasi Jaringan, Tanpa Meteran, Waktu Pemasangan Cepat )
    2. Praktis dan Langsung Menyala.
    3. Biaya Perawatan hanya Batere saja ( umur batere 2 – 5 th )
    4. Tidak menggunakan Arus AC sehingga tidak akan membahayakan lingkungan ( tidak ada isttilah tersengat Listrik )
    5. Biaya pertiang hampir sama dengan rata2 harga pemasangan tiang PJU dari PLN.
    6. Tanpa ada biaya beban listrik PLN setiap bulan.
    7. Tersedia Dalam daya ( 20 W, 30 W, 40 W, 50W ) Setara dengan Lampu mercury 100 W – 500 W

    Informasi tentang PLTS PJU silahkan Hub :
    PT. Diarta Lumbung Dunia Management
    Jl. Simpang LA. Sucipto Pandanwangi park kav01. Blimbing – Malang
    Telp. (0341) 411 456
    Fax : (0341) 411 457

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: