Jangan Ambil Unit Link sebelum baca ini

Ada beberapa ’teman’ yang tanya kenapa saya TIDAK BELI unitlink. Banyak banget alasannya Boss Smile. Mungkin ya… kalau ada teman-teman yang mau seperti saya Tongue out jawaban seperti di bawah ini bisa membantu heuheuheu…

Mbak, produk kami adalah produk unitlink dari perusahaan ternama XYZ.

Gak mau Mas, saya gak perlu unitlink.

Tapi kan perlu investasi Mbak.

Sudah investasi dong Mas. Untuk investasi saya pakai beberapa reksadana, beberapa bisnis, properti dan saham.

Tapi reksadana kan ada risikonya Mbak.

Unit investasi dalam unitlink itu kan reksadana juga Mas. Resiko investasinya sama saja, tergantung jenis instrumen di dalamnya.

Unitlink kan ada asuransinya… dengan 1 juta / bulan, UP nya besar lho Rp 280 juta.

No thank you. Rp280 juta gak cukup Mas. Itu cuma seharga mobil suami saya. Masak nilai nya suami saya disamain sama mobilnya? Kami sudah fully covered Mas, Uang Pertanggungannya Rp 1M, cuma bayar Rp 4 juta / tahun. Uang Pertanggungan Rp 4M, cuma bayar Rp 13 juta /tahun. Jauh kan?

(FYI, asuransi jiwa term life 10 tahun untuk seseorang berusia sekitar 30 tahun, dengan Uang Pertanggungan di bawah Rp 400 juta, paling-paling preminya hanya Rp 750 ribu / tahun)

Dalam unitlink ada waiver dan rider yang sangat berguna lho Mbak. Jadi kalau ada apa-apa dan tidak dapat membayarkan premi nya lagi, perusahan asuransi akan melanjutkan investasinya. Jadi di tahun ke 13, uang sekolah S1 nya dapat tetap tercapai.

UP asuransi jiwa kami sudah sangat memadai. Jadi kalau ada apa-apa, justru UP ini yang harusnya langsung keluar, gak usah nunggu 13 tahun lagi dan kami investasikan kembali sekarang. (Money today is worth more than money 13 years from now!) Target dana S1 anak saya 13 tahun lagi Rp 1,5 M, kalau UP nya 4M artinya didepositokan juga sudah cukup.

Kalau sampai perusahaan asuransinya gak mau membayarkan klaim dengan UP jiwa ini pun, aset yang ada masih dapat dikelola agar menghasilkan nilai yang optimal.

Yang ini ada investasinya lho Mbak.

Unit investasi dalam unitlink itu sama saja dengan reksadana. Jadi investasinya langsung aja di reksadana Mas. Jadi kalau investasinya Rp 500ribu per bulan atau Rp 6 juta /tahun. Terus asuransinya dibeli terpisah dengan asuransi jiwa term life 10 thn (beserta asuransi kecelakaan), UP Rp 1 M, premi Rp 4 juta /tahun. Jadi dengan bayar Rp 10 juta / tahun saya dapat UP lebih besar, investasi saya di reksadana cuma dipotong 0% – 2% subscription fee. Tadi Mas kasih saya ilustrasi Rp 12 juta /tahun, UP cuma Rp 280 juta, unit investasi dipotong fee 5% dan tahun-tahun pertama gak langsung masuk ke unit investasinya.

Oh Term life, itu kan traditional Mbak. Kami udah gak jual itu.

Kenapa dong gak mau jual? Mau traditional atau modern gak masalah Mas. Yang penting produknya membuat Financial Plan saya efisien. Dengan mengeluarkan uang yang lebih sedikit, saya dapat lebih banyak coverage dan unit investasi yang saya dapatkan lebih banyak, gak dipotong-potong fee terlalu banyak. Ini belum ngomongin return lho.

Term life kan gak ada nilai tunainya Mbak? Terus kalau sudah tua, umur 55 misalnya, jadi mahal kan preminya Mbak.

Saya perlu asuransi jiwa untuk perlindungan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya tidak beli asuransi untuk cari nilai tunai. Semua nilai tunai tercapai dengan investasi yang sistematik. Saya membuat Financial Plan keluarga saya lengkap dengan Dana Darurat dan investasi dibagi berdasarkan tujuan. Jadi keperluan asuransi pun harus direview tiap tahun.

Umur 55 tahun harusnya sudah siap dengan dana pensiun dong. Jadi gak perlu lagi asuransi jiwa. Kalau pun belum punya dana pensiun, anak-anak harusnya sudah besar-besar. They should take care of themselves, gak perlu lagi nilai tunai atau Uang Pertanggungan asuransi jiwa dari kami. Umur segitu yang saya perlukan jadinya asuransi kesehatan untuk pensiunan dan Dana Pensiun dalam jumlah besar.

Betul Mbak, kesehatan penting sekali. Yang ini ada untuk penyakit kritisnya Mbak. 40 penyakit kritis yang dicover.

Permisi ya… coba deh periksa di polis asuransi yang sudah jadi. Asuransi penyakit kritis ini gak akan langsung keluar begitu kena diagnosa. Fungsi asuransi penyakit kritis ini fungsinya seperti asuransi kecelakaan : untuk menggantikan hilangnya penghasilan karena ketika kena penyakit kritis kita gak bisa bekerja normal lagi. Bukan untuk mengobati. Jadi kalo kena diabetes, masih bisa hidup 7 tahun lagi, ya gak keluar tuh UP penyakit kritisnya. Gagal ginjal kedua-duanya dan tidak bisa transplan lagi, baru keluar UP penyakit kritisnya. Stroke, keluar UP nya. Kanker, stadium 4 baru keluar UP nya.

Jadi kalau kena penyakit kritis gimana dong Mbak?

Harusnya Dana Daruratnya ada tuh Mas kalo cuma mau Rp 280 juta. Kalau kuatir dengan bagaimana mengobati penyakit kritis, kita perlu asuransi kesehatan yang bagus banget – yang mau bayarin biaya berobat rutin untuk penyakit kronis. Terutama yang ada guarantee renewability nya. Nah di Indonesia belum ada aturan yang mengharuskan guarantee renewability, jadi mending ambil asuransi kesehatan yang premium, udah ada kok dari luar negeri. Tinggal dibandingkan mana yang prioritas, beli asuransi premium ini atau investasi. Premi asuransi kesehatan premium itu berkisar antara US$700-US$7000, dengan benefit pembayaran jika sakit yang aduhai juga.

Yang syariah juga ada lho Mbak

(may be it’s the jilbab thing hehehe)
Mas, bukan soal syariah gak syariahnya. Tapi struktur produk unitlink nya ini yang gak nyambung sama sekali dengan Financial Plan saya. Kalau mau cari produk syariah, reksadana juga banyak yang syariah.

Return unitlink tinggi lho Mbak.

Kalau mau return tinggi, justru jangan di unitlink Mas. Reksadana Saham tuh resiko tinggi, return juga sekarang lagi tinggi. Sama kan unitlink juga punya kok reksadana saham, disebutnya equity fund, padahal sama aja. Jadi tinggal liat, hayo berapa return equity fund nya?

Itu kan cuma urusan MI mana yang lebih jago aja. Jadi siapa MI nya?

Schroders, Fortis, Manulife, Trimegah, Danareksa? MI-MI itu semua jual reksadananya sendiri lho, beli langsung atau lewat bank juga bisa, subscription fee nya juga lebih rendah 0%-2%, di unitlink 3%-5% kan? Coba deh cek siapa MI nya. Kalau MI ini gak jual reksadananya (baca: unit investasi dari unitlink) kecuali lewat asuransi yang sister companynya, malah gawat dong. Artinya distribusinya terbatas sekali. Ya simple aja, bandingin performance nya dengan MI lain. Kita mempercayakan dana kita dikelola oleh MI, ya harus mau membandingkan MI-MI ini dong.

Tapi, ngapain saya beli reksadananya Schroders, Manulife, Fortis atau Danareksa lewat asuransi kalo saya bisa beli langsung ke mereka atau lewat bank?

(FYI periksa performance MI di unitlink dan reksadana. Harusnya dalam 3 tahun terakhir equity fund dari unitlink dan reksadana dapat menghasilkan return > 40% per tahun. Jadi kalau ada MI yang equity fund nya di tahun 2005 hanya menghasilkan 14%…. tanya kenapa! Yang bener aja, diputerin ke mana tuh uangnya, ngaku aja equity fund, jangan-jangan isinya bukan saham. Gawat gak tuh?)

Ya diversifikasi aja Mbak. Kalau punya uang lebih, bisa ditaro di unitlink.

Mas, unit investasi dalam unitlink itu sama aja dengan reksadana. Jadi kalau mau diversifikasi bukan lewat unitlink, tapi di jenis instrument nya. Money Market, Fixed Income, Balance or Equity. Jadi diversifikasi bukan liat di struktur asuransi yang digabungkan dengan unit investasi reksadana dong. It doesn’t make sense.

Ya tapi kan gak semua orang seperti Mbak Wina…

Lho, kenapa gak? Tell me : Why not?
Coba kasih alasan yang bener.
Kenapa kita semua gak bisa bikin Financial Plan yang komprehensif – yang lengkap – yang betul-betul memperhatikan semua kebutuhan keluarga kita? Kenapa kita semua gak bisa membuat diri lebih pintar supaya bisa mengerti semua isi dagangan produk-produk investasi atau asuransi yang sedang ditawarkan di depan mata kita?
Kenapa kita semua gak bisa membeli produk keuangan dengan lebih efisien, sehingga gak bayar fee kebanyakan, gak beli produk yang underperforming, dan bisa mencapai lebih banyak tujuan finansial dengan lebih cepat?
Gak ada kan alasan supaya kita gak bisa begitu?

Tell me why I need this??? Frown Seriously…
Listen up! Let’s say this together… out loud…

You ARE smart! You continuously gain more knowledge on investment. Check out the numbers and let the numbers speak to you…

Numbers don’t lie!
Ligwina Hananto

About these ads

124 Tanggapan

  1. Dasar pelit maunya untung terus. Ntar kalo mati buat peti mati sendiri

  2. halo mba,

    bisa terangin nda cara ngitung ini gimana? ,

    “FYI, asuransi jiwa term life 10 tahun untuk seseorang berusia sekitar 30 tahun, dengan Uang Pertanggungan di bawah Rp 400 juta, paling-paling preminya hanya Rp 750 ribu / tahun”

    kbtulan aktuaria slh stu mata kuliah saya, dan sy blm tlalu mengerti, smoga mba bisa membantu ..

    terimakasih sebelumnya

    • Mbak,

      OK kita tidak membeli unit adalah utk menghindari membayar fee yg 5%… krn membeli langsung ke reksadana hanya terkena fee 2%.
      angka 2% dan 5% ini bukankah tdk terlalu significan kalau dana yg ada juga tidak terlalu besar?

      Lalu utk orang awam menginvestasikan dana di reksadana membutuhkan pengetahuan dan waktu yang lebih, mungkin cocok utk mbk yg memang sebagai pelaku financial planner adviser.

      Oooh… kalau begitu mungkin kita harus mempercayakan financial planning kita kepada yg lebih ahli seperti mbak ligwina dan rekan di QM financial… tapi akan ada fee lagi dong mbak?
      apa bedanya dgn membayar fee kepada perush asuransi yg sudah ratusan tahun berdiri tegak dgn memilih QM yg masih lbh sedikit pengalamannya?

      Kecuali mbak dan rekan2 di QM bersedia membantu financial planning secara cuma2?
      Nah kalau yg terakhir ini saya dukung sekali mbak :)

  3. dear, mba..

    mungkin kalo semua orang punya uang lebih spt mba… kita semua memang bisa investasi di reksadana…

    unit link adalah sebuah pilihan, untuk kita masyarakat awam yang tidak terlalu paham atau tidak pengalaman dengan instrumen investasi atau tidak punya waktu lebih, agar mereka bisa berinvestasi denga tenang.. karena unit link dikelola oleh fund manager yang memang ahli di bidangnya..

    Selain itu, kita memang tidak pernah mengharapkan yang buruk, tetapi dari pada tidak punya proteksi penyakit kritis sama sekali atau membayar premi sekian juta/tahun, dan kalau tidak terjadi risiko maka uang kita hilang, yah kita bisa melirik ke unit link ini.

    Karena di unit link, selain kita mendapatkan proteksi, uang yang kita setor juga tidak hilang malahan kita bisa dapat return yang cukup tinggi dari hasil investasinya.

    Memang feenya lumayan besar, yah balik lagi, daripada uang hilang sia2 untuk bayar biaya asuransi tradisional, lebih baik kita sisihkan 1 juta per bulan untuk ngambil unit link, jadi (maaf) ketika mba terdiagnosa salah satu dari sekian penyakit kritis (amit2, jng sampe), mba ga perlu lagi setor 1 juta/ bulan. malahan mba dapat uang tunai 200 juta untuk berobat (memang tidak besar, tetapi daripada kita pakai uang kita sendiri) dan rekening mba di unit link malahan di tabungin sampai usia 65 tahun (yang namanya mukzijat itu nyata)

    Yah, ini hanya sekedar sharing saja…

    Karena saya memang ambil program investasi dan proteksi unit link ini dan kebetulan ada paman temansaya yang pernah merasakan manfaat proteksi dari unit link ini.

    Paman teman saya nabung sebulan lumayan besar…. baru saja dia ikut setahun, dia di vonis kena kanker… dan Puji Tuhan klaimnya langsung cair Rp850jut (-/+ 2bulan) untuk biaya berobatnya, dan pamannya tidak perlu lagi dibebani harus bayar biaya asuransi, dan malahan ditabungi sebesar tabungannya setiap bulan sampai usia dia 65 tahun. terus pamannya masih bisa dapat manfaat asuransi kesehatan untuk rawat inap, asuransi kecelakaan dan asuransi meninggal dunia.

    Kalau kita ambil asuransi tradisional, memang kita dapat UPnya ketika memenuhi kriteria salah satu dari sekian penyakit kritis, tetapi ketika kita sudah pernah klaim penyakit kritis, untuk bisa dapat manfaat asuransi kesehatan lagi. asuransi kecelakaan, kemungkinan besar tidak ada perusahaan asuransi yang mau menerima kita sebagai nasabah lagi.

    Balik lagi ini hanya sharing pendapat saja…

    Thankss

  4. well life is a choice…..dan kita tidak bisa memperoleh demua yg kita mau oleh karena itu harus pinta pintar kita memilih … yaitu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan. Saya sendiri baru saja terjun ke Dunia Asuransi di mana sekarang Unit link memang menjamur, tetapi bukan hal yg tidak mungkin ada org org yg menginginkan produk Traditional karena mereka tidak memerlukakn investasi hanya perlindungan jiwanya saja, atau hanya sekedar org yang cukup simple dan tidak mau ribet. Tugas kita sebagai Consultant (saya agak kurang setuju jika agen insurance = Financial Consultant) adalah mencari tahu kebutuhan calon prospek kita dan menginfokannya ke Prospek agar kebutuhannya diliaht dari 2 belah pihak. Ibu Ligwina di sini mungkin memang tidak tertarik dengan investasi Unit Link karena beliau merupakan seseorang yg cukup simple Proteksi = Traditional, Investasi = Saham,Obligasi,Reksadana. Segala sasuatu ada plus minusnya tinggal kita melihat apakah ada manfaat di kita.

  5. Ibu Li bagaimana memasukkan icon icon di atas ke WP anda karena saya coba tapi saya tidak tahu di mana meletakkan bahasa programnya, misalkan untuk icon “yang lagi baca”…dan icon icon lainnya. Ini kan Gratisan jadi kita tidak bisa menambang atau merubah icon karena keterbatasannya kan. Kalo bisa bisa saya diajarkan ?

  6. Aduh….sayang buku ini hanya membahas kulit luarnya saja….dan penulisnya adalah pakar broker asuransi dan tidak termasuk Asuransi Jiwa. Dan membandingkan asuransi jiwa tanpa menyebut beberapa brand lainnya…contoh Allianz dll. Buku ini sebaiknya dipertimbangkan untuk dibaca sebagai pengetahuan karena sang penulis bukanlah seorang pelaku Asuransi Jiwa melainkan Broker Asuransi General dsb.

    Bagi Konsumen yg mencari inputan atau pengetahuan Unit Link….Sebaiknya disarankan tidak membaca buku ini….Karena Content tidak diketahui betul oleh penulisnya….Ibarat Kita mau Beli Asuransi Jiwa tapi bertanya Pada Agent Asuransi Kerugian/Rumah/Mobil yah Ga Nyambung…..

    Mohon Maaf Bila Penulis Tidak Berkenan….Saya hanya menyatakan pendapat saya bukan untuk “MENDISKREDITKAN ASURANSI MANAPUN”

    • Memang masih banyak (berarti tdk semua) agen unit link yang ‘nakal’. Masak ada temen saya yg bayar premi Rp 50 jt/thn, eh, cuma dikasi Uang Pertanggungan (UP) Rp 300 jt… Untuk apa duit segitu bagi seorang pengusaha kelas menengah ini… Mobilnya aja sdh CRV..

      Maklum, temen saya ini nda’ tau mslh asuransi, jadi dia nurut aja sama si agen tsb…

      Dari Rp 50 Jt tersebut, top-up regulernya cuma Rp 5 Jt doang… Jadi yang Rp 45 Jt untuk premi… Hitung ajalah, jika si agen dapat komisi 30%, maka dpt lah dia Rp 15 jt….

      Bener-bener ‘nakal’ ya….

      Bagi para agen, utamakanlah PERLINDUNGAN bagi nasabah Anda. Berikanlah UP yang sebesar-besarnya…!

      • MENGAPA PERLU UNIT LINK???

        JAWABANNYA ADALAH SBB:

        1.HIDUP ADALAH TIDAK PASTI.
        HARI NI KITA SEHAT APAKAH KITA BISA MENJAMIN KEHIDUPAN BESOK?

        2.KESEHATAN ADALAH BARANG TERMAHALDI DUNIA?
        SETUJUKAH ANDA?BERAPA BYK UANG YG HRS ANDA KELUARKAN UNTUK RS?
        HANYA BBRP JAM SAJA BGTU MASUK RS KITA HARUS MEMBAYAR ADMNYA.APA YG TERJADI JIKA TIDAK MEMBAYAR PADA SAAT ITU?PASTINYA TIDAK BISA DILAYANI

        TEROBOSAN DLM DUNIA ASURANSI MEDICAL BENEFIT,MEMUNGKINKAN ANDA DILAYANI “WALAU TDK PUNYA UANG” DGN HANYA MENUNJUKKAN KARTU ‘SOS’

        SAKIT KRITIS 500 JT? I MILYAR?
        APAKAH ANDA SIAP MEMBIAYAI PENGOBATAN TSB?
        APA ANDA SANGGUP?
        APAKAH TIDAK LEBIH BAIK MEMBIARKAN PIHAK ASURANSI YG MEMBAYARNYA?

        SKRG ADA SOLUSINYA,MANFAAT PERTANGUNGAN UNTUK SAKIT KRITIS MULAI STADIUM DINI…..

        MANFAAT SAMPAI 600% UP DASAR.

        PERTANGGUNGAN SAMPAI 3 MILYAR….

        PELINDUNGAN ANGIOPLASTY 100%

        MANFAAT BISA DITAMBAHKAN UTK PASANGAN DAN ANAK MAKS 5 ORG DLM 1 POLIS

        BISA UTK TABUNGAN KELUARGA

        3.INVESTASI??REKSADANA??
        MEMANG BETUL ANDA KAYA… ANDA BISA BELI REKSADANA AKAN TETAPI JIKA TERJADI SESUATU APAKAH UANG INVESTASI ANDA BISA LBH BYK DARI UNIT LINK???

        UNIT LINK BISA MEMBUAT KITA LBH KAYA JIKA TERJADI SESUATU PADA KITA.

        SELAIN MELINDUNGI 5 ORG DLM 1 POLIS ADA FASILITAS BEBAS PREMI DGN KATA LAIN ASURANSI AKAN MENABUNG DI TABUNGAN INVESTASI KITA

        CTH : A MENABUNG DI UNIT LINK 3 JT PER BLN,SI B MENABUNG 36 DI REKSADANA DAN SELALU MENAMBAH DITAHUN BERIKUTNYA..PD THN KEDUA TERJADILAH SESUATU PD KEDUANYA…APA YG AKAN TERJADI????

        KELUARGA SI A AKAN LEBIH KAYA DR SI B KRN “MSK RS GRATIS” SDGKN SI B HARUS “KOREK KANTONG”,TERUS TABUNGAN SI A DILANJUTKAN OLEH ASURANSI SEMENTARA SI B TARIK REKSADANA NYA KRN BUTUH UANG PENGOBATAN???

        MANAKAH YG ANDA PILIH SI A ATAU SI B?

        4.BIAYA UNIT LINK

        INVESTASI HANYA 3 % DI PERUSAHAAN KAMI

        KOMPOSISI ASURANSI BISA DISESUAIKAN …. MISALNYA 50% UNTUK ASURANSI 50% UNTUK INVESTASI, TP ITU SESUAI DGN KEINGINAN

        PILIHLAH AGEN YG MEMIHAK NASABAH,YG BS MENGERTI NASABAH

        5.UP RENDAH??PDHL TABUNGAN ANDA BESAR?

        PERTANGGUNGAN BISA SAMPAI 500 JT HANYA DGN 3,5 JT PERBULAN..DI PERUSAHAAN KAMI,YG LAIN I DON’T KNOW.

        UP BISA BESAR RATUSAN JUTA MESKI KOMPOSISI INVESTASI BESAR….50 JT SIH INVESTASINYA LUMAYAN TRUS UP NYA BESAR LG DI PERUSAHAAN KAMI
        APALAGI UPNYA….

        6.KLO NABUNG DI UNIT LINK APA BISA DITARIK?

        PASTI BISA….TP ADA PROSESNYA,SKTR 7-14 HARI KERJA?KIRA2 DI REKSADANA BISA G Y????

        UNTUK INFO LBH LANJUT HUB SAYA DI 0815 3333 7170

  7. Ooo gitu ya…untuk org awam sebaiknya mambaca buku yg mana ya Pa Adrian?

  8. Untuk Orang Awam dalam mendapatkan informasi terbaik tidak terbatas hanya membeli/membaca buku…Orang Awam bisa langsung dapat informasi dari setiap Brand Asuransi Jiwa manapun secara Gratis plus Datang Kerumah Gratis Pula…Telpon aja utk janji temu sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan perbandingan/informasi terbaik….setelah cocok tinggal ambil….ga cocok semua jangan ambil…Simple kan

    Buku berjudul “Jangan Beli Unit Link Bila Anda Tidak Paham Benar ” ibaratnya Orang Buta Asuransi Jiwa Bertanya kepada Orang Buta Asuransi Jiwa….Yah Gelap Mas….

    Mohon Maaf bila ada salah kata….wong cuma menyatakan Pendapat & Omong Doang….

    • He he he, anda jangan membutakan orang lain. Memang kita harus menghindari model asuransi unit link yang terbukti MAHAL. Yang diuntungkan adalah agen dan perusahaan asuransi.

  9. wah informasi di dalam buku bisa menyesatkan ya ? bagaimana pertanggungjawaban penulisnya terhadap masyarakat ?

  10. Apakah sudah baca buku “Jangan Beli Unit Link bila Anda tidak paham benar!!” karangan Freddy Pieloor, CFP …

    Demikian telepon sahabat karib saya awal bulan Februari lalu. Sahabat saya ini memang baru saja closing SPAJ Asuransi Unit Link Syariah pada salah seorang agen yang saya rekomendasikan. “Coba baca deh, disitu dijelaskan bahwa investasi di unit link akan mengalami kerugian dan penyesalan yang sia-sia dan akan menghiasi sisa perjalan hidup Anda…” begitu lanjut sahabat saya.

    Baik saya coba car bukunya dan saya pelajari, begitu jawab saya ke sahabat saya dan beberapa hari kemudian saya menyempatkan diri untuk mencari buku yang dimaksud.

    Setelah saya mendapatkannya dan membaca buku ini memang ditulis dengan judul yang provokatif dan membuat orang mungkin ragu untuk membeli Unit Link dari perusahaan asuransi.

    Dalam buku itu diberikan analisis adanya 7 (tujuh) kekurangan unit link dibandingkan dengan investasi dan proteksi yang dilakukan melalui instrumen investasi lainnya serta asuransi secara terpisah. Kekurangan unit link itu diantaranya (1) biaya pengelolaan investasi fee yang lebih tinggi (2) biaya asuransi sebenarnya yang lebih rendah dari biaya premi/kontribusi bulanan yang dibayarkan (3) biaya akusisi yang lebih tinggi ditahun awal, biasaya 2 atau 3 tahun awal (4) persyaratan polis yang cukup rumit dan biasanya tidak diketahui nasabah di awal (5) menggunakan harga unit masuk dan keluar menggunakan harga hari berikutnya (6) masih dikenakan biaya administrasi perbulan yang relatif besar (7) pajak ganda apabila dana dicairkan sebelum tahun ketiga.

    Ya ulasan buku itu memang ada benarnya “kalau kita hanya berpiki uang dan untung rugi”…. tapi pernahkan kita berpikir bahwa dibalik untung rugi masih ada yang lebih bermanfaat dalam jangka panjang? itulah yang terlewat dalam buku ini….

    Dalam kehidupan ini kadang tidak semua dihitung dengan untung rugi…sebagaimana Yang Maha Kuasa telah memberikan limpahan Rahmad dan Rizki yang tak terhingga untuk kita saling berbagi sebagaimana firmannya: “sebaik-baiknya makhluk Allah adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya”..

    Kita menabung tidak harus mementingkan diri sendiri, tetapi kita bisa menabung sekaligus membawa berkah Rahmatan Lil Alamin bagi yang lain. Dalam Unit Link Syariah setidaknya ada 3 (tiga) manfaat yang dapat diperoleh kita sebagai penabung dan anggota lainnya yang bergabung dengan Unit Link Syariah. Ketiga hal itu adalah: (1) Bagi Hasil Tabungan, (2) Hibah Tabarru bagi Anggota Keluarga lainnya, dan tentu (3) Proteksi Diri da Keluarga Kita.

    Kembali apapun yang kita lakukan bergantung kepada niat…..

  11. Tidak semua di dunia ini diukur dengan untung rugi…..

  12. menurut saya, unit link tidak ada ruginya jika berfikir jangka panjang dan manfaat yang diberikan lebih, saya dengan premi 1 juta perbulan mendapatkan up 600 juta dan manfaat rawat inap termasuk operasi pulang hari tanpa harus menginanp, sistem cashless..so..kita sebagai user yang harus pintar2 pilih asuransinya..ok?

    • Premi sebulan 1 juta berarti setahun 12 juta, mahal amat cuma untuk UP 600 jt. Manfaat rawat inap sifatnya juga santunan yang jumalhnya ga seberapa.

      • Masih aja banding UL VS REKSA gak apple to apple , agen asuransi yg sukses mindsetnya misi bukan komisi, ketulusan hati .. bkn sekedar CARI UNTUNG Gak usah provokatif intinya selama product tsb msh bisa jd manfaat knp harus dilarang? So what?..
        Stay foolish, stay hungry.. don’t judge :-)

    • kemahalan premi 1jt dapat up 600jt. Pernah seorang agen nawarin saya dan teman saya unit link dengan premi 500rb/bln dapat up @450jt dan premi 300rb/bln dapat up @270jt (untuk jiwa, kecelakaan, cacat tetap, penyakit kritis) itu pun setelah kami desak2 baru deh dapat up segitu. Itupun saya masih mikir buat ambil apa enggak. Karena menurut saya up segitu masih tergolong kecil apalagi terjadi inflasi dari tahun ke tahun. Just share ;)

  13. Dear All,

    Hingga saat ini saya belum menemukan referensi buku yang menyarankan untuk berinvestasi di perusahaan asuransi, baik dalam bentuk Endowment maupun UNIT LINK.

    Bahkan lebih dari 4 buku (terkait Personal Financial Management karangan luar negri) yang saya miliki dan memperkuat apa yang saya tulis dalam buku: “JANGAN BELI UNIT LINK,…”.

    Setiap kali melakukan “pencerahan” dalam berbagai kesempatan baik Talk Shom di Radio, di Gramedia maupun event lainnya, saya mengundang secara terbuka Pembeli (nasabah) maupun Penjual (agen), untuk meng-edukasi masyarakat dengan informasi yang transparan dan terbuka, ternyata yang datang lebih banyak nasabah yang kecewa.

    Nasabah juga ikut andil dalam kekecewaan yang mereka rasakan, karena mereka membeli tanpa memahami isi dan konsekuensi dari produk Unit Link ini.

    Walaupun saya berasal dari General Insurance, tapi saya dengan senang hati untuk berdiskusi dan bertukar pikiran, dengan praktisi dan agen asuransi jiwa, untuk memberikan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia.

    Saya sudah membekali diri dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan dalam berdiskusi dengan agen atau pemasar UNIT LINK (asuransi jiwa).

    Semoga kita semua dapat memberikan yang terbaik bagi Nasabah asuransi, dengan mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasabah, diatas kepentingan diri dan perusahaan.

    Salam,
    Freddy Pieloor (18.09.2009)
    Member of Indonesia Independent Financial Planner Club.

  14. saya mebeli unit link tiap tahun, semula saya anti asuransi.
    namun… saya melihat sendiri waktu salah seorang keluarga saya terkan kanker, baru stadium dini. namun sudah menelan biaya luar biasa.
    saya beli unit link karena :

    - menawarkan asuransi jiwa dengan tambahan rider yang dapat melindungi saya dari resiko kehidupan
    - pembayaran premi yang hanya 10 tahun, tapi saya masi dapat terproteksi hingga saya umur 60/65/85/99

    investasi yag saya peroleh dari polis saya adalah ‘bonus’ buat saya, yang saya bisa nikmati di hari tua.

    saya adalah seorang ibu rumah tangga biasa, tidak punya pengetahuam untuk ikut trend ber ‘investasi’

    yang saya tahu hanya menabung di bank dalam bentuk rekening bank dan depsosito.

    sayang nya… saya bukan tipe yang disiplin menabung dan diluar terlalu banyak godaan… hp baru, baju baru, sepatu etc

    jadi unit link membantu saya buat berdisplin menabung,

    setiap premi yang saya setor, saya anggap adalah cicilan daripada semua pertanggungan yang diberikan kepada saya. misal saya beli penyakit kritis 300 juta, saya menyicil pada pru untuk resiko penyakit kritis itu.

    masalah investas di luar sana mau naik atau turun, saya gak peduli. yang penting waktu turun saya tidak jual unit2 saya. lagipula kalaupun ada uang tunai nya, saya anggap itu untuk masa pensiun saya.

    hehehe… ini yang saya pikirkan waktu saya beli unit link. sudah 3 tahun, dan setiap tahun saya review. sampai saat ini saya dan suami sudah punya 3 polis unit link.

    terimakasi….

    • menarik…

      • ada buku menarik yang pernah saya baca… unit link beauty or the beast (kalo tidak salah…)

    • ehm.. bisa dpt proteksi sampai umur 65/85/99 dgn biaya juga, mba, ga gratis. Setelah 10 thn , kalau masih mau mendapatkan benefit asuransi, kita tetap harus bayar untuk asuransinya. ini saya juga baru tahu dan merasa :( kecewa…

      • plus! skg kalau mba berasa tdk disiplin menyisihkan dana ,bbrp reksadana ada program auto deduct per bulan.

    • iya bener tuh kata myself setelah 10th masih ccukup ga perlu bayar.tapi klo ga cukup musti bayar lagi dan kita ga tau juga mesti bayar berapa.pas ditawarin lihat deh ditabel ada bintang2nya

  15. Dear Rekan Imelda,

    Terima kasih atas tanggapan Anda.

    Saya akan tanggapi sbb.:

    1. Unit Link berisi: Asuransi + Investasi,
    Jadi bila risiko ada dijamin dalam asuransi yang
    terkandung dalam Unit Link, maka uang pertanggungan
    akan keluar.
    Sebaliknya bila risiko tidak dijamin, maka klaim ditolak.

    Sama persis bila Anda membeli Asuransi Murni, tanpa
    unsur investasi. Uang pertanggungan akan dibayarkan
    bila risiko dijamin.

    2. Premi yang hanya 10 tahun?
    Harap Anda perhatikan tanda (*) yang ada dalam
    proposal dan ilustrasi. Disana tertulis bila uang investasi
    Anda memberikan hasil pengembangan yang tinggi,
    sehingga bisa membayar (menutupi) tagihan premi
    proteksi.

    Itu artinya, premi asuransi Anda dibayar memakai uang
    Anda sendiri, dari hasil pengembangan investasi Anda.

    Namun ingat, hasil investasi Anda tidak dijamin, seperti
    halnya investasi lainnya. Sehingga bila hasil investasi
    tidak cukup, maka Anda harus membayar lagi.

    3. Investasi Anda dari polis adalah “Bonus”?

    Menurut saya, Anda keliru. Itu adalah uang Anda sendiri,
    yang dari awal telah dijelaskan bahwa setiap premi
    yang Anda bayarkan akan dipecah menjadi 2, yaitu:
    premi asuransi untuk proteksi dan premi investasi untuk
    pengembangan dana.

    4. Anda seorang Ibu yang tidak memahami investasi?

    Lantas Anda beli UNIT LINK hanya untuk proteksi?
    Kalau mau beli proteksi semata, belilah asuransi murni,
    jauh lebih sederhana dan jelas (transparan)

    Buktinya Anda membeli UNIT LINK, dan kemudian
    memilih jenis alokasi investasi-nya, apakah mau
    di Saham, atau Pasar Uang, atau Campuran, atau
    lainnya. Lho kok Anda bisa menetapkan?

    Membeli UNIT LINK sebenarnya hampir serupa,
    bila Anda berinvestasi di REKSA DANA melalui,
    Manajer Investasi. Saat ini banyak Bank yang bekerja
    sama menjual produk REKSA DANA.
    Prosesnya sangat mudah, dan Anda tinggal pilih
    REKSA DANA Saham, atau Pasar Uang atau lainnya,
    sama persis seperti yang Anda lakukan di UNIT LINK.
    Namun dengan membeli REKSA DANA langsung
    Anda tidak dibebani biaya yang sangat mahal seperti
    yang terjadi di UNIT LINK.

    5. Deposito dan Rekening Bank

    Bukanlah cara yang tepat untuk ber-investasi, namun
    hanya sekadar tempat parkir uang sementara, dan
    untuk dana darurat.

    Seperti yang saya sampaikan BANK sekarang juga
    menjual produk REKSA DANA (seperti Bank Mandiri,
    Commonwelth dll), jadi bukalah Rekening REKSA DANA
    di Bank-bank kesayangan Anda.

    6. Tidak Disiplin Menabung atau Berinvestasi?

    Sekarang Bank bisa melakukan AUTO DEBET untuk
    berinvestasi REKSA DANA. “Pemaksaan” ini berbiaya
    ekonomis (murah) daripada “pemaksaan” UNIT LINK.

    Masa Depan Anda berada ditangan Anda, dan bukan
    ditangan Bank atau Asuransi, sehingga Anda selayaknya
    melakukan tindakan yang ber-orientasi masa depan
    secara mandiri.
    Anda adalah seorang DEWASA yang sudah MATANG
    untuk BERPIKIR & BERTINDAK, sehingga tidak perlu
    “dipaksa” untuk berdisiplin untuk memikirkan masa
    depan Anda sendiri.

    7. Buku “Unit Link Beauty or The Beast”

    Buku ini ditulis oleh seseorang yang bekerja pada
    sebuah perusahaan asuransi jiwa yang menjual
    produk UNIT LINK. Sehingga isi-nya tentu sudah
    dapat ditebak.

    Saya memiliki lebih dari 10 buku terkait Perencana
    Keuangan (Financial Planning) karangan luar, dimana
    semua buku tersebut sangat menentang “berinvestasi
    di asuransi”, dan tidak saya ketemukan ada 1 buku-pun
    yang secara tegas menyatakan bahwa asuransi bisa
    sebagai alat investasi yang bagus bagi masyarakat.

    Uang Anda adalah Hak Anda, silahkan Anda menentukan
    sikap dan tindakan Anda.
    Semoga Anda adalah seorang nasabah yang berbahagia
    dan sejati, yang berbagi pengetahuan dan pengalaman,
    demi kebaikan masyarakat luas.

    Saran saya kepada semua pembaca:
    “Bila Anda menginginkan sebuah saran atau nasihat
    keuangan yang sahih dan berpihak pada pada Anda,
    maka mintalah kepada seseorang yang tidak memiliki
    hubungan apapun dengan Anda dan tidak memiliki
    kepentingan, terutama kepentingan keuangan, atas
    dampak keputusan yang akan Anda ambil !”

    Tahun ini saya sedang menulis sebuah buku lanjutan,
    “JANGAN BELI UNIT LINK, …………..” dengan judul baru:
    “INVESTASI di ASURANSI?” “Apa (b)untungnya?”

    Saya akan mengupas tuntas dan menggali lebih dalam,
    serta membuka lebih jauh segala sesuatu yang perlu
    diketahui oleh masyarakat luas.

    Saya ingin masyarakat dapat memiliki masa depan yang
    cerah, dengan membeli produk yang sesuai dengan
    kebutuhan dan memberikan hasil yang optimal.

    Sekali lagi terima kasih, dan salam,
    Freddy Pieloor
    http://www.MONEYnLOVE.com

  16. Ulasan yang sangat bagus sekali dari Mas Freddy.

    Pada intinya pendapat sesorang belum tentu 100% benar atau 100% salah. Yang paling penting adalah Nasabah mengetahui secara detail apa yang diambil.

    Asuransi Muri + Reksadana atau Unit Link semua sama sama bagus. Satu produk cocok bagi seseorang belum tentu cocok untuk yang lain.

    Jadi yang terpenting Jangan lupa berinvestasi untuk masa depan, dan bekali diri juga dengan Asuransi untuk melindungi nilai ekonomis.

    Salam Cerdas
    Wiwit Prayitno

  17. Dear Mr. Freddy

    Saya adalah orang yang masih awam dan sedang membuka diri untuk mulai belajar berbagai hal mengenai instrumen finansial (Karena saya rasa hal itu penting untuk kita pahami sebagai bekal pengetahuan kita ke depan).

    Bila saya simak dari uraian sebelumnya dapat saya tarik kesimpulan bahwa menurut anda investasi di unit link tidak menguntungkan terutama dalam jangka pendek karena di tahun2 awal biayanya sangat tinggi (terutama bila D bandingkan reksadana murni), tapi yang saya pahami dari presentasi yang saya dapatkan dari salah satu asuransi, biaya tersebut akan berkurang setelah 2 tahun dengan manfaat proteksi yang sama, jadi bagaimana menurut anda mengenai manfaat asuransi untuk jangka panjang?apakah seseorang yang memiliki polis asuransi bisa dikatakan dapat merasakan manfaat unit link dalam jangka panjang?.
    Dan bagaimana pendapat anda dengan orang yang mengatakan investasi pada asuransi lebih menguntungkan dari deposito?

    mohon penjelasannya. Terimakasih
    Mariza

  18. Dear Rekan Mariza,

    Dalam buku saya berjudul: “JANGAN BELI UNIT LINK, ..” dibahas bahwa ISI dari INVESTASI Unit Link sebagian besar memakai REKSA DANA (karena dana investasi oleh asuransi dilempar kepada pihak ke 3 yaitu Manajer Investasi). Sehingga biaya yang dibebankan kepada Anda disini jauh lebih besar.

    Mengapa Anda tidak langsung ber-investasi ke REKSA DANA di Manajer Investasi dengan menghubungi Bank sebagai agen penjual RD ini.

    Bila Anda ingin ber-investasi, adalah sebuah tindakan keliru bila memakai UNIT LINK sebagai kendaraan investasi Anda.

    Asuransi adalah alat untuk memproteksi diri saat musibah terjadi, agar tidak mengalami kerugian keuangan yang dahsyat. Seperti kematian atau gempa bumi. Jadi ASURANSI adalah alat PROTEKSI dan bukan alat INVESTASI.

    Satu kalimat terakhir yang ingin saya sampaikan:
    “Bila Anda ingin meminta nasihat keuangan yang sahih dan berpihak kepada Anda, mintalah nasihat dari seseorang yang tidak memiliki hubungan apapun dengan Anda, dan juga tidak memiliki kepentingan apapun (terlebih kepentingan keuangan), atas dampak keputusan yang akan Anda ambil”

    Semua berpulang kepada Anda, mau percaya pedagang yang mungkin sangat Anda kenal (tapi memiliki hubungan dan kepentingan) atau saya yang tidak Anda kenal sama sekali (tidak memiliki hubungan apalagi kepentingan).

    Silahkan Anda putuskan, masa depan keuangan Anda, bukan tergantung pada teman Anda, atau saya, melainkan pada diri Anda sendiri. Dan jangan menyesal akibat kesalahan memutuskan.

    Salam,
    Freddy Pieloor
    Financial Planner & Book Author

  19. Mas Freddy,,
    kl dari artikel dan komentar yang saya baca diatas, intinya adalah kl mo investasi jangan di unit link krn kl langsung di MI hasilnya akan lbh besar krn tidak dipotong fee sebesar di unit link…

    yang saya mau tanyakan, apakah hanya sebatas itu saja kerugian dari unit link (krn menurut saya, kl cm itu saja maka agak sulit untuk membuat saya berubah pikiran untuk menutup unitlink yang saya sudah ambil, kecuali ada resiko lain yang lbh “berbahaya”)..

    mohon penjelasannya..
    terima kasih…

    • Dear Rekan Andy,

      Terima kasih atas email Anda.

      Salah satu “kerugian” pada Unit Link terjadi karena hasil pengembangan investasi nasabah tertinggal jauh bila dibandingkan ber-investasi di Reksadana murni. Bukankah hampir sebagian besar nasabah membeli Unit Link karena faktor investasi-nya?

      “Kerugian” ke 2 karena, nasabah tidak memiliki akses langsung ke Manajer Investasi-nya (MI), sehingga bila MI-nya tidak ‘perform’, nasabah tidak bisa mengganti atau memecat MI, untuk diganti MI yang lain.

      ‘Kerugian’ ke 3, karena membeli asuransi dan investasi-nya 1 paket, maka risiko nasabah menjadi 2 kali lebih besar, bila MI bangkrut atau bermasalah, maka perlu ditanyakan “Apakah perusahaan asuransi yang menunjuk MI tsb. bertanggung jawab atas dana milik nasabah?”. Kemudian bila yang bermasalah adalah perusahaan asuransi-nya, maka bisa jadi “guci investasi” kita di MI ikut bermasalah.

      Kita sebagai nasabah, kita bisa memantau, apakah perusahaan asuransi sudah menyetor dana kita ke MI atau tidak, atau diinvestasikan kemana oleh perusahaan asuransi?

      Semua materi di atas, saya sampaikan dalam buku “JANGAN BELI UNIT LINK, …”, dan ada beberapa kekurangan lainnya.

      BAKRIE LIFE dengan produk Diamond Investa, telah gagal bayar kepada nasabah-nasabahnya, dikarenakan ke-tidaksesuaian investasi yang dijanjikan dengan apa yang mereka lakukan.

      Namun semua keputusan di tangan Anda selaku nasabah.

      Demikian dan semoga Anda memutuskan yang terbaik buat Anda dan keluarga.

      Salam,
      Freddy Pieloor

  20. Mas fredy yang baik, sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas penjelasan dan jawabannya. tapi kl boleh saya tambahkan pendaapat saya ternyata setelah saya pelajari lebih jauh unit link dalam asuransi tidak semengerikan yang saya bayangkan.

    Tujuan utama saya pada akhirnya mengambil unit link adalah unt fungsi proteksi, untuk itu saya memilih pihak asuransi yang paling kredibel dan terbaik menurut saya dalam industri ini. sedangkan investasi hanya fungsi tambahan dengan harapan dana dapat berkembang walaupun saya tau bahwa dalam investasi TIDAK PERNAH ADA KEPASTIAN HARUS UNTUNG karena semua tergantung pada kondisi pasar. Artinya semua investasi memiliki resiko yang sama. berarti dalam hal ini kembali pada kredibilitas perusahaan dan track record yang dimiliki dalam mengelola keuangan nasabah.

    namun bila saya langsung memilih RD, dana yang dibutuhkan ternyata tidak sedikit artinya kita butuh modal yang cukup besar diawal dan di RD dana tersebut kidak mengcover resiko hidup yang dimiliki keluarga saya (tdk memiliki fungsi proteksi).

    Perkara biaya yang lbh tinggi kalau saya fikirkan kembali hal itu cukup wajar mengingat investasi yang kita miliki jg memiliki fungsi utama proteksi. artinya sewaktu2 terjadi resiko dalam hidup kita kita tidak langsung menjual aset pribadi untuk jalan keluarnya. melainkan asuransi siap mengcover tanpa mengurangi nilai investasi yang saya miliki di unit link (sesuai dengan perjanjian di awal).

    jadi pada akhirnya saya menilai setiap produk yang ditawarkan pihak asuransi ataupun pengelolaan dana lainnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. Saya setuju dengan anda bila anda katakan untuk tujuan investasi memang bukan unit link tapi yang lain, namun saya pada akhirnya jauh lebih sepakat bahwa funfgsi utama unit lingk adalah proteksi dengan fungsi tambahan investasi untuk orang tdk memilii dana besar dan berharap dana asuransinya jg dapat menjadi media investasi.

    mohon maaf sebelumnya tapi saya harap dalam forum ini kita tidak menjelek-jelekan pihak asuransi manapun. karena saya khawatir apa yang kita tuduhkan diluar kepemahaman kita. Lebih baik media ini bisa jadi sarana pembelajaran kita khususnya dari sisi teori buku2 ternama yang pada akhirnya lebih memperkaya keilmuan kita dalam berinvestasi dan merecanakan keuangan terbaik untuk keluarga kita tercinta, tanpa motif kepentingan pribadi ataupun lainnya.

    Semoga Bermanfaat
    Terimakasih

    • Dear Rekan Puri Astari,

      Terima kasih atas email Rekan, dan saya sangat menghargai apapun keputusan Rekan, karena semua berpulang kembali kepada empunya dana dan tujuan.

      Saya tidak pernah “menjelekan” sebuah perusahaan asuransi atau produk-nya, namun saya sekadar mengungkapkan data atau fakta terkait “kekurangan” dari produk, agar Nasabah dapat memahami sebelum memutuskan.

      Hal ini untuk menghindarkan Nasabah yang merasa “dibohongi” oleh asuransi, karena ketidak-tahuan mereka sendiri atau karena ketidak-tranparanan para penjual, lalu menyebar-luaskan kekecewaan mereka ke publik.

      Unit Link adalah proteksi + reksa dana,
      lebih baik beli asuransi murni (jiwa ataupun kesehatan sesuai kebutuhan) dan investasi di Reksadana langsung. Mudah kok, hubungi Bank Mandiri atau Bank langganan, minta Reksa dana.

      Ber-investasi di Reksa dana dapat dimulai dengan membuka rekening sebesar Rp.1 juta rupiah dan setoran berikutnya sebesar Rp.100.000,- (minimum).
      Bedanya dengan Unit Link, kita harus tetap membayar premi asuransi dan investasinya, dan tidak boleh putus.
      Di Reksa dana, ibara rekening tabungan, kita bisa menaruh dana terserah kita, misalnya hari ini ada rejeki, kita bisa taruh Rp.500.000,-, namun di bulan depan ada kebutuhan mendadak dan tidak ada dana untuk investasi, maka kitapun bebas tidak melakukan investasi (tidak ada denda ataupun konsekuensi lainnya).

      Semua keputusan ditangan Nasabah, dan semoga mereka telah memahami apa yang mereka beli.

      Terima kasih atas partisipasinya mencerahkan masyarakat Indonesia, mari bangun Indonesia.

      Salam,
      Freddy Pieloor

  21. Mas fredy,
    Terimakasih banyak atas tanggapan dan masukan yang anda berikan, ya memang semua keputusan kembali pada pihak masing-masing yang jauh lebih tau apa yang dia butuhkan dan apa yang dia targetkan dalam hidupnya dikombinasikan dengan kemampuannya dalam menuhi hal tersebut.

    Saya sangat menghargai masukan dari anda walaaupun jujur penjelasan anda belum merubah pandangan saya akan manfaat dari asuransi yang saya pilih saat ini.

    Namun sedikit ataupun banyak saya cukup mendapat gambaran bagaimana cara kerja asuransi murni, unitlink, investasi dan lainnya. Karena dari forum ini saya sangat termotifasi untuk menggali banyak informasi tentang semua itu dari berbagai sumber, sudut panfdang dan referensi. Sampai pada akhirnya sama masih menaruh kepercayaan dan rasa aman akan pilihan asurans.

    Karena kalau unt membuk RD dengan besaran dana sekian diawal jujur saya masih sulit unt menyisihkan dana sejumlah itu ditengah kebutuhan saya dan keluarga, dan saya berfikir dengan besaran dana2 tersebut unt saya infestkan di RD, hl tersebut belum termasuk kebutuhan proteksi diri saya.

    Namun demikian, mungkin hal diatas adalah sekedar pendapat saya yang cenderung menyenangi sesuatu hal simple, dengan pemasukan terbatas ditengah pemahaman saya yang masih terbatas akan hal investasi. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas kesempatan sharing ini. semoga media ini dapat bermanfaat unt semua member dalam meningkatkan pemahaman bukan hanya pada bid asuransi namun juga investasi dan bisnis sehingga hal tersebut dapat memperkaya khasanah keilmuan kita.

    Salam Sukses Untuk Kita Semua
    Puri Astari

    • Saya rasa untuk masuk reksadana tidak juga harus butuh dana besar. 2 Tahun yang lalu saya bisa membeli reksadana di Bank Commonwealth dengan minimum 100 rb saja. Kalau sekarang mungkin minimum sudah 500 rb.

      Jika anda ingin proteksi, bisa dengan asuransi murni saja. Asuransi Term Jauh lebih murah biayanya. Dan ada juga Asuransi murni yang bisa ditambahkan rider asuransi kesehatan.

      Unitlink tidak disarankan karena terlalu besarnya biasa akuisisi. Di tahun pertama bahkan bisa mencapai 100% dari premi yang anda bayar. Akuisisi ini bukan biaya asuransi, tapi biaya untuk membayar agen anda (sebagian besar). Hadiah untuk agen anda jalan2 ke Moscow juga dari akuisisi ini.

      Jika misal anda membayar premi 250ribu per bulan. Dengan asumsi tahun pertama 100% untuk biaya akuisisi, Maka di tahun pertama total 3juta “tabungan” anda itu hilang begitu saja, tidak ada nilai investasinya yang dapat anda ambil, dan anda pun masih berhutang biaya asuransi yang sebenarnya. Jika misalkan biaya asuransi jiwa per bulan anda 50ribu per bulan, berarti anda masih berhutang total 600rb di tahun pertama yang akan di bebankan di tahun kedua dan ketiga. Jika anda mengambil rider yang lain2, hutang anda akan makin besar saja.

      Jika anda mengambil asuransi jiwa murni (term), biaya akuisisi itu jelas tidak ada. Anda hanya perlu membayar biaya asuransi yang sesungguhnya. Sehingga, selisihnya jelas dapat anda gunakan untuk menabung. Jika cukup, bisa beli reksadana.

      Kalau 500 ribu terlalu besar untuk 1 bulan, kan bisa beli setiap 2 bulan. Dan beli Reksadana langsung jelas biayanya lebih kecil daripada anda “TopUp” dari Unit Link. Biaya2 untuk beli Reksadana langsung bisa Gratis, sedangkan TopUp Unitlink ada yg mencapai 5%. Lumayan juga selisihnya. Anda tahu berapa return deposito rupiah setahun SETELAH pajak? banyak yg tidak sampai 5%.

      Kondisi reksadana saham sedang naik sekarang, jangan buang momen untuk mendapatkan untung dengan memberi 100% uang anda di tahun pertama untuk biaya akuisisi.

      Satu hal lagi, agen unitlink ini ada yang lebih menonjolkan angsuran bulanan yang relatif kecil. Padahal itu berarti Uang Pertanggungannya juga akan relatif kecil. Untuk merencanakan besarnya proteksi anda, disarankan melihat dari besarnya Uang Pertanggungannya, bukan “Yang penting punya pertanggungan”. Dari sisi itu anda akan bisa membandingkan bahwa karena selisih biaya yang besar, asuransi murni lebih terjangkau dalam memenuhi kebutuhan proteksi anda jika dibandingkan unitlink.

      Salam

      David

  22. PAk freidy saya mau tanya nih….
    saya pria umur 20 thun dengan gaji 3 jta perbulan.
    melihat data , fakta dan teori yang ada, say tertarik untuk masuk di unit link + reksadana, menurut pak fredy gimana?
    di perusahaan yang akan saya masuki, tahun pertama bisa saver dialokasikan nol . dan premi per bulan 250 rbu. tapi nantinya untuk tahun ke lima premi kita sepenuhnya dialokasikan di investasi.
    yang saya ambil disini saya ingin punya asuransi plus riders dimana pada term life tidak ada. toh nantinya tahun ke lima sepenuhnya di alokasikan di investasi, dan saya juga punya pegangan reksadana, diamna tahun ke lima insya allah udah balik modal. saya bukan tipe panikan. jadi saya kepinginnya di reksadanapun gakan saya tarik ketika nilai unit turun.. ketika nilai investasi saya di reksadana telah memenuhi goal saya baru saya tarik.\
    gimana menurut bapak? tolong email jawabannya ya pak

  23. Thanks atas infonya

  24. Dear Pak Kasrun yang baik,

    Terima kasih atas email Bapak, dan senang saya mengetahui bahwa Bapak sudah memulai untuk menata masa depan.

    Sebelum saya menjawab pertanyaan Bapak, saya ingin mengetahui, apakah Bapak sudah membaca buku saya (“Jangan Beli Unit Link”)?

    Sebaiknya bila Bapak ingin membeli perlindungan (proteksi), belilah perlindungan murni (tanpa unsur investasi/reksa dana). Begitupun sebaliknya.

    Term Life bisa Bapak belikan tambahannya berupa rider asuransi kesehatan, penyakit kritis, kecelakaan diri dll sesuai dengan kebutuhan Bapak.

    Cari tahulah dengan menghubungi beberapa perusahaan asuransi seperti Manulife, Sun Life, Sequis Life dan Central Asia Raya.

    Silahkan tambah lagi investasi Anda di Reksadana murni dari perusahaan manager investasi.

    Demikian dan selamat menata dan mencapai masa depan yang cemerlang.

    Salam,
    Freddy Pieloor
    Independent Financial Planner

  25. disunia tidak ada yang pasti,lahir,sehat,sakit,tua mati,alangkah baiknya kita ikut asuraansi walaupun juga beresiko asuransi bangkrut dan tutup,tapi resikonya lebih rendah dari kita naik motoer dijalan

  26. unit link = asuransi + reksadana + biaya + komisi agen

  27. saya mau tanya , dari yg saya dengar katanya term life insurance di indonesia memang biayanya lebih kecil dan mengcover lebih besar, BUT tidak ada garansi bisa direnew setiap tahun. jadi andaikata tahun ini terkena stroke, dia akan membayarkan benefitnya tahun ini , tapi untuk tahun berikutnya pihak asuransi berhak dan condong untuk tidak menerima kembali nasabahnya yg terkena stroke itu untuk mengambil asuransi di perusahaan. Apa benar?
    Nah kalau ikut perusahaan yg ada unit linknya , apa mereka garansi asuransinya renewable bahkan setelah masa 10 thn menabung ?

    Mohon infonya , trims!

  28. Asuransi Jiwa Term Life + Asuransi Kesehatan + Reksadana
    ——————————————————–
    Biaya : Murah (langsung ke pabriknya)
    Flexibilitas : Bebas, tidak terikat kontrak. Anda tidak punya uang/tidak puas, ya tidak perlu diperpanjang.
    Pengurusan : Sedikit repot, karena harus berhubungan dengan 3 perusahaan: perusahaan asuransi jiwa, bank/perusahaan penjual reksadana, dan perusahaan asuransi kesehatan.
    Pemilihan Manager Investasi : Bebas, tinggal kita pilih Manager Investasi yang cocok dengan kita. Performa Reksa Dana bisa dilihat di http://www.infovesta.com
    Uang Pertanggungan : Jauh lebih besar jika dibandingkan dengan asuransi unit link (premi sama).
    Klaim Kematian : ahli waris dapat sejumlah UP dan polis berakhir. Reksadana tidak berakhir.

    UNIT LINK
    ————–
    Biaya : Mahal (melalui perantara)
    Flexibilitas : Terikat kontrak. Pemegang Polis harus membayar sejumlah premi dalam jangka waktu yang telah ditentukan, jika tidak, kemungkinan polis Anda bisa Lapse/Gugur. Apakah Anda bisa commit? Jika tidak, sayang kalau sampai lapse/gugur.
    Pengurusan : Simple / Praktis, karena berhubungan dengan 1 pihak perusahaan asuransi. Tapi harus hati-hati dengan agen yang nakal. Anda harus paham betul isi proposal dan cara perhitungannya!
    Pemilihan Manager Investasi : Tergantung perusahaan asuransi (tidak bebas)
    Return Investasi : Tergantung Manajer Investasi yang anda pilih
    Uang Pertanggungan : Relatif kecil jika dibandingkan asuransi jiwa murni (premi sama).
    Klaim Kematian : ahli waris dapat UP + Nilai Tunai yang terbentuk (unit link). Polis berakhir/Unit link berakhir.

    Pertanyaan untuk kita:
    1. Sampai usia kapankah kita butuh asuransi jiwa (proteksi financial)? Setiap orang tentunya memiliki jawab yang berbeda-beda. Mungkin sampai usia 60 tahun, sampai anak-anak sudah besar. Setelah anak-anak besar, mereka sudah bisa cari duit sendiri, sudah tidak ada tanggungan lagi.
    2. Jika setelah ikut asuransi, 1 tahun kemudian tertanggung meninggal dunia. UP dengan jenis asuransi mana yang lebih besar?
    3. Apakah UP yang tercantum pada polis, cukup untuk mencover biaya hidup istri/anak? Sampai berapa lama uang tersebut cukup?
    4. Apakah ada yang gratis yang diberikan oleh perusahaan Asuransi? Jawabannya tidak! Semua sudah dihitung dengan seksama dengan term and conditition. Makanya yang ikut asuransi harus orang sehat, karena kemungkinan orang sehat kena penyakit kritis sangat kecil sekali.
    5. Siapakah yang harus diikut sertakan asuransi? Suami/istri/anak-anak? Untuk jiwa hanyalah pencari nafkah saja. Istri tidak perlu diikut sertakan asuransi jiwa, jika istri tidak mencari nafkah.. Anak-anak kalau mau hanya asuransi kesehatan saja (itu juga kalau tidak ada asuransi kesehatan dari kantor, kalau sudah ada dari kantor, ya tidak perlu diasuransikan).

    Sharing pengalaman pribadi:
    Usia saya 29 tahun, saya memilih Asuransi Term Life 20 tahun (UP: 500 juta, premi 1,5jt/tahun). Pertimbangan saya, dengan uang 500 juta untuk rentang waktu 20 tahun ke depan masih berharga (jika inflasi 6% pertahun), jika saya meninggal, UP 500 juta cukup untuk memenuhi kebutuhan keuangan anak istri (biaya 5 juta /bulan), dan bisa digunakan oleh istri untuk modal usaha membiayai keluarga.
    Reksadana saya pilih produk PDM dari P. Sekuritas, saya simpan 2jt/bulan. Anggota keluarga saya 4 orang yakni: saya, istri, 2 anak. Saya tabungkan masing-masing 500rb per bulan (total 2jt) untuk masa depan.
    Asuransi kesehatan: saya tidak ikut. lebih baik jaga kesehatan dan makan makanan yang baik dan berolah raga.
    Saya hanya mengasuransikan diri saya saja. Istri dan anak-anak tidak.

    Saya bersyukur selama ikut asuransi tidak terjadi apa-apa dengan saya. Semoga kita semua diberi umur panjang oleh Tuhan, sampai anak-anak besar dan punya cucu. Jaga kesehatan dan selalu berdoa :)

    GBU
    Yohanes

  29. mohon ijin copas ke blog saya saya… http://www.mtaufiqismail.wordpress.com
    termasuk tanya jawabnya…
    tq

  30. dari 7 insurance company yang saya datangi, panggil, tanya via email, semuanya menawarkan unitlink pada kesempatan pertama. ketika saya utarakan bahwa saya menginginkan term life, 1 menjawab tidak punya, 2 bisa menjawab dan memberikan proposal, 3 akan kembali dengan proposal term life,1 bingung dan mbulet mlulu ke unit link. bukan main ya?? salah satu agen mengaku bahwa memang komisi untuk term life sangat kecil, buntutnya dia malah ngajak saya jadi agen-nya? walah! hati nurani saya bisa berontak kalo disuruh jualan unit link.

    saya (dulu) punya dua unit link, 1 umurnya 3 tahun, dan 1 umur setahun, sebelumnya saya tidak pernah membaca buku pak freddy sebelumnya, namun kecurigaan saya pada produk ini muncul ketika saya mengevaluasi perencanaan keuangan saya, saya perhatikan laporan UL saya yang umurnya sudah tiga tahun dengan pembayaran per tahun rp. 3,6 juta ternyata saldonya hanya 3 juta. lalu UL kedua dengan pembayaran 7,2 juta per tahun saldonya baru Rp 1 juta. masing-masing dengan UP 70 juta rupiah. something wrong i said….

    dalam hati, “kok kecil banget yah?” dalam buku pak freddy memang saya termasuk orang awam yang tidak teliti dan karena rasa tidak enak pada teman yang menawarkan.
    akhirnya untuk memnuhi rasa ingin tahu saya saya berjibaku sendiri, mencari referensi unit link, salah satunya saya temukan buku pak freddy. barulah terbuka mata saya, dan juga artikel-artikel dari bu ligwina, juga buku buku financial planning lainnya.

    langsung pada kesempatan pertama saya tutup unit link saya dan saldonya saya belikan emas. dan uang yang dulunya untuk bayar premi saya gunakan untuk cicil emas di pegadaian dan reksadana di commonwealth.

    Menurut saya Financial Planning itu mudah, anda tentukan tujuan anda (dalam hal ini butuh duitnya berapa nanti), kemudian investasikan rutin, jumlahnya sesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini. jangan lupa proteksi untuk pencari nafkah.
    kalau ada yang bilang investasi itu sulit, butuh modal besar, dia SALAH BESAR!!!! yang benar investasi butuh KEMAUAN BESAR!!! maka semuanya akan menjadi mudah. buka reksadana mulai 100ribuan ada, beli emas mulai 50ribuan ada, trading saham mulai 10jutaan ada, mahasiswa bisa dari 5jutaan, dan menabung mulai seribu rupiah perhari pun ada…..
    Proteksi, kemarin baru dapet UP 1 milyar, dengan premi 3 jt/tahun term 5 tahun. kalo mau 20 tahun 4,2 jt/tahun. Byuh byuh…. kalo dari 3 tahun lalu pasti lebih kecil preminya, dan sisanya masuk reksa dana atau emas, hasilnya?? Hmmmm…… tak ada kata menyesal, kerugian saya selama 3 tahun di UL saya anggap sebagai pelajaran berharga.
    Oh iya, asuransi kesehatan?? kalau di kantor sudah ditanggung, kira-kira masih perlu ga ya??

    • Oh iya, asuransi kesehatan?? kalau di kantor sudah ditanggung, kira-kira masih perlu ga ya??

      Maaf pak… sampai kapan bapak akan bekerja ? umur 55 thn ? setelah itu ? saat pensiun ? siapa yang bayarin kalau anda masuk rumah sakit ?
      pertanyaan kedua : Anda yakin bulan depan anda masih bekerja di perusahaan sekarang ?
      Jika ada jaminan Anda akan terus dipakai oleh perusahaan saat ini sampai usia 85 thn, silahkan, JANGAN AMBIL ASURANSI KESEHATAN.

  31. sedikit lupa, ketika saya bredel semua biaya yang tertulis di laporan unit link saya, biaya admin-nya gede banget… weleh. dan persis apa kata pak freddy, ada satu komponen biaya yang saya temukan di laporan, namun di polis tidak ada, dan itu bukan biaya administrasi. ketika saya tanya di kantor asuransinya, dia juga bingung itu biaya apa???? polis saya dibolak-balik ga ketemu juga. mungkin itu unapplied premium kali ya? weleh weleh weleh…. yang jualan juga ga tau, ya sudah saya tutup aja daripada duit saya tiap bulan diambilin ga jelas dan hasil inves-nya sama dengan reksadana, mending saya taruh di keranjang lain deh.

    info lagi, bukan promosi, kalo beli RD lewat internet bankingnya Comm, diskon fee pembelian 50%, tambah mantap…. auto debet untuk RD yang bebas fee pembelian, untuk yang fee-nya 1%-2% beli pake internet banking tiap abis gajian…

  32. @pak harry, itu yang jadi concern saya pak mengenai asuransi kesehatan, makanya saya tanyakan, apa harus ambil atau enggak, hehehe…

    kalau mengambil asuransi kesehatan nanti umur 55, bisa-bisa ditolak
    kalau mengambil sekarang, dobel sama yang dari kantor,

    jadi sementara ini saya (-32tahun-) belum ambil asuransi kesehatan (-untuk pensiun-), ambilnya mungkin umur 45 nanti dimana preminya (-yang tentunya agak mahal dibandingkan ambil sekarang-) akan saya bayarkan dari investasi saya di RD dan LM yang saya pisahkan khusus untuk asuransi kesehatan tersebut.

    • Ambil rider penyakit kritis saja. Tidak perlu asuransi rawat inap karena kemungkinan besar klaim yang ditagihkan relatif masih bisa kita tanggung (2-8 jt). Kalau penyakit kritis, misal butuh 200 jt relatif jauh lebih menyusahkan. Namun porsi premi penyakit kritis jangan berlebihan, karena kemungkinan terkenanya sangat kecil dan proses klaimnya akan cukup rumit.

      Untuk proteksi kesehatan usia di atas 55 tahun, sebaiknya dicapai dari investasi saja. Jauh lebih baik mengumpulkan duit yang akan menjadi cukup besar nantinya, daripada dibelanjakan untuk bayar premi yang dibatasi oleh kerumitan/batasan klaim dari polis.

      Semoga bisa membantu.

  33. kalau saya kebetulan beli unit link Januari tahun ini, tapi saya bilang kalau saya ga mau ikut asuransinya, kata agennya bisa…
    maklum newbie, kalau saya lihat dan baca-baca dari komen teman-teman sekaligus ikut milis investasi, sepertinya saya dibohongi ya? soalnya saya dikasih kartu “sehat”, apakah mungkin saya yang tidak ambil asuransi dikasih kartu itu? waktu saya tanya sama agennya, katanya itu buat pegangan aja….dan saya ambilnya juga 5 tahun, nggak mau 10 tahun, kata agennya bisa….
    sebenernya ada tidak yah unitlink yang hanya investasi saja? preminya 3,5 juta/tahun, bisa top up min 1 juta…kira-kira, saya teruskan atau tidak? soalnya kalau saya baca komentar yang masuk, tahun pertama sampai ke lima itu bukan pure investasi…lalu, apa yang saya akan dapatkan 5 tahun mendatang klo begitu?

    terima kasih

    • Boleh saya bantu. Sejauh pengetahuan saya hal itu tidak ada. Unit link wajib menyertakan komponen asuransi. Kalau tidak itu bukanlah unit link tapi reksa dana.

      Kalau menurut saya, agen tersebut sudah berbohong kepada anda, karena kalau sampai anda diberikan kartu, maka sudah pasti anda telah ikut komponen asuransinya. Malahan anda telah ikut rider asuransi kesehatan yang biasanya yang menggunakan kartu, akan dipotong biaya asuransi yang cukup besar. Ke depannya bisa membuat hasil investasi anda cukup seret/kecil.

      Semoga bisa membantu.

      • terima kasih pak atas tanggapannya…
        benar sekali, setelah saya cek dan ricek kembali, saya dapat yang namanya “polis asuransi” disitu saya sadar saya dibohongi, wong saya tidak ikut asuransinya kok ada polis asuransinya…
        berarti kalau saya sakit misalnya, karena saya tahu saya tidak ikut asuransi, maka saya akan tanggung biaya RS itu sendiri tanpa tahu itu ditanggung unit link….:(
        saya juga sudah mencoba membuka reksa dana, kalau yang unit link saya belum terima reportnya karena belum setahun…nanti saya mau bandingkan hasilnya bila repornya datang,,,,

        sekali lagi terima kasih pak atas atensinya….:)

  34. @ina, mungkin saya bisa sedikit komen,
    setahu saya, unit link itu asuransi+investasi(reksadana), jadi kayaknya ga mungkin kalo ada unitlink cuma ada asuransinya aja atau cuma investasinya saja. untuk lebih jelasnya ibu bisa teliti lagi polisnya.
    di tahun pertama saldo ibu kira-kira berapa dan tahun kelima berapa.

    Kalau saya setelah mempelajari polis saya dan laporannya, saya dijejali berbagai rider yang tidak saya perlukan dan UP yang kecil sekali. lalu saya memutuskan menutup UL saya dan beralih ke RD dan termlife insurance.
    investasi di unitlink menurut saya sebenarnya ga salah, it’s simple, praktis, namun dengan extra cost tentunya… (extra cost-nya gede banget tapinya, ga sebanding dengan ongkos jika kita inves sendiri)

    saya merasa untuk orang-orang yang sudah lebih terbuka informasinya mengenai investasi “kemungkinan besar” tidak akan mengambil UL, seperti yang pak flash tulis di atas, biaya UL itu besar sekali, dan “merugikan” nasabah. kenapa “merugikan” saya beri tanda kutip, karena memang investasinya berbuah di tahun-tahun berikutnya, tapi tidak seoptimal jika kita investasikan sendiri di (misalnya) RD. dan juga untuk asuransinya tidak memberikan UP yang cukup untuk nasabah.
    Agen seharusnya tahu mengenai hal tersebut, namun tetap saja yang dipasarkan agresif adalah UL.

    kalau saya jadi bu ina, saya akan tuutp UL saya, mumpung masih 5 tahun, (saya 2 tahun bu) kemunkginan besar uangnya ga ada yang balik deh,tapi biarin aja daripada ibu tiap tahun bayar 3,5 tapi ga optimal perkembangan investasinya.
    kemudian uang yang ibu sebelumnya alokasikan untuk premi, ibu tempatkan di RD atau LM. sekarang sangat mudah membeli RD, ibu tinggal ke bank commonwealth, mandiri, niaga, atau ke perusahaan sekuritas penjual, pasti langsung dilayani. mau beli LM, ibu tinggal ke toko emas atau antam.
    langkah selanjutnya hubungi beberapa insurance company yang ibu percaya, adakan saja beauty contest untuk term life (btw, knp ga bapak saja bu yang ambil term life? tapi kalau ibu adalah pencari nafkah, wajib asuransi). UP-nya ibu ambil yang bisa mencukupi kebutuhan bulanan selama bertahun-tahun jika UP-nya ditaruh di sebuah instrumen investasi.

    well, terserah masing-masing orang untuk berpendapat.
    nice to share with u all…..

    • Boleh komentar dikit?

      Biasanya saran yang optimal bagi yang menyesal telah ikut unit link di atas 2 tahun janganlah ditutup, karena kita tinggal membayar biaya asuransinya yang sudah jauh lebih kecil daripada biaya akusisi yang sudah dikenakan. Jadi pada saat ini giliran investasinya yang akan berkembang optimal. Sayang kalau ditutup.

      Tapi pengecualian bagi yang sudah mendapatkan kartu kesehatan dan tetap menyesal ikut unit link (berikut kartunya), maka sebaiknya ditutup saja, karena biaya asuransi untuk kartu tersebut cukup besar untuk membuat nilai investasi anda di kemudian hari menjadi lamban/kecil.

      Semoga membantu.

    • iya pak, saya sudah teliti lagi polisnya, dan ternyata saya sepertinya dibohongi…
      saya memang belum melihat reportnya karena baru masuk Januari tahun ini, tapi dari cara agen membohongi saya saja itu sudah membuat saya tidak percaya apalagi saya mau teruskan, yah selagi belum sethn daripada saya buang2 uang buat hal yang nantinya tidak akan maksimal lebih baik saya invest ke RD.

      dari kantor saya sudah punya asuransi dan saya juga sudah memiliki asuransi pribadi lain untuk kesehatan dan kematian, jadi waktu saya ditawarkan UL dan agennya bilang bisa invest aja (maklum, belum ngerti investasi) saya sih oke2 aja…ternyata setelah saya gali informasi, hal tersebut tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

      Terima kasih pak atas sarannya,,,

  35. Anda ingin memahami Unit Link, dan tidak mengalami kerugian dalam “berinvestasi” Unit Link.?

    Jangan memutuskan membeli Unit Link dahulu, dan Tunda untuk membatalkan/menutup polis Unit Link Anda.

    SHARING UNIT LINK – 10 September 2011
    Membuka seluk beluk dan “sisi hitam” Unit Link,
    yang selayaknya diketahui oleh setiap Nasabah!
    1. Mengapa Unit Link menjadi primadona & merajai “dagangan”
    perusahaan asuransi jiwa dan setiap pedagang?
    2. Mengapa “hanya sedikit” Nasabah yang mampu
    dipuaskan oleh Unit Link?
    3. Mengapa Reksa Dana + Asuransi Murni lebih tangguh
    daripada si “LING LING”?
    4. Bagaimana keluar dari “kemelut” Unit Link?

    5. Membuka rekening REKSA DANA semudah membuka
    Tahapan BCA, tidak rumit dan dana tidak besar,
    sangat sederhana dan mudah.
    6. Memilih Reksadana sebagai sarana investasi
    pengganti Unit Link.

    Temukan jawabannya di sini dengan menghadiri
    event ini.

    Informasi lebih lanjut:
    Barbara@MONEYnLOVE.com

  36. Anda ingin memahami Unit Link, dan tidak mengalami kerugian dalam “berinvestasi” Unit Link.?. Jangan memutuskan membeli Unit Link dahulu, dan Tunda untuk membatalkan/menutup polis Unit Link Anda.

    SHARING UNIT LINK – 10 September 2011
    Membuka seluk beluk dan “sisi hitam” Unit Link,
    yang selayaknya diketahui oleh setiap Nasabah!
    1. Mengapa Unit Link menjadi primadona & merajai “dagangan”
    perusahaan asuransi jiwa dan setiap pedagang?
    2. Mengapa “hanya sedikit” Nasabah yang mampu
    dipuaskan oleh Unit Link?
    3. Mengapa Reksa Dana + Asuransi Murni lebih tangguh
    daripada si “LING LING”?
    4. Bagaimana keluar dari “kemelut” Unit Link?
    5. Membuka rekening REKSA DANA semudah membuka
    Tahapan BCA, tidak rumit dan dana tidak besar,
    sangat sederhana dan mudah.
    6. Memilih Reksadana sebagai sarana investasi
    pengganti Unit Link.

    Temukan jawabannya di sini dengan menghadiri
    event ini.

    Informasi lebih lanjut:
    Barbara@MONEYnLOVE.com

  37. Hello,

    Sharing Pengalaman saya sebagai nasabah Unit Link…..

    Saya membayar tiap bulan 2 juta per bulan di unit link. 1 juta untuk asuransi dan 1 juta untuk investasi…..

    1). Memang benar, untuk yg asuransi Unit link pertanggungan sampai umur 99 tahun, namun setelah berpikir, tidaklah perlu saya di asuransikan sampai umur 99 tahun..
    Cukup sampai umur anak saya sudah menikah/mandiri di umur 31 tahun…..
    Jadi, saya cukup ambil yg Term Life untuk 20 tahun. Saat itu anak saya sudah berumur 31 tahun. Nanti di umur 31 tahun, saya suruh anak saya ngambil Asuransi yg bisa mengcover kebutuhan anak saya sendiri.

    - Premi 7.8 juta per tahun Term Life (karena saya merokok, Rp. 650 ribu per bulan), UP nya 1.5 milyar.
    - Di unit link, Premi Asuransi 1 juta perbulan (12 juta per tahun), UP nya 270 juta kematian dan 200 juta kecelakaan. Jadi kalau meninggal karena kecelakaan UP nya Rp. 470 juta. Kalau meninggal bukan karena kecelakaan UP nya Rp. 270 juta.

    Kalau saya meninggal esok hari bukan karena kecelakaan, Ahli waris saya mendapatkan Rp. 1.5 milyar. Kalau pakai unit link, cuman Rp. 270. juta + nilai investasi….

    Kalau term life, setelah 20 tahun kontrak habis, uang yg disetor Rp. 7.8 juta per tahun akan hilang. Uang Pertanggungan nya tidak bisa dinikmati…Namun saya sadar, itulah biaya asuransi saya….

    Kalau unit link, karena di cover sampai umur 99 tahun, dan rata rata orang Indonesia hidupnya kurang dari 99 tahun, nilai Uang Pertanggungan + investasi masih bisa dinikmati keluarga yg di tinggalkan….

    2). Untuk bagian yg investasi, 1 juta per bulan yg saya keluarkan di unit link, saya rencanakan untuk nyicil emas di pegadaian.
    Kalau tetap di murahkan rejeki dan sanggup membeli emas per bulan 1 juta rupiah secara terus menerus, saya optimis, setelah 20 tahun (saat Term Life kontrak habis), saya bisa hidup dgn investasi emas saya.

    3). Jadi saya masih punya sisa Rp. 350 ribu, yg kemungkinan bisa saya gunakan untuk reksadana…..
    Kalau tetap di murahkan rejeki dan sanggup membeli reksadana per bulan Rp. 350 ribu rupiah secara terus menerus, saya optimis, setelah 20 tahun (saat Term Life kontrak habis), saya bisa menambah biaya hidup yg di nomer 2..

    Jadi memang tergantung masing masing keperluan…
    Pilihan ada di masing masing nasabah……

    Salam..

    yuki

    • Akhirnya Unit Link nya saya Tutup….

    • lha kalo setelah masuk 21 tahun meninggal, gimana?
      Kalo aku tetep ambil unit link, dgn up yg sama (=1,5M) di termlife ditambah asuransi kecelakaan = 1M, Penyakit kritis = 1M, Cacat Total = 1M, dan Pembebabasan Premi jk kita dpt Penyk. kritis dan atau cacat total. Memang mahal tapi kita ambil cuti di tahun ke 10 dulu. Kita bisa tenang sampai kontrak umur kita dgn Tuhan habis. Lepas di tahun ke 21 bila meninggal keluarga dpt manfaat 1,5M plus saldo yg ada di rekening kita. Saaya tdk kehilangan uang saya tetap bisa bertambah, tdk usah mikir reksadana yg harus mbayar sama konsultan macam pak Fredy Pelor(=repot). Kalau anda kehilangan uang Rp 156 juta. Masuk tahun ke 21 sampeyan meninggal duaaar ….keluarga tangisan hongkong. Terima kasih

  38. Belum lama ini saya membeli unit link. Tapi menurut saya manfaatnya cukup besar kok. Bayar 500 ribu per bulan, manfaat yg didapat:
    1. Jika meninggal: 450 juta
    2. Jika kecelakaan: 450 juta
    3. Jika sakit kritis: 400 juta
    4. Payor benefit.
    Plus nilai investasi.
    Sharing ttg unit link tsb sy muat di blog sy:
    http://bermenschool.wordpress.com/2011/10/17/6-alasan-membeli-unit-link-plus-3-catatan/
    Semoga bermanfaat

    • Semoga apa yang saudara Asep Sofyan tulis dalam blognya bisa menjadi masukan bagi yang akan mengambil Unit Link. Tentu kita harus menyadari betul kekurangan dan kelebihan dari suatu produk yang akan kita ambil. Baik Unit Link ataupun asuransi murni + investasi secara terpisah, memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. Saya rasa, apa yang sudah ditulis oleh saudara Asep Sofyan cukup objektif untuk memahami apa itu Unit Link.

      • Terima kasih Pak Sekedar Info (yg sesuai ejaan: Sekadar Info) :))

        Blog bapak ini bagus sekali, rank alexanya di bawah 1 juta (955.523). Punya saya saja masih 1.770.723 (lebih kecil makin bagus). Tulisannya bagus2. Traffiknya rame lagi. Mantap.

    • Ya trima kasih, emang sepertinya Unitlink Allianz lebih baik, karena saya ditawari agen2 yg lain sepertinya tdk bisa spt Allianz

  39. Salam,
    O ya ada perubahan dalam tulisan saya tsb, dari 6 alasan menjadi 9 alasan. http://bermenschool.wordpress.com/2011/10/27/9-alasan-membeli-unit-link-3-catatan/
    Ada pula tulisan saya ttg perbandingan unit link dan term life: http://bermenschool.wordpress.com/2011/10/26/unit-link-dan-term-life-dalam-perbandingan/
    Semoga bermanfaat.
    Salam damai.

  40. Kalo niatnya mo asuransi.. ya carilah asuransi murni.
    kalo niatnya mo cari untung via investasi.. ya carilah produk investasi yg potensial.. tapi jangan UNIT LINK.

  41. Simplenya gini..

    Kalo niatnya mo asuransi.. ya carilah asuransi murni..yg term-life misalnya.
    kalo niatnya mo cari untung via investasi.. ya carilah produk investasi yg potensial.. tapi jangan UNIT LINK.

  42. Cuma bisa ketawa aja nih lihat tulisan2 mbak ligwina…… Isinya cuma alasan bagaimana menjadi orang tua yg egois…… ” Umur 55 tahun harusnya sudah siap dengan dana pensiun dong. Jadi gak perlu lagi asuransi jiwa. Kalau pun belum punya dana pensiun, anak-anak harusnya sudah besar-besar. They should take care of themselves, gak perlu lagi nilai tunai atau Uang Pertanggungan asuransi jiwa dari kami.”

    ” (FYI periksa performance MI di unitlink dan reksadana. Harusnya dalam 3 tahun terakhir equity fund dari unitlink dan reksadana dapat menghasilkan return > 40% per tahun. Jadi kalau ada MI yang equity fund nya di tahun 2005 hanya menghasilkan 14%…. tanya kenapa! Yang bener aja, diputerin ke mana tuh uangnya, ngaku aja equity fund, jangan-jangan isinya bukan saham. Gawat gak tuh?) ” Ini bisa di cek di http://www.prudential.co.id

    Temen2….. Jgn terlalu egois memikirkan diri sendiri….. Tanya sama nasabah kami yg sdh merasakan manfaat dr perlindungan kami…. Bagaimana mereka ungkapkan kebahagiaan mereka atas perlindungan dr kami…..

    Untuk semua agen asuransi jiwa unit link….. Tetap semangat….. Jgn pikirkan tulisan seorang perencana keuangan yg hanya menjelek2an hal yg baik….. Tetap semangat melindungi keluarga, teman, sahabat, rekan2….. Dan seluruh keluarga indonesia…… ^_^

    Salam,
    Haryo Widyasto
    Seorang agen asuransi jiwa unit link

    • Kpd Yth Ibu Ligwina dan Bpk Freddy,
      saya jadi makin terbuka dengan tulisan2 anda… Kalo saya tertarik utk konsultasi lbh jauh, terutama utk menyusun perencanaan keuangan keluarga kami, utk dana pensiun,, dana pendidikan anak, juga warisan dan kesehatan krn kebetulan dr kantor cuma dpt sedikit. FYI, besar pendapatan keluarga kami perbulan berdua kira2 Rp. 15juta, masih punya cicilan kendaraan, cicilan kebutuhan RT (elektronik dll), dan cicilan rumah.
      Kira2 kalo kami tjd sesuatu dg kritis, bagaimana cara kami agar segala kebutuhan tersebut ttp terbayar/terpenuhi hingga akhir cicilan dan kebutuhan sehari2 rumah tangga stabil? Jika hrs investasi reksadana berarti modal kami harus berapa mengingat penghasialan kami masih terbatas, mengingat juga bahwa kebutuhan rutin kami tinggi.
      Jika kami mau mendapatkan konsultasi kira2 berapa fee yg biasa Bpk Freddy dan Ibu Wina kenakan ke klien? Dari besarnya portofolio keuangannya yg ingin kami atur, atau dr total hasil investasi kami? Kena biaya sekali ketemuan utk keseluruhan keputusan yg akhirnya kami ambil, atau setiap kali pertemuan?
      Apa fee tsb jika ditotal (consultan fee, admin asuransi, biaya asuransi, fee investasi) jauh lebih murah dibanding biaya komisi agen dan investasi unitlink ? Mengingat lagi keterbatasan dana keluarga kami.
      Dan dari sisi kesibukan kami, jika terjadi sesuatu dg kami, lebih menguntungkan jika kami punya agen yg melayani ataukah harus kami urus sendiri ke customer service perusahaan tempat investasi atau asuransi murni yg kami ambil nanti?
      Jika dg agen asuransi unitlink, kami bisa dibantu, sebetulnya apakah itu bs disebut menguntungkan dari sisi efisiensi waktu kami?
      Demikian pertanyaan-pertanyaan saya , Mohon kesediaan tanggapan dari Bpk Freddy dan Ibu Wina.

    • salam pak Haryo
      kebetulan saya juga seorang Bancassurance Specialist di Perusahaan asuransi anak perusahaan Bank BUMN.
      kebetulan keluarga saya berlatar belakang asuransi. ayah saya pensiunan Perusahaan Asuransi BUMN dan kakak saya seorang agen general asuransi perusahaan Korea Selatan. jadi saya sering bertukar pikiran soal asuransi

      disini banyak yang tidak paham soal detail dari Unit Link. terutama soal premi dan manfaat dari unit link.
      Unit Link secara garis besar adalah gabungan dari Asuransi + Investasi pada satu pengelola sekaligus, dimana waktu, pikiran, tenaga akan lebih sedikit terbuang untuk memikirkan Asuransi dan Investasi di tempat terpisah. jadi tidak perlu ribet kesana-kemari untuk mengurus rencana masa depan hingga yang bikin tidur bisa tambah nyenyak.

      Manfaat dari Unit Link
      1. Manfaat Kematian
      Apabila Tertanggung meninggal dunia dalam Masa Asuransi, ahli waris mendapat Uang Pertanggungan (santunan) + Nilai Investasi.
      dimana pada unit link Masa Perlindungani bisa mengcover hingga 80 – 100 tahun usia tertanggung. tanpa membayar biaya asuransi. (penjelasan lebih lanjut di premi)

      2. Manfaat Hidup
      - apabila Tertanggung sampai dengan Masa Asuransi maka akan dibayarkan Nilai Investasi
      - Memaksimalkan Pengembangan Dana Nasabah Sesuai dengan Pilihan Nasabah ada Fixed Income,BalanceFund, Equity Fund
      - seperti reksadana mempunyai fitur Switching (menukar produk investasi) dan Withdrawal (menarik dana), Top up (penambahan)
      -Investasi dikelola oleh Manager Investasi yang handal dan terpercaya, jika MI tidak handal dalam penanganannya akan segera dicopot dan diganti.

      pada unit link premi terbagi 3:
      1. Premi Dasar
      Premi Dasar disini adalah untuk menentukan besar nya Uang Pertanggungan. di Premi Dasar inilah terdapat biaya Asuransi untuk menutupi masa perlindungan nasabah. namun perlu diketahui secara garis besar, bahwa untuk Masa Perlindungan hingga usia 100th biaya asuransi yang dikenakan hanya berkisar 150%-200% dari Premi Dasar Tahunan yang dibagi menjadi beberapa tahun, seperti di Unit Link di perusahaan saya tahun ke 1 75%, tahun ke 2 50%, tahun ke 3 25%. tahun ke 4 dst 0%, sedangkan sisa nya dari dimasukan ke dalam kolam Investasi. dibanding dengan murni term life Insurance yang premi nya selalu naik setiap tahun nya, karena unsur resiko semakin bertambah seiring dengan usia tertanggung nya tanpa ada nilai tunai (pengembalin premi)

      2. Premi Top Up Berkala
      Premi ini murni masuk ke kolam investasi secara langsung sekaligus.

      3. Premi Rider (manfaat tambahan)
      Premi ini muncul bila nasabah menambahkan manfaat. adapun macam rider: pembayaran rider ini adalah rutin dan bersifat tanpa ada nilai tunai (hangus)
      -. HEALTH rider, dimana tertanggung diproteksi dari kerugian finansial akibat sakit yang diderita mengharuskan rawat Inap, ICU/ICCU, bahkan Operasi. masing2 mempunyai manfaat santunan yang berbeda besarannya
      - Term rider, nah disini produk asuransi tradisional yang sudah dikenal. jadi rider ini memberi manfaat tambahan uang pertanggungan,
      - Personal Accident, memberikan manfaat santunan bila tertanggung meninggal dunia, catat tetap total, dan cacat tetap sebagian akibat dari kecelakaan. semua individu mempunyai resiko kecelakaan, saya saja sudah 3x kecelakaan bermotor. tapi Alhamdulillah masih disayang sama Allah.
      - Critical Illness, memberikan manfaat tambahan Uang Pertanggungan jika tertanggung menderita salah satu penyakit kritis
      -Waiver, Memberikan manfaat pembebasan pembayaran premi apabila tertanggung mengalami cacat tetap total

      Biaya2 unit link:
      1. Administrasi
      jumlah nya beragam setiap perusahaan mulai Rp.15.000 – Rp. 27.500
      2. Manajemen Fee
      dikenakan setiap tahun nya sebesar 1%- 1,5%
      3. Biaya asuransi
      besar nya bergantung dari besar nya Uang Pertanggungan. dimana pengambilan biaya ini dari Premi Dasar namun hanya 150%-200% dari premi tahunan
      4. Biaya Alokasi
      biaya ini dikenakan pada setiap penambahan jumlah investasi (top up) besarannya sekitar 2% – 2,5% / transaksi
      5. Biaya Penarikan
      memang ada biaya berkisar 5%- 2% / transaksi
      6. Biaya Top sekaligus
      jumlah nya beragam rp.50.000 – rp. 75.000 / transaksi

      jadi Unit Link itu sangat cocok yang mempunyai kesibukan tingkat tinggi namun menginginkan perencanaan yang pasti di masa depan.
      seperti contoh seorang wiraswasta yang sangat sibuk mengurusi toko nya, namun menginginkan kepastian kesejahteraan anak2 nya. dengan unit link kesejahteraan anak2 nya dapat terwujud meskipun wiraswastawan tersebut sakit2an dan bahkan hingga tutup usia sebelum hari tua

      jika anda seorang yang banyak waktu luang, money oriented, profit taker saya sarankan untuk membeli reksadana secara langsung, tapi jangan lupa untuk membeli term asuransi yang harganya semakin mahal seiring dengan bertambah usia dan tabungan untuk biaya sakit

      Jika anda seorang yang suka sangat sibuk dan ingin memiliki kepastian rencana di masa depan hingga dapat tidur dengan nyenyak saya sarankan segera datang bertemu dengan Bancassurance yang sudah dididik dengan baik untuk membuat solusi perencaanan masa depan anda.

      Be Wise, dont judge the book form the cover. please read all the text inside
      Regrds
      Dyka
      Bancassurance Specialist
      bas_2708_blife@yahoo.co.id

  43. Begini memang kalo menulis ga pake sopan santun..seandainya ditulis dengan bahasa yang tidak provokatif dan emosional, mungkin pembaca bisa lebih memaklumi dan memahami..ini udah bahasanya kayak orang ngajak berantem, isi tulisannya juga ga komprehensif..hadooh..

  44. Sekedar sharing..kalo memang cuma ingin di proteksi selama waktu tertentu, di UL juga bisa dapat UP 1 miliar hanya dengan premi 4juta pertahun. malah masa proteksinya lebih lama daripada TL.
    Misalnya usia tertanggung 30 tahun. Cuma bayar 4juta pertahun selama 10 tahun, proteksi 1 miliar bisa tetap jalan sampai usia 55 Tahun. ini lebih menguntungkan daripada TL, bayar 10 tahun proteksinya cuma 10 tahun, apalagi tidak guaranteed renewability ketika masa proteksinya habis.
    uang kita hangus, proteksi ga bisa diperpanjang. Yang ini bukan cuma rugi, tapi celaka.

  45. @Bu DIka,
    tulisan anda
    …………Manfaat dari Unit Link
    1. Manfaat Kematian
    Apabila Tertanggung meninggal dunia dalam Masa Asuransi, ahli waris mendapat Uang Pertanggungan (santunan) + Nilai Investasi.
    dimana pada unit link Masa Perlindungani bisa mengcover hingga 80 – 100 tahun usia tertanggung. tanpa membayar biaya asuransi (penjelasan lebih lanjut di premi) …………

    itu yang sering tidak dijelaskan dengan transaparan pleh para agen, ngomongnya tanpa membayar biaya asuransi… padahal nanti dipotong dari hasil investasi (seandainya masih cukup kan??)

    apakah ada bu asuransi yang gratis?? menurut saya itu semua trik marketing saja dimana biayanya dimasukkan ke dalam komponen lain (namanya juga usaha ya? :) fine-fine aja lah

    kalaupun katanya penjelasan lebih lanjut di premi, apakah nasabah anda sudah membacanya dengan jelas, sudahkah anda memberikan waktu kepada nasabah membaca dengan tenang, sudahkah anda menyarankan nasalah membaca baik-baik? termasuk asumsi-asumsi yang biasanya dicetak kecil di bawah halaman?

    sudahkah anda jelaskan kalau biaya asuransi setelah nasabah tidak membayar premi, maka biaya asuransinya akan dipotong dari hasil investasinya?? atau anda serahkan nasib nasabah kepada penjelasan di polis saja? iya kalo dibaca bu…

    saya bersyukur kalau dalam memberikan penjelasan kepada nasabah dilaukan secara jelas, tranparan,dan jujur…

    @saudara ampuni, komentar anda mungkin mencerminkan diri anda sendiri :) piss..

    @chacings,
    ……di UL juga bisa dapat UP 1 miliar hanya dengan premi 4juta pertahun. malah masa proteksinya lebih lama daripada TL.
    Misalnya usia tertanggung 30 tahun. Cuma bayar 4juta pertahun selama 10 tahun, proteksi 1 miliar bisa tetap jalan sampai usia 55 Tahun. ini lebih menguntungkan daripada TL, bayar 10 tahun proteksinya cuma 10 tahun, apalagi tidak guaranteed renewability ketika masa proteksinya habis.
    uang kita hangus, proteksi ga bisa diperpanjang. Yang ini bukan cuma rugi, tapi celaka……

    penjelasan anda kurang lengkap,
    setelah nasabah UL tidak membayar (mulai tahun 11) itu katanya ga bayar premi lagi ya?? :) gitu ya? apa ga dipotong dari hasil investasinya pak? coba dicek..
    dari pada nanti dapet surat pemberitahuan polis non aktif karena dana tidak mencukupi pemotongannya… :)

    saya pakai TL, usia 31 tahun, proteksi 1 M selama 20 tahun, premi 3 juta pertahun,
    uang hangus?? sama aja deh dengan UL karena untuk asuransinya juga dibpotong dari hasil investasi… angus deh hasil investasi buat bayar asuransi.
    dan uang hangus untuk asuransi menurut sayaga celaka kok.. :)

  46. @Solo
    Benar pak..biaya asuransi akan tetap dipotong dari nilai tunai sampai sekitar usia 79 tahun (tergantung usia dan kelas pekerjaan tertanggung). Tapi kalau dengan premi 4 juta/tahun seperti yang saya jelaskan tadi, pasti cukup untuk menutupi biaya asuransi..malah sisanya bisa berkembang. Karena setelah tahun ke 6 4juta dari premi yang dibayar semua masuk ke nilai tunai. kecuali kalau investasinya rugi/ minus. Tapi ini sangat jarang terjadi..coba anda cek berapa perkembangan investasi tahunan di asuransi yang menjual unit link..rata2 sejak diluncurkan di atas 15%..bahkan ada yang sampai 100% (tahun 2009). yang banyak minus hanya di tahun 2008 karena memang krisis global.
    Yang saya maksud celaka bukan karena hangus uangnya, tapi karena ketika masa kontrak berakhir otomatis kita tidak terproteksi.
    mohon dikoreksi kalau ada yang salah. terimakasih.

  47. numpang, comment.
    menurut kami orang katrok, sebaiknya kita melihat trik dan cara agen mem-prospek nasabah itu semua fine2 aja. masalahnya mereka agen berusaha, pokokya dapat close polis… and closed target. itu aja… and next up to client, how to respect about his deals insurance…. if active may get right result with his premi payment under garranting.. if non active so look from first think lost garranting, so all payment premi full hold by insurance company, so agen get earning from canceled polis …
    yaa anggap sodaqoh aja buat agen… yg lg cari penghasilan … dengan sedikit menyembunyikan hal yg tak sempat dibaca oleh nasabah… karena ada pepatah,

    “BAGIKANLAH SEBAGAIAN REJEKI KAMU UNTUK ORANG LAIN, KARENA DI DALAM REJEKIMU ITU ADA SEBAGIAN HAKNYA ORANG MISKIN”

    supaya kita semua tidak terbebani dengan unsur penipuan dari penyaji polis… soalnya kalo sampai nasabah tahu semua isi pasalnya, pihak agen takut tidak mendapatkan profit yg ditargetkan oleh managemen dan takut dilaporkan ke pihak berwajib dengan dakwaan menggelapkan / menutupi kekurangan/cacat produk …
    shg undang-undang perlindungan konsumen akan masuk dalam transaksi yg besar kemungkinan Closed….

    MAAF, KALAU SALAH TULIS DAN TERLALU SOK TAHU…

    TRIA KASIH ALL….

    • @SOLO @CHACINGS @KATROK

      Senang mengetahui sudah banyak orang yang paham akan produk asuransi yang sesungguhnya termasuk “UL”.

      Semoga nasabah dapat memperoleh jasa dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga mereka dapat mencapai kehidupan masa depan cemerlang.

      Salam,
      Freddy Pieloor

  48. Ini yg komen kebanyakan agen2 unitlink yah?

    Saya org awam yg mau belajar belajar dan belajar.. Saya tau keunggulan unit link serta kelemahannya… Utk profile saya, saya dan keluarga tidak milih unitlink…kami mengelola investasi kami sendiri…and we are happy..

    • Dear Bu Laura,

      Pilihan yang tepat.
      Asuransi dan Investasi memang berbeda tujuan dan cara pengelolaannya, sehingga harus dipisah.

      Selamat Anda telah melalui “Jalan Yang Benar”.

      Salam,
      Freddy Pieloor

  49. Dear Freddy Pieloor

    Bagaimana dengan asuransi traditional yang notabene rata2 anak perusahaan BUMN ?
    Kalo gak salah yang pernah saya dengar dari salah satu agen asuransi jiwa yang saya temui, perusahaannya menginvestasikan bukan di saham atau reksadana yang banyak fee segala macem. Tapi diinvestasikan ke surat obligasi dll. (gitu pak Freddy)

    Apakah asuransi traditional itu cocok untuk saya mengasuransikan diri saya dan saya pun ikut berinvestasi didalamnya , ya walaupun klo saya lihat gak terlalu besar hasil investasinya, tetapi yang membuat saya yakin mereka bilang kalo nilai tunai yang ada diilustrasi dan nanti di polis saya misalnya saya jadi beli itu pasti , bukan asumsi yang ada di Unit Link ??? Karena teman saya pun sudah ada yang dirugikan dengan Unit Link saat unit nya turun.

    Mohon Pencerahannya, Mr. Freddy Pieloor

  50. REKSADANA BUKAN PILIHAN INVESTASI TERBAIK

    BERAPA KEUNTUNGAN INVESTASI DI REKSADANA?
    Saat saya mencoba googling pertanyaan diatas di google ternyata saya tidak mendapatkan jawaban pasti. berikut beberapa jawaban terbaik dari yahoo! answer:

    Jawaban Terbaik – Dipilih oleh Suara Terbanyak

    “anda yg setor uang
    kalo untung dikongsi sama broker
    kalo rugi anda yg tanggung semuanya,broker tetap aman.

    ibaratkan anda meminjami saya 100 jt utk berbisnis
    kalo saya berhasil .uang menjadi 140 jt
    saya akan potong komisi .jd cuma setor anda 130 jt

    tapi kalo bisnis yg saya kelola akhirnya bangkrut
    uang yg mungkin dikembalikan pd anda cuma tinggal 20 jt saja,dan anda tak dapat menuntut saya”.

    Tidak ada yang pasti di masa depan, saya sendiri seorang trader. tahukah anda bagaimana dahsyatnya perjuangan para trader untuk membuat prediksi yang benar dan profit? susahnya harga ditebak, susahnya market diprediksi. walhasil main saham – oleh seorang expert sekalipun tetap berpeluang rugi. meskipun tidak jarang market saham memberikan keuntungan yang menggiurkan dan itu tidak tetap. karena harga bisa kemana aja, bisa terbang bisa jatuh tanpa dasar.

    Lalu apa solusinya?

    bermainlah saham di perusahaan yang mau memberikan garansi hidup (garansi income, garansi jiwa, dan garansi kesehatan) tidak perduli anda untung atau rugi. dimana? di PRUDENTIAL semua impian anda akan menjadi kenyataan. anda dapat profit investasi saham, obligasi, sun, dll berkisar 15%/tahun plus-plus-plus….
    —> gratis rawat inap sampai 75 tahun
    —> meninggal dunia dapat uang pertanggungan ratusan juta
    —> income anda digaransi jika terjadi hal-hal buruk plus bebas premi
    —> cash ratusan juta saat anda divonis terkena penyakit kritis

    Buat yg mau Buka unit link area bintaro dan sekitarnya, silahkan berkunjung ke :

    http://prudentialbintaro.wordpress.com

    Salam MDRT

  51. informasi term life insurance susah carinya. ada yg bisa bantu ? apa benar seperti ditulis bahwa pertanggungan 1M cuma butuh premi 4jt per tahun ?

    • bisa saja,tergantung umur, yuk mari saya bantu ilustrasi perhitungannya kalau mau :)

    • tergantung umur, merokok/tidak, jenis pekerjaan. saya kebetulan waktu umur 31, non smoking, kerja kantor biasa, 1M, 3 juta per tahun

      • Hari gini masih bilang unit link mahal? Usia berikutnya 35 tahun, tidak merokok, pekerjaan di dalam ruangan premi 310.417 per bulan atau 3.725.000 per tahun untuk UP 750 juta sampai usia 55 tahun. Bisa bayar sampai 7 atau 10 tahun saja untuk rata-rata kinerja investasi 13 persen (kinerja yang masuk akal).

        Saya menemukan termlife harus bayar 3.645.000 per tahun untuk UP 750 juta masa pertanggungan 20 tahun. Tidak ada kemungkinan membayar kurang dari 20 tahun.

        Sekarang silahkan bandingkan apakah unit link tidak bisa bersaing?

  52. I have been exploring for a little bit for any high quality
    articles or weblog posts on this sort of house . Exploring in
    Yahoo I eventually stumbled upon this site.

    Studying this info So i’m glad to convey that I’ve an incredibly excellent uncanny feeling I
    discovered just what I needed. I so much surely will make sure to don?
    t overlook this site and provides it a glance on a constant basis.

  53. Fastidious respond in return of this query with real arguments
    and telling the whole thing about that.

  54. This design is wicked! You definitely know how to keep a reader entertained.
    Between your wit and your videos, I was almost moved to start my
    own blog (well, almost…HaHa!) Wonderful job. I really loved what
    you had to say, and more than that, how you presented it.
    Too cool!

  55. Your style is very unique compared to other people I’ve read stuff from. Thank you for posting when you have the opportunity, Guess I’ll just bookmark this blog.

  56. Hi there, You have done a great job. I’ll definitely digg it and personally suggest to my friends. I’m
    confident they will be benefited from this site.

  57. Hello very nice blog!! Man .. Beautiful .

    . Amazing .. I will bookmark your blog and take
    the feeds also? I’m satisfied to seek out so many useful info right here within the put up, we want work out extra strategies in this regard, thanks for sharing. . . . . .

  58. Hi there it’s me, I am also visiting this site on a regular basis, this web page is actually nice and the people are actually sharing nice thoughts.

  59. I love looking through your site. Thank you!

  60. If you trying to find for a brand-new insurance quote for your car then you’ve come to the right place.
    Within secondshours|minutes you can acknowledge and purchase vehicle insurance which is tailored to the
    cover you want, by simply filling in one easy form – it could be up to AUD$300

    Car insurance is insurance purchased for cars, trucks,
    motorcycles, and other road vehicles. Its primary use is to provide financing
    guard against physical damages and/or bodily impact as a result from traffic crashes and against liability that could also arise therefrom.
    The specific terms of Vehicle insurance vary with local
    justice systems in each area. To a lesser degree Vehicle insurance may additionally offer financial solace against theft of the car and possibly damage to the
    car, sustained from things other than traffic crashes.

    THE price of Vehicle insurance has for years been the scourge of the average motorist.
    But in recent days a aura of fairness has crept into the
    equation as reforms happens.

    Depending on the federal rules, the insurance premium
    can be either mandated by the federal or determined by the insurance body, in accordance with a
    frame of regulations set by the government.

    Great customers usually have to bear the cost of fraud, according
    to statistics released by the Association of Italian
    Insurers on average, a shocking AUD$294 of each yearly mobil insurance premium goes towards the cost of insurance
    fraud. That’s SIN$294 of your premium.

    Where we uncover evidence of fraud we will declare the policy void from the time the fraudulent act took place. This means we will treat the policy as never having been in force and may result that you are not covered in the event of a claim.

    We will also share our data for fraud prevention purposes and this will include wider financial services industry, such as banks and building societies. We don’t believe
    in allowing insurance fraudsters to hide and continue
    their dishonest activities.

  61. Para financial planner tidak memperhitungkan resiko.mikirnya untung melulu.Gak mikir apa kalau ambil term life, pas selesai kontrak kena operasi pasang ring.Mana ada tuh asuransi yang mau terima lagi, padahal clien masih perlu asuransi.

  62. eh emang pada gak tau ada riders early stage crisis cover… itu baru gejala awal sakit kritis saja up dah turun,

    “Dalam unitlink ada waiver dan rider yang sangat berguna lho Mbak. Jadi kalau ada apa-apa dan tidak dapat membayarkan premi nya lagi, perusahan asuransi akan melanjutkan investasinya. Jadi di tahun ke 13, uang sekolah S1 nya dapat tetap tercapai.

    UP asuransi jiwa kami sudah sangat memadai. Jadi kalau ada apa-apa, justru UP ini yang harusnya langsung keluar, gak usah nunggu 13 tahun lagi dan kami investasikan kembali sekarang. (Money today is worth more than money 13 years from now!) Target dana S1 anak saya 13 tahun lagi Rp 1,5 M, kalau UP nya 4M artinya didepositokan juga sudah cukup.”

    di unit link terjadi resiko atau tidak, saver tetap ada dan bisa dipakai untuk apa saja. kalau hanya mengandalkan UP apa mau nunggu pindah dunia dulu???

  63. memang baik tdk beli unit link, dan lebih baik kita beli asuransi full proteksi, namun jangan beli unit link tidak sesuai dengan katanya bagi sebagian kalangan,krn drpd investasi di reksadana yg tidak ada proteksi, dan proses pengembangannya harus kita pelajari dr awal lagi,itu butuh waktu dan jatuh bangun, kl diunit link kita sdh dikelola oleh pakar pakar investasi bukan sperti fredy pielor.dan kita bs berbagi risk dan tidak butuh dana besar

  64. kalau baca diWeb untuk main reksadana ada 4 komponen biaya:
    1. bid to over spread yang selisihnya 5%
    2. biaya manajemen
    3. biaya bank kustodian
    4. Pajak

    prinsip yang sama terjadi pada unitlink pada sisi investasi. krn itu pada dasarnya reksadana juga. hanya pembahasaannya lain. selisih harga jual dan beli itu di UL disebut biaya topup. biaya manajemen dipotong tahunan besarnya 1-2%, sementara bank kustodian larinya pada biaya administrasi.
    pembebanan biaya2 diawal yang besar memang memiliki tujuan sendiri:
    1. memotivasi agent mencari nasabah, sehingga spread risk menjadi makin lebar, krn salah satu prinsip asuransi adalah large partisipan, lesser risk.
    2. mendisiplinkan klien sehingga tak surrender ditengah jalan dan meminimalisir penggunaan asuransi sebagai sarana money laundering. strategi ini tepat dimasyarakat dimana penetrasi asuransi rendah.

    bagi mereka yang menghentikan UL ditengah jalan krn melihat return yang kecil dalam jangka pendek, kerugiannya justru lebih besar daripada mereka yang meneruskan. Laba kecil bukan berarti rugi. life term memang murah dan UPnya tinggi, namun mereka tidak multifungsi dan selfsustain. dalam proporsi premi yang tepat, UL memberi nilai tunai + UP memadai, rider kesehatan bisa seumur hidup dan bisa meninggalkan warisan bagi anak cucu.

    @freddy pieloor:
    mencari second opinion memang sebaiknya pada yang netral. namun pandangan anda nyata bias membela asuransi konvensional dan reksadana.
    i.e. biaya2 yang ada pada UL pada kenyataannya juga ada direksadana. namun anda tidak mendisclosenya.

  65. Jadi menurt anda prudential jg bkn solusi yg terbaik untk pembiayaan asuransi dan klaim nya jg gimana mhn penjelasan !

  66. Artikel dan komentar2xnya sangat memberi wawasan ke kami dalam menentukan pilihan produk unitlink, reksadana, dan/ asuransi jiwa. Salam

    • agak lucu yah liat komen2 dr yg bales,hampir semua yg ngebela UL itu agent2 nya,tp kalo misalnya ada nasabah yg komentar itu pun kayaknya agent yg berlagak jd nasabah.
      yg mau saya bilang adalah “apakah anda2 semua wahai agent penjual produk asuransi tidak merasa bersalah atas produk yg anda tawarkan ke calon nasabah,dengan tidak memberi tahu resiko,biaya yg akan hilang,dampak kerugian dr produk ini,investasi bntuk apakah yg ada dr produk anda,dan konsekuensi apakah yg akan calon nasabah terima tahun2 mendatang?” secara tidak sadar yg ngebuat jelek nama Produk Unit Link adalah anda2 sendiri.dg cuma mmberi tahu sekedarnya apa yg cuma nasabah perlu tau,dg tidak memikirkan hal lain selain komisi yg akan didapat,bahkan banyak saya temui dan dengar seorang agent asuransi dr perusahaan besar tdk bs dan kurang paham ttg makna asuransi trsbut.
      apa yg dijelaskan oleh om fredi itu cuma konsep “pisahkanlah investasi dg asuransi” kok kalian malah maki2 orang yg cuma share fakta? apa yg dijelaskan itu semua drtd adalah fakta.
      lalu untuk mslh reksadana,setau saya sampe sekarang reksadana itu instrumen invest yg blom trkena pajak untuk hasilnya,CMIIW.
      lalu kalo untuk masalah proteksi + invest saya sgt setuju hal ini bukan hal yg perlu digabung karna akan tdk mndapat hasil yg max dr sisi ke 2 nya. kenapa musti mendapat income kisaran 12-14% kalo bs mndapat hasil >28%? kenapa cuma mndapat UP ratusan juta kalo bs mndpat UP ber milyaran dg premi yg sama.setau saya lg ini bukannya rider di TL jg bs ditambahkan untuk kesehatan jika mau?

      saya cuma mau bilang tolong apa yg disampaikan orang dr sudut pandang brbeda di telaah dulu baru di balas,anda2 semua agent pnjual tidak menjawab pertanyaan hanya mempertahankan argument invalid yg belum menjawab pertanyaan apa2. please be wise. karna anda2lah yg bisa bikin produk ini dinilai bagus ato jelek di masy.tolong jgn cuma memikirkan komisi,jlan2 ke luar negeri,.tp tolong pikirkan nasabah yg tidak tau apa2 ttg produk anda dan harus brjuang untuk bayar premi /bulan.thx a lot :)

  67. pak Teguh, terimakasih ulasannya. Mohon diberi pencerahan, apa yg hrs sy lakukan dg UL saya
    dlm waktu UL 1,5 tahun, dg single premi 50 juta saldo sy terjun bebas ke kisaran 40 juta. Saya kaget sekali karena tdk pernah diberitahu agen akan terjadi penurunan yg sangat tajam, kl sy tanya ke bancassurance itu krn penurunan rupiah dan IHSG turun sehingga memperngaruhi harga unit. Apakah memang benar demikian atau mereka cuma cari2 alasan ya pak? mnrt sy kok krn karena tingginya biaya yg mereka kenakan pd UL. Memang yg sy rasakan sama skali tdk ada transparansi dlm pengelolaan dana sy, dan sy juga blm pernah bertemu atau membaca nasabah UL yg merasa diuntungkan, yg ada hanyalah kekecewaan krn dana tdk kunjung berkembang meskipun sdh memasuki thn ke 10 sekalipun. Saya jd ngeri …apakah hal demikian akan terjadi jg pd diri saya, mengingat penghasilan sy yg pas2an.
    Di awal sy berniat menaruh uang sy di deposito, tp sy digiring ke produk axa oleh customer service bank ****. Oleh agen dibilang bahwa uang sy sama aja dgn deposito tp ada tambahan proteksi & investasi dan di tahun pertama saja sy sdh untung (dgn diberi ilustrasi yg kemudian dijilid bersama buku polis saya. Saya sdh menekankan pd agen bahwa uang akan sy ambil setelah tahun pertama dan agen itu menjawab bahwa nggak masalah sy bs ambil setiap saat setelah tahun pertama. Begitulah saya disesatkan oleh agen sehingga saya salah membeli produk yg sangat merugikan karena apa yg dikatakan agen sangat bertolak belakang dg kenyataan yg saya alami.
    Setelah banyak membaca dgn browsing di internet….Sekarang sy makin yakin dan pasti akan menutup polis saya, tp sy ragu apakah sekarang waktu yg tepat mengingat harga unit sdg turun, sbnrnya sy sdh mebuat laporan pengaduan tertulis kepada pihak custome service tp tanggapannya sangat jauh dari memadai.
    saya mohon penjelasan dari pak Teguh, apakah yg hrs lakukan dg UL saya ini, sblmnya sy ucapkan terimakasih

  68. semua pada pintar, sebagian terlalu banyak kepentingan pribadi dalam koment disini , yang terpenting adalah kesadaran masyarakat indonesia tentang asuransi meningkat. walaupun unit link dibahas banyak negatif , tetapi kenyataanya sd akhir tahun 2013 produk Unit Link makin tinggi dan diterima masyarakat. Lihatlah segi positip dalam setiap hal, jangan terlalu banyak ditinjau segi negatif . FAKTA yang berbicara .

  69. maaf, saya mau tanya..
    walaupun saya tidak banyak bisa menyisihkan dana, tapi saya sangat open mind dengan investasi dan kesehatan keluarga saya walaupun sekarang ada program BPJS.
    tolong kepada teman-teman yang bisa memberikan saya saran, baik itu asuransi, unitlink,kesehatan,investasi atau apapun,asal jangan forex… tolong hubungi saya di email made.edy@gmail.com
    kemampuan saya hanya 6juta pertahun atau 500rb perbulan. anak saya tiga, istri saya satu… trims ya..

  70. maaf, jika ada yang menawarkan produk asuransi dll, mohon diinfo apakah ada representativ orang yang bisa handle di Bali? dan khususnya juga ada office di Bali, supaya mudah komunikasinya. trims ya….

  71. Setuju kalau unit link tidak cocok untuk investasi. Saat mau narik dana investasi di asuransi a****** prosesnya lamaaaaaaa sekali. Saya ngajukan tgl 15 Januari, tgl 11 Febuari belum cair. Ga tau kapan bakal cair. Email ke websitenya tanya progressnya juga ga dijawab.

  72. kok pelayanan axa mandiri super duper jeleknya ya….:(

  73. Ngomong-ngomong gimana dengan asuransi dari AIA, kemarin ada orang asuransi kerumah nawarin asuransi . mohon jawabannya

  74. Kemarin malam saya disamperin sama temen istri saya yang jual asuransi, dari asuransi yang terkenal banget tuh yang initialnya “P”. Dia ngoceh panjang lebar ngajarin saya tentang resiko, kalo sakit dst dst dst.

    Trus dia nanya sama saya kalo kira kira mau sisihan uang buat asuransi itu berapa. Saya bilang sekitar 3,5jt lah.

    Lalu dia buatin saya polis yangkatanay 2 in 1 Hoki, tau dimana hokinya kalo orang kena resiko.

    Dan keluarlah angka ajaib dari komputernya dengan membayar kurang lebih 39jt setaun, saya dapat UP jiwa 500jt, rawat rumah sakit 200jt, penyakit kritis 200jt, dst dst.

    Dia bilang dia memberikan yang TERBAIK buat saya.

    Dan dia tanya bagaimana menurut saya. Yang dia gak tau adalah saya dari keluarga yang dibesarkan di lingkungan asuransi. Tante saya seorang agent, om saya consultant Lost Juster, saya sendiri auditor yang memahami aktuaria.

    Jadi saya kasih tau dia mengenai konsep RESIKO. RESIKO gak bisa dipindahkan, yang bisa dibagi (Share) untuk kriteria tertentu yang bisa dikuantifikasi pakai uang. Artinya kalau kita kena stroke, resiko stroke tetap terjadi dan kita yang tanggu, resiko biaya pengobatan stroke bisa ditanggung oleh asuransi.  Jadi paham yah, maksudnya asuransi. Bukan karena punya asuransi gak apa apa kena stroke itu aman aman aja. Jadi tetap kita harus mitigasi pola hidup agar tidak terkena stroke,

    Dan juga dia berkata mau menolong orang, saya bilang sejauh apa? ngurusin klaim? kalim mah saya bisa urus sendiri. Emang kalo saya kena stroke siapa yang mau ngajak maen anak saya? siapa  yang mau mandiin saya? agen asuransi?

    dan saya bilang yang saya gak suka adalah nilai pertanggungan yang dia buat.

    KECIL BANGET !!!! gila lu gw bayar 40 jt setaon cuma dapet 500jt?
    Gw bayar mobil 3 jt setaon aja dapet 200jt penggantian. Masamobil lebih bagus dapetnya dari gw. Dan saya minta rincuian pembuatan polisnya. Ternyata saya paham, dia pasang di unitlink porsinya 50%. Gila saya bilang, buat apaan unit link ? saya mau beli asuransi bukan investasi. Dia bilang biar preminya nanti dibayarin, saya bilang gak perlu. Saya bisa cari sendiri uangnya dari unit link itu. Saya minta di hilangkan. dia bilang gak bisa. Loh lu jualan product kok maksa. Kalo gak bisa jual yang kita mau yah gak usah lah. Dan ridernya banyak banget dan gak penting
    Masak dah ada UP rumah sakit harus penyakit kritis juga? saya tanya penyakit kritisnya apa aja? dia tunjukin lalu saya bilang. Gak usah, itu take out aja. Kalo gw kena kanker, mati  mah mati aja.

    Dan setelah saya benerin, akhirnya dia ngotot minimal harus ada 10% porsi unit link

    Ya udah saya liat dulu, jadi isi proposalnya  berubah dengan tetap membayar 39jt penggantian saya menjadi, UP Jiwa 2 Milyard, UP Rumah sakit 1 Milyard dengan unit link 3jt setaon.

    Trus saya chalange lu tau gak kenapa gw bisa dapet lebih gede dari kemaren? karena lu bagi bagi resiko gw ke hal yang sama tapi di hitung resiko baru (rider) makanya coverage gw kecil. Untungnya asuransi itu dari rider dan terutama dari unit link. Dana nganggur yang bisa diputer dan resikonya dari  nasabah. kalo cuma dari premi berarti kan dananya dia sendiri.

    Dan saya kasih tau kalo gak ada unitlink, agen asuransi gak dapet apa apa. paling 100 rb sebulan. Kerja bakti dia. Makanya Pure insurance itu biasanya yang disamperin perusahaan semua karyawannya di cover. maen volume.

    Please dont cheat your customer. Gw aware akan uang 40jt setaon yang gw keluarkan untuk punya asset total 3 M setaon. Ibarat bisnis its profitable. Tapi dont bulsshit me kalo lu kasih gw yang the best dengan cut asset gw jadi 30%

    • mau naya dunk aku ditawarin a***. unit link premi 335500/bln dan up yang didapat 305jt untuk jiwa,kritis,cacat total 300jt untuk kecelakaan. apakah itu worted?

  75. Not worthed.
    Bapak bisa dapet UP jiwa sebesar 1 Milyard dan Kesehatan sebesar 1 Milyard dengan setoran pertama sebesar 1,5jt sebulan untuk 2 tahun pertama. dan sisanya cukup 800-1jt rupiah perbulan. Tetapi tidak ada tabungan. Yang dimana menurut saya gak penting,

    • boleh tau asuransi apa itu? masalahnya dana yang ada setiap bulan tidak sampe 1.5jt. cuma bisa menyisihkan 350rb saja/bulan.asuransi ini selama berapa tahun?

  76. boleh tau asuransi apa itu? masalahnya dana yang ada setiap bulan tidak sampe 1.5jt. cuma bisa menyisihkan 350rb saja/bulan.asuransi ini selama berapa tahun?

    • Semua asuransi pak. Mohon dipahami. Kenapa bapak ambil asuransi? Ini yg harus dijawab. Kalau bapak butuh cover jiwa saja. Maka ambil PA saja, untuk kecelakaan. Sisanya kalau meninggal secara wajar tidak perlu dicover. Karena hanya kecelakaan yg tidak bisa kita terka. Nah kemudian rumah sakit, kalau kecelakaan dan selamat kan perlu masuk rumah sakit, nah ambilyah 1 hari 1jt untuk kamar pun sudah cukup. Nah premi untuk asuransi ini sudah lebih dari cukup. Gak perlu waste money on unecessary things. Seperti apa hal yg tidak perlu itu? Contohnya penyakit kritis. Tanyakan pada diri anda, apakah anda sekarang sakit krits? Kalo tidak mitigasi sendiri aja. Jaga kesehatan dengan benar. Kemudian tabungan atau investasi, nah secara logis sebagus bagusnya nilai investasi mereka gak mungkin lebih bagus dr market. Jadi ngapain ngasih duit ke mereka? So bagi saya cukup pa kecelakaan sama rumah sakit preminya cukup 1,25jt sebulan dengan cover 1 untuk jiwa dan rs.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: